Rumah sakit.
"Mas, maafin aku yah Mas, gara-gara aku gak berani ikutin feeling aku jadi kayak gini." ucap Harum.
"Bukan salah kamu Rum, memang belum rejeki kita aja. Udah yah gak usah di pikirin lagi. Kamu fokus sama pemulihan kamu aja." jawab Candra.
"Iya Rum, gak ada yang salah di sini, memang belum rejeki aja. Jadi berhenti menyalahkan diri kamu. Jangan stress biar kamu cepat pulih." sahut Bu Darmi.
"Oh iya kamu mau makan rawon gak?" tanya Bu Darmi.
"Kamu kan hitungannya pasca melahirkan, jadi harus banyak makan daging-dagingan apalagi daging sapi." lanjut Bu Darmi.
"Emang boleh sama suster?" tanya Harum.
"Ya boleh lah, kenapa enggak. Kan kamu disini bukan karena penyakit berat yang gak boleh makan sembarangan." jawab Bu Darmi.
"Kamu mau Rum? Biar aku pergi beli." tanya Candra.
"Boleh deh Mas." jawab Harum.
"Mau apa lagi? Coklat, ice cream, roti bakar?" tanya Candra.
"Udah beli aja semua makanan yang Harum suka. Makan makanan yang di suka juga bisa membantu menghilangkan stress." timpal Bu Darmi.
"Ya udah Candra pergi dulu yah Bu, titip Harum." pamit Candra.
"Aku keluar dulu yah." kini Candra berpamitan pada Harum. Dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Harum.
Setelah berpamitan dengan Harum barulah Candra keluar dari kamar rawat kelas satu, kamar rawat Harum.
💋💋💋
Tiga hari kemudian.
Pukul 13.00
Hari ini Harum sudah diizinkan keluar dari rumah sakit. Dan sekarang Bu Darmi dan Candra sedang mengemasi barang-barang Harum.
"Nak Candra, untuk sementara Harum tinggal di rumah Ibu aja yah sampai masa nifasnya selesai, kamu kan kerja kalau kamu kerja nanti Harum gak ada yang perhatiin, kasihan." izin Bu Darmi.
Candra menoleh ke arah Harum.
"Kamu mau tinggal di rumah Ibu?" tanya Candra.
"Kalau aku tinggal di rumah Ibu, kamu gimana Mas?" tanya Harum balik pada Candra.
"Kalau Ibu yang tinggal di rumah kalian, kasihan Bapak gak ada yang urus nanti. Makanya lebih baik kamu tinggal di rumah Ibu biar Ibu bisa urus kamu dan Bapak." sahut Bu Darmi.
"Kamu gak usah pikirin aku Rum, aku bisa urus diri aku sendiri." timpal Candra.
"Kan jarak dari rumah ke rumah Ibu gak jauh, kamu ikut tinggal aja lah Mas di rumah Ibu." nampaknya Harum tidak rela tinggal berpisah dari suaminya.
"Kalau suami mu ikut tinggal yah sama aja bohong lah Rum, laki-laki mana tahan gak di sentuh sedangkan kamu masih nifas. Jadi lebih baik kamu tinggal di rumah Ibu dulu menghindari hal yang tidak diinginkan, yah paling gak sampai keadaan kamu benar-benar pulih." jawab Bu Darmi.
"Kalau Harum gak mau gak usah di paksa Bu." sahut Candra.
"Aku mau deh Mas, aku kasihan sama kamu kalau harus ngurus aku juga." ucap Harum.
"Ya udah terserah kamu." balas Candra.
"Warung juga gak usah di buka dulu, nanti kalau kamu udah pulih baru buka lagi." kata Candra lagi.
"Iya Mas." jawab Harum.
Setelah semua barang sudah siap di kemas, mereka pun keluar dari kamar rawat.
💋💋💋
Pukul 15.30
Kini Harum sudah berada di rumah Bu Darmi. Kedatangan Candra, Harum dan Bu Darmi langsung mendapat sambutan dari Nina dan teman-temannya yang sudah satu jam yang lalu ada di rumah Bu Darmi menunggu kepulangan Harum.
Mereka tau Harum keluar rumah sakit hari ini dari Candra yang memberitahu Nina, bahkan Candra juga memberitahu Nina kalau mereka akan langsung ke rumah Bu Darmi.
Ketimbang berkomunikasi dengan Bu Darmi, Nina lebih sering berkomunikasi dengan Candra untuk mengetahui kabar Harum.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Yunia Afida
lahhhh ini malah bikin peluang si pelakor datang
2023-09-13
1
Ayas Waty
caperrrrr
2023-09-13
0
lindsey
iya bu ... kan klo suami harum pengen bisa ada nina... ini ortu yg konyol
2023-09-13
0