"bukankah kemarin kamu yang menjemput Bella kan???",tanya Merry.
"oh iya Tante",jawab Brayen mengangguk.
"sering-seringlah mampir ke si sini kalau kamu ada waktu",ucap Merry tersenyum.
"apa boleh Tante???saya takut kehadiran saya malah membuat masalah untuk Bella!!",ujar Brayen memainkan perannya.
Saat Merry akan menjawab terdengar suara motor Jhosua dari luar.
"Assalamualaikum!!",ucap Jhosua memasuki rumah.
"Waalaikumsallam!!",jawab mereka yang ada di ruang tamu tersebut.
Jhosua dan Brayen saling tatap tapi hanya sesaat,karena Jhosua yang kini beralih menatap sang istri yang terlihat tidak menyambut kepulangannya sedikit pun.
"Kamu sudah sampai Bell??",tanya Jhosua.
"Sudah Mas,oh ya kenalin ini Brayen teman kerja Aku!!", ujar Bella yang malah memperkenalkan Brayen pada suaminya.
"Brayen!!
"Jhosua!!!",keduanya saling berjabat tangan.
"Saya permisi dulu!!",ucap Jhosua meninggalkan ketiga manusia itu.
Merry yang memperhatikan Jhosua hanya mendengus kesal.
"Kalau begitu saya pamit pulang dulu",ucap Brayen undur diri.
"Kenapa cepat sekali???kita bahkan belum ngobrol banyak!??",balas Merry yang sepertinya menyukai kedekatan pria itu dengan putrinya.
"Lain kali aku kesini lagi Tan,nggak enak sama suami Bella dia pasti tengah menunggu Bella!!",jawab Brayen.
"Kamu hati-hati ya Bray!!!",ucap Bella melambaikan tangannya.
"Iya",jawab Brayen mengedipkan sebelah matanya membuat Bella malu dengan pipi merona.
Saat ini dia seperti remaja yang baru jatuh cinta.
Bella masuk ke dalam kamarnya,Dia mendapati suaminya yang tengah memangku laptop.
"Siapa pria itu???",tanya Jhosua.
"Teman kerjaku!!",balas Bella dan masuk ke dalam kamar mandi.
Jhosua menghela nafasnya pelan melihat sikap istrinya.
Jhosua mematikan laptopnya begitu selesai mengerjakan laporannya.Saat ini Dia tengah menjalankan tugasnya sebagai wakil Direktur dirumah.Memeriksa setiap laporan yang masuk melalui emailnya.
Saat meletakkan laptopnya,Jhosua tidak sengaja melihat botol plastik berwarna putih di bawah tempat tidur mereka.
"Apa ini???", gumamnya.
Seketika wajahnya berubah tajam, mengepalkan tangannya menahan emosi.
Bella keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih segar.Dia belum menyadari tatapan tajam suaminya.
"Apa yang kamu sembunyikan dariku Bell??",tanya Jhosua menatap tajam.
"Apa yang kamu bicarakan Mas??? menyembunyikan Apa??",tanya Bella yang seketika gugup melihat tatapan suaminya.
"Apa kamu yakin tidak menyembunyikan apapun selama ini???",tanya Jhosua berjalan mendekati istrinya.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan Mas!!!",balas Bella yang semakin gugup.
Dia berfikir apakah suaminya sudah tahu perselingkuhannya dengan Brayen.
"Apa ini??",tanya Jhosua menunjukkan botol yang di dapatkannya tadi.
Seketika wajah Bella berubah pias, matanya melotot karena kecerobohan dirinya.
"Dd-dari mana kamu mendapatkan ini mas???",tanya Bella gelagapan merebut botol tersebut namun gagal.
"Aku tidak sengaja menemukan ini di bawah tempat tidur!!
"Apa kamu sengaja meminum Pil KB ini???
"Apa tidak begitu sudikah kamu mau mengandung anakku Bella????",tanya Jhosua yang sangat kecewa dengan perbuatan istrinya.
"Bukan begitu Mas,Aku belum siap memiliki anak karena itu aku meminumnya!!",jawab Bella.
"Ck!!kenapa Bell??kenapa kamu tidak jujur dari awal???
"Saat ini aku seperti lelaki bodoh yang mengharapkan anak darimu!!dan ternyata kamu sendiri yang menghalangi anak itu ada!!!",ungkap Jhosua,dirinya benar-benar kecewa dengan istrinya saat ini.
"Kamu tahu profesiku Mas!! memiliki anak bukan perkara gampang, Aku sudah menandatangani kontrak,selama kontrak itu berlangsung Aku tidak dibolehkan hamil!!",jawab Bella membela diri.
Jhosua menatap lekat wajah Bella,tidak ada penyesalan di dalam mata itu.Berarti benar kalau Bella telah berubah,Dia bukanlah Bella yang dulu di kenalnya.
"Baiklah!!!sekarang Aku ingin bertanya!!
"Apa arti pernikahan ini sekarang bagimu???",tanya Jhosua yang saat ini telah duduk di sisi ranjang wajahnya sudah tidak setajam tadi.
Bella tidak tahu harus menjawab apa,dirinya saat ini benar-benar bingung dengan pernikahan yang dijalaninya sekarang.
"Aku nggak tahu Mas!!
"Jujur Aku nyaman dengan profesiku saat ini,dan kamu selalu menentang itu!!",ucap Bella yang sekarang malah menyalahkan Jhosua.
"Aku tidak menentang pekerjaan kamu Bell!!hanya saja semenjak karirmu naik,tawaran kamu di mana-mana!!kamu berubah,kamu mulai lupa kewajibanmu sebagai seorang istri,aku merasa tidak di hargai lagi sebagai seorang suami.
"Di tambah Mama kamu yang setiap harinya selalu menghina ku!!apa yang kamu lakukan???kamu hanya diam Bell!!!
"Aku seperti manusia yang tidak ada harga dirinya di depan kalian, selama ini aku menahannya karena Aku tahu dia mertuaku,orang yang harus aku hormati terlepas dari mana dia memperlakukanku!!Dan aku menghargainya karena dia ibu dari istriku sendiri.
"Mungkin Aku bukan pria kaya yang bisa memenuhi setiap keinginanmu!!!tapi setiap Aku memberikan apa yang kamu mau,kamu selalu menolaknya!!
"Lantas Aku harus bagaimana lagi Bell???Apa Aku harus menjadi orang kaya dulu agar kalian bisa menghargai ku???",tanya Jhosua yang membuat Bella terdiam mendengarnya.
Jauh di dalam hatinya masih ingin memperbaiki semuanya,tapi Dia tidak yakin dengan semua ini.Mamanya selalu menuntut dirinya untuk meninggalkan Jhosua,ditambah sekarang dia terperangkap dalam cintanya Brayen.
"Baiklah Bell,mungkin sekarang kamu ingin menenangkan diri,Aku akan menunggu jawabanmu,apa Aku masih berarti bagi mu atau tidak??
"Kalau kamu sudah menemukan jawabannya beritahu Aku!!",ucap Jhosua beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
Bella menatap punggung suaminya yang perlahan hilang di balik pintu kamar mandi.
"maafkan Aku Mas,saat ini Aku benar-benar bingung dengan perasaanku sendiri",lirih Bella merebahkan tubuhnya di ranjang.
Di dalam kamar mandi,Jhosua menatap pantulan dirinya di cermin.
"Apa sekarang kamu sudah tidak mencintai ku lagi Bella???",gumam Jhosua.
Jhosua mengguyur tubuhnya di bawah shower,berharap amarah dan kekecewaan yang di rasakannya saat ini hanyut bersama air yang mengalir dari atas tubuhnya.
Seminggu berlalu hubungan keduanya masih belum membaik,hal itu justru di manfaatkan Merry untuk lebih gencar memisahkan mereka.Hubungan Bella dengan Brayen pun masih berlanjut sampai saat ini.Hal itu pun belum di ketahui oleh Jhosua.Mereka masih pandai menyimpannya.
"Baby??bagaimana hubungan mu dengan Dokter itu sekarang???",tanya Brayen menyelipkan rambut Bella ke belakang telinganya.
"Masih sama,Jhosua masih diam kepada ku!!",jawab Bella.
Dirinya saat ini benar-benar sudah buta akan cinta yang di berikan Brayen.Hubungan kedua-nya semakin liar layaknya pasangan suami istri.
***
Jhosua pulang dari rumah sakit dengan wajah lelahnya.Bukan hanya lelah fisik tapi juga hati.Saat ini dia berniat akan mengajak ngobrol Bella dari hati ke hati,mencoba memperbaiki hubungan mereka.
"Bella!!!bisakah kita bicara???",tanya Jhosua saat memasuki kamar.
Bella yang tengah berkirim pesan dengan Brayen segera menyimpan ponselnya dan menatap wajah suaminya.
"Apa yang mau kamu bicarakan Mas????
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Nurul Hikmah
JD greget
2023-10-19
1
ⁱˡˢ ᵈʸᵈᶻᵘ💻💐
duh aku jadi sedih
2023-10-11
2