Bab 11 Wakil Direktur

3 bulan berlalu setelah perceraian.Bella akhirnya menikah juga dengan Brayen.Namun sebelum itu mereka mengadakan konferensi pers depan awak media untuk meluruskan permasalahan yang terjadi.

Brayen mengakui kalau Dia memang memiliki hubungan dengan Bella tapi bukan dialah penyebab perceraian kedua-nya.

Dia mengakui menjalin hubungan dua bulan setelah perceraian Bella dan memutuskan untuk segera menikahi Bella karena tidak ingin pacaran terlalu lama.

Banyak dari publik yang percaya tapi juga tidak sedikit meragukan penjelasan mereka.Yang jelas sekarang kedua-nya sudah menikah dan sudah sah menjadi suami isteri.

Berita pernikahan mereka di siarkan oleh berbagai timeline berita.

"Jho???",sapa Vanessa.

"Humm!!",balas Jhosua masih fokus pada kertas dan pena di tangannya.

"Kamu udah liat berita belum???",tanya Vanessa.

"Berita apa Ness???kamu nggak liat Aku lagi sibuk??",jawab Jhosua masih dengan posisi yang sama.

"Makanya liat dulu sini!!!!",gemas Vanessa menangkup kedua pipi Jhosua agar melihatnya.

Sesaat pandangan kedua-nya bertemu membuat jantung kedua-nya berdebar.

"Sial!!!ngapain juga pakai posisi kayak gini",gerutu Vanessa dalam hatinya.

"Ekkhm!!!!",Vanessa berdehem menurunkan tangannya dari wajah Jhosua.

Seketika suasana berubah jadi canggung.

Jhosua pun juga merasakan hal yang sama.

"Ada apa Ness???",tanya Jhosua berusaha sebiasa mungkin walaupun akhir-akhir ini jantungnya sering bermasalah bila berdekatan dengan gadis di depannya saat ini.

"Bella hari ini nikah!!",ucapnya seraya menunjukkan layar ponselnya tepat di depan wajah Jhosua.

Jhosua mengambil ponsel Vanessa yang menampilkan berita pernikahan Bella dengan Brayen.

"Baguslah!!!jadi mereka tidak terlibat dalam kubangan dosa lagi",balas Jhosua santai mengembalikan ponsel Vanessa.

"Emangnya kamu nggak marah atau cemburu Jho???",tanya Vanessa.

"Buat apa Ness,semuanya sudah hilang dan nggak berarti apa-apa lagi buat ku!!",jawab Jhosua.

"Oohh udah ada yang baru ya??",goda Vanessa menaik turunkan alisnya.

"Nggak juga,emang lebih baik sendiri aja sekarang ",jawab Jhosua.

"Ya udah,nanti kalau udah ada penggantinya jangan lupa beri tahu Aku!!",ucap Vanessa.

"Buat apa???",tanya Jhosua bingung.

"Biar Aku seleksi dulu agar nggak di selingkuhi lagi",seloroh Vanessa.

"Hahahaha kalau orangnya kamu gimana????",goda Jhosua balik.

"Hah???maksudnya???",tanya Vanessa cengo.

"Mau makan siang bareng nggak???",tawar Jhosua tanpa menjawab pertanyaan Vanessa.

Dia sendiri juga tidak mengerti kenapa bisa berkata demikian kepada sahabatnya satu ini.

"Boleh deh!!tapi traktir ya!!!",ucap Vanessa.

"Ok siap!!",jawab Jhosua berjalan lebih dulu diikuti oleh Vanessa di belakangnya.

Dokter Edward tidak sengaja melihat mereka berdua keluar rumah sakit.

"Anak itu ngakunya nggak suka,tapi nempel mulu kayak perangko!!",gumam Edward melihat punggung kedua-nya sudah masuk ke dalam kantin.

Mereka segera memesan makanan,karena sudah waktunya makan siang.

"Papa gimana Ness sehat???",tanya Jhosua membuka obrolan sebelum pesanan mereka datang.

"Alhamdulillah sehat,kenapa???",tanya Vanessa.

"Nggak apa-apa,pengen aja di kenalin sama papa kamu",ucap Jhosua membuat mata Vanessa membulat karena terkejut.

"Ngapain???",tanya Vanessa.

"Masak kita udah temenan lama tapi nggak kenal sama papa kamu,kalau aku sih wajar karena nggak punya siapa-siapa lagi",jawab Jhosua.

"Kapan-kapan deh!!sekarang kamu kan lagi sibuk juga,apalagi sekarang kamu sudah menjadi wakil Direktur",ucap Vanessa.

"Huft iya sih,tapi Aku senang setidaknya orang-orang nggak akan memandang rendah Aku lagi",balas Jhosua tersenyum.

"Sepertinya Dokter Edward akan bikin pengumuman deh soal jabatan kamu!!!",ucap Vanessa.

"Iya,kemarin Dia sudah obrolin hal ini dan  acara serah jabatannya di adaain besok pagi",balas Jhosua.

"Humm!!!",Vanessa hanya mengangguk membenarkan karena Dia sudah tahu hal ini dari papanya.

"Tapi kamu tahu dari mana???perasaan Aku belum cerita soal ini deh",tanya Jhosua menatap Vanessa.

Vanessa yang di tanya seperti itu kelabakan sendiri.

"Itu anu!!!

"Ini pesanannya Pak,Buk!!!",ucap pemilik kantin.

"Mending makan dulu aja,udah lapar banget nih!!",ucap Vanessa mengalihkan perhatian Jhosua dan itu pun berhasil.

"Syukurlah kalau Dia nggak nanya itu lagi!!!",batin Vanessa sambil mengunyah makanannya.

***

Hari ini Bella dan Brayen tengah meladeni tamu yang datang.Pernikahan mereka begitu mewah,semua tamu undangan hadir dari berbagai kalangan.

"Akhirnya kesampaian juga punya menantu kaya!!",batin Merry menyalami beberapa tamu yang memberi selamat.

Awak media seperti tidak ingin kehilangan moment kedua-nya.Tak hentinya bidikan kamera ke arah mereka berdua.

"Mereka cocok ya!!",ucap salah satu tamu.

"Iya,sama-sama model yang satu cantik dan yang satunya tampan ",balas tamu lainnya.

"Iya sih,tapi lebih tampan mantan suaminya deh",ucap satu tamu.

"Iya benar,dengar-dengar mereka bercerai karena orang ke tiga tapi nggak tahu juga sih.

Begitulah kasak-kusuk tamu yang hadir di pernikahan mereka.

Sementara itu senyuman tidak pernah lepas dari wajah kedua-nya.

"Apa kamu lelah honey??",bisik Brayen tepat di telinga Bella.

"Lumayan!!",jawab Bella tersenyum.

"Sabar sebentar lagi,setelah ini aku akan menghilangkan capek mu!!",goda Brayen menaikkan alisnya.

"Dasar!!!",balas Bella malu dengan pipi merona.

Seperti orang baru jatuh cinta dan baru merasakan pernikahan saja bagi Bella.

***

Seperti pepatah badai pasti berlalu.Begitulah yang dirasakan Jhosua saat ini.Setelah badai pernikahan yang di laluinya,memiliki mertua dan isteri yang toxic dalam kehidupannya.Tak di hargai,hanya di pandang sebelah mata.Tapi hari ini semuanya bertepuk tangan menyaksikan dirinya yang sekarang menjadi wakil Direktur.

Vanessa masih dalam perannya yang hanya orang biasa dan tidak tahu apa-apa dalam hal ini.Padahal Dia sendiri yang berandil besar akan jabatan Jhosua sekarang.Bukan karena Vanessa merasa kasihan atau apa,tapi Dia merasa yakin kalau Jhosua memang pantas mendapatkan hal ini.Jhosua adalah Dokter terbaik yang memiliki kemampuan dan sangat ahli dalam menangani pasien-pasiennya.Hanya saja nasibnya belum beruntung sehingga Dia masih menjadi Dokter magang sebelum ini.

Tapi sekarang dunianya sudah berputar 180 derajat,Menjadi Dokter tetap sekaligus wakil Direktur di rumah sakit ini.

"Selamat ya Dok!!!",ucap salah satu rekan kerjanya sesama Dokter.

"Terimakasih Dokter Handy",balas Jhosua tersenyum.

"Saya nggak nyangka karir anda naik begitu cepat, sekian lama hanya berprofesi sebagai Dokter magang!!tapi saya yakin semua ini berkat kesabaran dan keahlian anda!!selama ini saya akui anda begitu hebat dan genius!!bahkan pasien-pasien sangat merasa nyaman dengan anda",ucap Handy mendukung penuh Jhosua.

"Terimakasih Dokter Handy,saya masih banyak kurangnya dan masih perlu belajar lagi dalam hal ini",balas Jhosua rendah hati.

"Saya akan bimbing anda kalau begitu",seloroh Handy tertawa.

"Hahahah dengan senang hati saya akan belajar dengan anda",balas Jhosua ikut tertawa.

Dokter Handy merupakan Dokter senior di rumah sakit ini.Usianya 3 tahun lebih muda dari Dokter Edward si pemilik rumah sakit ini.Dia begitu ramah kepada siapapun termasuk Jhosua.

Di hari bahagia Jhosua ada seseorang yang sakit hati akan terpilihnya Jhosua sebagai wakil Direktur.

"Seharusnya gue di posisi itu!!kenapa malah duda miskin itu!!",batinnya kesal dan marah tidak terima.

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

ada yang iri hati

2023-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dokter Magang
2 Bab 2 Jhosua kecewa
3 Bab 3 Wakil Direktur
4 Bab 4 Perselingkuhan Bella
5 Bab 5 Pil KB
6 Bab 6 Cerai
7 Bab 7 Partner Terbaik
8 Bab 8 Ketuk Palu
9 Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10 Bab 10 Menggoda Vanessa
11 Bab 11 Wakil Direktur
12 Bab 12 Pulang Bersama Bram
13 Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14 Bab 14 Dinner
15 Bab 15 Di Paksa Bram
16 Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17 Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18 Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19 Bab 19 Sarapan Bersama
20 Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21 Bab 21 Kejujuran Vanessa
22 Bab 22 Memaafkan Vanessa
23 Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24 Bab 24 Keramahan Vanessa
25 Bab 25 Bram Lagi
26 Bab 26 Semakin Dekat
27 Bab 27 Forehead Kiss
28 Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29 Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30 Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31 Bab 31 Ungkapan Perasaan
32 Bab 32 Ledekan Edward
33 Bab 33 Ulah Merry
34 Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35 Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38 Bab 38 Talak Bram
39 bab 39 Duda Memang Meresahkan
40 Bab 40 Lari Pagi
41 Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42 Bab 42 Orang Asing
43 Bab 43 Will You Marry Me ??
44 Bab 44 Dua Minggu Lagi
45 Bab 45 Manjanya Jhosua
46 Bab 46 Dina Dan Dimas
47 Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48 Bab 48 Obsesi Bram
49 Bab 49 Menjaga Vanessa
50 Bab 50 Kedatangan Bram
51 Bab 51 Kegilaan Bram
52 Bab 52 Vanessa terluka
53 Bab 53 Persiapan Pernikahan
54 Bab 54 Pengumuman
55 Bab 55 Curhatan Dina
56 Bab 56 Lukanya Sovia
57 Bab 57 Sah
58 Bab 58 Resepsi
59 Bab 59 Malam Pertama part 1
60 Bab 60 Malam pertama Part II
61 Bab 61 Dua Pilihan
62 Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63 Bab 63 Kali Ke-Dua
64 Bab 64 Jalan-jalan
65 Bab 65 Pertemuan
66 Episode 66 Bella Panas
67 Bab 67 Keromantisan Pasutri
68 Bab 68 Rahasia Edward
69 Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70 Bab 70 Vanessa kecewa
71 Bab 71 Tidak Salah Memilih
72 Bab 72 Kehamilan Vanessa
73 Bab 73 Mahen dan Sovia
74 Bab 74 Ketahuan Vanessa
75 Bab 75 Perasaan Iri Bella
76 Bab 76 Kekesalan Brayen
77 Bab 77 Papa Baru Maura
78 Bab 78 Edward Pingsan
79 Bab 79 Menemui Brayen
80 Bab 80 Keputusan Edward
81 Bab 81 Memulai Dari Awal
82 Bab 82 Nasehat Edward
83 Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84 Bab 84 Selusin Anak
85 Bab 85 Hot Duda
86 Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87 Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88 Bab 88 Kembali Bersama
89 Bab 89 Melahirkan
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Dokter Magang
2
Bab 2 Jhosua kecewa
3
Bab 3 Wakil Direktur
4
Bab 4 Perselingkuhan Bella
5
Bab 5 Pil KB
6
Bab 6 Cerai
7
Bab 7 Partner Terbaik
8
Bab 8 Ketuk Palu
9
Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10
Bab 10 Menggoda Vanessa
11
Bab 11 Wakil Direktur
12
Bab 12 Pulang Bersama Bram
13
Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14
Bab 14 Dinner
15
Bab 15 Di Paksa Bram
16
Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17
Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18
Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19
Bab 19 Sarapan Bersama
20
Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21
Bab 21 Kejujuran Vanessa
22
Bab 22 Memaafkan Vanessa
23
Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24
Bab 24 Keramahan Vanessa
25
Bab 25 Bram Lagi
26
Bab 26 Semakin Dekat
27
Bab 27 Forehead Kiss
28
Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29
Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30
Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31
Bab 31 Ungkapan Perasaan
32
Bab 32 Ledekan Edward
33
Bab 33 Ulah Merry
34
Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38
Bab 38 Talak Bram
39
bab 39 Duda Memang Meresahkan
40
Bab 40 Lari Pagi
41
Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42
Bab 42 Orang Asing
43
Bab 43 Will You Marry Me ??
44
Bab 44 Dua Minggu Lagi
45
Bab 45 Manjanya Jhosua
46
Bab 46 Dina Dan Dimas
47
Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48
Bab 48 Obsesi Bram
49
Bab 49 Menjaga Vanessa
50
Bab 50 Kedatangan Bram
51
Bab 51 Kegilaan Bram
52
Bab 52 Vanessa terluka
53
Bab 53 Persiapan Pernikahan
54
Bab 54 Pengumuman
55
Bab 55 Curhatan Dina
56
Bab 56 Lukanya Sovia
57
Bab 57 Sah
58
Bab 58 Resepsi
59
Bab 59 Malam Pertama part 1
60
Bab 60 Malam pertama Part II
61
Bab 61 Dua Pilihan
62
Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63
Bab 63 Kali Ke-Dua
64
Bab 64 Jalan-jalan
65
Bab 65 Pertemuan
66
Episode 66 Bella Panas
67
Bab 67 Keromantisan Pasutri
68
Bab 68 Rahasia Edward
69
Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70
Bab 70 Vanessa kecewa
71
Bab 71 Tidak Salah Memilih
72
Bab 72 Kehamilan Vanessa
73
Bab 73 Mahen dan Sovia
74
Bab 74 Ketahuan Vanessa
75
Bab 75 Perasaan Iri Bella
76
Bab 76 Kekesalan Brayen
77
Bab 77 Papa Baru Maura
78
Bab 78 Edward Pingsan
79
Bab 79 Menemui Brayen
80
Bab 80 Keputusan Edward
81
Bab 81 Memulai Dari Awal
82
Bab 82 Nasehat Edward
83
Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84
Bab 84 Selusin Anak
85
Bab 85 Hot Duda
86
Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87
Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88
Bab 88 Kembali Bersama
89
Bab 89 Melahirkan
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!