Dosen menerangkan materi di depan . Andin dan yang lainnya memperhatikan dengan sangat fokus . Sesekali Dosen memberikan pertanyaan dan semuanya berhasil di jawab oleh Andin dengan mudah .
Di situ bertambah lah yang memuji Andin bahkan menjuluki Andin si bidadari jenius .
Tentu saja Andin bisa menjawab setiap pertanyaan dengan begitu mudahnya , Andin sangat suka membaca buku sedari kecil . Berbagai jenis buku sudah di bacanya bahkan buku tentang bisnis milik Delon mau pun Azahra sudah di bacanya dan Andin pun di berikan penjelasan tentang semua yang tidak Andin pahami oleh Delon dan Azzahra sampai Andin benar benar memahaminya .
Delon dan Azzahra pun bukan hanya sekedar membatu memperjelas tapi mereka pun membawa Andin dan Andra untuk turun tangan dalam urusan perusahaan mereka agar anak anaknya dapat lebih memahami lebih dalam dan bisa mempersiapkan diri jika suatu saat mereka mengambil alih kepemimpinan perusahaan Delon mau pun Azahra .Andin dan Andra pun memiliki otak seperti orang tuanya yang ber-IQ tinggi jadi tidak heran mereka cepat tanggap .
Sedangkan di luar kelas Andin , Dhafin terus saja memperhatikan Andin .Rasa penasarannya pada Andin pun bertambah karena menurut Dhafin jarang ada seorang wanita cantik yang begitu pandai dalam menguasai sebuah materi . Karena rata rata wanita yang di kenal Dhafin hanya memiliki wajah cantik tapi tidak pintar dalam memahami setiap materi dan yang mereka kuasai hanya cara berpoles dan menggoda .
"Dhafin sedang apa kamu di situ , masuk kelas mu sana ." Ucap Dosen .
Tanpa menjawab Dosen Dhafin pun langsung pergi .
Tak terasa kini waktunya istirahat , semua mahasiswa keluar dari kelas mereka dan menuju tempat yang ingin mereka tuju , sepeti Andin dan sahabatnya semua pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah terasa sangat lapar .
"Eh kita jalan lagi yuk nanti ." Ajak Zoya .
"Gue gak bisa ." Saut Kyla .
" Kenapa ?." Tanya Zoya .
"Gue harus masuk kerja paruh waktu gue lebih awal ." Jawab Kyla .
"Kamu kerja paruh waktu ?."Tanya Andin dan Kyla pun mengangguk ." Di tempat lo kerja masih ada lowongan kerja gak ?."Sambung Andin .
"Kenapa lo mau kerja paruh waktu juga ?."Tanya Kyla .
"Iya , kalau ada di gue mau ." Jawab Andin sambil tersenyum .
"Ok nanti gue tanyain sama bos gue dulu ya ."Ucap Kyla , Andin pun mengacungkan ibu jarinya .
"Kalau kalian kerja paruh waktu kita gak bisa nongkrong dong ."Ucap Nafiza .
"Ya bisalah tapi gak bisa sering sering , lagian mau gimana lagi kita butuh duit buat biaya hidup kita ya kan Din ."Ucap Kyla .
"Iya ." Jawab Andin .
"Udah udah nanti lagi ngobrolnya sekarang kita makan dulu aja ."Ucap Zoya .
Mereka pun menikmati makanan mereka yang sebelumnya sudah mereka pesan. Saat mereka sedang menikmati makanan mereka masing masing , tiba tiba saja Dhafin datang dan duduk di hadapan Andin.
Tentu saja semua orang sadar akan kedatangan Dhafin tapi tidak dengan Andin yang tengah fokus memakan makanannya. Mereka semua tahu siapa Dhafin karena itu mereka cukup canggung saat Dhafin berada di satu meja bersama dengan mereka.
" Pelan-pelan saja makannya kenapa terburu-buru begitu, lihat jadi berantakan kan. "Ucap Dhafin yang berusaha menyentuh sudut bibir Andin.
Namun dengan cepat Andin menepis tangan Dhafin sebelum menyentuhnya dan tentu saja itu membuat Dhafin maupun yang lainnya terkejut , karena sebelumnya tidak ada yang berani melakukan itu pada Dhafin.
Sedangkan teman-teman Dhafin tertawa saat melihat Dhafin mendapatkan penolakan dari seorang wanita .
" Tidak perlu repot-repot gue bisa sendiri kok." Ucap Andin dengan nada dingin .
Dhafin menatap Andin dengan tatapan mata yang tajam namun tetapan itu seketika berubah saat Andin pun menatap mata Dhafin dan tidak sengaja mata mereka pun bertemu. Dhafin merasakan ada sesuatu yang berbeda saat melihat mata Andin dan itu membuat jantungnya berdebar dengan kencang tak seperti biasanya.
" Lo nolak gue ? Lo enggak tahu siapa gue hah ?. "Tanya Dhafin yang berusaha untuk bersikap biasa saja .
Sedangkan Andin melanjutkan makannya tanpa mempedulikan Dahfin .Kyla, Nafiza dan Zoya hanya diam tak bersuara karena mereka tidak mau berurusan dengan Dhafin .
" Dengerin gue baik-baik ! Nama gue Dhafin Ravindra anak dari pengusaha batubara ternama di negara ini. "Ucap Dhafin dengan penuh percaya diri.
"Dan dengerin gue baik-baik ! Gue nggak peduli siapa lo dan lo sebaiknya pergi dari sini gue mau makan dengan tenang. "Jawab Andin yang membuat Dhafin diam tak bersuara lagi.
Tentu saja itu membuat semua orang terkejut dengan apa yang dilontarkan oleh Andin . Karena Andin tidak terkejut sama sekali setelah mengetahui siapa Dhafin sebenarnya dan bahkan Andin tidak memperdulikannya sama sekali bahkan Andin berani membentak Dhafin.
"Lo berani ngusir gue ? Hebat banget lo , lo pikir lo siapa beraninya ngusir gue ."Ucap Dhafin dengan nada tinggi.
Namun lagi lagi Andin tidak memperdulikan Dhafin .
Karena merasa di permalukan Dhafin pun langsung pergi meninggalkan Andin dan kembali bergabung dengan teman temannya .
"Hahahha gimana rasanya di tolak sama cewek Dhaf ?."Tanya Brian pada Dhafin yang sudah bergabung dengannya kembali.
"Sialan lo , liat aja nanti gue yakin dia bakal bertekuk lutut di hadapan gue . Dan pada saat itu gue gak bakal biarin dia gitu aja ." Ucap Dhafin .
"Awas nanti lo jatuh cinta sama dia kalau Lo udah kenal sama dia ." Ucap Ben .
"Gue jatuh cinta sama dia ? Gak akan ."Ucap Dhafin .
"Bagus deh kalau gitu ." Ucap Ben kembali .
Dahfin tidak memperdulikan ucapan Ben lagi , tapi dia berpikir kenapa Andin bersikap biasa saja setelah Dhafin memberi tahu tentang dirinya adalah anak dari pengusaha batu bara terkemuka di negara ini .
"Gue heran kenapa tuh cewek gak merasa kaget sedikit pun pas gue kasih tahu gue siapa , atau jangan jangan sebenarnya dia kaget tapi dia berusaha untuk menutupinya sama kaya gue tadi pas lihat matanya ." Batin Dhafin .
Sedangkan kini Andin tengah ngedumel karena makan siangnya sudah di ganggu .
"Dasar cowok aneh ." Ucap Andin sambil mengaduk aduk makanannya .
"Andin lo kok berani banget si sama si Dhafin ." Ucap Kyla .
" Emangnya kenapa ?." Tanya Andin .
"Ya lo denger sendiri kan tadi kalau Dhafin itu adalah anak orang kaya , orang tuanya itu pengusaha batu bara ternama Din dan dia adalah orang paling kaya di kampus ini ." Jelas Zoya .
"Oh ." Jawab Andin dengan wajah datarnya .
" Oh doang ?." Tanya Nafiza .
"Ya terus gue harus gimna coba , lagian kan yang kaya itu orang tuanya bukan dia jadi apa yang harus di banggakan . lagian ya gue juga yakin kalau dia tidak pernah ikut turun tangan dalam mengelola perusahaan milik orang tuanya itu ." Ucap Andin dengan santainya yang membuat ketiga sehatnya itu tak habis pikir pada Andin .
Tentu saja Andin tidak peduli akan status Dhafin anak dari pengusaha batubara yang ternama sekalipun, karena bagian Andin sesuatu yang pantas untuk dibanggakan adalah sesuatu yang memang milik kita sendiri bukan orang tua kita atau bahkan orang lain. Dan kalau pun dibandingkan kekayaan orang tua Andin sangat jauh di atas kekayaan keluarga Dhafin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Futi
saluuuttt banget sama keluarga andin sederhana tapi ky raya hati nya baik lagi
2022-01-08
0
Esti Denok
andin hebat
2021-10-25
0
gempi
lupakan
2021-09-29
1