Bab 10 Menggoda Vanessa

Semenjak pertemuan tidak sengaja mereka di pasar malam hari itu membuat Vanessa uring-uringan.Seperti pagi ini dia terlihat tidak bersemangat saat bekerja membuat Jhosua heran melihatnya.

"Kenapa Ness???ada masalah???",tanya Jhosua.

"Kenapa harus ketemu lagi sih!!",gumam Vanessa tanpa sadar.

Dia sama sekali tidak mendengar pertanyaan Jhosua tadi,pikirannya melayang jauh ke masa 3 tahun lalu.

"Ketemu siapa Ness???",tanya Jhosua mengernyitkan dahinya.

"Hah!!?siapa???",tanya Vanessa seperti orang bodoh.

"Ngelamun ya???sampai nggak dengar orang ngomong apa???",tanya Jhosua membuat Vanessa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Heheh ngomong apa Jho??",tanya Vanessa terkekeh.

"Lagi mikirin apa sih???biasanya juga jarang mikir",cibir Jhosua.

"Asem banget kalau ngomong!!!lagi mikirin masa depan tau!!",balas Vanessa asal.

"Mikirin masa depan???emangnya mau ngapain sama masa depan???",tanya Jhosua menarik kursi dan duduk tepat di depan Vanessa.

"Mau nuyul biar kaya!!!",seloroh Vanessa membuat Jhosua tertawa mendengarnya.

"Hahahaha lagi butuh duit ya???kenapa harus nuyul mending nikah sama Aku aja!!",ucap Jhosua tanpa sadar yang membuat Vanessa gagal paham di buatnya.

"Jangan bercanda soal nikah Jho!!",ucap Vanessa yang tiba-tiba serius.

"Habisnya semenjak dari pasar malam kemarin kamu jadi aneh,jangan-jangan kamu ketempelan lagi!!",balas Jhosua membuat Vanessa memukul lengan duda itu kesal.

"Sembarangan kalau ngomong!!",kesal Vanessa.

"Ya terus kenapa Ness???cerita dong!!",balas Jhosua menatap serius Vanessa.

"Huft!!!Aku masih nggak nyangka kalau ternyata Brayen selingkuhannya mantan isteri kamu",ucap Vanessa.

"Jadi kamu masih kepikiran soal itu???emangnya kenapa???apa tuh cowok menyakitimu di masa lalu??",tanya Jhosua.

"Humm!!!bukan hanya sekedar menyakiti tapi Dia juga hanya memanfaatkan Aku",balas Vanessa.

"Apa kamu masih mencintainya???",tanya Jhosua tiba-tiba entah kenapa pertanyaan itu yang terlontar dari mulutnya.

"Udah nggak ada tempat buat manusia kayak dia!!!!",balas Vanessa.

"Kalau buat Aku ada???",tanta Jhosua.

"Apaan sih nggak jelas banget",balas Vanessa mengabaikan pertanyaan Jhosua.

Padahal hatinya sudah berdebar tak karuan mendengar pertanyaan Jhosua.

"Aku nggak tahu apa masalah kamu sama cowok itu di masa lalu,dari pada kamu memikirkan masa lalu yang membuat kamu sedih lebih baik ikhlaskan saja apa yang udah dia perbuat untuk kamu,mungkin tuhan punya rencana lain untuk membuat kamu bahagia dengan lelaki yang baik dan tepat nantinya",ucap Jhosua bijak membuat Vanessa tersenyum mendengarnya.

"Kamu benar Jho!!!untuk apa Aku harus mikirin manusia itu!!",balas Vanessa menegakkan tubuhnya menatap Jhosua dengan wajah semangat.

"Gitu dong,itu baru namanya Vanessa!!nggak kayak tadi seperti orang senewen",seloroh Jhosua bercanda.

"Enak aja bilang Aku senewen, hati-hati nanti jatuh hati loh!!!",balas Vanessa berdiri dan melenggang keluar untuk mencek pasiennya.

Jhosua menatap punggung Vanessa yang menghilang di balik pintu,seketika terbit senyum di  wajahnya.

"Kenapa akhir-akhir ini gue malah seneng banget bikin dia kesal ya????gemes aja gitu liat wajah kesalnya",gumam Jhosua.

***

Bella baru saja selesai pemotretan,kali ini Dia hanya sendiri tanpa partner.

"Bell sepertinya kabar perceraian kamu mulai terendus oleh media",ucap managernya.

"Biarkan saja Ross!!!cepat atau lambat mereka akan tahu juga",jawab Bella.

"Bukan itu yang jadi masalahnya,Brayen juga terseret dalam hal ini",ucap Rossy managernya.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang???",tanya Bella yang sekarang merasa khawatir akan karirnya dan juga Brayen.

"Sebaiknya kalian harus menjelaskan semuanya di depan wartawan dan awak media!!agar kasus ini cepat selesai!!kalau tidak kontrak yang sudah kita jalin terancam batal",ucap Rossy membuat Bella semakin khawatir.

"Aku harus menemui Brayen!!!",ucap Bella berdiri meninggalkan tempat pemotretan menuju apartemen Brayen.

Bella segera melajukan mobilnya menuju Apartemen Brayen.Tak butuh waktu lama Bella sudah sampai di unit tersebut.Bella langsung masuk begitu saja karena sudah biasa seperti itu.

Bella mencari ke setiap sudut namun tidak menemukan Brayen.

"Kemana Dia???",gumam Bella dan memilih duduk di sofa.

Brayen baru saja kembali dari mini market membeli snack dan juga minuman.

"Loh baby kamu di sini???",tanya Brayen saat melihat Bella duduk di sofa.

"Iya,kamu dari mana saja??",tanya Bella.

"Nih beli minum sama cemilan!!",jawab Brayen menunjukkan tentengannya.

"Emangnya ada apa???kenapa kamu terlihat khawatir sekali???",tanya Brayen mendaratkan bokongnya di sebelah Bella.

"Perceraian Aku mulai bocor ke media,bahkan mereka juga menyeret nama kamu",jawab Bella membuat Brayen terdiam sesaat.

"Kenapa bisa bocor???apa ada yang mengkhianati kita??",tanya Brayen yang di jawab Bella dengan gelengan kepala.

"Rossy bilang kita harus klarifikasi soal ini,kalau tidak semua kerjasama bisa terancam batal",ucap Bella benar-benar kalut untuk saat ini.

"Kalau begitu kita akan lakukan itu!!!",ucap Brayen mantap.

"Tapi nantinya pasti akan banyak pertanyaan soal hubungan kita,aku nggak mau kamu di cap sebagai perusak rumah tangga orang nantinya,spekulasi publik akan buruk tentang kamu",ucap Bella cemas.

"Nggak apa-apa,kita akan hadapi ini sama-sama!!!lama atau lambat mereka akan tahu juga,lebih baik kita hadapi sekarang dari pada nanti saat kita sudah menikah itu akan lebih buruk lagi",jawab Brayen menggenggam tangan Bella.

"Humm baiklah!!",ucap Bella mengangguk.

Brayen membawa Bella dalam pelukannya.

"Aku kan selalu ada untuk kamu!!!",ucap Brayen mengusap punggung Bella.

Bella sekarang merasa lebih baik,tidak cemas dan khawatir seperti tadi.Brayen memang selalu bisa menenangkan nya.

***

Jhosua baru saja sampai di rumahnya saat pukul 08.00 malam.

"Huft!!capeknya!!!",ucap Jhosua menyenderkan punggungnya di sofa masih dengan jas dokternya.

Dirumah ini Jhosua hanya tinggal sendiri tanpa ada pembantu atau tukang bersih-bersih.Mengingat dirinya yang sangat sibuk membuat Jhosua kepikiran untuk mencari asisten rumah tangga.

Jhosua mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Hallo???

"Iya,kenapa Jho????",tanya Vanessa.

Orang yang di hubungi oleh Jhosua adalah Vanessa.

"Kamu tahu orang yang bisa buat bersih-bersih nggak Ness???kayak asisten rumah tangga gitu",tanya Jhosua.

"Emangnya Aku agen ART apa???kenapa nanya nya sama Aku???",kesal Vanessa dirinya baru saja hendak merebahkan tubuhnya di kasur.

"Kamu kan tahu segalanya Ness!!!masak Aku tanya itu aja marah!!",balas Jhosua.

"Besok Aku tanya sama ibu-ibu dekat kost siapa tahu ada yang mau!!",balas Vanessa akhirnya.

"Ok Ness kalau bisa secepatnya ya,soalnya Aku nggak sempat beres-beres rumah,pulang kerja udah capek banget,makan aja sering beli di luar",ucap Jhosua.

"Makanya cari bini biar ada yang masakin!!",cibir Vanessa.

"Ya udah kamu aja yang masak dan bersih-bersih buat Aku!!",seloroh Jhosua.

"Ogah!!emang Aku pembantu apa!!",kesal Vanessa.

"Yang bilang kamu pembantu siapa???",tanya Jhosua.

"Terus apa??satpam komplek???",kesal Vanessa.

"Hahahah jadi Isteri Aku aja mau nggak??",goda Jhosua.

"Dasar gila!!!!!",balas Vanessa memutuskan sambungan teleponnya lebih dulu.

Jhosua terkekeh mendengar umpatan Vanessa.

"Hehehehe Ness Ness,pasti sekarang kamu lagi mete-mete karena kesal.

"Lagian gue bisa-bisanya malah godain tuh anak",gumam Jhosua tersenyum.

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

locu... kocak abis rayuan nya

2023-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dokter Magang
2 Bab 2 Jhosua kecewa
3 Bab 3 Wakil Direktur
4 Bab 4 Perselingkuhan Bella
5 Bab 5 Pil KB
6 Bab 6 Cerai
7 Bab 7 Partner Terbaik
8 Bab 8 Ketuk Palu
9 Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10 Bab 10 Menggoda Vanessa
11 Bab 11 Wakil Direktur
12 Bab 12 Pulang Bersama Bram
13 Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14 Bab 14 Dinner
15 Bab 15 Di Paksa Bram
16 Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17 Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18 Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19 Bab 19 Sarapan Bersama
20 Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21 Bab 21 Kejujuran Vanessa
22 Bab 22 Memaafkan Vanessa
23 Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24 Bab 24 Keramahan Vanessa
25 Bab 25 Bram Lagi
26 Bab 26 Semakin Dekat
27 Bab 27 Forehead Kiss
28 Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29 Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30 Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31 Bab 31 Ungkapan Perasaan
32 Bab 32 Ledekan Edward
33 Bab 33 Ulah Merry
34 Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35 Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38 Bab 38 Talak Bram
39 bab 39 Duda Memang Meresahkan
40 Bab 40 Lari Pagi
41 Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42 Bab 42 Orang Asing
43 Bab 43 Will You Marry Me ??
44 Bab 44 Dua Minggu Lagi
45 Bab 45 Manjanya Jhosua
46 Bab 46 Dina Dan Dimas
47 Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48 Bab 48 Obsesi Bram
49 Bab 49 Menjaga Vanessa
50 Bab 50 Kedatangan Bram
51 Bab 51 Kegilaan Bram
52 Bab 52 Vanessa terluka
53 Bab 53 Persiapan Pernikahan
54 Bab 54 Pengumuman
55 Bab 55 Curhatan Dina
56 Bab 56 Lukanya Sovia
57 Bab 57 Sah
58 Bab 58 Resepsi
59 Bab 59 Malam Pertama part 1
60 Bab 60 Malam pertama Part II
61 Bab 61 Dua Pilihan
62 Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63 Bab 63 Kali Ke-Dua
64 Bab 64 Jalan-jalan
65 Bab 65 Pertemuan
66 Episode 66 Bella Panas
67 Bab 67 Keromantisan Pasutri
68 Bab 68 Rahasia Edward
69 Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70 Bab 70 Vanessa kecewa
71 Bab 71 Tidak Salah Memilih
72 Bab 72 Kehamilan Vanessa
73 Bab 73 Mahen dan Sovia
74 Bab 74 Ketahuan Vanessa
75 Bab 75 Perasaan Iri Bella
76 Bab 76 Kekesalan Brayen
77 Bab 77 Papa Baru Maura
78 Bab 78 Edward Pingsan
79 Bab 79 Menemui Brayen
80 Bab 80 Keputusan Edward
81 Bab 81 Memulai Dari Awal
82 Bab 82 Nasehat Edward
83 Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84 Bab 84 Selusin Anak
85 Bab 85 Hot Duda
86 Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87 Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88 Bab 88 Kembali Bersama
89 Bab 89 Melahirkan
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Dokter Magang
2
Bab 2 Jhosua kecewa
3
Bab 3 Wakil Direktur
4
Bab 4 Perselingkuhan Bella
5
Bab 5 Pil KB
6
Bab 6 Cerai
7
Bab 7 Partner Terbaik
8
Bab 8 Ketuk Palu
9
Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10
Bab 10 Menggoda Vanessa
11
Bab 11 Wakil Direktur
12
Bab 12 Pulang Bersama Bram
13
Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14
Bab 14 Dinner
15
Bab 15 Di Paksa Bram
16
Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17
Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18
Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19
Bab 19 Sarapan Bersama
20
Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21
Bab 21 Kejujuran Vanessa
22
Bab 22 Memaafkan Vanessa
23
Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24
Bab 24 Keramahan Vanessa
25
Bab 25 Bram Lagi
26
Bab 26 Semakin Dekat
27
Bab 27 Forehead Kiss
28
Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29
Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30
Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31
Bab 31 Ungkapan Perasaan
32
Bab 32 Ledekan Edward
33
Bab 33 Ulah Merry
34
Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38
Bab 38 Talak Bram
39
bab 39 Duda Memang Meresahkan
40
Bab 40 Lari Pagi
41
Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42
Bab 42 Orang Asing
43
Bab 43 Will You Marry Me ??
44
Bab 44 Dua Minggu Lagi
45
Bab 45 Manjanya Jhosua
46
Bab 46 Dina Dan Dimas
47
Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48
Bab 48 Obsesi Bram
49
Bab 49 Menjaga Vanessa
50
Bab 50 Kedatangan Bram
51
Bab 51 Kegilaan Bram
52
Bab 52 Vanessa terluka
53
Bab 53 Persiapan Pernikahan
54
Bab 54 Pengumuman
55
Bab 55 Curhatan Dina
56
Bab 56 Lukanya Sovia
57
Bab 57 Sah
58
Bab 58 Resepsi
59
Bab 59 Malam Pertama part 1
60
Bab 60 Malam pertama Part II
61
Bab 61 Dua Pilihan
62
Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63
Bab 63 Kali Ke-Dua
64
Bab 64 Jalan-jalan
65
Bab 65 Pertemuan
66
Episode 66 Bella Panas
67
Bab 67 Keromantisan Pasutri
68
Bab 68 Rahasia Edward
69
Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70
Bab 70 Vanessa kecewa
71
Bab 71 Tidak Salah Memilih
72
Bab 72 Kehamilan Vanessa
73
Bab 73 Mahen dan Sovia
74
Bab 74 Ketahuan Vanessa
75
Bab 75 Perasaan Iri Bella
76
Bab 76 Kekesalan Brayen
77
Bab 77 Papa Baru Maura
78
Bab 78 Edward Pingsan
79
Bab 79 Menemui Brayen
80
Bab 80 Keputusan Edward
81
Bab 81 Memulai Dari Awal
82
Bab 82 Nasehat Edward
83
Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84
Bab 84 Selusin Anak
85
Bab 85 Hot Duda
86
Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87
Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88
Bab 88 Kembali Bersama
89
Bab 89 Melahirkan
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!