Bella sampai sore harinya.Dia berniat mengeluarkan kopernya dari mobil Brayen.
"Biar aku saja Bell!!",ucap Brayen membuat pergerakan tangannya terhenti.
"Baiklah!!",jawab Bella tersenyum.
Senyuman yang dari dulu selalu memabukkan hati Brayen.Berhasil memporak-porandakan hatinya kepada Bella.Namun sayang semua itu tersimpan rapat dalam hatinya tanpa Bella tahu.Apalagi sekarang Bella sudah menikah setahun lalu.
***
Malam pun tiba namun kabar dari Bella belum ada,akhirnya Jhosua menelepon istrinya terlebih dahulu.
"Hallo Bell apa kamu sudah sampai??",tanya Jhosua kala panggilan itu di jawab.
"Sudah Mas,aku baru sampai sore tadi",jawab Bella yang sedang makan malam dengan Brayen.
"Kenapa kamu tidak mengabariku??",tanya Jhosua kecewa.
"Maaf Mas, Aku lupa karena tadi kecapean terus ketiduran di hotel tempat aku menginap",jawab Bella beralasan.
"Ya sudah,selamat malam!!",balas Jhosua memutuskan panggilan terlebih dahulu.
"Heh!!", Jhosua tersenyum miris menertawai dirinya sendiri.
"Hubungan seperti apa yang kita jalani sekarang Bella??kamu telah banyak berubah sekarang,bukan seperti Bella yang Aku kenal dulu.Bahkan setiap mamamu menghina Aku,kamu hanya diam tidak ingin membelaku sama sekali.
"Apa sebegitu rendahnya Aku di mata kalian??yang hanya berstatuskan sebagai Dokter magang ",monolog Jhosua di dalam ruangannya kerjanya.
Hidup seorang diri tanpa adanya orang tua membuat dirinya semakin tidak berarti.Istri yang dulunya selalu ada untuknya sekarang seolah tidak peduli dengan keberadaannya.Dia lebih mementingkan karirnya yang tengah meroket tinggi.
***
Sementara itu di kota berbeda Bella tengah menikmati makan malamnya bersama Brayen.Entah kenapa setiap melihat tatapan pri itu kepadanya membuat hatinya merasa nyaman.Entah karena mereka sering bertemu dan bekerja sama atau apa itu Bella juga tidak mengerti.Sampai-sampai untuk mengabari suaminya saja dia bisa lupa dan berbohong kalau tadi dia ketiduran.
"Kenapa kamu berbohong???",tanya Brayen yang tidak sengaja mendengar pembicaraan Bella dengan suaminya.
Karena Dia tahu kalau Bella sedari tadi bersamanya di taman yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Bahkan sampai sekarang mereka belum kembali dan tengah makan malam bersama di luar hotel tersebut.
"Entahlah akhir-akhir ini hub kami sering tidak baik!!",jawab Bella kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Kenapa??bukankah kalian baru saja setahun menikah",tanya Brayen yang merasa tertarik mendengar cerita Bella wanita yang sudah lama ia sukai.
"Mama ku tidak suka dengannya,bahkan jauh sebelum kita menikah!!",jawab Bella.
"Apa??lalu kenapa kalian bisa menikah juga akhirnya??",tanya Brayen sedikit terkejut mendengarnya.
"Hehe Aku mengancam tidak akan menikah kalau bukan menikah dengannya",jawab Bella menertawai dirinya.
"Pasti kamu sangat mencintai suamimu itu??",pancing Brayen agar Bella mau lebih dalam membahas rumah tangganya.
"Entahlah Bray, Aku juga bingung dengan perasaanku saat ini",jawab Bella menunduk.
"Wajar kalau rumah tangga ada pasang surutnya Bell,jadi tenang saja semuanya akan baik-baik saja",ucap Brayen tersenyum seolah menenangkan Bella.
Padahal di dalam hatinya saat ini tengah menyusun rencana agar bisa masuk ke dalam hati Bella yang sedang gamang ini.
"Tapi masalahnya.mamaku semakin tidak suka saja terhadap Jhosua",jawab Bella yang seolah-olah tidak ada malunya mengungkap kisah rumah tangga mereka kepada orang lain.
"Kalau aku boleh tahu kenapa Mama kamu tidak suka??",tanya Brayen.
"Karena pekerjaannya hanya sebatas Dokter magang di rumah sakit tempatnya bekerja",jawab Bella yang membuat Brayen makin terkejut namun setelah itu dia menarik sudut bibirnya.
"Kasihan sekali suami kamu Bell",ucap Brayen drama.
"Sudahlah,lebih baik kita kembali sekarang aku mau istirahat ",jawab Bella mengalihkan pembicaraan karena sudah terlalu banyak bercerita kepada Brayen.
"Baiklah cantik!!",puji Brayen merayu Bella yang membuat wanita itu tersenyum dengan pipi merona.
***
Paginya Jhosua sudah siap dengan stelan jas dokternya.Dia turun ke bawah menuju garasi tempat motornya berada.
"Ck!! capek-capek kerja pagi-pagi buta ujungnya cuma jadi Dokter magang aja!!",sindir Merry yang tidak ada capeknya menghina menantunya itu.
Jhosua sama seperti biasanya,tidak menghiraukan segala ucapan mertuanya yang membuat Merry semakin jengkel karena di abaikan.
"Kayaknya lelaki yang menjemput Bella kemarin lebih mapan,dari mobil yang di bawanya saja sudah terlihat kalau dia orang kaya",ucap Merry yang berhasil mengalihkan atensi Jhosua dari motornya.
"Maksud Mama apa??",tanya Jhosua melangkahkan kakinya mendekati Merry.
"Jadi kamu tidak tahu dengan siap istrimu pergi??",cibir Merry yang membuat Jhosua mengepalkan tangannya kuat.
"Apa di pergi dengan laki-laki??",gumam Jhosua yang membuat Merry tersenyum remeh menatapnya dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan Jhosua dengan segala pemikirannya.
***
Bella baru saja selesai di makeup,dia mengenakan pakaian yang sedikit terbuka yang memperlihatkan kaki jenjangnya hingga ke belahan paha.
"Perfect Bell!!!kamu selalu cantik dan mempesona",puji managernya.
Sedangkan di ruang berbeda Brayen yang akan menjadi temannya untuk sesi pemotretan kali ini juga sudah siap dengan stelan jas dokternya.
Mereka keluar dari tempat masing-masing menuju tempat pemotretan.
"Glekk!!!", Brayen menelan ludahnya kala melihat penampilan Bella yang lebih berani kali ini.
Menggunakan gaun merah terang dengan belahan dada rendah,di tambah dengan belahan gaun panjang hingga sampai ke pahanya.
"Gila!! Bella seksi banget!!",batin Brayen tanpa berkedip sedikitpun melihat betapa seksinya penampilan Bella sekarang.
Pemotretan pun di mulai,berbagai pose di abadikan oleh fotografer profesional.Ada pose dimana Brayen memeluk tubuh ramping Bella dari belakang,di bantu dengan Bella yang memegang pipi Brayen secara sensual dengan membelakanginya.
Pose itu membuat keduanya sedikit lebih intim.Hembusan nafas Brayen terasa hangat menyapu tengkuk Bella yang membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda.Brayen menyadari kegelisahan Bella yang membuatnya tersenyum menyeringai.
***
Jhosua termenung di ruangannya memikirkan perkataan mertuanya tadi.Dia baru saja selesai memeriksa pasien.
"Jho kamu di minta ke ruangan Dokter Edward!!!",ucap Vanessa membuyarkan lamunannya.
Dokter Edward adalah pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
"Hah??ngapain??",tanya Jhosua terkejut.
"nggak tahu!!",jawab Vanessa mengangkat bahunya.
Jhosua berdiri dari duduknya,berharap tidak ada kesalahan yang di buatnya.
Sepanjang jalan banyak perawat ataupun pasien yang datang periksa mengagumi ketampanan Dokter magang tersebut.
"Dokter Jhosua makin tampan saja ya??
"iya,makin hari ketampanannya makin bertambah,tapi sayang udah punya istri",begitulah kekaguman yang terlontar dari siapapun yang melihatnya terutama kaum hawa.
Jhosua menarik nafas dalam sebelum mengetuk pintu ruangan pemilik rumah sakit tersebut.
"tok tok tok !!
"Masuk!!",jawab Dokter yang sudah tua itu dari dalam.
Jhosua menarik handle pintu dan masuk ke salam ruangan tersebut.
"Apakah Dokter memanggil saya??",tanya Jhosua berdiri di depan meja yang menjadi penghalang antara keduanya.
"Duduklah!!",ucap Dokter Edward.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Soraya
mampir thor
2024-02-14
0
Nurul Hikmah
mantap ceritanya...
2023-10-19
2
Beerus
Ini novel asyik banget thor, keep going!
2023-08-25
2