Bab 2 Jhosua kecewa

Bella sampai sore harinya.Dia berniat mengeluarkan kopernya dari mobil Brayen.

"Biar aku saja Bell!!",ucap Brayen membuat pergerakan tangannya terhenti.

"Baiklah!!",jawab Bella tersenyum.

Senyuman yang dari dulu selalu memabukkan hati Brayen.Berhasil memporak-porandakan hatinya kepada Bella.Namun sayang semua itu tersimpan rapat dalam hatinya tanpa Bella tahu.Apalagi sekarang Bella sudah menikah setahun lalu.

***

Malam pun tiba namun kabar dari Bella belum ada,akhirnya Jhosua menelepon istrinya terlebih dahulu.

"Hallo Bell apa kamu sudah sampai??",tanya Jhosua kala panggilan itu di jawab.

"Sudah Mas,aku baru sampai sore tadi",jawab Bella yang sedang makan malam dengan Brayen.

"Kenapa kamu tidak mengabariku??",tanya Jhosua kecewa.

"Maaf Mas, Aku lupa karena tadi kecapean terus ketiduran di hotel tempat aku menginap",jawab Bella beralasan.

"Ya sudah,selamat malam!!",balas Jhosua memutuskan panggilan terlebih dahulu.

"Heh!!", Jhosua tersenyum miris menertawai dirinya sendiri.

"Hubungan seperti apa yang kita jalani sekarang Bella??kamu telah banyak berubah sekarang,bukan seperti Bella yang Aku kenal dulu.Bahkan setiap mamamu menghina Aku,kamu hanya diam tidak ingin membelaku sama sekali.

"Apa sebegitu rendahnya Aku di mata kalian??yang hanya berstatuskan sebagai Dokter magang ",monolog Jhosua di dalam ruangannya kerjanya.

Hidup seorang diri tanpa adanya orang tua membuat dirinya semakin tidak berarti.Istri yang dulunya selalu ada untuknya sekarang seolah tidak peduli dengan keberadaannya.Dia lebih mementingkan karirnya yang tengah meroket tinggi.

***

Sementara itu di kota berbeda Bella tengah menikmati makan malamnya bersama Brayen.Entah kenapa setiap melihat tatapan pri itu kepadanya membuat hatinya merasa nyaman.Entah karena mereka sering bertemu dan bekerja sama atau apa itu Bella juga tidak mengerti.Sampai-sampai untuk mengabari suaminya saja dia bisa lupa dan berbohong kalau tadi dia ketiduran.

"Kenapa kamu berbohong???",tanya Brayen yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Bella dengan suaminya.

Karena Dia tahu kalau Bella sedari tadi bersamanya di taman yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Bahkan sampai sekarang mereka belum kembali dan tengah makan malam bersama di luar hotel tersebut.

"Entahlah akhir-akhir ini hub kami sering tidak baik!!",jawab Bella kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

"Kenapa??bukankah kalian baru saja setahun menikah",tanya Brayen yang merasa tertarik mendengar cerita Bella wanita yang sudah lama ia sukai.

"Mama ku tidak suka dengannya,bahkan jauh sebelum kita menikah!!",jawab Bella.

"Apa??lalu kenapa kalian bisa menikah juga akhirnya??",tanya Brayen sedikit terkejut mendengarnya.

"Hehe Aku mengancam tidak akan menikah kalau bukan menikah dengannya",jawab Bella menertawai dirinya.

"Pasti kamu sangat mencintai suamimu itu??",pancing Brayen agar Bella mau lebih dalam membahas rumah tangganya.

"Entahlah Bray, Aku juga bingung dengan perasaanku saat ini",jawab Bella menunduk.

"Wajar kalau rumah tangga ada pasang surutnya Bell,jadi tenang saja semuanya akan baik-baik saja",ucap Brayen tersenyum seolah menenangkan Bella.

Padahal di dalam hatinya saat ini tengah menyusun rencana agar bisa masuk ke dalam hati Bella yang sedang gamang ini.

"Tapi masalahnya.mamaku semakin tidak suka saja terhadap Jhosua",jawab Bella yang seolah-olah tidak ada malunya mengungkap kisah rumah tangga mereka kepada orang lain.

"Kalau aku boleh tahu kenapa Mama kamu tidak suka??",tanya Brayen.

"Karena pekerjaannya hanya sebatas Dokter magang di rumah sakit tempatnya bekerja",jawab Bella yang membuat Brayen makin terkejut namun setelah itu dia menarik sudut bibirnya.

"Kasihan sekali suami kamu Bell",ucap Brayen drama.

"Sudahlah,lebih baik kita kembali sekarang aku mau istirahat ",jawab Bella mengalihkan pembicaraan karena sudah terlalu banyak bercerita kepada Brayen.

"Baiklah cantik!!",puji Brayen merayu Bella yang membuat wanita itu tersenyum dengan pipi merona.

***

Paginya Jhosua sudah siap dengan stelan jas dokternya.Dia turun ke bawah menuju garasi tempat motornya berada.

"Ck!! capek-capek kerja pagi-pagi buta ujungnya cuma jadi Dokter magang aja!!",sindir Merry yang tidak ada capeknya menghina menantunya itu.

Jhosua sama seperti biasanya,tidak menghiraukan segala ucapan mertuanya yang membuat Merry semakin jengkel karena di abaikan.

"Kayaknya lelaki yang menjemput Bella kemarin lebih mapan,dari mobil yang di bawanya saja sudah terlihat kalau dia orang kaya",ucap Merry yang berhasil mengalihkan atensi Jhosua dari motornya.

"Maksud Mama apa??",tanya Jhosua melangkahkan kakinya mendekati Merry.

"Jadi kamu tidak tahu dengan siap istrimu pergi??",cibir Merry yang membuat Jhosua mengepalkan tangannya kuat.

"Apa di pergi dengan laki-laki??",gumam Jhosua yang membuat Merry tersenyum remeh menatapnya dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan Jhosua dengan segala pemikirannya.

***

Bella baru saja selesai di makeup,dia mengenakan pakaian yang sedikit terbuka yang memperlihatkan kaki jenjangnya hingga ke belahan paha.

"Perfect Bell!!!kamu selalu cantik dan mempesona",puji managernya.

Sedangkan di ruang berbeda Brayen yang akan menjadi temannya untuk sesi pemotretan kali ini juga sudah siap dengan stelan jas dokternya.

Mereka keluar dari tempat masing-masing menuju tempat pemotretan.

"Glekk!!!", Brayen menelan ludahnya kala melihat penampilan Bella yang lebih berani kali ini.

Menggunakan gaun merah terang dengan belahan dada rendah,di tambah dengan belahan gaun panjang hingga sampai ke pahanya.

"Gila!! Bella seksi banget!!",batin Brayen tanpa berkedip sedikitpun melihat betapa seksinya penampilan Bella sekarang.

Pemotretan pun di mulai,berbagai pose di abadikan oleh fotografer profesional.Ada pose dimana Brayen memeluk tubuh ramping Bella dari belakang,di bantu dengan Bella yang memegang pipi Brayen secara sensual dengan membelakanginya.

Pose itu membuat keduanya sedikit lebih intim.Hembusan nafas Brayen terasa hangat menyapu tengkuk Bella yang membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda.Brayen menyadari kegelisahan Bella yang membuatnya tersenyum menyeringai.

***

Jhosua termenung di ruangannya memikirkan perkataan mertuanya tadi.Dia baru saja selesai memeriksa pasien.

"Jho kamu di minta ke ruangan Dokter Edward!!!",ucap Vanessa membuyarkan lamunannya.

Dokter Edward adalah pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.

"Hah??ngapain??",tanya Jhosua terkejut.

"nggak tahu!!",jawab Vanessa mengangkat bahunya.

Jhosua berdiri dari duduknya,berharap tidak ada kesalahan yang di buatnya.

Sepanjang jalan banyak perawat ataupun pasien yang datang periksa mengagumi ketampanan Dokter magang tersebut.

"Dokter Jhosua makin tampan saja ya??

"iya,makin hari ketampanannya makin bertambah,tapi sayang udah punya istri",begitulah kekaguman yang terlontar dari siapapun yang melihatnya terutama kaum hawa.

Jhosua menarik nafas dalam sebelum mengetuk pintu ruangan pemilik rumah sakit tersebut.

"tok tok tok !!

"Masuk!!",jawab Dokter yang sudah tua itu dari dalam.

Jhosua menarik handle pintu dan masuk ke salam ruangan tersebut.

"Apakah Dokter memanggil saya??",tanya Jhosua berdiri di depan meja yang menjadi penghalang antara keduanya.

"Duduklah!!",ucap Dokter Edward.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

mampir thor

2024-02-14

0

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

mantap ceritanya...

2023-10-19

2

Beerus

Beerus

Ini novel asyik banget thor, keep going!

2023-08-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dokter Magang
2 Bab 2 Jhosua kecewa
3 Bab 3 Wakil Direktur
4 Bab 4 Perselingkuhan Bella
5 Bab 5 Pil KB
6 Bab 6 Cerai
7 Bab 7 Partner Terbaik
8 Bab 8 Ketuk Palu
9 Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10 Bab 10 Menggoda Vanessa
11 Bab 11 Wakil Direktur
12 Bab 12 Pulang Bersama Bram
13 Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14 Bab 14 Dinner
15 Bab 15 Di Paksa Bram
16 Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17 Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18 Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19 Bab 19 Sarapan Bersama
20 Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21 Bab 21 Kejujuran Vanessa
22 Bab 22 Memaafkan Vanessa
23 Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24 Bab 24 Keramahan Vanessa
25 Bab 25 Bram Lagi
26 Bab 26 Semakin Dekat
27 Bab 27 Forehead Kiss
28 Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29 Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30 Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31 Bab 31 Ungkapan Perasaan
32 Bab 32 Ledekan Edward
33 Bab 33 Ulah Merry
34 Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35 Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38 Bab 38 Talak Bram
39 bab 39 Duda Memang Meresahkan
40 Bab 40 Lari Pagi
41 Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42 Bab 42 Orang Asing
43 Bab 43 Will You Marry Me ??
44 Bab 44 Dua Minggu Lagi
45 Bab 45 Manjanya Jhosua
46 Bab 46 Dina Dan Dimas
47 Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48 Bab 48 Obsesi Bram
49 Bab 49 Menjaga Vanessa
50 Bab 50 Kedatangan Bram
51 Bab 51 Kegilaan Bram
52 Bab 52 Vanessa terluka
53 Bab 53 Persiapan Pernikahan
54 Bab 54 Pengumuman
55 Bab 55 Curhatan Dina
56 Bab 56 Lukanya Sovia
57 Bab 57 Sah
58 Bab 58 Resepsi
59 Bab 59 Malam Pertama part 1
60 Bab 60 Malam pertama Part II
61 Bab 61 Dua Pilihan
62 Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63 Bab 63 Kali Ke-Dua
64 Bab 64 Jalan-jalan
65 Bab 65 Pertemuan
66 Episode 66 Bella Panas
67 Bab 67 Keromantisan Pasutri
68 Bab 68 Rahasia Edward
69 Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70 Bab 70 Vanessa kecewa
71 Bab 71 Tidak Salah Memilih
72 Bab 72 Kehamilan Vanessa
73 Bab 73 Mahen dan Sovia
74 Bab 74 Ketahuan Vanessa
75 Bab 75 Perasaan Iri Bella
76 Bab 76 Kekesalan Brayen
77 Bab 77 Papa Baru Maura
78 Bab 78 Edward Pingsan
79 Bab 79 Menemui Brayen
80 Bab 80 Keputusan Edward
81 Bab 81 Memulai Dari Awal
82 Bab 82 Nasehat Edward
83 Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84 Bab 84 Selusin Anak
85 Bab 85 Hot Duda
86 Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87 Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88 Bab 88 Kembali Bersama
89 Bab 89 Melahirkan
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Dokter Magang
2
Bab 2 Jhosua kecewa
3
Bab 3 Wakil Direktur
4
Bab 4 Perselingkuhan Bella
5
Bab 5 Pil KB
6
Bab 6 Cerai
7
Bab 7 Partner Terbaik
8
Bab 8 Ketuk Palu
9
Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10
Bab 10 Menggoda Vanessa
11
Bab 11 Wakil Direktur
12
Bab 12 Pulang Bersama Bram
13
Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14
Bab 14 Dinner
15
Bab 15 Di Paksa Bram
16
Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17
Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18
Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19
Bab 19 Sarapan Bersama
20
Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21
Bab 21 Kejujuran Vanessa
22
Bab 22 Memaafkan Vanessa
23
Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24
Bab 24 Keramahan Vanessa
25
Bab 25 Bram Lagi
26
Bab 26 Semakin Dekat
27
Bab 27 Forehead Kiss
28
Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29
Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30
Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31
Bab 31 Ungkapan Perasaan
32
Bab 32 Ledekan Edward
33
Bab 33 Ulah Merry
34
Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38
Bab 38 Talak Bram
39
bab 39 Duda Memang Meresahkan
40
Bab 40 Lari Pagi
41
Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42
Bab 42 Orang Asing
43
Bab 43 Will You Marry Me ??
44
Bab 44 Dua Minggu Lagi
45
Bab 45 Manjanya Jhosua
46
Bab 46 Dina Dan Dimas
47
Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48
Bab 48 Obsesi Bram
49
Bab 49 Menjaga Vanessa
50
Bab 50 Kedatangan Bram
51
Bab 51 Kegilaan Bram
52
Bab 52 Vanessa terluka
53
Bab 53 Persiapan Pernikahan
54
Bab 54 Pengumuman
55
Bab 55 Curhatan Dina
56
Bab 56 Lukanya Sovia
57
Bab 57 Sah
58
Bab 58 Resepsi
59
Bab 59 Malam Pertama part 1
60
Bab 60 Malam pertama Part II
61
Bab 61 Dua Pilihan
62
Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63
Bab 63 Kali Ke-Dua
64
Bab 64 Jalan-jalan
65
Bab 65 Pertemuan
66
Episode 66 Bella Panas
67
Bab 67 Keromantisan Pasutri
68
Bab 68 Rahasia Edward
69
Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70
Bab 70 Vanessa kecewa
71
Bab 71 Tidak Salah Memilih
72
Bab 72 Kehamilan Vanessa
73
Bab 73 Mahen dan Sovia
74
Bab 74 Ketahuan Vanessa
75
Bab 75 Perasaan Iri Bella
76
Bab 76 Kekesalan Brayen
77
Bab 77 Papa Baru Maura
78
Bab 78 Edward Pingsan
79
Bab 79 Menemui Brayen
80
Bab 80 Keputusan Edward
81
Bab 81 Memulai Dari Awal
82
Bab 82 Nasehat Edward
83
Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84
Bab 84 Selusin Anak
85
Bab 85 Hot Duda
86
Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87
Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88
Bab 88 Kembali Bersama
89
Bab 89 Melahirkan
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!