BAB 4: Pengenalan Diri

Setelah keluar dari penjara dan menjauh dari kegelapan koridor, Jormac berdiri di dalam kegelapan malam yang gulita. Detakan jantungnya yang cepat mulai mereda, dan dia merasa lega karena berhasil melarikan diri dari penjara yang mengerikan.

Namun, sebelum dia bisa mencari tahu lebih lanjut tentang orang yang telah menyelamatkannya, dia mendengar langkah-langkah lembut yang mendekatinya dari kegelapan. Saat cahaya bulan menerangi tempat itu, dia melihat seorang sosok perempuan yang berdiri di hadapannya.

Perempuan itu memiliki rambut pendek yang berwarna perak yang tampak seperti mengilap di bawah cahaya bulan. Dia memiliki mata yang tajam dan penuh tekad, dan Jormac merasa seperti mata mereka sedang memeriksa jiwa dan pikirannya.

"Kau Jormac Seil, bukan?" tanya perempuan itu dengan suara yang tenang dan tegas.

Jormac hanya bisa mengangguk, masih terpesona oleh kecantikan perempuan itu. "Ya, aku Jormac. Siapa kau?"

Perempuan itu tersenyum, senyum yang terasa seperti sinar bulan yang menyinari kegelapan. "Namaku Fisa, Jormac. Aku datang untuk menyelamatkanmu."

Jormac merasa terpesona oleh sosok Fisa, bukan hanya karena kecantikannya yang luar biasa, tetapi juga karena ketegasan dan keberaniannya. Dia merasa seperti dia sedang berbicara dengan sosok yang memiliki kekuatan luar biasa, dan itu membuatnya merasa aman.

Namun, dia juga merasa penasaran. "Fisa, mengapa kau menyelamatkanku? Apa yang kau inginkan dariku?"

Fisa tersenyum lagi, kali ini dengan penuh misteri. "Semua akan terungkap pada waktunya, Jormac. Sekarang, yang perlu kau tahu adalah bahwa kita harus pergi dari sini sebelum penjaga menemukan kita."

Jormac mengangguk, dan mereka berdua mulai berjalan menjauh dari penjara itu, memasuki kegelapan malam yang masih menyimpan banyak misteri.

Saat mereka terus berjalan menjauh dari penjara, Jormac merasa keingintahuannya tak terbendung. Dia ingin tahu lebih banyak tentang Fisa, terutama bagaimana seorang perempuan bisa memiliki kekuatan untuk mengangkatnya dengan begitu mudah.

"Fisa," Jormac akhirnya bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, "aku tidak bermaksud tidak sopan, tapi bagaimana kau bisa mengangkatku? Kau seorang perempuan, dan aku tidak ringan."

Namun, pertanyaan Jormac terasa menyentuh titik sensitif Fisa. Dia berhenti sejenak, menatap Jormac dengan ekspresi dingin. "Pertanyaan seperti itu tidak sopan, Jormac. Ingatlah, penampilan seringkali menipu, dan kekuatan seseorang tidak selalu terlihat dari fisik."

Jormac merasa menyesal karena telah mengganggu perasaan Fisa. Dia cepat-cepat meminta maaf, "Maaf, Fisa, aku tidak bermaksud menghinamu. Aku hanya sangat penasaran."

Fisa akhirnya melanjutkan langkahnya, meskipun masih dengan nada dingin. "Kita akan punya banyak waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanmu nanti, Jormac. Yang terpenting sekarang adalah kita harus tetap bergerak dan menjauh dari penjara."

Setelah berhasil mencapai tempat yang terasa aman, mereka berdua duduk di taman yang tenang. Bulan purnama menerangi malam mereka, menciptakan aura magis di sekitar mereka. Mereka saling menatap satu sama lain, dan suasana menjadi canggung karena banyak hal yang belum terungkap.

Namun, Fisa akhirnya memutuskan untuk membuka pembicaraan. "Jormac," katanya dengan nada yang serius, "kita berada dalam situasi yang rumit. Aku membantumu keluar dari penjara karena aku yakin ada lebih banyak yang kau tahu. Kita bisa bekerja sama, atau..."

Fisa berhenti sejenak, menggantungkan kata-katanya. Dia tahu Jormac akan merasakan tekanan dari apa yang akan dia katakan selanjutnya. "Atau, aku bisa mengembalikanmu ke kantor polisi palsu itu. Jika kau memilih untuk bekerja sama denganku, kita bisa mencari kebenaran bersama."

Jormac, yang sering mengeluh, merenung sejenak. Dia tahu bahwa Fisa memiliki informasi penting, dan keputusannya saat ini akan sangat memengaruhi hidupnya. Lalu dia pun memutuskan untuk meminta penjelasan lebih lanjut dari Fisa. "Aku butuh tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi dan mengapa aku dikejar oleh polisi palsu itu," kata Jormac.

Namun, Fisa menolaknya dengan tegas. Dia menatap Jormac dengan ekspresi serius dan dingin. "Aku akan memberitahumu semuanya, tetapi hanya jika kau setuju untuk bergabung denganku dalam mencari kebenaran ini. Tidak ada yang bisa kuungkapkan sebelum kau memutuskan."

Jormac merasa dilema. Di satu sisi, dia ingin tahu apa yang terjadi dan mengapa dia berada dalam situasi ini. Di sisi lain, dia tidak tahu apakah bisa mempercayai Fisa sepenuhnya.

Dengan ragu, Jormac akhirnya mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan bergabung denganmu," katanya. Tidak ada pilihan lain bagi Jormac selain mengikuti Fisa, terutama jika itu berarti menghindari ancaman kembali ke kantor polisi palsu yang mengerikan itu. Selain itu, pikirnya, mungkin ini adalah kesempatan untuk mengulang hidupnya yang telah berubah drastis.

Fisa mengangguk singkat, ekspresinya yang serius tetap tidak berubah. "Bagus. Kita punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Ikuti aku."

Kemudian Fisa membawa Jormac ke rumahnya dengan langkah cepat, dan Jormac mengikutinya dengan perasaan campur aduk. Dia merasa gugup karena ini adalah pertama kalinya dia masuk ke dalam kamar perempuan. Semua ini begitu tidak biasa baginya, dan dia berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya berdebar-debar.

Sementara itu, Jormac juga merasa terkejut karena tidak pernah berpikir dia akan diajak ke rumah Fisa. Namun, canggung untuk bertanya tentang tujuan perjalanan mereka di tengah jalan, dia memilih untuk tetap diam.

Sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah rumah yang terlihat cukup biasa. Fisa membuka pintu dan mempersilakan Jormac untuk masuk. "Mari masuk, kita punya banyak hal untuk dibicarakan," kata Fisa tanpa ekspresi wajah yang berubah.

Jormac mengangguk dan memasuki rumah itu, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mereka berdua telah memasuki ruangan, dan Fisa dengan tegas mengunci pintu rumahnya rapat-rapat. Tidak ada jalan kembali sekarang. Dalam keheningan, Fisa menatap Jormac dengan ekspresi serius.

"Dengarkan baik-baik, Jormac," katanya dengan nada tegas. "Kau telah masuk ke dalam permainan yang sangat berbahaya. Untuk sekarang, kau harus melakukan beberapa tugas untukku."

Jormac merasa tegang, tetapi dia tidak punya pilihan selain mendengarkan. "Tugas apa yang harus aku lakukan?" tanyanya dengan hati-hati.

Fisa menjawab dengan singkat, "Itu akan kujelaskan setelah kau menyelesaikan tugas-tugasmu. Tapi percayalah padaku, kau tidak bisa mundur sekarang. Kehidupanmu telah berubah, Jormac, dan kau harus siap menghadapinya."

Jormac merasa tertekan oleh situasi ini, tetapi dia merasa seperti dia tidak memiliki pilihan lain. Dia mengangguk setuju, "Baiklah, aku akan melakukan apa pun yang kau minta."

Fisa menatapnya dengan tajam, dan Jormac merasakan tekanan yang begitu besar. Ekspresi Fisa mendadak berubah saat dia menutupi hidungnya dengan jari, dan dia berkata, "Pertama-tama, mandilah lebih dulu, kau sangat bau!"

Jormac mendengar kata-kata itu dengan kebingungan dan terkejut. "Eh?!" gumamnya, tidak tahu bagaimana harus merespons perintah tiba-tiba ini. Tidak pernah dalam bayangan terdalamnya bahwa dia akan berakhir di situasi seperti ini.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

fisa... jormac

2023-10-01

1

Sir Fitz

Sir Fitz

yaiyalah bau wong dipenjara aja belom tentu mandi

2023-09-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!