"Terimakasih Jho!!!
"Humm!!!",jawab Jhosua dingin membuat Vanessa merasa bingung dengan sikap Jhosua yang tiba-tiba berubah.
"Istirahatlah!!!Kamar kamu ada di sana!!",ucap Jhosua masih dengan tatapan datar nya.
"Baiklah!!!",balas Vanessa mengangguk.
Jhosua mengantarkan Vanessa sampai ke depan pintu kamar.
"Kalau butuh apa-apa hubungi Aku!!kamar ku ada di atas sangat tidak mungkin untuk kamu ke sana!!",ujar Jhosua mengingat kondisi kaki Vanessa yang sedikit kaku untuk di gerakkan.
"Iya,maaf merepotkan!!!",ucap Vanessa.
"Lain kali kalau tidak bisa membelah diri sendiri jangan pergi berdua seperti tadi!!",ketus Jhosua meninggalkan Vanessa yang terbengong mendengarnya.
"Hah???Ya gue mana tahu kalau Bram kayak gitu!!!main nyalahin gue gitu aja!!!",gerutu Vanessa menghentakkan kakinya.
"Awwh!!!sakit!!!",ringisnya kemudian karena tidak sadar kalau lututnya masih sakit.
Sesampainya di kamar Jhosua segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.Mengguyur tubuhnya di bawah shower.Seketika bayangan Bram yang menyeret paksa Vanessa membuatnya kembali tersulut emosi,mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Apa maksud lo sebenarnya Bram???
"Kenapa tadi Dia bilang posisi gue sekarang semua itu karena Vanessa!!",gumam Jhosua bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Bram tadi.
Selesai mandi dan berpakaian Jhosua segera merebahkan tubuhnya di ranjang.Rasa lelah yang ia rasakan tadi menguap begitu saja,hatinya benar-benar panas melihat Vanessa di perlakukan kasar oleh Bram tadi.
"Kenapa gue harus marah saat Vanessa bersama Bram???Dan kenapa juga Gue harus khawatir sama Dia??
"Apa gue mulai menyukai Vanessa???",lirihnya menatap langit-langit kamarnya.
Sementara itu di satu sisi Vanessa tidak bisa tidur,kakinya masih sakit di tambah rasa takut saat Bram memaksanya tadi masih terasa.Vanesaa teringat akan masa SMA nya dulu,dimana Dia hampir di lecehkan oleh salah satu teman Brayen atau yang sekarang menjadi suami Bella.
Waktu itu Brayen yang tahu siapa Vanessa sengaja mengajaknya berpacaran hanya untuk memanfaatkan Vanessa.Brayen sengaja mendekati Vanessa karena ingin taruhan dengan teman-temannya kalau Dia bisa mendapatkan Vanessa Dia harus membawa Vanessa ke gudang belakang sekolah,namun yang terjadi di sana Vanessa malah di perlakukan tidak baik oleh teman-teman Brayen sampai akhirnya Brayen berkelahi dengan temannya hanya untuk menyelamatkan Vanessa.
Beruntung hal buruk tidak terjadi pada Vanessa karena Dia berhasil kabur,namun semenjak itu Dia sangat membenci Brayen karena telah menjadikannya bahan taruhan bahkan hampir di lecehkan oleh teman-temannya walaupun Brayen tidak mengetahui hal itu dari awal.Tapi Vanessa memang benar-benar kecewa saat itu bahkan sampai sekarang Dia sangat membenci Brayen.
Kembali ke masa sekarang,Vanessa yang tidak bisa tidur mendudukkan tubuhnya.
"Astaga gue sampai lupa ngabarin Papa!!!Pasti sekarang Dia cemas udah jam segini belum pulang!!",ucapnya menepuk jidat sendiri.
"Ya ampun Vaness???kamu kemana aja???kenapa belum pulang????",cecar Edward yang dari tadi menunggu kabar putrinya karena ponsel Vanessa yang sulit di hubungi.
"Iya Pa maaf,Aku sekarang ada di rumah teman Pa,malam ini nginap di sini!!",jawab Vanessa.
"Apa???kamu nginap di rumah teman kamu yang bernama Bram itu???",tanya Edward.
"Bukan Pa!!!!Aku ada di rumah Jhosua Pa!!!ceritanya panjang besok Aku ceritain!!!yang jelas Aku baik-baik aja dan nggak usah mikir yang macem-macem!!!",jelas Vanessa sebelum di serobot oleh Edward.
"Ya sudah kamu hati-hati!!jangan ngerepotin calon mantu Papa!!!",ucap Edward mematikan teleponnya lebih dulu.
"Hah???calon mantu???",lirih Vanessa melongo mendenganya.
Vanessa keluar kamar mengambil minum,tiba-tiba saja Dia merasa haus.Sesampainya di dapur Vanessa segera menuangkan air ke dalam gelas dan meneguknya hingga tandas.
"Kalau minum jangan berdiri!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments