Bab 9 Brayen Mantan Vanessa

"Oh ya Ness,siapa ya kira-kira yang merekomendasikan Aku langsung jadi wakil Direktur???",tanya Jhosua yang membuat Vanessa kelabakan sendiri.

"Hah????mm-mana Aku tahu Jho",jawab Vanessa gugup.

"Kenapa kamu jadi gugup gitu??",tanya Jhosua memicingkan matanya menatap Vanessa.

"Nggak biasa-biasa aja tuh!!",balas Vanessa menyunggingkan senyumnya.

"Atau jangan-jangan kamu ya??",tebak Jhosua yang membuat Vanessa tersedak saat makan.

"Uhuk uhuk uhuk!!!!

Vanessa terbatuk-batuk dengan wajah memerah karena merasakan panas di kerongkongannya.

"Ya ampun Ness pelan-pelan makanya!!",ucap Jhosua menyodorkan segelas air putih sambil mengusap-usap punggung Vanessa.

Vanessa tidak menjawab,kerongkongannya memang terasa sangat panas karena cabe mie ayam yang di makannya,ditambah Jhosua yang terlihat perhatian padanya membuat dadanya berdebar tak karuan.

"Udah mendingan???",tanya Jhosua menatap Vanessa yang terlihat mengeluarkan air mata.

Tangan Jhosua terulur mengusap air mata Vanessa yang membuat jantung gadis itu semakin tak karuan.

"Deg!!!pliss Jho jangan kayak gini!!!

"Jantung diam lah!!!!kau mau membuatku malu dengan debaranmu itu????",kesal Vanessa dalam hatinya.

Jhosua memperhatikan wajah Vanessa yang membuat darahnya berdesir kala menyentuh pipi lembut Vanessa.

"Ada apa dengan jantungku???",batin Jhosua menatap manik mata Vanessa yang juga menatap balik dirinya.

"Ya Allah,kenapa duda satu ini ganteng banget",batin Vanessa tidak berkedip menatap Jhosua.

Ke-duanya saling tatap dalam diam hingga suara pengunjung lain lah yang membuat mereka tersadar.

"Maaf Mbak dan Mas nya bisa geser nggak??",ucap salah satu pengunjung.

"Oh iya Mbak maaf silahkan!!",balas Vanessa tersenyum kikuk.

Sedangkan Jhosua berusaha sebiasa mungkin walau jantungnya tiba-tiba maraton dengan sendirinya.

Selesai makan di warung mie ayam mereka pergi ke alun-alun kota yang tidak jauh dari sana.Mereka pergi berboncengan menggunakan motor Jhosua sambil menikmati angin malam.

Sesampainya di sana ternyata ada acara pasar malam di sana.

"Jho kita naik itu yuk!!",ajak Vanessa seperti anak kecil yang baru melihat mainan baru.

"Ingat umur Ness,itu buat anak-anak bukan orang tua sepertimu!!",ledek Jhosua.

"Enak saja bilang ku orang tua!!Aku tuh masih belia!!",balas Vanessa membuat mimik wajahnya seimut mungkin dan itu terlihat sangat menggemaskan di mata Jhosua namun Dia tidak mau mengakuinya.

"Jangan sok imut gitu!!ayo kita ke sana!!",ajak Jhosua menarik pergelangan tangan Vanessa membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.

Mereka menikmati suasana pasar malam dengan berjalan beriringan layaknya pasangan kekasih.

"Kayaknya makan permen kapas enak deh",ucap Vanessa.

"Kenapa mau???",tanya Jhosua.

"Hehehe boleh????",tanya Vanessa balik.

"Humm",jawab Jhosua mengangguk dan berjalan menuju penjual permen kapas tersebut.

Vanessa tersenyum dengan perlakuan manis Jhosua.

"Thank's Jho!!",ucap Vanessa setelah menerima satu permen kapas di tangannya yang di balas anggukan oleh Jhosua.

Mereka kembali jalan untuk mencari tempat duduk.Karena asyik makan permen kapas Vanessa tidak memperhatikan jalan hingga tidak sengaja menabrak seseorang beruntung Jhosua dengan sigap memegang pinggangnya hingga tidak jadi terjatuh.

"Maaf!!",ucap Vanessa mendongakkan kepalanya melihat siap yang di tabraknya.

"Vaness!!!",ucap orang tersebut terkejut begitu juga dengan Jhosua dan Vanessa.

Orang di tabrak Vanessa adalah Brayen kekasih mantan istrinya.

"Kalian???",ucap Brayen menunjuk ke-duanya.

"Ayo Jho!!!",ucap Vanessa menarik tangan Jhosua dari sana.

Brayen yang sekian lama tidak bertemu Vanessa hanya menatap punggung gadis masa lalunya itu dengan tatapan yang sulit di artikan.

Brayen ada di sana bersama Bella,tapi kebetulan Bella sedang berada di toilet jadi tidak bertemu Jhosua.

"Kenapa buru-buru Ness???kamu kenal dengan Dia??",tanya Jhosua bingung.

"Lebih dari kenal Jho!!!sudah Aku ingin pulang moodku benar-benar hancur karena bertemu orang itu!!",kesal Vanessa.

Jhosua yang melihat perubahan hati Vanessa tidak bertanya lagi,dia segera menaiki motornya dan meninggalkan tempat tersebut.Selama perjalanan pulang Vanessa lebih banyak diam tidak seperti tadi yang selalu mengoceh minta ini dan itu.

"Nggak mau Aku antar sampai kost???",tanya Jhosua begitu sampai di gang masuk tempat kostnya Vanessa.

"Nggak usah Jho!!",jawab Vanessa tersenyum.

"Are you okay??",tanya Jhosua mengusap kepala Vanessa lembut.

"Yes, i am ok!!",jawab Vanessa tersenyum,hatinya menghangat kala merasakan sentuhan lembut tangan Jhosua di kepalanya.

"Kalau Aku boleh tahu kamu kenal sama cowok yang tadi??",tanya Jhosua penasaran.

"Dia mantan pacar yang memanfaatkan Aku dulunya",jawab Vanessa jujur.

"Apa???jadi Dia mantan pacar kamu????",tanya Jhosua kaget.

"Iya!!",jawab Vanessa mengangguk.

"Kamu tahu???Dia adalah selingkuhannya Bella mantan isteri ku!!",ucap Jhosua membuat Vanessa tak kalah terkejut.

"Jadi dia model yang kamu maksud???",tanya Vanessa balik.

"Iya!!",jawab Jhosua mengangguk.

"Gila emang tuh orang!!!dasar pebinor!!",kesal Vanessa.

"Hehehe nggak usah marah gitu,masih cinta ya???",goda Jhosua.

"Enak aja!!kalaupun cuma ada satu cowok di dunia ini Aku nggak bakalan mau balikan sama Dia!!",kesal Vanessa.

"Hati-hati loh nanti bisa kemakan omongan sendiri!!",cibir Jhosua.

"Iih jangan bikin Aku tambah kesal Jho!!!",ucap Vanessa menghentakkan kakinya.

"hahahahha jangan marah-marah nanti jadi perawan tua loh!!",ledek Jhosua segera pergi dari sana melajukan motornya sebelum Vanessa tambah kesal.

"Dasar Jhosua sialan!!!ngatain gue perawan tua segala",gerutu Vanessa namun setelah itu senyuman terbit di wajah cantiknya.

"Jho-Jho bisa-bisanya lo buat gue nyaman!!!gue takut buat jatuh hati lagi!!!",lirih Vanessa berjalan menuju perumahan yang tidak jauh dari tempatnya turun tadi.

Vanessa memang menyembunyikan identitasnya dari siapapun termasuk Jhosua,Karena dia tidak ingin orang-orang mau berteman atau dekat dengannya karena harta atau anak dari pemilik rumah sakit ternama di kotanya.Selama ini hanya Jhosua yang mau berteman dengannya tanpa memandang status atau memanfaatkan dirinya.Yang Jhosua tahu Vanessa hanyalah orang biasa yang bekerja di perantauan jauh dari kedua orang tua nya.

Vanessa sampai di rumah besar milik papanya.

"Dari mana kamu Ness??",tanya Edward yang tengah duduk santai.

"Habis dari luar Pa",jawab Vanessa ikut duduk di sebelah papanya.

"Sama Jhosua??",tebak Edward.

"Kok Papa tahu????", Tanyanya balik.

"Sama siapa lagi kalau bukan sama Dia,cuma Jhosua teman kamu satu-satunya",balas Edward.

"Papa benar banget!!!100 buat Papa",seloroh Vanessa mengacungkan jempolnya.

"Kenapa nggak nikah saja??",tanya Edward membuat Vanessa mengernyitkan dahinya.

"Nikah???maksud Papa????",tanya Vanessa tidak mengerti.

"Kenapa kamu nggak nikah aja sama Jhosua????Dia sudah bercerai kan dari isterinya??",tanya Edward membuat Vanessa akhirnya mengerti.

"Ya nggak lah Pa,kita itu cuma teman doang nggak lebih",elak Vanessa.

"Ck!!!jangan bohong sama Papa!!!Papa tahu kalau kamu suka kan sama Dokter duda itu???",cibir Edward membuat Vanessa salah tingkah sendiri.

"Papa ada-ada aja!!ya nggak mungkinlah Aku suka sama Jhosua,kita udah temenan lama jadi nggak mungkin lah",elak Vanessa memaksakan senyumnya.

Edward tahu kalau putrinya saat ini sedang berbohong.

"Papa tahu kamu Ness!!",batin Edward.

***

Sementara itu Bella baru saja sampai rumah di antar Brayen.

"Kamu kenapa diam aja dari tadi???",tanya Bella sebelum turun dari mobil.

"Hah???nggak Aku nggak papa kok!!",jawab Brayen tersenyum.

"Yakin??",tanya Bella memastikan.

"Humm!!!",jawab Brayen mengangguk.

Brayen masih kepikiran Vanessa yang jalan dengan Jhosua.

"Apa mereka ada hubungan??

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

emang klo ada hubungan... masalah buat Lo breyan

2023-10-19

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dokter Magang
2 Bab 2 Jhosua kecewa
3 Bab 3 Wakil Direktur
4 Bab 4 Perselingkuhan Bella
5 Bab 5 Pil KB
6 Bab 6 Cerai
7 Bab 7 Partner Terbaik
8 Bab 8 Ketuk Palu
9 Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10 Bab 10 Menggoda Vanessa
11 Bab 11 Wakil Direktur
12 Bab 12 Pulang Bersama Bram
13 Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14 Bab 14 Dinner
15 Bab 15 Di Paksa Bram
16 Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17 Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18 Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19 Bab 19 Sarapan Bersama
20 Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21 Bab 21 Kejujuran Vanessa
22 Bab 22 Memaafkan Vanessa
23 Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24 Bab 24 Keramahan Vanessa
25 Bab 25 Bram Lagi
26 Bab 26 Semakin Dekat
27 Bab 27 Forehead Kiss
28 Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29 Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30 Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31 Bab 31 Ungkapan Perasaan
32 Bab 32 Ledekan Edward
33 Bab 33 Ulah Merry
34 Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35 Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38 Bab 38 Talak Bram
39 bab 39 Duda Memang Meresahkan
40 Bab 40 Lari Pagi
41 Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42 Bab 42 Orang Asing
43 Bab 43 Will You Marry Me ??
44 Bab 44 Dua Minggu Lagi
45 Bab 45 Manjanya Jhosua
46 Bab 46 Dina Dan Dimas
47 Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48 Bab 48 Obsesi Bram
49 Bab 49 Menjaga Vanessa
50 Bab 50 Kedatangan Bram
51 Bab 51 Kegilaan Bram
52 Bab 52 Vanessa terluka
53 Bab 53 Persiapan Pernikahan
54 Bab 54 Pengumuman
55 Bab 55 Curhatan Dina
56 Bab 56 Lukanya Sovia
57 Bab 57 Sah
58 Bab 58 Resepsi
59 Bab 59 Malam Pertama part 1
60 Bab 60 Malam pertama Part II
61 Bab 61 Dua Pilihan
62 Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63 Bab 63 Kali Ke-Dua
64 Bab 64 Jalan-jalan
65 Bab 65 Pertemuan
66 Episode 66 Bella Panas
67 Bab 67 Keromantisan Pasutri
68 Bab 68 Rahasia Edward
69 Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70 Bab 70 Vanessa kecewa
71 Bab 71 Tidak Salah Memilih
72 Bab 72 Kehamilan Vanessa
73 Bab 73 Mahen dan Sovia
74 Bab 74 Ketahuan Vanessa
75 Bab 75 Perasaan Iri Bella
76 Bab 76 Kekesalan Brayen
77 Bab 77 Papa Baru Maura
78 Bab 78 Edward Pingsan
79 Bab 79 Menemui Brayen
80 Bab 80 Keputusan Edward
81 Bab 81 Memulai Dari Awal
82 Bab 82 Nasehat Edward
83 Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84 Bab 84 Selusin Anak
85 Bab 85 Hot Duda
86 Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87 Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88 Bab 88 Kembali Bersama
89 Bab 89 Melahirkan
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Dokter Magang
2
Bab 2 Jhosua kecewa
3
Bab 3 Wakil Direktur
4
Bab 4 Perselingkuhan Bella
5
Bab 5 Pil KB
6
Bab 6 Cerai
7
Bab 7 Partner Terbaik
8
Bab 8 Ketuk Palu
9
Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10
Bab 10 Menggoda Vanessa
11
Bab 11 Wakil Direktur
12
Bab 12 Pulang Bersama Bram
13
Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14
Bab 14 Dinner
15
Bab 15 Di Paksa Bram
16
Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17
Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18
Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19
Bab 19 Sarapan Bersama
20
Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21
Bab 21 Kejujuran Vanessa
22
Bab 22 Memaafkan Vanessa
23
Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24
Bab 24 Keramahan Vanessa
25
Bab 25 Bram Lagi
26
Bab 26 Semakin Dekat
27
Bab 27 Forehead Kiss
28
Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29
Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30
Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31
Bab 31 Ungkapan Perasaan
32
Bab 32 Ledekan Edward
33
Bab 33 Ulah Merry
34
Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38
Bab 38 Talak Bram
39
bab 39 Duda Memang Meresahkan
40
Bab 40 Lari Pagi
41
Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42
Bab 42 Orang Asing
43
Bab 43 Will You Marry Me ??
44
Bab 44 Dua Minggu Lagi
45
Bab 45 Manjanya Jhosua
46
Bab 46 Dina Dan Dimas
47
Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48
Bab 48 Obsesi Bram
49
Bab 49 Menjaga Vanessa
50
Bab 50 Kedatangan Bram
51
Bab 51 Kegilaan Bram
52
Bab 52 Vanessa terluka
53
Bab 53 Persiapan Pernikahan
54
Bab 54 Pengumuman
55
Bab 55 Curhatan Dina
56
Bab 56 Lukanya Sovia
57
Bab 57 Sah
58
Bab 58 Resepsi
59
Bab 59 Malam Pertama part 1
60
Bab 60 Malam pertama Part II
61
Bab 61 Dua Pilihan
62
Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63
Bab 63 Kali Ke-Dua
64
Bab 64 Jalan-jalan
65
Bab 65 Pertemuan
66
Episode 66 Bella Panas
67
Bab 67 Keromantisan Pasutri
68
Bab 68 Rahasia Edward
69
Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70
Bab 70 Vanessa kecewa
71
Bab 71 Tidak Salah Memilih
72
Bab 72 Kehamilan Vanessa
73
Bab 73 Mahen dan Sovia
74
Bab 74 Ketahuan Vanessa
75
Bab 75 Perasaan Iri Bella
76
Bab 76 Kekesalan Brayen
77
Bab 77 Papa Baru Maura
78
Bab 78 Edward Pingsan
79
Bab 79 Menemui Brayen
80
Bab 80 Keputusan Edward
81
Bab 81 Memulai Dari Awal
82
Bab 82 Nasehat Edward
83
Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84
Bab 84 Selusin Anak
85
Bab 85 Hot Duda
86
Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87
Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88
Bab 88 Kembali Bersama
89
Bab 89 Melahirkan
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!