3 bulan berlalu setelah perceraian.Bella akhirnya menikah juga dengan Brayen.Namun sebelum itu mereka mengadakan konferensi pers depan awak media untuk meluruskan permasalahan yang terjadi.
Brayen mengakui kalau Dia memang memiliki hubungan dengan Bella tapi bukan dialah penyebab perceraian kedua-nya.
Dia mengakui menjalin hubungan dua bulan setelah perceraian Bella dan memutuskan untuk segera menikahi Bella karena tidak ingin pacaran terlalu lama.
Banyak dari publik yang percaya tapi juga tidak sedikit meragukan penjelasan mereka.Yang jelas sekarang kedua-nya sudah menikah dan sudah sah menjadi suami isteri.
Berita pernikahan mereka di siarkan oleh berbagai timeline berita.
"Jho???",sapa Vanessa.
"Humm!!",balas Jhosua masih fokus pada kertas dan pena di tangannya.
"Kamu udah liat berita belum???",tanya Vanessa.
"Berita apa Ness???kamu nggak liat Aku lagi sibuk??",jawab Jhosua masih dengan posisi yang sama.
"Makanya liat dulu sini!!!!",gemas Vanessa menangkup kedua pipi Jhosua agar melihatnya.
Sesaat pandangan kedua-nya bertemu membuat jantung kedua-nya berdebar.
"Sial!!!ngapain juga pakai posisi kayak gini",gerutu Vanessa dalam hatinya.
"Ekkhm!!!!",Vanessa berdehem menurunkan tangannya dari wajah Jhosua.
Seketika suasana berubah jadi canggung.
Jhosua pun juga merasakan hal yang sama.
"Ada apa Ness???",tanya Jhosua berusaha sebiasa mungkin walaupun akhir-akhir ini jantungnya sering bermasalah bila berdekatan dengan gadis di depannya saat ini.
"Bella hari ini nikah!!",ucapnya seraya menunjukkan layar ponselnya tepat di depan wajah Jhosua.
Jhosua mengambil ponsel Vanessa yang menampilkan berita pernikahan Bella dengan Brayen.
"Baguslah!!!jadi mereka tidak terlibat dalam kubangan dosa lagi",balas Jhosua santai mengembalikan ponsel Vanessa.
"Emangnya kamu nggak marah atau cemburu Jho???",tanya Vanessa.
"Buat apa Ness,semuanya sudah hilang dan nggak berarti apa-apa lagi buat ku!!",jawab Jhosua.
"Oohh udah ada yang baru ya??",goda Vanessa menaik turunkan alisnya.
"Nggak juga,emang lebih baik sendiri aja sekarang ",jawab Jhosua.
"Ya udah,nanti kalau udah ada penggantinya jangan lupa beri tahu Aku!!",ucap Vanessa.
"Buat apa???",tanya Jhosua bingung.
"Biar Aku seleksi dulu agar nggak di selingkuhi lagi",seloroh Vanessa.
"Hahahaha kalau orangnya kamu gimana????",goda Jhosua balik.
"Hah???maksudnya???",tanya Vanessa cengo.
"Mau makan siang bareng nggak???",tawar Jhosua tanpa menjawab pertanyaan Vanessa.
Dia sendiri juga tidak mengerti kenapa bisa berkata demikian kepada sahabatnya satu ini.
"Boleh deh!!tapi traktir ya!!!",ucap Vanessa.
"Ok siap!!",jawab Jhosua berjalan lebih dulu diikuti oleh Vanessa di belakangnya.
Dokter Edward tidak sengaja melihat mereka berdua keluar rumah sakit.
"Anak itu ngakunya nggak suka,tapi nempel mulu kayak perangko!!",gumam Edward melihat punggung kedua-nya sudah masuk ke dalam kantin.
Mereka segera memesan makanan,karena sudah waktunya makan siang.
"Papa gimana Ness sehat???",tanya Jhosua membuka obrolan sebelum pesanan mereka datang.
"Alhamdulillah sehat,kenapa???",tanya Vanessa.
"Nggak apa-apa,pengen aja di kenalin sama papa kamu",ucap Jhosua membuat mata Vanessa membulat karena terkejut.
"Ngapain???",tanya Vanessa.
"Masak kita udah temenan lama tapi nggak kenal sama papa kamu,kalau aku sih wajar karena nggak punya siapa-siapa lagi",jawab Jhosua.
"Kapan-kapan deh!!sekarang kamu kan lagi sibuk juga,apalagi sekarang kamu sudah menjadi wakil Direktur",ucap Vanessa.
"Huft iya sih,tapi Aku senang setidaknya orang-orang nggak akan memandang rendah Aku lagi",balas Jhosua tersenyum.
"Sepertinya Dokter Edward akan bikin pengumuman deh soal jabatan kamu!!!",ucap Vanessa.
"Iya,kemarin Dia sudah obrolin hal ini dan acara serah jabatannya di adaain besok pagi",balas Jhosua.
"Humm!!!",Vanessa hanya mengangguk membenarkan karena Dia sudah tahu hal ini dari papanya.
"Tapi kamu tahu dari mana???perasaan Aku belum cerita soal ini deh",tanya Jhosua menatap Vanessa.
Vanessa yang di tanya seperti itu kelabakan sendiri.
"Itu anu!!!
"Ini pesanannya Pak,Buk!!!",ucap pemilik kantin.
"Mending makan dulu aja,udah lapar banget nih!!",ucap Vanessa mengalihkan perhatian Jhosua dan itu pun berhasil.
"Syukurlah kalau Dia nggak nanya itu lagi!!!",batin Vanessa sambil mengunyah makanannya.
***
Hari ini Bella dan Brayen tengah meladeni tamu yang datang.Pernikahan mereka begitu mewah,semua tamu undangan hadir dari berbagai kalangan.
"Akhirnya kesampaian juga punya menantu kaya!!",batin Merry menyalami beberapa tamu yang memberi selamat.
Awak media seperti tidak ingin kehilangan moment kedua-nya.Tak hentinya bidikan kamera ke arah mereka berdua.
"Mereka cocok ya!!",ucap salah satu tamu.
"Iya,sama-sama model yang satu cantik dan yang satunya tampan ",balas tamu lainnya.
"Iya sih,tapi lebih tampan mantan suaminya deh",ucap satu tamu.
"Iya benar,dengar-dengar mereka bercerai karena orang ke tiga tapi nggak tahu juga sih.
Begitulah kasak-kusuk tamu yang hadir di pernikahan mereka.
Sementara itu senyuman tidak pernah lepas dari wajah kedua-nya.
"Apa kamu lelah honey??",bisik Brayen tepat di telinga Bella.
"Lumayan!!",jawab Bella tersenyum.
"Sabar sebentar lagi,setelah ini aku akan menghilangkan capek mu!!",goda Brayen menaikkan alisnya.
"Dasar!!!",balas Bella malu dengan pipi merona.
Seperti orang baru jatuh cinta dan baru merasakan pernikahan saja bagi Bella.
***
Seperti pepatah badai pasti berlalu.Begitulah yang dirasakan Jhosua saat ini.Setelah badai pernikahan yang di laluinya,memiliki mertua dan isteri yang toxic dalam kehidupannya.Tak di hargai,hanya di pandang sebelah mata.Tapi hari ini semuanya bertepuk tangan menyaksikan dirinya yang sekarang menjadi wakil Direktur.
Vanessa masih dalam perannya yang hanya orang biasa dan tidak tahu apa-apa dalam hal ini.Padahal Dia sendiri yang berandil besar akan jabatan Jhosua sekarang.Bukan karena Vanessa merasa kasihan atau apa,tapi Dia merasa yakin kalau Jhosua memang pantas mendapatkan hal ini.Jhosua adalah Dokter terbaik yang memiliki kemampuan dan sangat ahli dalam menangani pasien-pasiennya.Hanya saja nasibnya belum beruntung sehingga Dia masih menjadi Dokter magang sebelum ini.
Tapi sekarang dunianya sudah berputar 180 derajat,Menjadi Dokter tetap sekaligus wakil Direktur di rumah sakit ini.
"Selamat ya Dok!!!",ucap salah satu rekan kerjanya sesama Dokter.
"Terimakasih Dokter Handy",balas Jhosua tersenyum.
"Saya nggak nyangka karir anda naik begitu cepat, sekian lama hanya berprofesi sebagai Dokter magang!!tapi saya yakin semua ini berkat kesabaran dan keahlian anda!!selama ini saya akui anda begitu hebat dan genius!!bahkan pasien-pasien sangat merasa nyaman dengan anda",ucap Handy mendukung penuh Jhosua.
"Terimakasih Dokter Handy,saya masih banyak kurangnya dan masih perlu belajar lagi dalam hal ini",balas Jhosua rendah hati.
"Saya akan bimbing anda kalau begitu",seloroh Handy tertawa.
"Hahahah dengan senang hati saya akan belajar dengan anda",balas Jhosua ikut tertawa.
Dokter Handy merupakan Dokter senior di rumah sakit ini.Usianya 3 tahun lebih muda dari Dokter Edward si pemilik rumah sakit ini.Dia begitu ramah kepada siapapun termasuk Jhosua.
Di hari bahagia Jhosua ada seseorang yang sakit hati akan terpilihnya Jhosua sebagai wakil Direktur.
"Seharusnya gue di posisi itu!!kenapa malah duda miskin itu!!",batinnya kesal dan marah tidak terima.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Nurul Hikmah
ada yang iri hati
2023-10-19
1