Selesai makan malam, mereka pindah sejenak ke ruang tengah. Mereka lanjut mengobrol hal-hal yang ringan, seperti membicarakan masa kecil Nina dan Harum dulu agar Candra tau seberapa akrabnya Nina dan Harum dulu saat mereka masih kecil.
Sangking serunya bercerita sampai mereka tidak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Udah jam sepuluh loh Rum, tidur sana kamu." ucap Bu Darmi.
Harum menganggukkan kepalanya.
"Harum masuk kamar dulu yah Pak, Bu." pamit Harum.
"Kamu masih mau disini Mas?" tanya Harum pada Candra.
"Gak lah, udah ngantuk aku." jawab Candra.
"Pak, Bu, Candra masuk kamar dulu yah." pamit Candra dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Bu Darmi dan Pak Danu.
Candra pun berdiri dari duduknya.
"Rum, jangan lupa di pakein koyo itu suami mu." ucap Pak Danu mengingatkan.
Setelah makan malam tadi Bu Darmi meminta Nina pergi ke warung membelikan koyo untuk Candra.
"Iya Bu." jawab Harum.
Harum dan Candra pun berjalan menuju kamar mereka.
Tak lama setelah Harum dan Candra masuk ke kamar, Nina ikut-ikutan pamit masuk ke kamar.
"Pak Lik, Bu Lik, Nina masuk kamar juga yah, udah ngantuk." ucap Nina.
"Iya Nin, Bu Lik sama Pak Lik juga udah mau tidur." jawab Bu Darmi.
"Jangan lupa di pasang kelambu nya yah Nin, banyak nyamuk soalnya." ucap Pak Danu.
"Iya Pak Lik." jawab Nina lalu berdiri dari duduknya dan pergi dari ruang tengah menuju kamarnya yang ada di sebelah kamar Harum-Candra.
Setelah Nina pergi, Bu Darmi dan Pak Danu pun beranjak dari ruang tengah.
💋💋💋
Kamar Harum-Candra.
Sesampainya di dalam kamar Harum langsung memakaikan koyo di punggung Candra.
"Ke tengah-tengah dikit Rum, di situ yang paling pegel." ucap Candra.
"Disini?" tanya Harum sambil menunjuk titik yang Candra maksud.
"Iya, disitu." jawab Candra.
Harum pun langsung menempelkan koyo di titik yang tadi dia tunjuk.
Bukan hanya satu koyo, tapi tiga koyo yang di tempelkan Harum di punggung Candra.
Setelah memakaikan koyo dan sebelum membaringkan badannya di tempat tidur, Harum menyetel alarm satu jam lebih cepat dari alarm yang biasa karena jarak dari rumah orangtua Harum ke rumah mereka kurang lebih satu jam perjalanan.
Setelah Harum berbaring, Candra yang sejak tadi sudah berbaring di tempat tidur langsung mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Harum.
"Rum..."
"Hemh..."
"Lanjutin yang tadi yuk." ajak Candra.
"Yang tadi apa?" tanya Harum lupa.
"Hish kamu! Yang nge.mut lolipop tadi. Yuk." jawab Candra.
Tanpa banyak alasan, Harum menganggukkan kepalanya lalu mulai mencium bibir Candra lebih dulu sambil tangannya memijat wortel lokal Candra yang masih terlapisi celana.
Desa.han-******* tipis tak henti-hentinya keluar dari mulut Candra saat Harum memberikan sengatan-sengatan kenikmatan di tubuhnya.
Sengatan-sengatan kenikmatan yang Harum berikan semakin membuat hasrat Candra menggebu-gebu. Tak ingin menunggu lebih lama lagi, Candra pun membuka celananya.
"Gak tahan lagi Rum, cepat hi.sap!" perintah Candra tak sabaran.
Dengan posisi Candra yang terlentang, Harum pun mulai memasukkan wortel lokal Candra kedalam goa bergiginya.
Desa.han-desa.han tipis pun kembali keluar dari mulut Candra.
Saat sedang melayang-melayangnya, tiba-tiba...
"Aaauw..." Candra berteriak kesakitan.
Sontak Harum mengeluarkan wortel lokal Candra dari dalam mulutnya.
"Kenapa Mas?" tanya Candra.
"Ssh.. auw... kena gigi Rum." jawab Candra sambil mengelus wortel lokalnya yang terasa ngilu.
"Sakit yah Mas?" tanya Harum.
"Ya iya lah Rum, pake di tanya lagi." jawab Candra.
"Ya udah maaf Mas. Sini aku elus-elus." ucap Harum lalu hendak memegang wortel lokal Candra, tapi dengan cepat Candra melarang Harum memegang wortelnya.
"Gak usah Rum, biar aku aja. Ngilu banget soalnya." ucap Candra.
"Maaf yah Mas." ucap Harum merasa bersalah.
"Gak pa-pa Sayang, namanya juga baru pertama kali." balas Candra.
"Terus gimana? Gak di terusin?" tanya Harum.
"Gak usah lah, tidur aja kita, udah ngantuk juga aku ini." jawab Candra.
Harum pun membaringkan badannya di sebelah Candra lalu memeluk suaminya itu dan terus meminta maaf.
Untung kesabaran Candra setebal kitab dosa othor, kalau tidak sudah pasti Candra mengamuk sejadi-jadinya pada Harum.
Tak ingin membuat Harum terus-terusan merasa bersalah, Candra pun mengalihkan pembicaraan dengan kembali membahas masa kecil Harum dan Nina.
Selagi Harum dan Candra mengobrol di kamarnya, di kamar sebelah, Nina yang sejak tadi menutup telinganya dengan bantal karena suara desa.han Candra, perlahan membuka bantal dari telinganya.
Memang sudah tidak terdengar lagi suara desa.han, tapi tetap saja Nina kepanasan saat mendengar suara Harum dan Candra yang sedang mengobrol bahkan sesekali terdengar suara Harum tertawa manja.
"Hish... berisik banget sih mereka! Apa mereka gak sadar kalau aku ada di sebelah! Nyebelin!" gerutu Nina. Tak ingin mendengar suara Harum dan Candra, Nina kembali menutup telinganya dengan bantal.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
lindsey
kecilnya akrab gedenya suami sepupunya ditikung akhirnya musuh bebuyutan
2023-09-16
1
Ayas Waty
pengen ya nin
2023-09-16
0
Senja Zuraida ( 에나와 )
ihsss sirik aja si Nina ...
2023-09-16
0