Bab 7 Partner Terbaik

Jhosua baru saja selesai memeriksa pasiennya di lantai atas,karena terburu-buru saat berangkat tadi Dia belum sempat sarapan.

"Mau kemana Jho??",tanya Vanessa saat melihat Jhosua.

"Mau sarapan di kantin Ness!!",jawab Jhosua.

"Kamu belum sarapan??",tanya Vanessa.

"Belum!!",jawab Jhosua menggeleng lemah.

Vanessa menangkap kalau pria yang ada di depannya saat ini sedang tidak baik-baik saja.

"Are you okay???",tanya Vanessa.

"Mau menemaniku sarapan???",bukannya menjawab Jhosua malah bertanya balik.

"Baiklah!!! kebetulan Aku kosong!!",jawab Vanessa mengiyakan ajakan Jhosua.

Mereka berjalan beriringan ke luar rumah sakit menuju kantin.Sepanjang lorong rumah sakit banyak yang memperhatikan mereka.

"Dokter Jhosua makin tampan aja ya!!!

"Mereka begitu akrab bahkan sering terlihat bersama!!

"Iya,apa mereka memiliki hubungan??

"Tapi bukankah Dokter Jhosua sudah memiliki istri???

Begitulah semua tanggapan orang-orang yang melihat mereka.Sampai suara bariton Jhosua menyadarkan kesalahan mereka.

"Apa kalian tidak memiliki pekerjaan sampai harus mengghibah seperti ini????",tanya Jhosua berhenti di depan para suster atau perawat yang sedang membicarakan mereka.

Mereka semua serentak diam sambil menundukkan kepala.Sebenarnya Vanessa mengetahui itu,hanya saja dia berusaha cuek karena menurutnya,Dia bukanlah orang seperti yang di pikirkan para suster itu..

"Sudah Jho,kamu membuat mereka takut!!",ucap Vanessa.

Jhosua menghela nafasnya.

"Silahkan kembali bekerja!!",ucap Jhosua tegas.

Sedangkan Vanessa hanya menggelengkan kepalanya melihat aura kemarahan di wajah rekannya itu.

Semua yang sempat berbicara tadi kembali'ke kubikel masing-masing.

"Gila!!!ngeri banget liat aura tajamnya Dokter Jhosua",ucap salah satu perawat.

"Tapi nggak ngalahin ketampanannya sih!!",jawab temannya yang lain.

"Iya benar!!hehehehe

Jhosua dan Vanessa sudah sampai di kantin.

"Mau sarapan apa Ness???",tanya Jhosua setelah mendaratkan bokongnya.

"Aku udah sarapan tadi di rumah",balas Vanessa.

"Jadi kau hanya menemaniku saja di sini??",tanya Jhosua yang diangguki oleh Vanessa.

"Kau memang sahabat yang paling pengertian!!",cebik Jhosua.

"Iya,karena Aku tahu kau tidak memiliki teman selain Aku!!",balas Vanessa.

"Heheheh kau benar!!!hanya kau Aku punya di dunia ini",ucap Jhosua.

"Masih ada istri dan mertua mu bukan???",balas Vanessa tersenyum.

Jhosua menghembuskan nafasnya kasar.

"Aku memutuskan untuk bercerai!!",ucap Jhosua membuat Vanessa terkejut mendengarnya.

"Kenapa Jho??",tanya Vanessa.

"Silahkan!!!", pemilik kantin mengantarkan pesanan Jhosua.

"Makasih mbak!!",jawab Jhosua.

"Sama-sama!!", pemilik kantin pun pergi meninggalkan mereka berdua.

Vanessa masih menunggu penjelasan Jhosua terkait keputusan nya untuk bercerai.

"Makan dulu kali Ness,laper dari semalam belum makan!!",ucap Jhosua memasukkan bubur ayam ke dalam mulutnya.

"Ya baiklah!!!",jawab Vanessa pasrah menunggu pria di depannya sampai selesai makan.

Sementara Jhosua makan,Vanessa terus memperhatikan Dokter yang sebentar lagi akan menjadi duda tersebut.

"Udah???sekarang ceritain gimana bisa kalian memutuskan untuk bercerai??",tanya Vanessa tak sabaran.

"Tampaknya kamu tak sabar dengan status duda ku!!",goda Jhosua.

"Dihh enak aja!!!! Aku hanya empati saja dengan apa yang kamu alami!!jadi nggak usah mikir yang aneh-aneh!!",balas Vanessa memutar bola matanya.

"Hahahaha ya ya baiklah!!!",jawab Jhosua tertawa.

Sekarang Jhosua menatap Vanessa serius.Gadis cantik yang menjadi tempat berbagi cerita selama ini.Vanessa yang selalu mengerti dirinya dan mensupport apapun yang ia lakukan.

"Bella selingkuh!!!",ucap Jhosua yang berhasil membuat Vanessa terkejut untuk ke dua kalinya.

"Dia selingkuh dengan rekan kerjanya yang sesama model.

"Bahkan mereka sudah berbuat lebih dari hanya sekedar pacaran,mereka berhubungan layaknya pasangan suami-isteri!!",ucap Jhosua tersenyum kecut.

"Aku nggak nyangka perempuan seperti Bella mau melakukan hal sehina itu!!",balas Vanessa masih tidak percaya.

"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi Ness,besok Aku akan ke pengadilan agama untuk mengurus semuanya",ucap Jhosua.

"Kamu yang sabar ya Jho!!!semoga ada hikmah di balik ini semua!!",ucap Vanessa mengusap pelan bahu Jhosua.

"Thanks Ness,kamu memang partner terbaik!!",balas Jhosua tersenyum.

"Terus sekarang kamu tinggal di mana??",tanya Vanessa.

"Belum tau sih,semalam Aku nginap di penginapan yang tidak jauh dari rumah sakit ini",jawab Jhosua.

"Emangnya nggak mau cari rumah atau kontrakan gitu??",tanya Vanessa.

"Rencananya Aku mau beli rumah Ness,kalau bisa dekat sini aja biar nggak jauh-jauh banget kalau mau kerja",balas Jhosua.

"Widiiihhhh mau beli rumah,udah banyak duitnya dong sekarang",goda Vanessa.

"Hahaha bisa aja kamu Ness!!!

"Sebenarnya udah lama mau beli rumah,tapi Bella nggak pernah mau.Mungkin Dia takut kalau rumahnya nggak sebesar rumah mereka",jawab Jhosua.

"Ya udah nanti Aku temenin kamu cari rumah,kebetulan dekat sini ada komplek perumahan yang baru di bangun",ucap Vanessa mengalihkan kesedihan Jhosua.

"Oke deh kalau gitu!!!

"Thanks ya!!!",ucap Jhosua mengacak rambut Vanessa yang membuat tubuh gadis itu seketika membeku.

***

Bella menarik pedal gas mobilnya menuju apartemen Brayen.Hatinya saat ini benar-benar kacau,di satu sisi Dia masih menginginkan Jhosua tapi di sisi lain hatinya juga di isi oleh Brayen yang selalu melakukan hal-hal manis untuknya.

Tiga puluh menit Bella sudah sampai di Apartemen Brayen,Dia segera masuk karena sudah mengetahui sandi apartemen tersebut.Brayen yang baru saja selesai mandi mendengar pintu apartemen miliknya terbuka.

"hay baby???kenapa tidak mengabari dulu kalau mau ke sini",ucap Brayen mengusap-usap rambutnya dengan handuk.

Bella menelan ludahnya saat melihat pemandangan di depannya saat ini.Tubuh atletis dengan perut roti sobek milik Brayen terpampang nyata di depannya.

Brayen yang menyadari kemana arah mata Bella tersenyum menyeringai dan berjalan mendekati Bella yang tengah mematung melihat tubuhnya.

"Kenapa baby??apa Aku terlihat sangat sexy???",ucap Brayen berbisik dengan nada sensual.

"hah???", Bella tersadar dengan apa yang di lakukannya.

"Heheheh menggemaskan sekali wajah memerah mu baby!!",ucap Brayen menarik pinggang Bella memeluknya posesif.

"Pakai baju dulu Bray!!!",balas Bella mencoba mendorong dada bidang Brayen.

Bukannya menjauh justru Brayen langsung melumat bibir sexy Bella dengan nafsunya.Bella yang awalnya menolak sekarang malah membalas ciuman Brayen.Bella yang niat awalnya ingin menyelesaikan masalahnya sekarang malah larut dalam hubungan terlarang mereka.

"hah!!! thank's baby ",ucap Brayen setelah sesi percintaan mereka berakhir.

"humm",jawab Bella mengangguk.

Sekarang Dia menyadari sesuatu,benar apa yang dikatakan Jhosua waktu itu.Dia tak ayal layaknya seorang jalang yang memberikan tubuhnya begitu saja kepada lelaki lain tanpa ikatan yang sah.

"Bray,Aku ingin bicara serius sama kamu!!",ucap Bella.

"Apa itu sayang??",jawab Brayen setelah selesai mengenakan bajunya.

"Aku ingin kita menikah!!!

Terpopuler

Comments

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

jarang jarang Novel makai kata Bokong buat laki..biasanya hanya untuk wanita saja...biasànya kalau laki langsung duduk..tidak pakai bokong..karena kurang enak di baca...kalau wanita iyalah...apalgi ada kata mendaratkan bokong sexynya di kursi...hmmm

2023-12-07

1

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

lanjutkan... cerita ini top 👍🏿

2023-10-19

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dokter Magang
2 Bab 2 Jhosua kecewa
3 Bab 3 Wakil Direktur
4 Bab 4 Perselingkuhan Bella
5 Bab 5 Pil KB
6 Bab 6 Cerai
7 Bab 7 Partner Terbaik
8 Bab 8 Ketuk Palu
9 Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10 Bab 10 Menggoda Vanessa
11 Bab 11 Wakil Direktur
12 Bab 12 Pulang Bersama Bram
13 Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14 Bab 14 Dinner
15 Bab 15 Di Paksa Bram
16 Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17 Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18 Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19 Bab 19 Sarapan Bersama
20 Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21 Bab 21 Kejujuran Vanessa
22 Bab 22 Memaafkan Vanessa
23 Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24 Bab 24 Keramahan Vanessa
25 Bab 25 Bram Lagi
26 Bab 26 Semakin Dekat
27 Bab 27 Forehead Kiss
28 Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29 Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30 Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31 Bab 31 Ungkapan Perasaan
32 Bab 32 Ledekan Edward
33 Bab 33 Ulah Merry
34 Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35 Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36 Bab 36 Cemburu
37 Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38 Bab 38 Talak Bram
39 bab 39 Duda Memang Meresahkan
40 Bab 40 Lari Pagi
41 Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42 Bab 42 Orang Asing
43 Bab 43 Will You Marry Me ??
44 Bab 44 Dua Minggu Lagi
45 Bab 45 Manjanya Jhosua
46 Bab 46 Dina Dan Dimas
47 Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48 Bab 48 Obsesi Bram
49 Bab 49 Menjaga Vanessa
50 Bab 50 Kedatangan Bram
51 Bab 51 Kegilaan Bram
52 Bab 52 Vanessa terluka
53 Bab 53 Persiapan Pernikahan
54 Bab 54 Pengumuman
55 Bab 55 Curhatan Dina
56 Bab 56 Lukanya Sovia
57 Bab 57 Sah
58 Bab 58 Resepsi
59 Bab 59 Malam Pertama part 1
60 Bab 60 Malam pertama Part II
61 Bab 61 Dua Pilihan
62 Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63 Bab 63 Kali Ke-Dua
64 Bab 64 Jalan-jalan
65 Bab 65 Pertemuan
66 Episode 66 Bella Panas
67 Bab 67 Keromantisan Pasutri
68 Bab 68 Rahasia Edward
69 Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70 Bab 70 Vanessa kecewa
71 Bab 71 Tidak Salah Memilih
72 Bab 72 Kehamilan Vanessa
73 Bab 73 Mahen dan Sovia
74 Bab 74 Ketahuan Vanessa
75 Bab 75 Perasaan Iri Bella
76 Bab 76 Kekesalan Brayen
77 Bab 77 Papa Baru Maura
78 Bab 78 Edward Pingsan
79 Bab 79 Menemui Brayen
80 Bab 80 Keputusan Edward
81 Bab 81 Memulai Dari Awal
82 Bab 82 Nasehat Edward
83 Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84 Bab 84 Selusin Anak
85 Bab 85 Hot Duda
86 Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87 Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88 Bab 88 Kembali Bersama
89 Bab 89 Melahirkan
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Dokter Magang
2
Bab 2 Jhosua kecewa
3
Bab 3 Wakil Direktur
4
Bab 4 Perselingkuhan Bella
5
Bab 5 Pil KB
6
Bab 6 Cerai
7
Bab 7 Partner Terbaik
8
Bab 8 Ketuk Palu
9
Bab 9 Brayen Mantan Vanessa
10
Bab 10 Menggoda Vanessa
11
Bab 11 Wakil Direktur
12
Bab 12 Pulang Bersama Bram
13
Bab 13 Berperang Dengan Perasaan Sendiri
14
Bab 14 Dinner
15
Bab 15 Di Paksa Bram
16
Bab 16 Menyelamatkan Vanessa
17
Bab 17 Sepenggal Masa Lalu Vanessa
18
Bab 18 Cerita Masa Lalu Vanessa
19
Bab 19 Sarapan Bersama
20
Bab 20 Jalan Dengan Vanessa
21
Bab 21 Kejujuran Vanessa
22
Bab 22 Memaafkan Vanessa
23
Ban 23 Bau-bau Orang Jatuh Cinta
24
Bab 24 Keramahan Vanessa
25
Bab 25 Bram Lagi
26
Bab 26 Semakin Dekat
27
Bab 27 Forehead Kiss
28
Bab 28 Apa Gue Jatuh Cinta ??
29
Bab 29 Memeriksa Keadaan Mantan Mertua
30
Bab 30 Ingin Bersama Lebih Lama
31
Bab 31 Ungkapan Perasaan
32
Bab 32 Ledekan Edward
33
Bab 33 Ulah Merry
34
Bab 34 Tamparan Untuk Merry
35
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga
36
Bab 36 Cemburu
37
Bab 37 Aku Mencintaimu Vanessa
38
Bab 38 Talak Bram
39
bab 39 Duda Memang Meresahkan
40
Bab 40 Lari Pagi
41
Bab 41 Emang Boleh Se Sayang itu ???
42
Bab 42 Orang Asing
43
Bab 43 Will You Marry Me ??
44
Bab 44 Dua Minggu Lagi
45
Bab 45 Manjanya Jhosua
46
Bab 46 Dina Dan Dimas
47
Bab 47 Ingin Melamar Vanessa
48
Bab 48 Obsesi Bram
49
Bab 49 Menjaga Vanessa
50
Bab 50 Kedatangan Bram
51
Bab 51 Kegilaan Bram
52
Bab 52 Vanessa terluka
53
Bab 53 Persiapan Pernikahan
54
Bab 54 Pengumuman
55
Bab 55 Curhatan Dina
56
Bab 56 Lukanya Sovia
57
Bab 57 Sah
58
Bab 58 Resepsi
59
Bab 59 Malam Pertama part 1
60
Bab 60 Malam pertama Part II
61
Bab 61 Dua Pilihan
62
Bab 62 Tingkah Malu-malu Vanessa
63
Bab 63 Kali Ke-Dua
64
Bab 64 Jalan-jalan
65
Bab 65 Pertemuan
66
Episode 66 Bella Panas
67
Bab 67 Keromantisan Pasutri
68
Bab 68 Rahasia Edward
69
Bab 69 Menyembunyikan Nya Dari Vanessa
70
Bab 70 Vanessa kecewa
71
Bab 71 Tidak Salah Memilih
72
Bab 72 Kehamilan Vanessa
73
Bab 73 Mahen dan Sovia
74
Bab 74 Ketahuan Vanessa
75
Bab 75 Perasaan Iri Bella
76
Bab 76 Kekesalan Brayen
77
Bab 77 Papa Baru Maura
78
Bab 78 Edward Pingsan
79
Bab 79 Menemui Brayen
80
Bab 80 Keputusan Edward
81
Bab 81 Memulai Dari Awal
82
Bab 82 Nasehat Edward
83
Bab 83 Bertemu Orang Tua Mahendra
84
Bab 84 Selusin Anak
85
Bab 85 Hot Duda
86
Bab 86 Lebih Dari Sekedar Kenangan
87
Bab 87 Menjalaninya Sama-sama
88
Bab 88 Kembali Bersama
89
Bab 89 Melahirkan
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!