Praktek bidan.
Kini Candra dan Harum sudah sampai di praktek bidan yang juga merupakan tempat tinggal si bidan. Karena sekarang masih pukul lima subuh, jadi praktek bidan belum buka.
Dor... dor... dor...
Candra menggedor rumah sang bidan dengan keras dan tidak sabaran, dia sangat panik karena darah terus mengalir dari **** ********** Harum.
Untungnya sang bidan sudah bangun jadi dengan cepat pintu rumah terbuka.
Ceklek.
"Loh Pak Candra, ada apa ini?" tanya si bidan ikutan panik karena melihat wajah Candra.
"Bu, tolong istri saya... istri saya pendarahan." jawab Candra dengan nafas ngos-ngosan.
"Bawa kesini cepat, biar saya periksa." ucap si bidan.
Candra pun cepat-cepat berlari ke mobil untuk mengambil Harum, sedangkan si bidan masuk ke rumah untuk membuka pintu ruang praktek.
Kini Harum sudah berbaring di brankar. Bu bidan pun langsung memeriksa keadaan Harum.
"Astaga, istri Bapak keguguran ini." ucap Bu Bidan.
Mata Candra membulat lebar.
Anak yang sangat ia tunggu harus gugur lagi. Dia jadi menyalahkan dirinya sendiri atas keguguran istrinya.
Pasti karena aku tiga kali minta jatah makanya Harum keguguran. gumam Candra menyalahkan dirinya sendiri.
Sebenarnya bukan salah Candra juga, karena Candra juga tidak tahu kalau Harum sedang hamil. Begitu juga dengan Harum, dia juga tidak tau kalau dirinya tengah hamil karena memang dia belum kepikiran untuk hamil lagi tapi dia juga tidak memakai alat atau obat penunda kehamilan apapun.
Mendengar dirinya keguguran, Harum hanya bisa menangis histeris. Menangis karena rasa nyeri yang hebat dan juga menangis karena untuk kedua kalinya dia keguguran.
Melihat Harum menangis, Candra yang sebenarnya syok berusaha kuat untuk menenangkan Harum.
"Gak pa-pa sayang, gak pa-pa, mungkin ini belum rejeki kita, kita bisa coba lagi." ucap Candra menenangkan.
Selagi Candra menenangkan Harum, bidan pun mengambil obat-obatan untuk mengeluarkan semua gumpalan darah yang ada di rahim Harum, gumpalan itu harus benar-benar keluar agar tidak menjadi penyakit dalam rahim Harum.
Setelah di beri obat pereda nyeri dan pelancar haid, barulah Harum sedikit tenang.
"Nanti kalau keadaan istrinya sudah agak membaik langsung di bawa ke rumah sakit aja yah Pak, biar di USG." ucap Bu bidan.
Candra menganggukkan kepalanya. Dia ikut saja apa yang bidan katakan.
"Saya buatkan dulu rujukannya." kata bidan lagi.
Bidan pun meninggalkan Harum dan Candra untuk membuatkan surat rujukan.
"Rum, Mas pulang dulu yah ke rumah mau ambil perlengkapan untuk di bawa ke rumah sakit. Sekalian mau jemput Ibu, biar ada yang bantu jaga kamu." izin Candra.
"Jangan lama-lama yah Mas." jawab Harum.
"Iya Sayang." jawab Candra.
Candra pun berpamitan pada bidan untuk pulang ke rumah lalu keluar dari tempat praktek.
Selama dalam perjalanan dari tempat praktek bidan menuju rumahnya, air mata Candra tak henti-hentinya mengalir. Candra benar-benar menyesal sudah mengajak Harum bercinta sebanyak tiga kali. Karena Candra tau kalau kandungan Harum sangat lemah, jika Harum positif hamil, Harum di sarankan untuk bed rest selama trimester pertama dan hubungan suami-istri pun juga tidak boleh sering-sering di lakukan.
Begitu juga dengan Harum, setelah Candra pergi, Harum kembali menangis, harusnya dia percaya dengan feelingnya kalau dirinya tengaj hamil. Sudah dua minggu Harum merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya di tambah lagi dia juga belum datang bulan, feeling Harum mengatakan kalau dirinya hamil tapi karena takut gagal lagi, makanya Harum mengabaikan feelingnya, dia tidak berani berharap dan menunggu dua atau tiga bulan lagi baru memeriksakan diri.
Tapi siapa sangka karena dia mengabaikan feelingnya, dia harus kehilangan janinnya. Walau sebenarnya Harum belum siap hamil lagi karena takut kehamilannya ektopik lagi, tapi kalau sudah hamil yah sudah pasti Harum senang dan menerima kehamilannya, apalagi dia tahu suaminya sangat menginginkan anak dari pernikahan mereka yang sudah berjalan setahun lebih.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Musniwati Elikibasmahulette
bagaimana ,harum tau dia hamil
kerjanya hanya urus warung
2023-10-08
0
Ayas Waty
bener kata mas Candra belum rejekinya
2023-09-11
0
Yunia Afida
yang sabarnya rum, belum rezekinya
2023-09-11
0