Bab 5 Pil KB

"bukankah kemarin kamu yang menjemput Bella kan???",tanya Merry.

"oh iya Tante",jawab Brayen mengangguk.

"sering-seringlah mampir ke si sini kalau kamu ada waktu",ucap Merry tersenyum.

"apa boleh Tante???saya takut kehadiran saya malah membuat masalah untuk Bella!!",ujar Brayen memainkan perannya.

Saat Merry akan menjawab terdengar suara motor Jhosua dari luar.

"Assalamualaikum!!",ucap Jhosua memasuki rumah.

"Waalaikumsallam!!",jawab mereka yang ada di ruang tamu tersebut.

Jhosua dan Brayen saling tatap tapi hanya sesaat,karena Jhosua yang kini beralih menatap sang istri yang terlihat tidak menyambut kepulangannya sedikit pun.

"Kamu sudah sampai Bell??",tanya Jhosua.

"Sudah Mas,oh ya kenalin ini Brayen teman kerja Aku!!", ujar Bella yang malah memperkenalkan Brayen pada suaminya.

"Brayen!!

"Jhosua!!!",keduanya saling berjabat tangan.

"Saya permisi dulu!!",ucap Jhosua meninggalkan ketiga manusia itu.

Merry yang memperhatikan Jhosua hanya mendengus kesal.

"Kalau begitu saya pamit pulang dulu",ucap Brayen undur diri.

"Kenapa cepat sekali???kita bahkan belum ngobrol banyak!??",balas Merry yang sepertinya menyukai kedekatan pria itu dengan putrinya.

"Lain kali aku kesini lagi Tan,nggak enak sama suami Bella dia pasti tengah menunggu Bella!!",jawab Brayen.

"Kamu hati-hati ya Bray!!!",ucap Bella melambaikan tangannya.

"Iya",jawab Brayen mengedipkan sebelah matanya membuat Bella malu dengan pipi merona.

Saat ini dia seperti remaja yang baru jatuh cinta.

Bella masuk ke dalam kamarnya,Dia mendapati suaminya yang tengah memangku laptop.

"Siapa pria itu???",tanya Jhosua.

"Teman kerjaku!!",balas Bella dan masuk ke dalam kamar mandi.

Jhosua menghela nafasnya pelan melihat sikap istrinya.

Jhosua mematikan laptopnya begitu selesai mengerjakan laporannya.Saat ini Dia tengah menjalankan tugasnya sebagai wakil Direktur dirumah.Memeriksa setiap laporan yang masuk melalui emailnya.

Saat meletakkan laptopnya,Jhosua tidak sengaja melihat botol plastik berwarna putih di bawah tempat tidur mereka.

"Apa ini???", gumamnya.

Seketika wajahnya berubah tajam, mengepalkan tangannya menahan emosi.

Bella keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar.Dia belum menyadari tatapan tajam suaminya.

"Apa yang kamu sembunyikan dariku Bell??",tanya Jhosua menatap tajam.

"Apa yang kamu bicarakan Mas??? menyembunyikan Apa??",tanya Bella yang seketika gugup melihat tatapan suaminya.

"Apa kamu yakin tidak menyembunyikan apapun selama ini???",tanya Jhosua berjalan mendekati istrinya.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan Mas!!!",balas Bella yang semakin gugup.

Dia berfikir apakah suaminya sudah tahu perselingkuhannya dengan Brayen.

"Apa ini??",tanya Jhosua menunjukkan botol yang di dapatkannya tadi.

Seketika wajah Bella berubah pias, matanya melotot karena kecerobohan dirinya.

"Dd-dari mana kamu mendapatkan ini mas???",tanya Bella gelagapan merebut botol tersebut namun gagal.

"Aku tidak sengaja menemukan ini di bawah tempat tidur!!

"Apa kamu sengaja meminum Pil KB ini???

"Apa tidak begitu sudikah kamu mau mengandung anakku Bella????",tanya Jhosua yang sangat kecewa dengan perbuatan istrinya.

"Bukan begitu Mas,Aku belum siap memiliki anak karena itu aku meminumnya!!",jawab Bella.

"Ck!!kenapa Bell??kenapa kamu tidak jujur dari awal???

"Saat ini aku seperti lelaki bodoh yang mengharapkan anak darimu!!dan ternyata kamu sendiri yang menghalangi anak itu ada!!!",ungkap Jhosua,dirinya benar-benar kecewa dengan istrinya saat ini.

"Kamu tahu profesiku Mas!! memiliki anak bukan perkara gampang, Aku sudah menandatangani kontrak,selama kontrak itu berlangsung Aku tidak dibolehkan hamil!!",jawab Bella membela diri.

Jhosua menatap lekat wajah Bella,tidak ada penyesalan di dalam mata itu.Berarti benar kalau Bella telah berubah,Dia bukanlah Bella yang dulu di kenalnya.

"Baiklah!!!sekarang Aku ingin bertanya!!

"Apa arti pernikahan ini sekarang bagimu???",tanya Jhosua yang saat ini telah duduk di sisi ranjang wajahnya sudah tidak setajam tadi.

Bella tidak tahu harus menjawab apa,dirinya saat ini benar-benar bingung dengan pernikahan yang dijalaninya sekarang.

"Aku nggak tahu Mas!!

"Jujur Aku nyaman dengan profesiku saat ini,dan kamu selalu menentang itu!!",ucap Bella yang sekarang malah menyalahkan Jhosua.

"Aku tidak menentang pekerjaan kamu Bell!!hanya saja semenjak karirmu naik,tawaran kamu di mana-mana!!kamu berubah,kamu mulai lupa kewajibanmu sebagai seorang istri,aku merasa tidak di hargai lagi sebagai seorang suami.

"Di tambah Mama kamu yang setiap harinya selalu menghina ku!!apa yang kamu lakukan???kamu hanya diam Bell!!!

"Aku seperti manusia yang tidak ada harga dirinya di depan kalian, selama ini aku menahannya karena Aku tahu dia mertuaku,orang yang harus aku hormati terlepas dari mana dia memperlakukanku!!Dan aku menghargainya karena dia ibu dari istriku sendiri.

"Mungkin Aku bukan pria kaya yang bisa memenuhi setiap keinginanmu!!!tapi setiap Aku memberikan apa yang kamu mau,kamu selalu menolaknya!!

"Lantas Aku harus bagaimana lagi Bell???Apa Aku harus menjadi orang kaya dulu agar kalian bisa menghargai ku???",tanya Jhosua yang membuat Bella terdiam mendengarnya.

Jauh di dalam hatinya masih ingin memperbaiki semuanya,tapi Dia tidak yakin dengan semua ini.Mamanya selalu menuntut dirinya untuk meninggalkan Jhosua,ditambah sekarang dia terperangkap dalam cintanya Brayen.

"Baiklah Bell,mungkin sekarang kamu ingin menenangkan diri,Aku akan menunggu jawabanmu,apa Aku masih berarti bagi mu atau tidak??

"Kalau kamu sudah menemukan jawabannya beritahu Aku!!",ucap Jhosua beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.

Bella menatap punggung suaminya yang perlahan hilang di balik pintu kamar mandi.

"maafkan Aku Mas,saat ini Aku benar-benar bingung dengan perasaanku sendiri",lirih Bella merebahkan tubuhnya di ranjang.

Di dalam kamar mandi,Jhosua menatap pantulan dirinya di cermin.

"Apa sekarang kamu sudah tidak mencintai ku lagi Bella???",gumam Jhosua.

Jhosua mengguyur tubuhnya di bawah shower,berharap amarah dan kekecewaan yang di rasakannya saat ini hanyut bersama air yang mengalir dari atas tubuhnya.

Seminggu berlalu hubungan keduanya masih belum membaik,hal itu justru di manfaatkan Merry untuk lebih gencar memisahkan mereka.Hubungan Bella dengan Brayen pun masih berlanjut sampai saat ini.Hal itu pun belum di ketahui oleh Jhosua.Mereka masih pandai menyimpannya.

"Baby??bagaimana hubungan mu dengan Dokter itu sekarang???",tanya Brayen menyelipkan rambut Bella ke belakang telinganya.

"Masih sama,Jhosua masih diam kepada ku!!",jawab Bella.

Dirinya saat ini benar-benar sudah buta akan cinta yang di berikan Brayen.Hubungan kedua-nya semakin liar layaknya pasangan suami istri.

***

Jhosua pulang dari rumah sakit dengan wajah lelahnya.Bukan hanya lelah fisik tapi juga hati.Saat ini dia berniat akan mengajak ngobrol Bella dari hati ke hati,mencoba memperbaiki hubungan mereka.

"Bella!!!bisakah kita bicara???",tanya Jhosua saat memasuki kamar.

Bella yang tengah berkirim pesan dengan Brayen segera menyimpan ponselnya dan menatap wajah suaminya.

"Apa yang mau kamu bicarakan Mas????

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

JD greget

2023-10-19

1

ⁱˡˢ ᵈʸᵈᶻᵘ💻💐

ⁱˡˢ ᵈʸᵈᶻᵘ💻💐

duh aku jadi sedih

2023-10-11

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dokter Magang
2 Bab 2 Jhosua kecewa
3 Bab 3 Wakil Direktur
4 Bab 4 Perselingkuhan Bella
5 Bab 5 Pil KB
6 Bab 6 Cerai
7 Bab 7 Partner Terbaik
8 Bab 8 Ketuk Palu
9 Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10 Bab 10 Menggoda Vanessa
11 Bab 11 Wakil Direktur
12 Bab 12 Pulang Bersama Bram
13 Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14 Bab 14 Dinner
15 Bab 15 Di Paksa Bram
16 Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17 Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18 Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19 Bab 19 Sarapan Bersama
20 Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21 Bab 21 Kejujuran Vanessa
22 Bab 22 Memaafkan Vanessa
23 Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24 Bab 24 Keramahan Vanessa
25 Bab 25 Bram Lagi
26 Bab 26 Semakin Dekat
27 Bab 27 Forehead Kiss
28 Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29 Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30 Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31 Bab 31 Ungkapan Perasaan
32 Bab 32 Ledekan Edward
33 Bab 33 Ulah Merry
34 Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35 Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38 Bab 38 Talak Bram
39 bab 39 Duda Memang Meresahkan
40 Bab 40 Lari Pagi
41 Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42 Bab 42 Orang Asing
43 Bab 43 Will You Marry Me ??
44 Bab 44 Dua Minggu Lagi
45 Bab 45 Manjanya Jhosua
46 Bab 46 Dina Dan Dimas
47 Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48 Bab 48 Obsesi Bram
49 Bab 49 Menjaga Vanessa
50 Bab 50 Kedatangan Bram
51 Bab 51 Kegilaan Bram
52 Bab 52 Vanessa terluka
53 Bab 53 Persiapan Pernikahan
54 Bab 54 Pengumuman
55 Bab 55 Curhatan Dina
56 Bab 56 Lukanya Sovia
57 Bab 57 Sah
58 Bab 58 Resepsi
59 Bab 59 Malam Pertama part 1
60 Bab 60 Malam pertama Part II
61 Bab 61 Dua Pilihan
62 Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63 Bab 63 Kali Ke-Dua
64 Bab 64 Jalan-jalan
65 Bab 65 Pertemuan
66 Episode 66 Bella Panas
67 Bab 67 Keromantisan Pasutri
68 Bab 68 Rahasia Edward
69 Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70 Bab 70 Vanessa kecewa
71 Bab 71 Tidak Salah Memilih
72 Bab 72 Kehamilan Vanessa
73 Bab 73 Mahen dan Sovia
74 Bab 74 Ketahuan Vanessa
75 Bab 75 Perasaan Iri Bella
76 Bab 76 Kekesalan Brayen
77 Bab 77 Papa Baru Maura
78 Bab 78 Edward Pingsan
79 Bab 79 Menemui Brayen
80 Bab 80 Keputusan Edward
81 Bab 81 Memulai Dari Awal
82 Bab 82 Nasehat Edward
83 Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84 Bab 84 Selusin Anak
85 Bab 85 Hot Duda
86 Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87 Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88 Bab 88 Kembali Bersama
89 Bab 89 Melahirkan
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Dokter Magang
2
Bab 2 Jhosua kecewa
3
Bab 3 Wakil Direktur
4
Bab 4 Perselingkuhan Bella
5
Bab 5 Pil KB
6
Bab 6 Cerai
7
Bab 7 Partner Terbaik
8
Bab 8 Ketuk Palu
9
Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10
Bab 10 Menggoda Vanessa
11
Bab 11 Wakil Direktur
12
Bab 12 Pulang Bersama Bram
13
Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14
Bab 14 Dinner
15
Bab 15 Di Paksa Bram
16
Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17
Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18
Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19
Bab 19 Sarapan Bersama
20
Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21
Bab 21 Kejujuran Vanessa
22
Bab 22 Memaafkan Vanessa
23
Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24
Bab 24 Keramahan Vanessa
25
Bab 25 Bram Lagi
26
Bab 26 Semakin Dekat
27
Bab 27 Forehead Kiss
28
Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29
Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30
Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31
Bab 31 Ungkapan Perasaan
32
Bab 32 Ledekan Edward
33
Bab 33 Ulah Merry
34
Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38
Bab 38 Talak Bram
39
bab 39 Duda Memang Meresahkan
40
Bab 40 Lari Pagi
41
Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42
Bab 42 Orang Asing
43
Bab 43 Will You Marry Me ??
44
Bab 44 Dua Minggu Lagi
45
Bab 45 Manjanya Jhosua
46
Bab 46 Dina Dan Dimas
47
Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48
Bab 48 Obsesi Bram
49
Bab 49 Menjaga Vanessa
50
Bab 50 Kedatangan Bram
51
Bab 51 Kegilaan Bram
52
Bab 52 Vanessa terluka
53
Bab 53 Persiapan Pernikahan
54
Bab 54 Pengumuman
55
Bab 55 Curhatan Dina
56
Bab 56 Lukanya Sovia
57
Bab 57 Sah
58
Bab 58 Resepsi
59
Bab 59 Malam Pertama part 1
60
Bab 60 Malam pertama Part II
61
Bab 61 Dua Pilihan
62
Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63
Bab 63 Kali Ke-Dua
64
Bab 64 Jalan-jalan
65
Bab 65 Pertemuan
66
Episode 66 Bella Panas
67
Bab 67 Keromantisan Pasutri
68
Bab 68 Rahasia Edward
69
Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70
Bab 70 Vanessa kecewa
71
Bab 71 Tidak Salah Memilih
72
Bab 72 Kehamilan Vanessa
73
Bab 73 Mahen dan Sovia
74
Bab 74 Ketahuan Vanessa
75
Bab 75 Perasaan Iri Bella
76
Bab 76 Kekesalan Brayen
77
Bab 77 Papa Baru Maura
78
Bab 78 Edward Pingsan
79
Bab 79 Menemui Brayen
80
Bab 80 Keputusan Edward
81
Bab 81 Memulai Dari Awal
82
Bab 82 Nasehat Edward
83
Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84
Bab 84 Selusin Anak
85
Bab 85 Hot Duda
86
Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87
Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88
Bab 88 Kembali Bersama
89
Bab 89 Melahirkan
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!