Jhosua baru saja keluar dari rumah sakit.
"Kenapa tiba-tiba perasaan gue nggak enak ya???",gumamnya.
Jhosua segera melajukan motornya meninggalkan rumah sakit tersebut.Hari ini adalah hari yang melelahkan baginya.Setumpuk pekerjaan dan juga melakukan tindakan operasi untuk dua pasien.
Dari kejauhan Jhosua seperti melihat mobil Bram di sebuah restauran.Namun Dia melihat kalau lampu di restauran tersebut sudah padam pertanda restauran tersebut sudah tutup.
"Bukankah itu mobil Bram???",lirih Jhosua.
Saat semakin dekat alangkah terkejut nya Jhosua saat mendapati Vanessa yang di paksa masuk ke dalam mobilnya.Restauran yang sudah sepi dan tutup membuat Bram lebih leluasa memaksa Vanessa.
"Lepasin gue Bram!!!dasar saiko lo!!!",umpat Vanessa.
"Diam!!!nggak ada yang bakal nolongin lo!!!",hardik Bram memaksa Vanessa.
Jhosua yang melihat itu semua membuatnya naik pitam.Melihat Vanessa di seret dan di paksa seperti itu membuat darahnya mendidih.
"Lepasin Dia Bram!!!",pekik Jhosua marah.
Vanessa dan Bram serentak menoleh membuat Vanessa seperti ada harapan untuk selamat dari Bram.
"Ck!!!pahlawan datang buat menyelamatkan lo!!",sinis Bram.
"Lepasin Dia Bram!!!",ucap Jhosua emosi turun dari motornya.
"Apa lo ha????jangan sok jadi pahlawan ya lo!!!Vanessa harus jadi milik gue!!!!
"Jho!!!!",lirih Vanessa dengan lelehan air mata.
Melihat air mata Vanessa membuat darah Jhosua semakin naik,mengepalkan tangannya kuat hingga terlihat memutih.
"Udahlah Jho,lo itu cuma manusia sampah yang hanya beruntung dekat dengan Vanessa sehingga lo bisa mendapatkan posisi lo sekarang!!!",sinis Bram.
"Brengsek!!!!",umpat Jhosua mendekat ke arah Bram dan melayangkan pukulan tepat di wajah Bram.
"Bugh!!bugh!!!bugh!! Jhosua menghajar Bram tanpa ampun,satu kali pukulan pun tak mampu di balas oleh Bram hingga dia tersungkur ke aspal.
"Sialan!!!!",umpat Bram berusaha bangun namun sebelum itu terjadi,pukulan Jhosua lebih dulu mendarat di rahangnya,sehingga Bram tak mampu untuk bangun lagi.
"Jangan sesekali lo deketin Vanessa lagi!!!ngerti lo!!!!
"Ayo Ness!!!!",ucap Jhosua menarik tangan Vanessa yang terlihat pucat dan gemetar.
"Awas Jho!!!
"Bugh!!!",Jhosua tersungkur ke aspal jalan karena di dorong oleh Bram dari belakang.
Vanessa mundur ke belakang saat melihat Bram yang ingin membalas Jhosua.Namun belum sempat Bram melayangkan pukulannya Jhosua sudah lebih dulu menendang ************ Bram hingga membuat nya mengaduh kesakitan.
"Brengsek!!!!",umpat Bram menahan sakit.
Sedangkan Vanessa bergidik ngeri melihat apa yang di lakukan Jhosua.
Jhosua segera menarik tangan Vanessa meninggalkan tempat tersebut.Jalanan yang sepi membuat orang-orang tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi.
Jhosua melajukan motornya meninggalkan Bram yang tengah kesakitan memegangi selangkangannya.
"Dasar Jhosua sialan!!!!Gue bakal balas lo!!!!",pekik Bram menahan sakit.
Vanessa memeluk tubuh Jhosua dengan erat,lelehan air matanya masih tersisa.Kejadian tadi mengingatkannya waktu SMA dulu,hingga membuat tubuhnya gemetar karena takut.
Jhosua merasakan tubuh Vanessa yang bergetar,Dia menggenggam tangan Vanessa yang melingkar di perutnya dengan sebelah tangan dan sebelahnya lagi memegang stang motornya.
Jhosua membawa Vanessa ke rumahnya,karena sangat tidak mungkin membiarkan Vanessa seorang diri di kostan nya malam ini,apalagi melihat kondisi Vanessa yang cukup buruk ditambah luka di bagian lututnya.
Tepat pukul 11 malam Jhosua sampai di rumahnya.
"Nggak usah kaget Ness!!!Aku terpaksa bawa kamu ke sini,karena melihat kondisi kamu seperti ini sangat tidak mungkin membiarkan kamu di kostan sendirian",jelas Jhosua.
Vanessa hanya menjawab dengan anggukan kepala,karena tubuhnya saat ini benar-benar lemas.Jhosua membawa Vanessa masuk dan memintanya untuk duduk di ruang tamu.
"Duduk dulu biar Aku obati lukamu!!",perintah Jhosua dan berjalan ke arah dekat dapur mengambil kotak P3K.
Jhosua bersimpuh di depan lutut Vanessa yang terluka membuatnya tak enak hati.
"Biar Aku saja Jho!!!",tolak Vanessa mengambil kotak tersebut dari tangan Jhosua.
"Diam dan menurut lah!!!",tegas Jhosua menarik kotak tersebut dan membukanya.
Jhosua mulai mengobati luka goresan di lutut Vanessa,hatinya terasa sakit melihat Vanessa terluka seperti ini.
Vanessa memperhatikan wajah Jhosua yang terlihat masih kesal dan marah.Dia sangat beruntung karena malam ini Jhosua datang menyelamatkan nya.
"Terimakasih Jho!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments