Harley Jaw duduk di depan laptopnya, fokus pada tugas yang diberikan padanya oleh Fisa dan Jormac. Dia sedang asyik memainkan laptopnya, sambil menganalisis kedua flashdisk yang telah diberikan oleh Fisa. Sebagai awalan, dia memutuskan untuk menganalisis flashdisk berwarna kuning. Dengan pandai, dia memasukkan flashdisk ke dalam laptopnya dan mulai menjelajahi isinya.
Namun, Harley merasa agak kesulitan saat mencoba menjelajahi isi flashdisk kuning. Keamanannya hampir sebanding dengan dokumen rahasia negara, dengan sistem keamanan yang memiliki tiga lapis. Memecahkan satu lapis saja memerlukan banyak waktu.
Dia mengeluh sejenak, berharap bahwa peralatannya yang tertinggal di komunitas siber lokal akan memudahkan tugas ini. Tetapi, dia tidak punya pilihan selain terus berusaha meretas sistem keamanan ini.
Kemudian Harley mencoba membuka file menggunakan aplikasi pihak ketiga bernama "Open File," meskipun itu memakan waktu. Namun, karena tidak ada pilihan lain, dia terus berupaya. "Ini terlalu lemah," kata Harley, dia menyadari bahwa bahkan jika berhasil membuka file dengan aplikasi tersebut, lapisan keamanannya masih akan tersisa dua setengah lapis yang sulit ditembus.
Tidak menyerah begitu saja, Harley mencoba pendekatan kedua dengan memasukkan virus bernama "Leak Spoiler" ke dalam flashdisk kuning. Virus tersebut dirancang untuk mencoba membocorkan data dari file tanpa membukanya secara langsung. Harley menyadari bahwa ini mungkin akan sia-sia, tetapi dia ingin melihat sejauh mana virus Leak Spoiler dapat menembus lapisan keamanan yang kompleks.
Harley tertawa getir saat melihat bahwa virus Leak Spoiler yang dia ciptakan hanya berhasil menembus seperempat lapisan keamanan file. Meskipun dia telah mencoba dua cara yang berbeda, hasilnya belum cukup untuk menembus bahkan satu lapisan keamanan penuh.
Ketika Harley sedang berpikir keras untuk mencari cara menembus file di flashdisk kuning, laptopnya tiba-tiba memberikan peringatan bahwa seseorang telah menyentuh koper merahnya. Hal ini membuatnya panik, dan dia segera menghubungi Fisa dan Jormac untuk meminta klarifikasi.
Fisa bertanya, "Ada apa, Harley?"
Harley menjawab, "Eh?! Kukira kalian sudah mendapatkan koperku."
Jormac juga ikut bertanya, "Apa maksudmu?"
"Laptopku memberikan tanda peringatan, yang berarti seseorang telah menyentuh koperku. Tapi sepertinya aku salah mengira kalau kalian sudah berhasil membawa koperku," jawab Harley sambil menjelaskan.
Mendengar penjelasan Harley, Jormac dan Fisa menyadari bahwa koper merahnya tidak dalam keadaan aman, dan situasinya menjadi semakin rumit.
Saat Fisa mengetahui bahwa mereka terlambat, dia mengucapkan kata-kata kasarnya. Namun, Jormac yang tetap tenang bertanya pada Harley apakah dia telah memasang pelacak pada koper tersebut. Harley pun menjawab bahwa pelacaknya sudah tidak aktif, mungkin karena terhempas di bandara saat perjalanannya ke New York.
Jormac terus bertanya, "Dapatkah kau mengaktifkannya kembali?"
Harley menjelaskan, "Entahlah, jika tidak ada pancaran gelombang sinyal, itu akan sangat sulit."
"Saat ini aku dan Fisa sudah berada di menara tua tempat kita sebelumnya bertemu. Kami akan segera menuju kesana," kata Jormac.
Mendengar ini, Harley memberikan saran, "Hanya ada satu cara untuk mengaktifkannya, tolong korbankan salah satu alat komunikasi di antara kalian berdua."
"Hah? Apa maksudmu?" tanya Fisa.
Harley menjelaskan, "Di alat komunikasi itu terdapat sebuah chip yang dapat memancarkan gelombang. Sayangnya, chip itu hanya bisa diaktifkan dari jarak dekat, dan itu adalah satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali pelacak pada koper merahku."
Fisa dan Jormac kini mengerti, mereka harus mengorbankan salah satu alat komunikasi mereka demi mengaktifkan pelacak pada koper merah Harley.
Fisa menawarkan alat komunikasinya dan meminta Jormac untuk membongkarnya. Waktu terus berjalan, dan mereka harus segera mengaktifkan pelacak pada koper merah Harley. Jormac menerima alat komunikasi dari Fisa dan mulai memegangnya.
Kemudian Harley berkata, "Aku akan memberikan instruksi cara membongkarnya, jadi dengarkan baik-baik, Jormac!"
"Ya, tolong lakukan," balas Jormac.
Harley memberikan instruksi tentang cara membongkarnya, dan Jormac mendengarkan dengan seksama, siap untuk mengikuti petunjuk tersebut.
Setelah diberikan beberapa petunjuk oleh Harley, Jormac mengikuti petunjuk itu dengan hati-hati, lalu menekan ujung alat komunikasi dan membukanya dari tengah.
Setelah membongkar alat komunikasi, Jormac melihat banyak kabel kecil di dalamnya, tetapi tidak ada tanda-tanda chip yang dimaksudkan oleh Harley.
"Aku sudah membongkarnya, lalu bagaimana sekarang?" tanya Jormac.
Harley memberikan perintah selanjutnya "Keluarkan semua kabel kecil itu, seharusnya kabel itu tidak menempel satu sama lain. Jika kau menemukan kabel yang lebih besar dari yang lainnya, maka di dalam kabel itu akan terdapat sebuah chip yang berguna untuk memancarkan gelombang."
Jormac mengikuti instruksi dari Harley dan mulai mengeluarkan semua kabel kecil dari alat komunikasi. Dia mencoba memeriksa setiap kabel, mencari yang lebih besar dari yang lain, karena itulah yang diharapkan mengandung chip untuk memancarkan gelombang.
Fisa memperhatikan Jormac dengan tatapan serius saat dia mencari kabel yang dimaksud oleh Harley. Dia merasa bahwa Jormac terlihat sangat fokus dan mengerikan ketika dia benar-benar serius dalam melakukan sesuatu.
Setelah beberapa saat kemudian, Jormac berhasil menemukan kabel yang dimaksud oleh Harley dan segera melaporkannya dengan antusias. "Aku menemukan kabelnya, Harley!" serunya.
Harley memberikan instruksi selanjutnya, "Bagus, sekarang pisahkan kabel itu dari chip kecilnya, harap berhati-hati!"
Jormac berusaha dengan penuh kesabaran untuk mengeluarkan chip kecil dari kabel itu, dan akhirnya, dia berhasil melakukannya. Sebuah chip hijau dengan kontak tembaga yang sangat kecil terlihat di tangannya. Ukuran chip itu begitu kecil sehingga bahkan tidak memenuhi ujung jari telunjuk Jormac.
"Kerja bagus, Jormac! Sekarang aku bisa melacak keberadaan koper merahku. Tolong tunggu selama satu menit!" puji Harley sambil mengapresiasi usaha Jormac.
"Ya, baiklah," balas Jormac sambil tersenyum kecil.
Harley melihat bahwa peringatan tentang sentuhan pada kopernya belum hilang dari layar laptop. Dia memutuskan untuk menyusutkan peringatan tersebut dan fokus pada pelacakan koper merahnya.
Kemudian dia membuka aplikasi bernama "MAP, MAPS!" yang telah dimodifikasinya untuk memungkinkan pembaruan terus menerus dari kondisi peta. Aplikasi ini akan selalu menampilkan kondisi peta yang terkini dalam jangka waktu satu hari, memanfaatkan gelombang sinyal untuk memperbarui informasi tersebut.
Dengan menggunakan chip kecil yang telah dikeluarkan dari alat komunikasi Fisa, Harley mencoba memancarkan gelombang sinyal yang lebih dekat dengan koper merahnya.
Setelah 45 detik berlalu, pelacak pada koper merah Harley akhirnya aktif kembali. Harley melacak keberadaan koper melalui laptopnya dan terkejut mengetahui bahwa koper masih berada di sekitar daerah komunitas siber lokal.
Dia memberi tahu Jormac dan Fisa bahwa koper masih berada di tempat komunitas siber lokal tersebut, tetapi dia juga memperingatkan mereka untuk berhati-hati, karena situasi mungkin tidak aman.
Jormac merespons dengan serius, "Kami akan berhati-hati, Harley. Terima kasih atas bantuannya."
Harley menegaskan, "Aku akan terus memberikan kabar terbaru tentang koper. Harap tetap berkoordinasi dengan baik, dan jangan terlalu gegabah."
"Aku mengerti," kata Jormac.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments