Dua puluh menit yang lalu.
Sesampainya di kamar, Candra langsung berbaring di atas tempat tidur, sedangkan Harum mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.
Saat melihat Harum mengganti pakaian, hasrat Candra seketika bangkit, maklum saja sudah tiga hari dia tidak ganti oli.
Walau hasratnya meronta-ronta, tapi logika Candra masih jalan. Dia sadar kalau istrinya sedang dalam masa nifas.
Untuk mereda hasratnya yang bergejolak, cepat-cepat Candra mengalihkan pandangannya dari Harum lalu mengubah posisinya dari telentang menjadi tengkurap.
Selesai mengganti pakaiannya, Harum pun mendekati Candra.
"Kamu gak mau ganti baju Mas?" tanya Harum.
"Nanti aja." jawab Candra tanpa menoleh ke arah Harum.
Harum pun duduk di tepi ranjang sebelah Candra.
"Sini aku pijat Mas, pasti kamu capek banget nyetir tiga jam lebih." ucap Harum sambil memijat pundak Candra.
"Jangan pegang-pegang dulu Rum." tolak Candra sambil menepis tangan Harum.
"Kenapa kok aku gak boleh megang?" tanya Harum tersinggung. Karena hormon yang belum stabil, Harum jadi gampang tersinggung.
"Aku cuma mau istirahat Rum. Kamu kalau mau istirahat yah istirahat aja, jangan ganggu aku dulu." jawab Candra.
Begitu juga dengan Candra, karena hasrat kelaki-lakiannya sedang meronta-ronta dan tidak bisa tersalurkan, Candra tidak ingin berdekatan dengan Harum dulu.
Harum pun mengalah, dia pun beranjak dari duduknya lalu memutari tempat tidur kemudian berbaring di sebelah Candra.
Begitu Harum berbaring, Candra langsung memunggungi Harum. Lagi dan lagi, Harum tersinggung dengan itu.
"Kamu kenapa sih Mas, kok malah munggungin aku?" tanya Harum dengan nada kesal.
"Gak pa-pa Rum, udah lah istirahat, katanya mau istirahat." jawab Candra.
Harum mengubah posisinya menjadi duduk lalu menarik badan Candra agar menghadapnya.
"Kamu kenapa sih Mas? Baru juga kita sampai di rumah Ibu, kamu udah berubah? Kamu kecewa kan karena aku keguguran?" Harum mulai berprasangka.
"Berubah apa sih Rum, kan kamu yang bilang mau istirahat, ya udah istirahat lah, kenapa jadi ribut sih? Udah ah jangan ribut, nanti di dengar Ibu, apalagi ada Nina, nanti mereka dengar dan mereka pikir benar yang kamu omongin itu." balas Candra.
"Terus kenapa kamu gak mau aku pegang dan munggungin aku?!" Harum masih tak terima.
Karena malas berdebat, Candra pun menarik tangan Harum dan mengarahkannya untuk memegang wortel lokalnya yang sudah mengeras.
Harum yang tadinya kesal, emosinya langsung mereda dan wajah cemberutnya langsung berganti dengan senyum malu-malu.
"Nih, gara-gara ini. Makanya aku gak mau kamu megang-megang aku dulu. Kalau kamu megang-megang aku, dia jadi semakin tegang nanti, sedangkan kamu belum bisa di ajak bercocok tanam." ucap Candra.
"Kan bisa pake tangan Mas." jawab Harum.
Candra menghela nafasnya kasar. Mau nya Candra juga begitu, tapi masalahnya sekarang mereka ada di rumah orangtua Harum.
"Gak usah lah Rum, biar aja begini nanti juga tenang sendiri, asal kamu jangan mancing-mancing dulu." ucap Candra sambil menjauhkan tangan Harum dari wortel lokalnya.
"Gak pa-pa Mas, aku gak keberatan kok. Daripada kamu tahan hasrat kamu, yang ada nanti kepala kamu makin pusing lagi." jawab Harum.
"Gak usah Rum." Candra masih menolak.
Tapi Harum tidak peduli, dia kembali memegang wortel lokal Candra yang masih di lapisi tiga celana lalu memijatnya lembut.
"Sssh... ah... gak usah Rum." ucap Candra tapi sambil mendes.ah.
Harum tak menggubris, dia terus memijat wortel lokal Candra sambil menciumi leher Candra agar wortel lokalnya semakin mengeras.
Candra pun luluh, dia pun menikmati sengatan-sengatan kenikmatan yang Harum berikan.
Tak puas Harum memijat wortel lokalnya yang masih di lapisi tiga celana, cepat-cepat Candra membuka semua celananya hingga si wortel lokal terpampang nyata.
Harum pun melanjutkan memijat wortel lokal yang sudah keluar dari dalam jeruji kain.
Meski sudah di pijat tanpa terhalang apapun, Candra masih belum puas.
"Pakai mulut mau gak Rum?" tanya Candra. Selama menikah, Harum tidak pernah mau mengajak wortel lokalnya jalan-jalan ke goa bergigi.
Tapi kali ini Harum menganggukkan kepalanya, dia mau mengajak wortel lokal Candra ke dalam goa bergigi.
"Sssh... ah... lebih cepat Rum." racau Candra.
Saat Candra sedang melayang-melayangnya tiba-tiba saja pintu kamar terketuk dengan sangat kencang.
Sontak Harum mengeluarkan wortel lokal Candra dari dalam goa bergiginya dan Candra cepat-cepat memakai celananya kembali.
💋💋💋
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Akhmad Soimun
aku nggak baca dlu ahh
nunggu novel ini tamat dulu
aku blm siap klo CANDRA kepincut Nina gara² faktor Harum yg salah sepenuhnya
aku pengennya nanti, disini Nina yg salah, karna udh salah suka SMA suami org.
Teruz, endingnya Candra balik LG ke Harum. Aku nggak mau Candra langgeng SMA Nuna
BYE BYEEE
2023-09-14
1
Ayas Waty
tuhhkan gk jadi
2023-09-13
0
neng ade
bukan nya menjauh ruh si Nina setelah dengar desahan malah sewot ketok pintu kamar keras2
2023-09-13
1