Di pagi hari yang cerah Azzahra bangun lebih awal lalu Azzahra pun langsung menyiapkan sarapan untuknya dan juga Andin.
Setelah semuanya beres Azahra pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor .
Andin pun bangun saat Azahra sudah selesai bersiap siap.
"Pagi Mah ." Sapa Andin pada Azahra .
"Pagi sayang , ayo sekarang kamu cepat bersiap lalu kita sarapan ."Ucap Azahra .
" Iya , Mamah mau kekantor ya ?."Tanya Andin .
"Iya sayang ada yang harus Mamah urus ."Jawab Azzahra .
Andin pun hanya mengangguk dan pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya .
Setelah itu mereka pun menikmati sarapan mereka dengan tenang.
Azahra langsung berangkat ke kantor setelah selesai sarapan . Sedangkan Andin akan berangkat ke kampus agak siangan .
Tepat pukul delapan pagi Andin pun berangkat ke kampus menggunakan sepeda motornya yang kemarin di berikan oleh Azahra . Dan setelah dua puluh lima menit Andin pun sampai di kampus , Andin memarkirkan sepeda motornya di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak kampus .
"Eh tunggu tunggu , itu kayanya cewek cantik yang kemarin deh ." Ucap Brian yang menunjuk ke arah Andin yang membuat Dhafin , Chris , dan juga Ben yang kebetulan lewat berhenti dan menengok ke arah Andin .
"Oh ternyata dia cuman cewek miskin yang beruntung karena memiliki tampang seorang putri rupanya . Tapi baguslah dengan begitu gue bisa dapetin dia dengan mudah dan mungkin sebentar lagi dia bakal ngejar ngejar gue ." Ucap Dhafin .
"Bener apa kata lo Dhaf , lagi pula mana ada si cewek yang menolak ketampanan dan kekayaan seorang Dhafin Ravindra." Saut Chris yang membuat Dhafin dan Brian tertawa .
Sedangkan Ben hanya diam saja memperhatikan Andin tanpa merespon setiap perkataan dari teman temannya , karena memang Ben adalah pria yang pendiam dan juga dingin di antara mereka berempat .
"Eh ngomong-ngomong tuh cewek namanya siapa ?." Tanya Brian .
"Kalau masalah nama si itu gampang lah , nanti juga tahu ." Ucap Dhafin . " Dengar ya malam ini kita ke clubs dan gue pastikan gue bakal bawa tuh cewek ." Ucap Dhafin .
"Bagus bagus gue tunggu Dhaf ." Ucap Chris yang tertawa bersama Brian .
"Lo ikut kan Ben ?." Tanya Dhafin pada Ben .
" Hmm." Jawab Ben yang kemudian langsung pergi .
"Mau kemana lo ?."Tanya Brian pada Ben .
"Perpus ."Jawab Ben yang terus berlalu pergi .
"Dasar kutu buku ."Timpal Brian .
Dhafin terus melihat Andin yang tengah berjalan keluar dari tempat parkir. Dhafin pun berbalik dan mau pergi bersama dengan yang lainnya. Tapi Dhafin urungkan niatnya karena Dhafin merasa kalau Andin kini tengah berjalan kearahnya .
Dhafin pun berbalik kembali dan senyum Dhafin mengembang saat melihat Andin berjalan ke arahnya dengan terus tersenyum. Dhafin pun bersiap untuk menjawab sapaan dari Andin karena Dhafin yakin kalau Andin akan menyapanya , namun sayang semuanya tidak sesuai dengan apa yang ada di pikirannya . Andin terus berjalan melewati Dhafin tanpa menoleh sedikitpun kearahnya.
"Hah dasar sok jual mahal , lihat saja nanti lo bakal bertekuk lutut di hadapan gue ." Ucap Dhafin yang merasa kesal pada Andin .
Tanpa Dhafin sadari kalau dirinya menginginkan seorang wanita untuk mendekat dan menjadi kekasihnya , padahal sebelumnya Dhafin tidak pernah menginginkan wanita mana pun karena para wanitalah yang menginginkannya dan mendekatinya , Dhafin tidak pernah benar benar menginginkan mereka .
Karena mata kuliah Andin akan di mulai jam sepuluh , Andin pun pergi ke perpustakaan untuk membaca buku terlebih dahulu . Andin memilih buku yang Andin belum baca dan belum di pelajari nya .
Karena perpustakaan cukup ramai Andin pun kesulitan untuk mencari tempat duduk untuk nya membaca buku . Sampai akhirnya Andin melihat ada kursi yang masih kosong namun kursi itu berhadapan dengan seorang pria yang sepertinya adalah seorang senior .
" Permisi Kak , boleh gak gue duduk di sini ?." Tanya Andin pada pria itu yang tak lain adalah Ben .
"Duduk aja ." Jawab Ben tanpa melihat ke arah Andin .
Andin pun langsung duduk di hadapan Ben lalu membaca buku yang tadi di ambilnya . Andin membaca buku dengan sangat fokus sampai sampai Andin tidak sadar kalau Ben melihat ke arahnya .
"Lo suka baca buku ?." Tanya Ben .
Merasa orang yang di hadapannya berbicara padanya Andin pun menengok ke arah Ben dan tersenyum .
" Iya , Kakak sendiri ?."Jawab Andin yang kembali bertanya pada Ben .
" Iya gue juga suka baca buku . Oh ya panggil aja gue Ben jangan Kakak ." Ucap Ben .
"Oh , ok ." Jawab Andin sambil tersenyum . Andin pun mengulurkan tangannya pada Ben . Ben pun menyambut uluran tangan Andin .
"Nama gue Andin ." Ucap Andin memperkenalkan diri .
Mereka pun akhirnya berkenalan dengan baik , mereka berbagi informasi tentang buku yang mereka sudah baca atau pun ingin baca dan rekomendasi mereka satu sama lain .
Ben merasa aneh pada dirinya sendiri karena tidak biasanya dia bisa berbicara seperti saat ini dan itu pun dengan seorang wanita .
Ben pun menjadi bingung karena memikirkannya .
Ben
Tak terasa kini sudah saatnya untuk Andin pergi ke kelasnya karena sebentar lagi Dosen akan memulai mata kuliahnya .
" Ben gue duluan ya soalnya gue ada mata kuliah nih ."Ucap Andin sambil melihat ke jam tangan yang di pakainya .
"Ok ." Jawab Ben .
Andin pun langsung berlalu pergi meninggalkan Ben. Ben terus menatap Andin yang mulai tak terlihat lagi .
"Cantik , baik , ramah gue harap lo gak seperti cewek yang lainya Din ." Batin Ben . " Tapi kayanya dia cewek yang aneh , dia datang ke kampus cuman naik sepeda motor tapi dia pakai jam tangan yang harganya bahkan lebih mahal dari sepeda motornya itu ." Batin Ben kembali .
Sama halnya dengan Ben , Andin pun menyadari bahwa dia lupa kalau dia memakai jam tangan pemberian dari Kakaknya Arya yang harganya sebanding dengan sebuah mobil sport .
"Aduh kenapa gue lupa si dan kenapa juga gue harus pake jam tangan yang ini . Semoga aja Ben gak lihat tadi , kalau sampai dia lihat pasti dia tahu deh nih jam mahal karena dari tampangnya aja udah keliatan kalau dia anak orang kaya ." Gerutu Andin yang tengah berjalan ke arah kelasnya sambil melepas jam tangannya .
Andin pun masuk kedalam kelasnya dan saat Andin sampai di kelas sudah ada Kyla , Nafiza dan juga Zoya .
"Hai Andin ." Sapa Zoya saat Andin masuk kedalam kelas .
" Hai ." Jawab Andin sambil tersenyum .
"Lo baru nyampe Din ?." Tanya Kyla.
"Gak juga si , tadi gue baca buku dulu di perpustakaan ." Jawab Andin.
"Wih salut gue sama lo udah cantik , ramah gemar baca buku lagi ." Saut Nafiza .
"Apaan si Naf , biasa aja lagi . Emang gue doang yang suka baca buku ."Jawab Andin .
"Hehehe iya deh iya , oh ya gue bagi nomor telepon lo dong Din biar gampang gitu kalau mau menghubungi lo ." Ucap Nafiza .
"Boleh , sekalian gue minta nomor kalian ." Jawab Andin .
Mereka pun bertukar nomor ponsel sebelum akhirnya Dosen masuk dan memulai mata kuliahnya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Risma Farna
Moga aja ntar ndak ada yah perusak diantara tmn2 Andin...
2022-11-06
2
lili permata
aaaah ben cakeeeeeppppp kalem tapi berkharismaaa unyu unyuuuu
2022-04-01
0
Dian Eka Lestari
waaaaaahhhhh visual Ben ternyata babang ucoo
2021-11-22
0