Suasana semakin ramai karena para mahasiswa semakin banyak yang berdatangan ke ruangan Dekan untuk melihat apa yang sedang terjadi saat ini .
Polisi pun masuk kedalam ruangan Dekan .
"Selamat siang kami dari pihak kepolisian mendapat perintah penangkapan dan ini surat perintahnya ."Ucap salah satu polisi yang masuk ke dalam ruangan Dekan .
"Ya silahkan Pak saya tidak akan menghalangi ."Ucap Dekan .
"Cepat tangkap bocah kurang ajar itu agar tahu rasa ."Ucap sang Dosen dengan sangat kencang sehingga terdengar oleh semua mahasiswa yang berada di luar .
Para mahasiswa pun akhirnya bergunjing tentang Andin dan bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi .
"Sudah saya katakan bukan , jangan buat masalah dengan saya ."Ucap Dosen itu dengan tersenyum penuh kemenangan .
Namun saat itu juga polisi menangkapnya dan bukan Andin , Dosen itu pun menjadi bingung dan heran apa yang sebenarnya terjadi kenapa dirinya yang di tangkap dan bukan Andin .
"Apa apa ini Pak ? Kenapa kalian menangkap saya , yang seharusnya di tangkap itu bocah kurang aja itu bukan saya ." Ucap Dosen itu .
"Saya yang melapor lalu kenapa saya yang di tangkap ?."Sambung Dosen itu .
"Sudah jangan banyak bicara lagi , sudah jelas jelas anda yang melakukan pelecehan dan mengancam salah satu mahasiswa di kampus ini masih menuduh orang lain yang bersalah ."Ucap polisi itu .
Semuanya menjadi semakin bingung dengan situasi sekarang karena semua orang tahu kalau Dosen itu adalah salah satu pemegang saham kampus ini dan tidak pernah ada yang berani padanya bahkan Dekan sekali pun .
"Kurang ajar bocah sialan kamu , saya akan mengeluarkan kamu dari kampus ini . Kamu tahu saya adalah salah satu pemegang saham di kampus ini ."Ucap Dosen itu pada Andan sedangkan Andin hanya diam dan tersenyum mengejek pada Dosen itu .
"Pemegang saham kampus ini ?."Tanya Andin pura pura tidak tahu .
"Iya , kenapa kamu takut bukan sekarang kalau saya akan mengeluarkan kamu dari sini ."Ucap Dosen itu dengan bangga .
"Hahaha sudah lah , anda sebaiknya jangan terlalu membanggakan saham yang hanya sepuluh persen itu ." Ucap Andin .
Hal itu membuat Dosen itu bingung kenapa Andin tahu kalau dia hanya memiliki sepuluh persen saham di kampus ini .
"Anda tentunya tahu siapa pemilik dari sembilan puluh persen saham yang lainnya bukan ?."Tanya Andin kembali .
"Tentu saja saya tahu , dan saya akan berbicara pada mereka untuk mengeluarkan kamu dan membuat kamu tidak di terima oleh universitas mana pun di sini ." Ucapnya kembali .
Andin melihat Ayden yang baru saja datang dengan membawa dokumen di tangannya . Ayden memberikan dokumen itu pada Andin .
Andin pun mengambil dokumen itu dan melemparnya pada Dosen itu .
"Baca dokumen itu baik baik !."Ucap Andin .
Dosen itu pun mengambil dokumen yang terjatuh karena di lempar Andin .
"Apa maksudnya ini ?."Tanya Dosen itu yang tak percaya akan apa yang dia baca dalam dokumen itu .
"Mulai saat ini anda sudah tidak memiliki saham di kampus ini . Dan mulai saat ini juga saham itu sudah milik saya lima persen dan Kakak saya Diandra lima persen sehingga kami sama sama memiliki saham dalam kampus ini sebesar dua puluh lima persen sedangkan lima puluh persennya lagi adalah milik Kak Arya ."Jelas Andin .
"Diandra ? Arya ? Kakak ?."Ucap Dosen itu yang kini menatap Andin penuh pertanyaan .
"Siapa kamu ?."Sambung Dosen itu .
"Menurut anda aku ini siapa ?."Tanya Andin kembali .
"Jangan katakan kalau kamu adalah Diandini ."Ucap Dosen itu .
"Tapi maaf pada kenyataannya aku adalah Diandini ."Ucap Andin . "Pak sebaiknya cepat bawa dia pergi dari sini , saya tidak mau sampah seperti dia berkeliaran di sini ."Sambung Andin .
"Baik , saya permisi dulu ." Jawab sang polisi yang akhirnya membawa Dosen itu pergi .
Saat itu Dhafin dan yang lainnya baru saja datang . Dhafin langsung masuk kedalam ruangan Dekan untuk melihat keadaan Andin .Namun saat Dhafin masuk Dhafin melihat Andin tengah duduk bersama dengan Ayden dan mereka saling bergandengan .
"Maaf atas kejadian hari ini . Dan saya meminta maaf karena saya tidak mengenali anda Nona muda Andin ."Ucap Dosen .
"Baiklah tidak masalah , sebenarnya saya juga tidak ingin ada yang mengenali saya di sini , tapi karena sudah seperti ini jadi mau bagaimana lagi ."Ucap Andin ."Tapi saya harap tidak ada yang akan mengatakan kalau saya adalah salah satu pemilik saham kampus ini , biarkan mereka tahu kalau saya hanya anak orang kaya biasa ."Sambung Andin .
"Biak Nona saya mengerti ."Jawab Dekan .
"Satu hal lagi , Bapak sebagai Dekan yang berperan sebagai penanggung jawab di kampus ini saya harap Bapak bisa menjadi pemimpin yang dapat di andalkan . Bapak harus menerima setiap laporan yang di lakukan oleh para mahasiswa dan Bapak pun harus mencari tahu lalu mendengarkan kedua belah pihak sebelum memutuskan sesuatu . Dan jangan pernah melihat kedudukan orang itu untuk tidak di jatuhkan hukuman yang memang seharusnya mereka dapatkan ."Ucap Andin .
"Baik Nona , sekali lagi saya mohon maaf . "Ucap Dosen .
"Panggil saja saya Andin jika di dalam kampus , karena saya juga salah satu mahasiswa di sini ."Ucap Andin .
Andin pun pergi bersama dengan Ayden dari ruangan Dekan . Andin berpapasan dengan Dhafin tapi Andin hanya mengabaikannya .
"Andin kamu baik baik saja kan ?."Tanya Zoya saat Andin keluar .
"Iya aku baik baik saja kok ."Ucap Andin . "Ya untungnya ada Ayden ."Sambung Andin .
"Wah sepertinya ada yang baru saja jadian nih , boleh kali bagi bagi kebahagiaan dengan traktiran ."Ucap Kyla yang menggoda Andin .
"Bener tuh ."Saut Nafiza .
"Ok sesuai dengan permintaan kalian aku bakal traktir kalian bertiga ."Ucap Ayden yang membaut senang ketiga teman Andin yang memang menyukai sesuatu yang berbau gratisan .
Mereka pun akhirnya menuju kantin bersama . Mereka tidak menyadari bahwa saat ini Dhafin sangat marah karena Andin sudah memiliki kekasih dan itu adalah anak baru kemarin .
Dhafin pun pergi ke taman dia memukul mukul pohon yang ada di sana untuk meluapkan emosinya .
"Aku gak habis pikir kenapa bisa bisanya Andin mau dengan pria seperti Ayden itu sudah jelas jelas aku lebih segalanya dari pada Ayden ."Ucap Dhafin .
"Sebaiknya kamu menyerah saja Dhafin ."Ucap Ayden yang saat ini ada di belakang Dhafin .
Dhafin pun menengok ke arah belakang untuk melihat siapa yang tengah berbicara padanya .
"Apa maksudnya kamu berbicara seperti itu ?."Tanya Dhafin pada Ayden .
"Dengarkan aku baik baik Dhafin ! ."Ucap Ayden yang berjalan mendekat pada Dhafin .
"Andin itu milik aku , selamanya milik aku jadi jangan pernah kamu mencoba untuk mendekatinya dan mencoba untuk merebutnya dari ku ."Ucap Ayden penuh dengan tatapan mengintimidasi .
Ayden pun pergi kembali meninggalkan Dhafin seorang diri .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Erviana Erastus
daffin kamu kepedean 🤣🤣🤣 kalo kamu tau siapa ayden wow bisa pingsan atau kejang2 loe
2022-10-07
0
Rinjani
dekan tahu deh siapa Andin aaaa adik Arya
2022-03-14
0
Samah Samah
sukaaaaa sama otkay ug g sombong and peduli sesama
keluarga Andin tauladan bagi semua 😍😍😍😍
2022-01-14
0