Perhatian para tamu undangan langsung teralihkan saat mendengar langkah kaki seseorang yang menggema dengan heelsnya. Dari arah pintu, masuklah dua gadis cantik dengan wajah datarnya masing-masing memberikan kesan sulit untuk didekati
Nayra dan Keysa langsung menjadi pusat perhatian semua orang. Sementara dua gadis itu langsung menuju meja Mareta
"Mami" Mareta langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Keysa yang memanggil dirinya
Begitupun Arka yang tadi bercengkrama dengan yang lain langsung menghampiri kedua putrinya "Akhirnya kalian datang" sambut Mareta
"Maafkan kami karena terlambat mi pi" sesal Nayra
Mareta dan Arka tersenyum "Tidak apa-apa sayang yang penting kalian tetap datang. Ayo papi kenalkan dengan yang lain"
Nayra dan Keysa hanya patuh dan menurut saja. Dan menaiki tangga menuju lantai 2 tempat dimana 5 keluarga berkumpul
"Perhatian semuanya" ucap Arka cukup lantang
Perhatian semua orang langsung teralihkan dan menatap keluarga Vandyke
"Perkenalkan mereka kedua putri ku" lalu Arka beralih menatap kedua putrinya "Kenalkan nama kalian" pintanya
Nayra dan Keysa mengangguk kepala mereka "Keysa Reyna Vandyke" ucap Keysa singkat dengan raut datarnya
"Nayra Putri Vandyke" imbuh Nayra dengan suara dingin dan raut datarnya. Sama seperti Keysa, sungguh mereka berdua seperti gadis es
Mareta dan Arka hanya bisa menghela nafas melihat kedua putri mereka, sungguh definisi putri es. Padahal kalau dirumah keduanya terkadang menjadi saudari rukun kadang seperti kucing dan tikus. Dan tidak ada wajah datar nan dingin
Suasana menjadi canggung seketika "Selamat datang Keysa dan Nayra" sambut Angel
"Aku tidak menyangka putri mu sudah besar Mareta, padahal terakhir yang kuingat dia masihlah gadis kecil" sahut Diana
"Ya kamu benar Diana, hahh tapi meskipun sudah besar kelakuannya masih saja membuatku pusing" keluh Mareta memijat keningnya
"Apa maksudnya ta?" tanya Arleta
"Sekitar 1 bulan yang lalu dia kecelakaan, untung saja hanya retak tidak sampai patah tulang" ucap Mareta mengingat kejadian itu, sungguh kejadian itu membuatnya hampir jatuh pingsan
Kesya yang sedari tadi diam langsung tersedak dengan ludahnya sendiri, astaga kenapa maminya harus membeberkan hal ini. Namun sebuah ide langsung muncul di otaknya, lumayan untuk mengerjai saudaranya ini
"Tapi mi, aku hanya retak pada tulang saja kan itupun tidak parah dibandingkan Nayra yang pernah patah tulang di tangan dan kaki karena balapan liar" dalam hati Keysa sudah tertawa senang, dia akan menikmati ketika saudaranya ini terkena omelan dari sang mami. Hitung-hitung membalasnya bukan
"APA!!!" teriak Mareta, dia sangat terkejut mendengar hal ini
Sementara Nayra langsung menginjak kaki Keysa dengan keras, sungguh saudara laknat. Kenapa harus membicarakan kejadian lama itu
Reflek Keysa langsung menggeram tertahan karena injakan Nayra tidak main-main rasanya
Kini raut datar Nayra sudah berganti dengan wajah paniknya ketika melihat tatapan sang mami yang menyelidik. Bagaimana ini, dia harus segera kabur sebelum mendapatkan siraman rohani
Akhirnya dengan cepat Nayra menghampiri sang papi dan sembunyi dibelakangnya "Papi tolong Nayra dari Keysa, dia marah karena aku akan membongkar rahasianya jika pernah berkelahi dengan sekumpulan anak cowok" adu nya
Dia tidak terima jika hanya dirinya yang mendapatkan siraman rohani, jika dirinya mendapatkan maka saudaranya itu juga harus pikirnya
Keysa langsung membulatkan matanya, bagaimana bisa dirinya berkelahi sendirian. Bukankah itu cerita lama saat dirinya masih di kota Blitar, itupun dia berkelahi dengan Nayra untuk melawan sekumpulan anak laki-laki yang kalah dari balapan
Karena situasi yang memojokkan mereka berdua, akhirnya keduanya saling memberikan kode sebelum mendapatkan siraman rohani dari kedua orang tuanya. Nayra langsung berjalan cepat begitupun dengan Keysa, mereka berdua bergandengan tangan bersama pergi dari sana
"Kalian mau kemana?" tanya Mareta setengah berteriak
"Mencari menantu untuk mami" sahut kedua gadis itu tanpa menoleh dengan diakhiri tawa keduanya. Kedua gadis itu langsung menuruni tangga untuk ke lantai dasar
Mareta merasa pusing seketika dengan ke absurd an kedua putrinya itu. Kapan dirinya tidak akan dibuat pusing lagi dengan tingkah keduanya. Tubuhnya hampir terjatuh untung saja Arka segera menangkapnya
"Loh itu kayak Nayra?" atensi semua orang beralih pada Ryan
"Kamu kenal?" tanya Raka pada sang putra.
Ryan pun menganggukkan kepalanya "Dia siswa pindahan, katanya dari Surabaya" ungkapnya untuk menjawab kebingungan semua orang
"Jadi putrimu sudah lama berada di Jakarta Arka?" tanya Hansen
"Tidak terlalu lama, mungkin masih sekitar dua tiga bulan ini" jawab Arka
"Tunggu, jadi Nayra itu putri om Arka?" celetuk Azka. Karena saat Nayra memperkenalkan diri tadi dirinya dan inti Black Dragon sedang berada di lantai bawah dan baru kembali
Arka mengangguk sebagai jawaban. Sontak hal itu mengejutkan bagi anggota inti Black Dragon
"Tapi kenapa saat itu dirinya hanya menyebutkan nama tanpa marga?" ucap Ryan
Terlihat Mareta dan Arka saling pandang
"Karena saat itu Nayra belum resmi menjadi anggota keluarga Vandyke, karena itulah dia belum memakai marga. Dan baru sekitar satu bulan ini Nayra sudah resmi menjadi anggota Vandyke" ungkap Mareta
Akhirnya semua orang mengerti jika Nayra adalah putri angkat dari keluarga Vandyke
Sementara Andreas langsung menghampiri kedua putranya yang cukup jauh dari kerumunan "Apakah dia Nayra yang kamu maksud itu?" tanya pada kedua putranya
"Benar pah" jawab Reza
Sementara di lantai bawah, Nayra dan Keysa sedang duduk dengan di meja penuh dengan dessert yang mereka ambil. Jika kalian berfikir mereka hanya makan saja itu jawabannya salah
Salah satu sifat absurd keduanya adalah pecinta cogan dan kebiasaan merosting orang. Tapi itu selalu tertutup dengan sifat dingin dan wajah datar mereka
"Anjir ceweknya gatel bet" komen Keysa dengan terus memasukkan cheesecake ke mulutnya
"Lo bener sat, dih si cowok kok diem mulu dah" sahut Nayra yang duduk disamping Keysa sembari memakan ice cream rasa vanilla "Mm enak banget nih, cobain key" komennya lalu menyuapkan sesendok ice cream itu
"Bener lo Nay, nah sekarang cobain cheesecake ini" kini Kesya yang gantian memberikan suapan pada Nayra
"Ini terlalu manis, tapi gue suka. Not bad lah" lalu Nayra beralih pada macaron
"Eh eh, liat tuh" Keysa langsung menyenggol lengan Nayra tatkala melihat sesuatu yang pastinya akan menjadi bahan rostingan keduanya
"Omaigat, keren bet dah bapak-bapak tuh. Punya 3 istri cuyyy, gue tebak yang paling muda pasti istri ketiganya" komen Nayra melihat seorang pria paruh baya yang menggandeng dua wanita di sisi kanan dan kirinya sementara wanita yang Nayra duga istri ketiga berada di belakang dan terus menempel pada si pria paruh baya
"Ck ck, cantik-cantik maunya sama om-om" sarkas Keysa
"Seandainya wanita boleh punya lebih dari satu suami, bakal gue gaet tuh cogan-cogan" angan Keysa
"Key liat ada cogan cuy" Nayra langsung membuyarkan lamunan Keysa
"Anjir berdamage, kayak oppa-oppa Korea"
"Kedip woyy, liur lo udah keluar tuh"
Nayra tertawa ketika melihat Keysa langsung reflek mengelap sudut bibirnya. Terlihat raut kesal di wajah Keysa karena candaannya
"Ck lo mah nggak bisa apa biarin gue liat cogan dulu" kesalnya kembali mengedarkan pandangan untuk mencari cogan yang lain
Begitulah kegiatan mereka berdua di meja lantai bawah. Merosting orang dan mencari cogan sembari menghabiskan makanan. Meskipun terbilang porsi makan keduanya banyak, tapi tubuh mereka tetap kurus. Entah apa rahasianya
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Shai'er
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-11-09
1
Shai'er
satu server, pecinta cogan/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
2023-11-09
1
Shai'er
wuah 🤣🤣🤣🤣🤣
2023-11-09
1