Dhafin membuka matanya dan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul lima pagi . Semalaman Dhafin terus menunggu Andin di dalam mobil hingga akhirnya Dhafin pun ketiduran .
Dhafin keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kosan Andin kembali , namun saat Dhafin sudah sampai di depan kosan Andin ,Dhafin pun menjadi bingung dan juga kesal karena kosan Andin masih sangat gelap yang menandakan kalau tidak ada orang di dalam sana .
"Sebenarnya kamu ke mana si Din ?."Ucap Dhafin .
Dhafin pun akhirnya memutuskan untuk pulang karena Andin tak kunjung datang bahkan sudah sepagi ini .
Dhafin pulang dengan perasaan yang campur aduk . Kesal , bingung dan entahlah apa itu yang jelas membuat Dhafin tak bisa mengatakan apa apa .
Waktu pun terus berjalan dan hari pun kini sudah semakin siang . Dhafin pun bersiap untuk pergi ke kampus walau pun sebenarnya Dhafin tak ingin .
Dhafin pergi ke kampus dengan harapan kalau dia akan bertemu dengan Andin di sana .
Sedangkan Andin kini tengah bersiap untuk pergi ke kampus . Andin sudah sampai di Jakarta tadi malam .Ayden sendiri sudah pulang ke apartemennya tadi pagi .
Setelah semuanya siap Andin pun turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan yang lainnya .
" Pagi Mamah Papah ."Sapa Andin lalu mencium Azahra dan Delon secara bergantian.
"Pagi sayang ."Jawab Azahra .
"Kamu hari ini mau berangkat ke kampus ?."Tanya Delon .
"Iya dong ."Jawab Andin yang kini sudah duduk dekat Azahra .
"Memangnya tidak cape abis pergi ke Bali terus ke kampus ."Ucap Azahra .
"Engga lah aku kan kuat ." Jawab Andin yang terus tersenyum penuh semangat .
"Oh ya sayang kamu kemarin sama Ayden gak ngapa ngapain kan ?."Tanya Azahra yang kini menatap Andin .
"Ya enggak lah Mah , Mamah tenang aja kita tahu batasan kok ."Jawab Andin .
Mendengar jawaban dari Andin membuat Azahra dan Delon bernafas dengan lega karena yang mereka khawatirkan tidak terjadi .
Melihat orang tuanya yang seperti bernafas lega secara bersamaan membuat Andin menjadi bingung .
"Kalian kenapa si ?."Tanya Andin yang menatap kedua orang tuanya.
"Gak papa ."Jawab Azahra dan Delon bersamaan .
Andin pun menjadi heran dengan tingkah orang tuanya yang terkadang tidak bisa di tebak . Tapi saat Andin teringat akan pertanyaan Mamahnya tadi Andin tahu kalau orang tuanya sedang mengkhawatirkan dirinya .
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan tenang dan damai . Tepat pukul delapan siang Andin berangkat ke kampus menggunakan sepeda motornya .
Jarak rumah utama dengan kampus lebih jauh dari pada kosan Andin . Setelah empat puluh lima menit Andin pun sampai di kampus .
"Andin ." Teriak tiga wanita pada Andin.
Andin pun menengok ke arah tiga wanita itu yang tak lain adalah Kyla , Zoya dan Nafiza .Andin pun berjalan ke arah mereka dengan terus tersenyum .
Saat Andin berjalan ke arah mereka tiba tiba saja tangan Andin di tarik dari belakang yang akhirnya membuat Andin berbalik .
Andin sangat terkejut terlebih lagi saat Andin berbalik kebelakang Andin langsung di peluk oleh seseorang .
"Lepas !."Ucap Andin sambil berusaha untuk melepaskan pelukan dari orang itu .
"Gak . Aku gak mau lepasin kamu Andin , aku gak mau kamu pergi ."Ucap orang itu .
"Dhafin ."Ucap Andin saat mendengar suara orang yang memeluknya itu .
"Kamu kemana aja si , dari kemarin aku cari kamu , aku ke kosan kamu tapi kamu gak ada . Aku tunggu kamu sampai pagi tapi kamu belum kembali juga ."Ucap Dhafin yang kini masih memeluk Andin.
"Apa sih , lepas !."Ucap Andin yang mendorong Dhafin dengan sangat kuat hingga Dhafin mundur beberapa langkah .
"Kamu gila ya , main peluk peluk orang sembarangan ."Bentak Andin . "Lagian siapa yang suruh kamu nyari aku dan siapa juga yang nyuruh kamu buat nunggu aku ."Sambung Andin.
"Andin please jangan terus bersikap dingin kaya gini sama aku . Aku tahu aku salah selama ini karena aku selalu merendahkan kamu , tapi jujur dari dalam lubuk hati ku yang paling dalam aku suka sama kamu Andin ." Ucap Dhafin dengan terus menatap Andin .
"Hahaha apa apaan si , nih orang kaya benar udah gak waras deh ."Ucap Andin yang mengabaikan ucapan Dhafin .
Andin pun kemudian pergi mendekat pada teman temannya lalu pergi meninggalkan Dhafin yang masih berdiri memperhatikan Andin pergi menjauh . Dhafin berharap Andin menengok ke arahnya dan kalau sampai itu terjadi berarti Andin memiliki rasa pada Dhafin walau pun itu hanya sedikit .
Dhafin terus melihat Andin dengan harapannya itu , namun Andin tak kunjung menengok ke arah Dhafin sampai akhirnya Andin sudah tak terlihat lagi .
Andin dan temannya berjalan menuju kelas mereka . Teman teman Andin terus bertanya tentang perasaan Dhafin pada Andin .
"Sumpah ya aku tuh gak nyangka banget kalau Dhafin ternya suka sama kamu Din ."Ucap Nafiza.
"Iya sama dan yang lebih bikin aku gak percaya seorang Dhafin mengungkapkan perasaannya sama kamu di depan semua orang , gila gak si ."Sambung Kyla .
"Ya diakan memang gila , gak waras ."Saut Andin dengan nada sewot.
"Ih Andin maksudnya itu bukan gila setres . Tapi gila keren gitu , karena dia menyatakan perasaannya sama kamu di depan banyak orang ."Ucap Zoya .
"Dan asal kamu tahu ya Din , ini adalah kali pertama dan sejarah di kampus kita bahwa seorang Dhafin nembak cewek secara terang terangan di depan semua orang ."Sambung Zoya .
"Loh bukannya kalian pernah bilang ya kalau Dhafin itu ceweknya banyak ya bisa di bilang dia playboy ."Ucap Andin .
"Iya tapi kan bukan Dhafin yang nembak tuh cewek cewek , tapi cewek cewek itu yang nembak Dhafin bahkan dengan senang hati mereka naik ke atas ranjang Dhafin tanpa di pinta ."Jelas Zoya .
"Betul tuh ."Saut Kyla .
"Kenapa kamu gak mau sama Dhafin si Din , padahal ya kalau kamu mau sama Dhafin aku yakin Dhafin bakal kasih kamu apa pun yang kamu mau ."Ucap Nafiza .
Andin tiba tiba saja menghentikan langkahnya yang akhirnya membuat Kyla , Zoya dan Nafiza bingung .
"Kamu kenapa Din ?."Tanya Nafiza .
"Aku salah ngomong ya , sorry deh kalau gitu ."Sambung Nafiza.
Andin hanya diam tak menjawab ucapan dari Nafiza , Andin terus menatap ke arah depan dengan tatapan yang tak biasa . Mereka pun menjadi takut dengan tatapan Andin saat ini karena tatapan Andin sangat tajam dan penuh amarah .
Namun tak lama Andin melanjutkan langkahnya dengan sangat cepat , Andin berjalan lurus ke depan . Kyla , Zoya dan Nafiza pun hanya bingung dan tidak tahu Andin mau kemana . Karena takut terjadi sesuatu pada Andin mereka pun hanya terus mengikuti Andin dari belakang .
PLLAAAK
Kyla ,Zoya dan Nafiza di baut kaget saat Andin langsung menampar seseorang dengan sangat kencang sampai orang itu pun jatuh tersungkur .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Yeyen Dhevan
pnasarn sp ya
2021-09-18
0
Intan Puspasari Sari
tsya K2 inimh bgusss 👍👍👍👍
2021-07-24
0
Lasmi Kasman
penasaran siapa yg ditampar Andin
2021-06-20
0