NP 9

Sudah 3 hari Keysa berada di rumah sakit dan selama itu juga Nayra selalu disampingnya untuk merawatnya. Begitupun Mareta yang selalu berada di samping sang putri sementara Arka harus kembali bekerja karena perusahaan memang tidak bisa jika ditinggalkan terlalu lama

"Mami pulang dulu Nay, nanti mami kembali membawakan makan siang" pamit Mareta

"Iya mi, biar Nayra yang jaga Keysa. Mami nggak usah khawatir" ujar Nayra

Mareta pun menghampiri Keysa yang duduk di atas brankarnya "Mami pulang dulu ya sayang, nanti mami kembali lagi" lalu dia mengecup kening Keysa bergantian dengan Nayra

Nayra yang mendapatkan perlakuan seperti tersenyum tipis. Meskipun diluar dirinya terlihat dewasa namun percayalah hatinya masihlah seorang anak yang membutuhkan kasih sayang

Setelah itu Mareta keluar dari ruangan itu

"Gue gabut nyett" keluh Keysa. Bagaimana tidak bosan jika selama 3 hari hanya berada di atas brankar rumah sakit. Bahkan tidak ada ponsel karena ponselnya rusak saat dia kecelakaan. Mungkin setelah keluar dari rumah sakit dia akan membeli ponsel baru

Memang jika hanya mereka berdua maka nama asli tidak berlaku. Kesya yang selalu memanggil Nayra dengan sebutan nyet sementara Nayra memanggil Keysa dengan sebutan sat. Seolah nama mereka tidak berlaku dalam persahabatan mereka berdua

"Sama" keluh Nayra

Disaat mereka berdua sedang melamun untuk mencari cara agar tidak bosan. Tiba-tiba pintu diketuk dan setelah itu terbuka

Seorang lelaki tampan bertubuh tinggi yang masih memakai seragam SMA nya memasuki ruangan Keysa. Terlihat ada raut terkejut ketika melihat sosok gadis yang sudah lama tidak dia lihat

"Kak Aidan" panggil Keysa melihat kakak kelasnya sekaligus ketua OSIS di SMA nya

Aidan langsung menormalkan ekspresinya dan menghampiri Keysa "Maaf jika baru sempat menjengukmu key" lalu dia menaruh keranjang buah yang dia bawa di atas nakas dekat dengan brankar

"Tidak apa-apa kak, terimakasih sudah menjengukku bahkan sampai repot membawakan ku buah"

Aidan hanya tersenyum tipis, lalu dia beralih pada Nayra yang sedari tadi diam "Lama tidak jumpa Nay" sapanya. Jika didengarkan dengan baik, suara Aidan sedikit bergetar bercampur gugup

"Iya kak, bagaimana kabarmu?" tanya Nayra dengan senyum tipisnya. Meskipun dirinya selalu memperlihatkan wajah datarnya namun saat berhadapan dengan orang yang dia kenal akan sedikit menunjukkan ekspresinya. Ditambah Aidan salah satu teman laki-lakinya saat masih bersekolah di SMA Tunas Bangsa

Kesya yang merupakan sekretaris OSIS sangat mengenal Aidan yang merupakan ketua OSIS. Nayra yang selalu menemani Keysa saat ada kegiatan OSIS, menjadi lebih sering bertemu dengan Aidan dan akhirnya mereka berdua berteman

"Aku baik Nay, bagaimana denganmu?" Aidan tersenyum tipis, tapi siapa yang tau jika saat ini jantungnya berdetak kencang. Hatinya senang karena bertemu kembali dengan gadis yang dia sukai. Entah sejak kapan dia menyukainya, mungkin semenjak dia bertemu dan melihat Nayra untuk pertama kali saat dirinya baru selesai rapat

Awalnya dia menyangkal perasaan itu, tapi lama kelamaan perasaan itu tumbuh. Dan ketika mendengar kepindahan Nayra dirinya merasa sedih karena tidak akan bertemu dengan gadis itu. Padahal sebentar lagi dia sudah hampir lulus

"Aku juga baik" balas Nayra "Aku pergi ke kantin sebentar key" pamitnya lalu beranjak pergi

"Tunggu Nay, aku temani" cegah Aidan

"Tapi Keysa?" jika Aidan ikut juga lalu siapa yang akan menjaga Keysa. Sementara Mareta juga belum kembali kesini

Kesya yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Nayra dan Aidan langsung tersenyum "Gue gak papa Nay, lagian lo cuma sebentar"

Akhirnya Nayra dan Aidan pergi ke kantin yang berada di rumah sakit meninggalkan Keysa seorang diri

"Sepertinya kak Aidan punya rasa sama Nayra" gumam Keysa. Dia bisa melihat sorot mata Aidan yang seperti merasakan rindu ketika melihat Nayra. Padahal selama ini Aidan selalu memperlihatkan sorot mata tegas dan dingin

"Lumayan menarik" lanjutnya dengan senyum manisnya

***

"Jadi sekarang kamu sekolah dimana?" celetuk Aidan karena sedari tadi tidak ada pembicaraan diantara keduanya

Dari awal pergi ke kantin sampai saat ini akan kembali ke ruang rawat Keysa

Nayra menoleh menatap Aidan dengan sedikit mendongak karena tinggi badannya yang hanya sebatas bahu Aidan "Di SMA Wijaya"

"SMA Wijaya?" Nayra menganggukkan kepalanya

Aidan tampak tidak asing dengan nama SMA itu. Setelah berfikir cukup lama akhirnya dia mengingatnya "Kalau tidak salah 2 bulan lagi akan diadakan turnamen olahraga di SMA itu sebagai bentuk kegiatan diesnatalis"

"Turnamen olahraga?"

"Ya, dan itu bisa diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Bisa dikatakan dibuka untuk nasional. Apa kamu ikut?"

"Entahlah, kita lihat saja nanti"

Setelah itu tidak ada pembicaraan diantara keduanya sampai sudah berada di ruangan Keysa

Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di kamar mandi. Terlihat seorang gadis berambut pirang duduk di atas closet dengan keadaan yang cukup mengenaskan

"Cepatlah kembali Nayra" gumam Nara dengan sangat lirih

***

"Akhhh akhirnya pulang juga" Keysa akhirnya bisa menghirup udara setelah 4 hari terkurung di kamar rumah sakit

Akhirnya dia bisa kembali ke rumah, sungguh dia sangat merindukan rumah "Mi, Keysa udah nggak makan bubur lagi kan?" tanya Keysa dengan penuh harap

Mareta yang melihat itu tersenyum "Tidak lagi sayang, malam nanti mamah akan memasakkan makanan kesukaan mu"

Mendengar itu Keysa langsung bersorak gembira, akhirnya dia tidak akan makan makanan hambar lagi

Tiba-tiba sebuah ide muncul di otaknya "Mi, kemarin Nayra makan seblak. Entah level berapa tapi kuahnya merah banget" adu Keysa

Sontak hal itu membuat Nayra panik. Dasar sahabat laknat pikirnya. Ketika dia menoleh ke Mareta terlihat sorot mata penuh selidik menatapnya

Dengan gerakan cepat dia langsung mengambil ponselnya dan berpura-pura mendapatkan telepon "Halo?!! Ada kolam dalam ikan?" dengan cepat dia meninggalkan Mareta dan Keysa untuk memasuki masion terlebih dahulu. Sungguh saat ini jantungnya berdetak kencang

Kesya yang melihat itu harus menahan tawanya. Akhirnya dia bisa membalas Nayra karena tidak memperbolehkannya mencicipi seblak tempo hari. Dia memang sengaja memberi tahukan ini pada Mareta, karena dia tau seberapa protektifnya sang mami. Sang mami memang selalu melarang Keysa dan Nayra untuk memakan makanan yang terlalu pedas karena itu tidak baik untuk lambung

Bersambung~

Hello bestie, jangan lupa vote karya author biar tambah semangat up nya 😉

Happy Reading (≧▽≦)

See You 😘

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-11-08

1

Shai'er

Shai'er

oalah🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2023-11-08

1

Shai'er

Shai'er

😏😏😏😏😏😏😏

2023-11-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!