Tak terasa satu minggu sudah Andin menjalani hari hari di luar rumah orang tuanya . Andin pun kini sudah mulai bekerja paruh waktu bersama dengan Kyla di sebuah restoran .
Dan sudah beberapa hari ini pria yang bernama Dhafin selalu mencoba untuk mendekatinya dengan berbagai macam cara.
Namun Andin tidak meresponnya .
" Din bagaimana perkembangan hubungan lo sama si Dhafin ?."Tanya Zoya pada Andin .
"Gak ada perkembangan apa apa ."Jawab Andin .
"Lo seriusan gak mau sama Dhafin Din , dia kan ganteng iya , tajir juga iya , jadi kurang apa coba ."Saut Kyla .
"Kalau gitu buat lo aja tuh si cowok aneh itu , gue si ogah ." Jawab Andin .
"Lo gak suka sama Dhafin jangan jangan lo suka sama Ben lagi , secarakan lo dekat sama dia ."Timpal Nafiza .
"Ngarang banget si jadi orang , mana ada si gue suka sama Ben lagian kita cuman temanan doang kok ." Jelas Andin . "Udah ah ayo kita masuk ."Sambung Andin .
Mereka akhirnya berjalan ke arah kelas mereka , namun tiba tiba Andin menghentikan langkahnya.
"Ada apa ?."Tanya Zoya pada Andin .
"Kayaknya ada yang ketinggalan deh di motor gue , gue ke tempat parkir dulu ya bentar ." Ucap Andin yang kemudian berlari kearah tempat parkir .
Sedangkan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas . Saat Andin berjalan ke arah tempat parkir ada sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah Andin .
Tiiinnnn
"Aaaa." Pekik Andin yang hampir saja tertabrak jika tidak ada yang menarik tangannya .
Andin melihat kearah mobil itu dan keluarlah seorang wanita dari dalam mobil .
"Heh punya mata gak si , dasar **** ya untung aja gak ketabrak . Kalau sampe ketabrak dan mobil gue lecet emang lo mampu buat gantiinnya ."Omel cewek itu pada Andin yang kemudian langsung pergi .
" Dasar gila ya , dia yang salah malah dia yang marah marah ." Ucap Andin.
Tanpa Andin sadari kalau sedari tadi Andin berada dalam dekapan seorang pria yang tadi menolongnya , dan bahkan saat ini Andin terus memegang tangan orang itu agar tidak melepas dekapannya .
Namun tak lama Andin pun menyadarinya Andin refleks menengok kearah belakang dan mata Andin pun bertemu dengan sepasang mata elang yang menurut Andin tidak lah asing bagi Andin .
"Kamu tidak apa apa ?." Tanya seorang pria bermata elang itu yang tak lain adalah Ayden .
Andin diam tidak menjawab pertanyaan dari Ayden , namun Andin terus menerus menatap Ayden . Perlahan Andin pun memegang wajah Ayden .
Ayden membiarkan Andin untuk melakukan apa pun yang ingin Andin lakukan . Saat Andin menyentuh wajah Ayden jantung Ayden pun seketika berdegup sangat kencang dari biasanya .
"Sepertinya kamu benar benar orang yang aku cari selama ini , karena hanya sesuatu yang berhubungan dengannya lah jantungku bisa berdegup sekencang ini ." Ucap Ayden .
"Siapa kamu ?."Tanya Andin dengan suara yang lirih .
"Ayden ."Jawab Ayden .
"Ayden . Sepertinya nama itu tidak asing bagi ku , tapi aku tidak ingat di mana dan kapan aku mendengarnya ." Ucap Andin .
"Ah ." Pekik Andin yang merasa sakit di kepalanya .
Ayden langsung memeluk Andin dengan sangat erat .
" Jangan pernah memaksa untuk mengingat jika itu sangat menyakitkan untuk mu ." Ucap Ayden .
"Apakah sebelumnya kita pernah bertemu ?." Tanya Andin kembali yang kini memeluk Ayden .
Entah kenapa Andin merasa sangat nyaman saat memeluk Ayden , dan ada sebuah rasa kelegaan dalam hatinya tapi Andin tidak tahu itu apa .
" Mungkin ." Jawab Ayden .
Andin kembali menatap wajah Ayden , namun tiba tiba handphone Andin berdering .
Andin pun langsung mengangkatnya .
"Hallo ."Ucap Andin .
"Bentar lagi Dosen masuk , lo dimana si ?." Tanya Zoya di sebrang telpon .
"Iya sebentar lagi gue nyampe kelas kok ."Jawab Andin yang kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya .
"Apa kita akan bertemu lagi ?."Tanya Andin .
"Pasti , karena kedatangan ku ke sini pun untuk bertemu dengan mu jadi pasti kita akan bertemu lagi dan lagi ."Jawab Ayden .
Ayden memberikan sebuah permen lollipop berbentuk hati pada Andin .
" Pergilah ." Ucap Ayden pada Andin .
Andin menerima permen itu dengan sangat senang . Andin pun pergi meninggalkan Ayden dengan perasaan yang sangat senang .
"Aneh kenapa aku merasa sangat senang ya setelah bertemu dengan Ayden ." Batin Andin.
"Aku senang karena walau pun aku sudah tidak ada di dalam pikiran mu tapi aku masih melekat dalam hati mu Andin . Walau pun kita tidak bisa mengingat masa lalu kita itu tidak masalah yang terpenting kita akan tetap bersama dan kembali membuat kenangan yang indah yang tak akan kita lupakan di masa depan ." Batin Ayden yang melihat Andin berlalu pergi .
Setelah itu Ayden pun pergi melapor . Ayden memutuskan untuk melanjutkan studi nya di Indonesia setelah mendengarkan cerita dari Farhan . Selama beberapa hari Ayden sibuk untuk mengurus surat pindahnya hingga kini akhirnya semuanya sudah beres dan Ayden pun sudah bisa berkuliah di kampus yang sama dengan Andin walau pun tidak satu angkatan .
Setelah di sibukkan oleh materi kuliah yang di berikan oleh Dosen akhirnya kini semua mahasiswa bisa beristirahat sejenak .
Seperti biasa Andin dan ketiga sahabatnya pergi ke kantin untuk mengisi perut nya . Saat menuju kantin mereka mendengar gosip para cewek cewek yang tengah membicarakan mahasiswa siswa baru pindahan dari London .
"Emang bener ya ada mahasiswa pindahan dari London ?."Tanya Zoya .
"Gak tahu tuh , tapi katanya si iya dan dia itu senior kita ."Ucap Kyla ." Dan katanya lagi dia tuh ganteng loh ." Sambung Kyla .
"Kira kira dia seganteng Dhafin sama temen temennya gak ya ."Ucap Nafiza.
"Ya elah mana ada Dhafin sama temen temennya ganteng , biasa aja juga ." Ucap Andin.
"Jangan bilang gitu loh Din , awas nanti lo naksir lagi sama Dhafin ." Ucap Nafiza .
"Gak tertarik gue sama mereka apa lagi Dhafin ."Jawab Andin .
"Itu si lo , tapi kata gue si kayanya si Dhafin suka deh sama lo ."Ucap Kyla .
"Terserah deh yang jelas sekarang gue laper ."Ucap Andin .
Mereka pun sampai di kantin mereka langsung memesan makanan yang ingin mereka makan .
Setelah itu mereka duduk di tempat biasa mereka duduk .
Tak lama para cewek cewek menjerit histeris yang membuat Andin dan teman temannya menjadi heran .
"Ya ampun gila ganteng banget ."Ucap Kyla .
"Siapa ?."Tanya Nafiza .
"Itu loh mahasiswa baru pindahan dari London ."Ucap Kyla sambil menunjuk ke arah orang yang di maksud olehnya .
Mata Andin melihat pria yang tadi menolongnya dan pria yang memberikan rasa nyaman padanya . Orang yang membuat rasa rindu di hati Andin yang entah itu pada siapa hilang dalam seketika .
Ayden yang memang memiliki sifat yang dingin membuatnya jarang tersenyum . Tapi saat Ayden melihat Andin tengah melihat ke arahnya Ayden langsung tersenyum dan itu membuat Ayden terlihat sangat tampan .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Nasrul Chytor
thor aku jd senyum2 sendiri thor
2022-01-20
0
N1SW4N Z4F4
berasa ikut ngebayangin Andin n ayden lagi pandang2n🥰🥰🥰 jdi senyum2 sendiri😍😍
2021-12-26
0
Esti Denok
hhaaaa bahaguanya
2021-10-25
0