Setelah Candra memakai lagi celana nya, barulah Harum membuka pintu.
"Ada apa Nin?" tanya Harum.
"Di panggil makan Mbak sama Bulik." jawab Nina sambil melirik ke dalam kamar dimana Candra dalam posisi telungkup diatas tempat tidur
"Oh iya, sebentar lagi kami kesana." jawab Harum lalu menutup kembali pintu kamar.
Setelah pintu tertutup, Nina pun meninggalkan depan kamar Harum dan kembali ke ruang makan.
Sedangkan di dalam kamar, begitu Harum menutup pintu, Candra pun bangun dari tidurnya lalu menarik tangan Harum.
"Lanjutin yang tadi Rum." ucap Candra.
"Gak bisa Mas, Ibu udah nungguin kita di ruang makan." tolak Harum sambil melepas tangan Candra.
"Nanggung banget Rum, gak sampe lima menit kok Rum, ayolah." rengek Candra.
"Nanti yah Mas selesai makan. Kalau sekarang, nanti Nina manggil kita lagi, nanggung lagi, kan gak enak kalau nanggung-nanggung terus." ucap Harum memberi pengertian pada Candra.
Candra hanya menghela nafasnya kasar.
"Ayo Mas kita keluar." ajak Harum sambil menyambar kardigannya.
"Kamu duluan nanti aku nyusul." jawah Candra.
"Ya udah, cepet yah Mas." balas Harum. Harum pun keluar lebih dulu dari dalam kamar meninggalkan Candra yang ingin menenangkan juniornya terlebih dulu.
Setelah Harum keluar, cepat-cepat Candra mengunci pintu kamar lalu mencari tissue. Untuk apa? Ya untuk memijat juniornya sampai juniornya gumoh dan akhirnya tidur lagi.
💋💋💋
Kini Harum sudah berada di ruang makan.
"Loh, suami mu mana Rum?" tanya Pak Danu, Bapak Harum.
"Sebentar lagi keluar Pak, badannya masih pegel habis nyetir perjalanan jauh." jawab Harum.
Harum pun duduk di kursi makan di sisi kiri Pak Danu dan berhadap-hadapan dengan Nina. Dia mengosongkan kursi persis di sebelah kiri Pak Danu dan berhadapan dengan Bu Darmi untuk Candra.
Tak sampai lima menit Candra pun muncul di ruang makan yang sederhana itu. Dia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah, dengan memakai kaos putih dan celana joger hitam. Melihat penampilan Candra, Nina semakin klepek-klepek di buatnya.
Baru ini aku melihat Mas Candra pakai kaos. Ganteng bangeeeet, kayak Hyun Bin. Untung Arsy sama Wulan gak ada, jadi aku bisa nikmati kegantengan Mas Candra sendiri. gumam Nina dalam hati.
"Udah seger badan mu Can?" tanya Pak Danu.
"Masih pegel sih Pak, tapi laper." jawab Candra sambil bercanda.
Candra pun duduk di kursi kosong yang di sediakan Harum.
"Ya udah makan dulu, habis itu lanjut istirahat." balas Pak Danu.
"Bu, nanti beli kan koyo buat Nak Candra." perintah Pak Danu pada Bu Darmi.
"Iya Pak." jawab Bu Darmi.
Harum pun mulai melayani Candra, menyendokkan nasi dan lauk pauk untuk Candra.
Tak usah ditanya dengan Nina, sudah pasti dia curi-curi pandang melihat Candra.
"Nin..." panggil Pak Danu.
"Iya Pak Lik." jawab Nina.
"Berapa bulan lagi kamu disini?" tanya Pak Danu.
"Sebulan lagi Pak Lik." jawab Nina.
"Gimana KKN disini, senang gak? Warga disini baik-baik kan? Ramah-ramah kan? Gak ada yang menyulitkan kalian kan?" tanya Pak Danu.
"Gak kok Pak Lik, warga disini baik-baik dan menyenangkan." jawab Nina.
"Ada pemuda disini yang deketin kamu gak?" tanya Pak Danu.
"Gak ada Pak Lik." jawab Nina.
"Masa sih gak ada? Kamu kan cantik Nin, masa gak ada pemuda disini yang deketin kamu."
Nina hanya diam sambil tersipu malu.
"Yah mana ada yang berani deketin Nina lah Pak, wong orang-orang disini udah tau kalau Nina adiknya Harum, mereka takut berhadapan sama Candra kalau mau deketin Nina." sahut Bu Darmi.
"Loh kalau deketinnya tujuannya untuk berteman kenapa harus takut? Bener gak Nak Candra?" balas Pak Danu.
"Iya Pak bener." jawab Candra.
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Pak Danu.
Nina menjawab dengan gelengan kepala.
"Masa sih gak punya pacar?" tanya Pak Danu tidak percaya.
"Iya Pak Lik, Nina baru putus. Dua minggu sebelum berangkat KKN Nina putus." jawab Nina.
"Kenapa putus?" tanya Pak Danu.
"Kamu kenapa sih Pak kepo banget! Ya putus karena gak cocok lah, gitu aja pake ditanya." omel Bu Darmi.
"Ya mana tau karena selingkuh atau sering kasarin Nina, kan banyak penyebab putus Bu." jawab Pak Danu.
"Karena mantan Nina toxic Pak. Dia gak bolehin Nina punya temen laki-laki tapi giliran dia bisa berteman dengan perempuan, malah sering anter perempuan lain pulang kuliah. Giliran Nina yang dianter laki-laki lain, dia langsung marah-marah. Nina gak tahan jadi Nina putusin aja." ucap Nina.
"Laki-laki begitu memang pantas di putusin, baru pacaran aja udah begitu gimana kalau sudah menikah nanti." balas Pak Danu.
"Cari laki-laki itu yang seperti Nak Candra ini Nin, baik, setia, dewasa, jadi bisa mengayomi kamu dan yang paling penting punya pekerjaan. Gak harus PNS seperti Nak Candra yang penting punya pekerjaan dan mau berusaha, gak malas-malasan." ucap Pak Danu menasehati Nina.
Satu lagi Pak Lik yang kurang, harus ganteng kayak Mas Candra. gumam Nina dalam hati.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
GOD BLESS
wah nina bklan jdi pelakor, sdh kkn, kuliah noh otak dimn, laki org jg mau diembat, lakiny sodara sepupu lgi,
2023-10-21
0
Musniwati Elikibasmahulette
dasar istri bodoh ,ga peka
di selingkuhi baru tau rasa
2023-10-08
0
Deasy 💐
fokus bacanya mbak, si bapak yg ngmng ini bukan si ibu
2023-09-16
0