Ayden kembali pada Andin yang saat ini tengah duduk di kantin bersama dengan teman temannya .
Sebelumnya Ayden pamit untuk pergi ke kamar mandi ,walau sebenarnya Ayden tidak pergi ke kamar mandi melainkan pergi menemui Dhafin .
Ayden merasa kesal saat melihat Dhafin beberapa kali berusaha untuk mendekati Andin , terlebih lagi saat di club waktu itu .
Ayden sering tak sengaja melihat Dhafin mau pun Ben saat tengah mendekati Andin . Untuk Ben Ayden masih membiarkannya karena Ayden melihat kalau Ben masih tahu batasan tidak seperti Dhafin .
"Apa kalian sudah memesan makanannya ?."Tanya Ayden pada Andin dan yang lainnya .
"Sudah , kamu tenang saja hari ini kita akan buat kamu bangkrut ."Jawab Nafiza .
"Oh ok ."Ucap Ayden yang tersenyum .
"Oh iya , kamu kan dari London tapi kayaknya kamu lancar sekali berbahasa Indonesia ." Tanya Zoya pada Ayden .
"Ya karena aku sudah pernah tinggal di Indonesia lama saat aku masih kecil ."Jawab Ayden .
"Oh begitu pantas saja kamu sangat lancar berbahasa Indonesia , aku pikir kamu memang orang Indonesia ."Ucap Zoya , Ayden pun hanya sedikit tersenyum .
Mereka pun menikmati makanan yang mereka pesan dengan di iringi canda dan tawa .
Saat mereka sedang asik makan tiba tiba saja ada seorang wanita yang menghampiri Ayden dan langsung mencium pipi Ayden .
Hal itu membuat Ayden dan yang lainnya kaget terlebih lagi Andin .
"Aku senang banget deh ternyata kita satu kampus."Ucap wanita itu pada Ayden sambil merangkul bahu Ayden.
"Lepas ."Ucap Ayden pada wanita itu .
"Kamu kenapa si ? Jangan bilang kamu lupa sama aku ."Ucap wanita itu yang bertingkah centil pada Ayden . "Aku Yonna yang waktu itu pernah kamu tolong loh yang pas ban mobil aku bocor malam malam terus kamu anterin aku sampai rumah deh ." Sambung wanita itu yang ternyata Yonna .
"Kamu tahu gak Papah aku nanyain kamu loh , terus Papah bilang katanya aku suruh ajak kamu makan malam di rumah ."Ucap Yonna dengan nada centilnya .
"Kamu mau kan ?."Tanya Yonna pada Ayden .
"Maaf ya bisa tidak kamu jauhkan tangan mu dari ku ."Ucap Ayden .
"Emang kenapa si , kamu ngerasa risih ? Tapi gak mungkin dong karena selama ini gak ada tuh cowok yang ngerasa risih saat aku deketin malah mereka terlihat senang ."Ucap Yonna .
"Bisa gak pergi dari sini ."Ucap Andin .
Yonna pun menengok ke arah Andin yang memasang wajah tidak suka padanya .
"Kenapa kamu keberatan aku di sini ?." Tanya Yonna .
"Oh iya bukannya kamu itu adalah cewek barunya Dhafin ." Sambung Yonna .
"Denger baik baik ya bak bak gatel , aku bukan ceweknya Dhafin dan aku adalah ceweknya orang yang sedang kamu rangkul itu . Jadi tolong lepaskan tangan kamu dari dia dan pergi dari sini ."Ucap Andin sambil melihat Yonna dengan tatapan yang tajam .
"Oh jadi kamu ceweknya Ayden ."Ucap Yonna yang sudah menarik tangannya dari Ayden .
Yonna pun berjalan mendekat pada Andin yang tepat berada di sambil Ayden. Yonna melihat Andin dari atas sampai bawah .
"Kamu punya kaca gak sih ? Kalau kamu punya kaca sebaiknya kamu itu ngaca dulu apa kamu itu pantas untuk Ayden atau tidak . Kalau kamu gak punya aku beliin deh biar kamu tuh sadar kalau kamu itu gak pantes buat Ayden. "Ucap Yonna .
"Jadi menurut kamu siapa yang pantas buat Ayden ? Kamu ? ." Tanya Andin yang kini sudah berdiri .
"Ya seperti yang kamu lihat dan ketahui aku siapa kamu siapa , jadi sudah pasti aku yang lebih pantas ."Ucap Yonna .
BYYUUURR
Andin menyiramkan air minumannya pada Yonna sehingga membuat Yonna basah kuyup , bukan hanya itu Andin pun menumpahkan makanan di wajah Yonna .
"Sekarang kamu ngaca dan liat baik baik siapa yang jauh lebih pantas , aku yang bersih atau kamu yang kotor ."Ucap Andin.
Yonna benar benar sangat kesal pada Andin karena Andin berani mempermalukannya di depan umum seperti itu .
"Liat aja nanti , aku bakal bales perbuatan kamu ."Ucap Yonna yang langsung pergi meninggalkan mereka.
Semuanya yang ada di kantin benar benar sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Andin hari ini , yang pertama Andin berani melawan Dosen yang memiliki saham di kampus ini , bahkan Andin pun dengan begitu mudahnya mengusir Dosen itu yang memang terkenal akan tidakkan yang tak terpujinya itu .
Dan sekarang Andin berani melawan Yonna bahkan mempermalukan Yonna di depan umum seperti ini .
"Gila banget si kamu Din ."Ucap Nafiza sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya .
"Sumpah kamu benar benar keren hari ini ."Saut Zoya .
"Tapi kamu cari masalah sama orang yang salah Din."Kini Kyla ikut berbicara .
"Aku gak perduli , pokoknya aku gak bakal biarin siapa pun merendahkan aku , karena aku tidak pantas untuk di rendahkan oleh siapa pun ."Ucap Andin.
"Ya memang kita seharusnya tidak boleh merendahkan siapa pun itu , karena kalau kita merendahkan orang lain nanti mereka bisa sakit hati . Lagi pula mau seperti apa pun mereka tetap saja kan mereka itu perlu untuk di hargai ." Ucap Zoya .
Prrok prrok prrok
Kyla dan Nafiza bertepuk tangan secara bersamaan dan menggeleng kepala mereka .
"Gila aku gak nyangka ternyata kamu punya pikiran juga ya Zoy ."Ucap Kyla .
"Bener tuh , aku gak nyangka kalau kamu bisa berpikir ke sana loh , aku tuh tahunya yang ada di pikirkan kamu itu cuman nongkrong dan shopping . "Saut Nafiza .
Mendengar ucapan dari teman temannya Andin pun merasa sedikit terhibur dan rasa kekesalannya pun berkurang .
Andin menengok ke arah Ayden , Andin pun teringat akan kejadian saat Yonna mencium pipi Ayden .
Andin mengambil tisu lalu membasahi tisu dengan air Andin pun langsung menggosok pipi Ayden menggunakan tisu itu .
"Kamu sedang apa sih ?."Tanya Ayden.
"Aku sedang membersihkan kuman yang di bawa sama cewek gatel gak tahu diri di pipi kamu ini ."Ucap Andin dengan nada kesal .
"Ya gak usah seperti itu juga kali , kamu menggosok terlalu kencang ."Ucap Ayden .
"Banyak alasan kamu , bilang saja kalau kamu sebenarnya senang kan di cium sama dia ."Bentak Andin .
Andin pun langsung pergi meninggalkan Ayden dan yang lainnya dengan keadaan marah pada Ayden .
Ayden pun berusaha untuk mengejar Andin , namun Ayden kehilangan jejak Andin karena Andin berjalan sangat cepat .
Ya memang Andin sangat ahli dalam melarikan diri dari siapa pun apa lagi di saat Andin dalam kondisi yang sedang marah .
Ayden berusaha untuk mencari Andin di sekitar kampus namun Ayden belum juga menemukan kebenaran Andin.
Namun tanpa ada yang tahu saat ini Andin sedang berada di tempat parkir , Andin membawa satu kantung yang tak tahu apa itu isinya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Esti Denok
mantap.....
2021-10-25
0
Wanti Yo
keren bgt... cara Andin membela dirinya di depan Yona👍👍👍
2021-09-21
0
Bora Ery Hedwig
novel mu sangat keren thor
2021-07-25
0