"Oh ya Ness,siapa ya kira-kira yang merekomendasikan Aku langsung jadi wakil Direktur???",tanya Jhosua yang membuat Vanessa kelabakan sendiri.
"Hah????mm-mana Aku tahu Jho",jawab Vanessa gugup.
"Kenapa kamu jadi gugup gitu??",tanya Jhosua memicingkan matanya menatap Vanessa.
"Nggak biasa-biasa aja tuh!!",balas Vanessa menyunggingkan senyumnya.
"Atau jangan-jangan kamu ya??",tebak Jhosua yang membuat Vanessa tersedak saat makan.
"Uhuk uhuk uhuk!!!!
Vanessa terbatuk-batuk dengan wajah memerah karena merasakan panas di kerongkongannya.
"Ya ampun Ness pelan-pelan makanya!!",ucap Jhosua menyodorkan segelas air putih sambil mengusap-usap punggung Vanessa.
Vanessa tidak menjawab,kerongkongannya memang terasa sangat panas karena cabe mie ayam yang di makannya,ditambah Jhosua yang terlihat perhatian padanya membuat dadanya berdebar tak karuan.
"Udah mendingan???",tanya Jhosua menatap Vanessa yang terlihat mengeluarkan air mata.
Tangan Jhosua terulur mengusap air mata Vanessa yang membuat jantung gadis itu semakin tak karuan.
"Deg!!!pliss Jho jangan kayak gini!!!
"Jantung diam lah!!!!kau mau membuatku malu dengan debaranmu itu????",kesal Vanessa dalam hatinya.
Jhosua memperhatikan wajah Vanessa yang membuat darahnya berdesir kala menyentuh pipi lembut Vanessa.
"Ada apa dengan jantungku???",batin Jhosua menatap manik mata Vanessa yang juga menatap balik dirinya.
"Ya Allah,kenapa duda satu ini ganteng banget",batin Vanessa tidak berkedip menatap Jhosua.
Ke-duanya saling tatap dalam diam hingga suara pengunjung lain lah yang membuat mereka tersadar.
"Maaf Mbak dan Mas nya bisa geser nggak??",ucap salah satu pengunjung.
"Oh iya Mbak maaf silahkan!!",balas Vanessa tersenyum kikuk.
Sedangkan Jhosua berusaha sebiasa mungkin walau jantungnya tiba-tiba maraton dengan sendirinya.
Selesai makan di warung mie ayam mereka pergi ke alun-alun kota yang tidak jauh dari sana.Mereka pergi berboncengan menggunakan motor Jhosua sambil menikmati angin malam.
Sesampainya di sana ternyata ada acara pasar malam di sana.
"Jho kita naik itu yuk!!",ajak Vanessa seperti anak kecil yang baru melihat mainan baru.
"Ingat umur Ness,itu buat anak-anak bukan orang tua sepertimu!!",ledek Jhosua.
"Enak saja bilang ku orang tua!!Aku tuh masih belia!!",balas Vanessa membuat mimik wajahnya seimut mungkin dan itu terlihat sangat menggemaskan di mata Jhosua namun Dia tidak mau mengakuinya.
"Jangan sok imut gitu!!ayo kita ke sana!!",ajak Jhosua menarik pergelangan tangan Vanessa membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.
Mereka menikmati suasana pasar malam dengan berjalan beriringan layaknya pasangan kekasih.
"Kayaknya makan permen kapas enak deh",ucap Vanessa.
"Kenapa mau???",tanya Jhosua.
"Hehehe boleh????",tanya Vanessa balik.
"Humm",jawab Jhosua mengangguk dan berjalan menuju penjual permen kapas tersebut.
Vanessa tersenyum dengan perlakuan manis Jhosua.
"Thank's Jho!!",ucap Vanessa setelah menerima satu permen kapas di tangannya yang di balas anggukan oleh Jhosua.
Mereka kembali jalan untuk mencari tempat duduk.Karena asyik makan permen kapas Vanessa tidak memperhatikan jalan hingga tidak sengaja menabrak seseorang beruntung Jhosua dengan sigap memegang pinggangnya hingga tidak jadi terjatuh.
"Maaf!!",ucap Vanessa mendongakkan kepalanya melihat siap yang di tabraknya.
"Vaness!!!",ucap orang tersebut terkejut begitu juga dengan Jhosua dan Vanessa.
Orang di tabrak Vanessa adalah Brayen kekasih mantan istrinya.
"Kalian???",ucap Brayen menunjuk ke-duanya.
"Ayo Jho!!!",ucap Vanessa menarik tangan Jhosua dari sana.
Brayen yang sekian lama tidak bertemu Vanessa hanya menatap punggung gadis masa lalunya itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Brayen ada di sana bersama Bella,tapi kebetulan Bella sedang berada di toilet jadi tidak bertemu Jhosua.
"Kenapa buru-buru Ness???kamu kenal dengan Dia??",tanya Jhosua bingung.
"Lebih dari kenal Jho!!!sudah Aku ingin pulang moodku benar-benar hancur karena bertemu orang itu!!",kesal Vanessa.
Jhosua yang melihat perubahan hati Vanessa tidak bertanya lagi,dia segera menaiki motornya dan meninggalkan tempat tersebut.Selama perjalanan pulang Vanessa lebih banyak diam tidak seperti tadi yang selalu mengoceh minta ini dan itu.
"Nggak mau Aku antar sampai kost???",tanya Jhosua begitu sampai di gang masuk tempat kostnya Vanessa.
"Nggak usah Jho!!",jawab Vanessa tersenyum.
"Are you okay??",tanya Jhosua mengusap kepala Vanessa lembut.
"Yes, i am ok!!",jawab Vanessa tersenyum,hatinya menghangat kala merasakan sentuhan lembut tangan Jhosua di kepalanya.
"Kalau Aku boleh tahu kamu kenal sama cowok yang tadi??",tanya Jhosua penasaran.
"Dia mantan pacar yang memanfaatkan Aku dulunya",jawab Vanessa jujur.
"Apa???jadi Dia mantan pacar kamu????",tanya Jhosua kaget.
"Iya!!",jawab Vanessa mengangguk.
"Kamu tahu???Dia adalah selingkuhannya Bella mantan isteri ku!!",ucap Jhosua membuat Vanessa tak kalah terkejut.
"Jadi dia model yang kamu maksud???",tanya Vanessa balik.
"Iya!!",jawab Jhosua mengangguk.
"Gila emang tuh orang!!!dasar pebinor!!",kesal Vanessa.
"Hehehe nggak usah marah gitu,masih cinta ya???",goda Jhosua.
"Enak aja!!kalaupun cuma ada satu cowok di dunia ini Aku nggak bakalan mau balikan sama Dia!!",kesal Vanessa.
"Hati-hati loh nanti bisa kemakan omongan sendiri!!",cibir Jhosua.
"Iih jangan bikin Aku tambah kesal Jho!!!",ucap Vanessa menghentakkan kakinya.
"hahahahha jangan marah-marah nanti jadi perawan tua loh!!",ledek Jhosua segera pergi dari sana melajukan motornya sebelum Vanessa tambah kesal.
"Dasar Jhosua sialan!!!ngatain gue perawan tua segala",gerutu Vanessa namun setelah itu senyuman terbit di wajah cantiknya.
"Jho-Jho bisa-bisanya lo buat gue nyaman!!!gue takut buat jatuh hati lagi!!!",lirih Vanessa berjalan menuju perumahan yang tidak jauh dari tempatnya turun tadi.
Vanessa memang menyembunyikan identitasnya dari siapapun termasuk Jhosua,Karena dia tidak ingin orang-orang mau berteman atau dekat dengannya karena harta atau anak dari pemilik rumah sakit ternama di kotanya.Selama ini hanya Jhosua yang mau berteman dengannya tanpa memandang status atau memanfaatkan dirinya.Yang Jhosua tahu Vanessa hanyalah orang biasa yang bekerja di perantauan jauh dari kedua orang tua nya.
Vanessa sampai di rumah besar milik papanya.
"Dari mana kamu Ness??",tanya Edward yang tengah duduk santai.
"Habis dari luar Pa",jawab Vanessa ikut duduk di sebelah papanya.
"Sama Jhosua??",tebak Edward.
"Kok Papa tahu????", Tanyanya balik.
"Sama siapa lagi kalau bukan sama Dia,cuma Jhosua teman kamu satu-satunya",balas Edward.
"Papa benar banget!!!100 buat Papa",seloroh Vanessa mengacungkan jempolnya.
"Kenapa nggak nikah saja??",tanya Edward membuat Vanessa mengernyitkan dahinya.
"Nikah???maksud Papa????",tanya Vanessa tidak mengerti.
"Kenapa kamu nggak nikah aja sama Jhosua????Dia sudah bercerai kan dari isterinya??",tanya Edward membuat Vanessa akhirnya mengerti.
"Ya nggak lah Pa,kita itu cuma teman doang nggak lebih",elak Vanessa.
"Ck!!!jangan bohong sama Papa!!!Papa tahu kalau kamu suka kan sama Dokter duda itu???",cibir Edward membuat Vanessa salah tingkah sendiri.
"Papa ada-ada aja!!ya nggak mungkinlah Aku suka sama Jhosua,kita udah temenan lama jadi nggak mungkin lah",elak Vanessa memaksakan senyumnya.
Edward tahu kalau putrinya saat ini sedang berbohong.
"Papa tahu kamu Ness!!",batin Edward.
***
Sementara itu Bella baru saja sampai rumah di antar Brayen.
"Kamu kenapa diam aja dari tadi???",tanya Bella sebelum turun dari mobil.
"Hah???nggak Aku nggak papa kok!!",jawab Brayen tersenyum.
"Yakin??",tanya Bella memastikan.
"Humm!!!",jawab Brayen mengangguk.
Brayen masih kepikiran Vanessa yang jalan dengan Jhosua.
"Apa mereka ada hubungan??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Nurul Hikmah
emang klo ada hubungan... masalah buat Lo breyan
2023-10-19
2