NP 19

"Nay" perhatian kedua gadis itu langsung teralihkan pada suara seorang laki-laki

"Bang Jonathan" gumam Nayra masih didengar oleh Keysa

Jonathan langsung duduk di kursi yang ada lalu perhatiannya beralih pada Keysa "Lama tidak berjumpa Key" sapanya

Kesya menoleh, matanya memicing mencoba mengingat-ingat siapakah lelaki didepannya. Cukup lama dirinya berfikir tapi setelah mengamati dirinya hanya menebak "Kak Jonathan?"

Senyum tipis terbit di bibir Jonathan lalu dia menganggukan kepalanya

"Astaga udah lama nggak ketemu kak, gimana kabarnya?"

"Baik"

"Kalian saling kenal?" tanya Nayra yang sedari tadi diam memperhatikan interaksi mereka

Kesya menganggukan kepalanya "Kami sudah kenal sejak kecil"

Nayra menatap Keysa meminta penjelasan apa maksudnya "Nanti gue jelasin" hanya itu yang diucapkan Keysa

Beralih pada Jonathan, kini dia langsung menatap serius ke arah Nayra "Kenapa abang nggak tau kalau lo itu putrinya om Arka?"

Nayra yang mengerti menghela nafas pelan "Seperti yang abang liat tadi, aku adalah putri kedua keluarga Vandyke. Hanyalah putri angkat karena kedua orang tua ku sudah tiada" jelas Nayra dengan raut wajah sendu karena membahas orang tua kandungnya

Kesya yang sedari tadi diam merasa tidak terima jika Nayra menyebut dirinya sebagai anak angkat. Dia langsung menangkup wajah Nayra menggunakan kedua tangannya "Inget Nay, jangan pernah mengungkit sebagai anak angkat karena lo adalah saudara gue. Titik tidak ada tapi-tapian, dan selamanya lo bakal tetep jadi saudara gue"

Nayra reflek langsung menganggukkan kepalanya dengan raut terkejutnya. Tetapi dalam hatinya merasa terharu, meskipun dirinya tidak didampingi orang tua kandungnya tapi masih ada orang yang menyayanginya. Sungguh dia sangat bersyukur bisa mengenal Keysa dan kedua orangtuanya

Jonathan hanya menganggukkan kepalanya "Kalau begitu abang pergi dulu Nay Key" pamitnya

Setelah mendapatkan persetujuan dari kedua gadis itu, Jonathan langsung meninggalkan meja kedua gadis itu dan beralih pada tamu undangan yang kebanyakan adalah koleganya

"Lo kok bisa kenal sama bang Jonathan?" tanya Keysa penasaran

"Ya sebenarnya waktu gue sampai di Jakarta, dia yang pertama gue kenal hingga sekarang. Ditambah dia jugalah yang bantu gue masuk SMA" jelas Nayra

Keysa memicingkan matanya menatap penuh selidik pada Nayra "Kok bisa lo kenal dia? Dimana?" kini sudah keluarlah rasa kepo Keysa

Terlihat Nayra terdiam sebentar, dia sedang memikirkan alasan apa yang harus digunakan. Tidak mungkin dirinya mengatakan sebenarnya, dia jelas tidak ingin membuat Keysa merasa khawatir

"Ya itu gimana ya mau ngomong. Gue kagak bisa jelasin disini, terlalu banyak orang nanti bakal ada yang denger"

"Oh oke, tapi gue bakal tanyain ini sampai rumah" putus Keysa lalu kembali menyantap hidangannya

"Btw lo tadi mau jelasin soal lo yang jadi temennya bang Jonathan"

Kesya langsung menoleh dan menghentikan kegiatannya "Jadi gini, dulu saat gue masih kecil papi punya 4 sahabat dan salah satunya itu ayah dari bang Jonathan. Persahabatan 5 keluarga ini emang udah terjadi sebelum eranya papi. Karena kedekatan 5 keluarga ini, mereka terus menjalin hubungan baik hingga akhirnya keturunan 5 keluarga akhirnya juga menjadi sahabat. Dan hal itu berlanjut sampai generasi sekarang" Keysa mengambil jeda untuk menarik nafas

"Tapi saat gue berumur 6 tahun, papi mami pindah ke Surabaya karena ibu dari mami yang berada di Surabaya sakit keras. Karena mami hanyalah putri tunggal, akhirnya mami memutuskan untuk tinggal di Surabaya untuk merawat Oma. Terus papi menyusul mami ke Surabaya setelah mengurus perpindahan perusahaan pusat yang ada di Jakarta ke Surabaya. Setelah Oma meninggal kami tetap tinggal di Surabaya dan baru kemarin kembali ke Jakarta untuk menghadiri pesta ini. Karena setelah kepindahan kami ke Surabaya, hubungan komunikasi dengan 4 keluarga yang ada di Jakarta menjadi jarang"

"Lalu 5 keluarga itu siapa aja?"

"Kalau gue nggak salah ingat terdiri dari keluarga Smith, keluarga Alister, keluarga Malverick, keluarga Wijaya dan terakhir keluarga kita Vandyke"

Nayra mengangguk mengerti, lalu mereka berdua kembali menikmati hidangan dan mengobrol meskipun lebih tepatnya bergosip

Sementara dari lantai 2 Alvaro terus memperhatikan Nayra dari sana. Tanpa diketahui oleh Nayra sendiri

***

Akhirnya acara pesta berakhir pada pukul 11 malam. Para tamu undangan sudah pulang ke tempat masing-masing, sementara 5 keluarga masih berkumpul di tempat

Kesya dan Nayra akhirnya naik ke lantai atas setelah pesta selesai. Selama pesta keduanya hanyalah menikmati hidangan, hanya itu saja

"Kalian dari mana saja?" cecar Mareta begitu dua gadis itu sampai di lantai 2

Sementara Nayra dan Keysa menghela nafas lega, sepertinya tidak ada tanda-tanda mendapatkan siraman rohani. Mungkin Mareta sudah lupa dengan kejadian beberapa jam lalu

"Kami dari lantai bawah mi" jawab Keysa. Lalu kedua gadis itu pergi menuju meja lain

"Nina" panggil Arleta pada Karenina yang sedang bermain bonekanya sendiri

Langsung saja Karenina berlari pada sang mamah "Ada apa mah?" tanya gadis kecil itu

"Sapalah kedua kakak cantik disana, mereka putri dari tante Reta" tunjuknya pada kedua gadis yang sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing

Karenina mengangguk lalu langsung menghampiri Nayra dan Keysa masih membawa bonekanya "Permisi kakak-kakak cantik, perkenalkan namaku Karenina bisa dipanggil Nina" ucap gadis itu dengan suara khas anak kecil

Perhatian Nayra dan Keysa langsung teralihkan, mereka menahan gemas melihat gadis kecil didepannya. Bagaimana tidak gemas jika Karenina sudah seperti boneka saja dengan rambut hitam panjangnya ditambah bola matanya yang bulat berwarna hitam

Nayra dan Keysa langsung menaruh ponselnya dan mensejajarkan tinggi mereka dengan Karenina "Hai gadis cantik, perkenalkan nama kakak Nayra, bisa dipanggil kak Ara" ucap Nayra senyum manisnya, senyum yang sangat jarang terlihat

"Kalau nama kakak, Keysa bisa dipanggil kak Eca" ucap Keysa dengan senyum manisnya

Ara dan Eca adalah panggilan mereka berdua yang diberikan anak-anak panti. Mungkin karena kebanyakan anak kecil mereka cukup kesusahan menyebutkan nama Nayra dan Keysa karena itu mereka biasa dipanggil kak Ara dan kak Eca oleh anak panti. Hingga nama itu masih tersemat saat mereka berdekatan dengan anak kecil lain

Tentu saja semua orang yang memperhatikan interaksi mereka terkejut, sungguh mereka tidak menyangka jika dia gadis es itu bisa tersenyum semanis itu

Karenina tersenyum lebar "Kak Ara dan kak Eca sangat cantik tidak seperti kakakku yang sudah seperti tembok" polos Karenina

Uhuk uhuk

Alvaro langsung tersedak dengan ludahnya sendiri, dia tidak menyangka jika adik kecilnya akan mengatakan hal itu

Sementara semua orang tertawa mendengar perkataan polos Karenina

Nayra dan Keysa terkekeh pelan "Oh benarkah, apakah kamu ingin menjadi adik kami berdua?" tanya Nayra sembari menggendong tubuh kecil Karenina

Dengan senyum lebarnya Karenina langsung menganggukkan kepalanya "Mau kak, lebih baik mempunyai kakak cantik daripada kakak tampan tapi berwajah tembok"

Tentu saja ucapan polos Karenina semakin membuat semua orang tertawa lepas, sementara Alvaro sudah salah tingkah karena adik perempuannya itu

Beralih kembali pada Nayra dan Keysa, mereka berdua sudah seperti kakak yang sangat sayang pada adiknya

Nayra yang hidup di panti asuhan sudah sering merawat adik-adik pantinya sehingga sangat mudah untuk berbaur dengan anak kecil ditambah memang dirinya sangat menyukai anak kecil

Sementara Keysa, dirinya belajar dari Nayra cara mengahadapi anak kecil dan merawat mereka. Dia sering bermain bersama anak panti yang lain karena itulah dia memahami anak kecil. Dirinya yang merupakan anak tunggal merasa kesepian karena tidak adanya seorang adik. Karena itulah dirinya juga sangat menyukai anak kecil

Karena itulah kedua gadis itu tidak kesulitan saat bermain dengan Karenina

"Nina mengantuk?" tanya Nayra

Karenina menganggukkan kepalanya dengan menggosok matanya khas anak kecil mengantuk. Nayra langsung menggendong Karenina dan menaruh kepala Karenina di pundaknya

Lalu Keysa mulai menyanyikan lagu pengantar tidur. Suara merdunya membuat Karenina semakin merasa kantuk

Sementara Nayra menepuk pelan punggung Karenina. Mereka berdua membagi tugas dengan baik hingga akhirnya Karenina tertidur

"Terimakasih karena sudah menidurkan Nina" ucap Arleta

"Sama-sama tante?" Kesya bingung, dia mencoba mengingat nama-nama dari wanita didepannya. Karena jujur saja ingatan tentang masa kecilnya sudah sebagian tidak teringat lagi. Ditambah faktor jika ini pertemuan setelah sekian lama

Arleta hanya tersenyum, dia memaklumi jika memang Keysa lupa "Tante Arleta" ucapnya

Akhirnya Keysa sudah mengingat nama-nama dari 5 keluarga itu, dan dia pun langsung mengenalkan mereka pada Nayra

Bersambung~

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-11-09

1

Shai'er

Shai'er

pepetin dong, Alvaro🤭, entar digaet orang, nanges😏😏😏 🤭

2023-11-09

1

Shai'er

Shai'er

seperti itu

2023-11-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!