Warung Harum Sari.
Kini Candra, Nina dan kedua teman Nina sudah sampai di warung Harum.
Karena bagian depan tertutup, Candra pun mengajak Nina dan kedua temannya masuk dari pintu belakang.
Merasakan ada yang datang dan yakin kalau itu Candra dan Nina, Harum pun menoleh ke arah pintu.
"Eh, udah dateng kalian, ayo masuk." ucap Harum.
"Kok warungnya gak di buka Mbak?" tanya Nina.
"Gak Nin, kan Mbak cuma mau bikin ketringan doang. Kalau warungnya Mbak buka siapa yang mau layanin. Karyawan Mbak libur, ini aja untung banget ada satu karyawan Mbak yang mau bantu." jawab Harum.
"Oh." balas Nina.
"Memangnya yang lain kemana?" tanya Candra.
"Ini kan dadakan Mas jadi yang lainnya udah punya jadwal masing-masing. Yah gak mungkin juga aku paksa mereka." jawab Harum.
"Makanya, kenapa gak kamu tolak aja sih tadi." omel Candra.
"Yah gak pa-pa lah Mas, orang cuma sedikit doang kok pesenannya Bu Dewi." jawab Harum.
"Oh iya, kalian udah sarapan?" tanya Harum.
"Yah belum lah Rum, kan di rumah gak ada apa-apa." jawab Candra.
"Sabar yah, aku udah masak nasi dan ikan nya juga lagi di bersihin sama Edah. Kalian tunggu aja di depan." ucap Harum.
"Kita bantuin aja Mbak, biar cepet." ucap Arsy.
"Eh jangan, gak usah." tolak Harum tak enak hati.
"Gak pa-pa kok Mbak, daripada kami duduk-duduk, kan kalau di kerjain rame-rame jadi cepet. Lagian kami udah sarapan kok tadi, jadi belum laper-laper banget lah." sahut Nina.
"Iya Mbak gak pa-pa kok." timpal Wulan.
"Ya udah terserah kalian." balas Harum.
"Kalau gitu kalian potong tempe sama sayur yah. Itu tempenya mau di bikin orek jadi motongnya bentuk kayak korek api yah, kalau sawi putih, sawi hijau, jamur, wortel, buncis sama bunga kol mau di bikin capcay, jadi potongnya sedang-sedang aja." kata Harum lagi.
"Oke bos." balas Nina sambil mengangkat jempolnya.
"Edah, tolong kasih tempe sama sayur-sayurannya, biar anak-anak ini yang kerjain." pinta Harum.
Edah pun memberikan sepuluh papan tempe ukuran besar dan dua kantong plastik besar yang berisi sayur-sayuran kepada Nina.
Berhubung dapur lumayan sempit karena banyak kuali dan dandang berukuran besar dan bahan-bahan makanan, jadi Harum menyuruh Nina dan kedua temannya untuk mengerjakan tugas mereka di depan. Nina dan kedua temannya pun pergi ke depan dan langsung mengambil posisi di salah satu meja lalu mengerjakan tugas mereka.
"Kamu Mas, masih bisa tahan lapar?" tanya Harum pada Candra yang sejak tadi sudah berada di depan dan duduk disalah satu kursi makan sambil bermain ponsel.
"Ya mau gimana lagi." jawab Candra.
"Mau makan kue basah sama teh manis gak buat ganjel laper? Tadi di pasar aku beli kue-kue basah gitu." tawar Harum.
"Boleh deh, daripada asam lambung naik." jawab Candra.
Harum pun pergi ke dapur untuk mengambil kue-kue basah yang memang sengaja dia beli untuk Nina dan kedua temannya. Jajanan pasar yang beraneka ragam itu Harum pindahkan ke dua piring. Satu piring untuk Candra dan satu piring untuk Nina dan teman-temannya. Harum juga membuatkan teh manis untuk mereka.
Dengan dua piring di tangan Harum dan gelas serta ceret teh manis di tangan Edah, mereka pergi ke depan untuk menyuguhkan teh dan jajanan pasar kepada Candra, Nina dan kedua temannya.
"Aku ke belakang dulu yah Mas." izin Harum setelah memberikan jajanan pasar dan teh untuk Candra.
Candra menganggukkan kepalanya dan Harum pun kembali ke dapur.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Musniwati Elikibasmahulette
pake nanya lagi ,istri nga bejus
2023-10-08
0
S
Istri bekerja harus ijin suami dan suaminya sudah ijinin.Tapi lambat laun suaminya kayaknya mulai jenuh ya.Gak bs nyalahin siapa siapa sih ,harus ada saling pengetian saja dan istrinya deh yg sudah tahu diri dan gak ngabai in suami.
2023-09-21
0
Ayas Waty
sesibuk apapun jangan sampai lalai pada suami
2023-09-08
1