NP 4

Hari demi hari telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana Nayra harus pergi

Saat ini dia berada di masion Keysa, dia sudah bertekad untuk memberitahukannya setelah beberapa hari bimbang

"Ada yang ingin ku sampaikan" celetuk Nayra

"Ada apa nak?" tanya Mareta yang merupakan ibu dari Keysa

"Itu mm, aku harus pergi mi" ucapnya dengan menundukkan kepalanya. Meskipun dirinya memang datar dan dingin tapi percayalah saat bersama keluarga Keysa hatinya langsung menghangat dan luluh

Arka yang merupakan ayah dari Keysa langsung mendekat begitupun Keysa

"Apa maksudmu nak?" tanya Arka dengan pelan

Nayra mengangkat kepalanya "Sebenarnya aku ingin pergi ke Jakarta karena ada suatu hal harus kulakukan. Tapi maaf aku tidak bisa memberitahukannya"

Semua orang hanya bisa pasrah mendengar keputusan Nayra. Mereka tidak bisa memaksa Nayra untuk menceritakan alasannya

"Baiklah, papi izinkan tapi dengan syarat harus mau menerima apa yang papi berikan"

"Tidak ada penolakan Nay" potong Mareta sebelum Nayra memberikan protesnya

"Papi mami benar Nay, jangan menolak lagi" timpal Keysa. Meskipun dihatinya berat karena harus berjauhan dengan sang sahabat tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa memaksa Nayra untuk terus berada disampingnya

Akhirnya Nayra hanya bisa pasrah, dia pun memeluk mereka "Terimakasih karena sudah menerimaku sebagai keluarga" ucapnya dengan terisak pelan 'Maafkan Nayra yang berbohong' lanjutnya dalam hati

Malam itu juga Nayra berangkat menuju Jakarta menggunakan pesawat karena paksaan dari kedua orang tua Keysa. Sementara untuk barang-barang dan motornya akan dikirimkan nanti

Tidak hanya itu saja, Arka juga sudah menyiapkan apartemen untuk tempat tinggal Nayra

"Aku akan merindukanmu Nay" ucap Keysa memeluk Nayra dengan erat

Setelah pelukan terlepas, Nayra kemudian memeluk Mareta dan Arka "Jika ada waktu aku akan menjenguk kalian"

Setelah itu Nayra langsung menuju pesawat, sesekali dia akan melihat belakang

Hanya membutuhkan waktu 1,5 jam akhirnya Nayra sampai di Jakarta. Ketika sampai dia langsung menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh Arka untuk mengantarnya ke apartemen

Apartemen di kawasan elite disanalah Nayra akan tinggal. Sesampainya di dalam apartemen yang berada di lantai 10 Nayra langsung terduduk di sofa. Wajahnya sedikit pucat dan menahan mual di perutnya, jujur saja Nayra tipikal orang yang mabuk kendaraan, terutama mobil

***

Pagi ini Nayra sudah bersiap untuk pergi ke perusahaan pusat. Dengan menggunakan pakaian santainya dan juga jaket hitamnya. Jangan lupakan penampilannya yang menyerupai lelaki dan masker hitam

Akhirnya dia sampai di depan gedung bertingkat yang ternyata adalah pusat penelitian. Nayra langsung melangkahkan kakinya menuju lobi

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya sang resepsionis dengan senyuman

"Saya Rei dari perusahaan cabang Surabaya" ucap Nayra dengan nada datar dan dingin bahkan suaranya terdengar berat. Sangat menyerupai suara laki-laki, dan Rei adalah nama palsunya

Sang resepsionis langsung menyambut Nayra "Silahkan anda mengikuti saya" ucap sang resepsionis yang ternyata memang diberikan tugas untuk mengantarkan seseorang bernama Rei yang datang dari perusahaan cabang

Tok tok tok

"Masuk" suara dari dalam ruangan

Resepsionis itu membuka pintunya "Saya mengantarkan tuan Rei dari perusahaan cabang"

"Suruh dia masuk" ucap seorang laki-laki yang menjabat sebagai CEO perusahaan itu

Sang resepsionis langsung mempersilahkan Nayra masuk

"Jadi ada keperluan apa anda ingin menemui saya?" tanya seorang laki-laki berperawakan tinggi dan terlihat masih muda. Dia adalah Jonathan Prawira Wijaya yang saat ini menjabat sebagai CEO di perusahaan farmasi itu

"Sebelum saya menyampaikan keperluan saya, apakah anda bisa menjamin tidak akan membuka mulut dan menjaga rahasia saya? Dan apakah anda bisa memastikan tidak ada orang yang tau?" tanya Nayra yang duduk di depan meja Jonathan dengan nada datar dan dingin

"Saya bisa menjamin jika diruangan ini hanya ada kita berdua dan tidak akan ada orang yang tau" Jonathan pun menekan tombol yang berada di mejanya untuk mengunci ruangan itu sehingga orang luar tidak bisa masuk bahkan mendengar percakapan

Senyum tipis terukir di bibir Nayra, lalu dia menyodorkan dua buah kertas "Anda bisa mendatangani nya, dengan begitu saya akan percaya"

Jonathan mengambil kertas itu dan membaca setiap poin-poinnya. Dimana jika dia membocorkan informasi tentang Rei, harus membayar kompensasi. Tapi juga untung untuk dirinya karena akan mendapatkan bantuan dari hacker terkenal kapanpun

Setelah berfikir cukup lama akhirnya Jonathan mendatangani perjanjian tersebut dilanjutkan Nayra yang juga membubuhkan tanda tangannya

"Jadi ada hal penting apa sehingga anda harus membuat surat perjanjian ini?" tanya Jonathan dengan datar

Senyum miring tercetak di bibirnya, bukannya menjawab Nayra langsung membuka masker dan melepaskan rambut palsunya. Hingga tergerai lah rambut hitam legamnya

Sontak saja Jonathan merasa terkejut "A-apa maksud anda?"

"Tujuan saya bertemu anda karena ingin meminta bantuan anda sebagai ilmuwan bukan pebisnis" Saat itu, sebelum menerima pekerjaan ini Nayra sudah menyelidiki tentang perusahaan farmasi itu. Bahkan dia juga mendapatkan informasi bahwa CEO di perusahaan itu adalah ilmuwan yang sangat hebat di usianya yang masih 26 tahun. Tetapi dunia hanya mengenal Jonathan sebagai pebisnis dan CEO perusahaan farmasi tidak lebih

Tentu saja Jonathan terkejut karena rahasianya terungkap "Ba-bagaimana anda tau?" sungguh pria didepannya ini adalah orang pertama yang mengetahui identitas aslinya. Selama ini Jonathan selalu menggunakan identitas palsu saat menjadi ilmuwan

Nayra hanya memberikan senyum miringnya sebagai jawaban

"Saya hampir lupa siapa anda" hampir saja dia lupa identitas pria didepannya sebagai seorang hacker terkenal, jadi mudah saja mendapatkan informasi "Jadi apa yang anda mau?" kini Jonathan kembali ke mode serius

"Sebelumnya perkenalkan nama saya Nayra Putri dan saya meminta anda untuk membuatkan penawar racun"

"Kalau begitu mari ikut saya" Jonathan pun bangkit dari duduknya menuju deretan rak buku. Lalu dia menarik salah satu buku dan terbukalah jalan yang menuju ruangan rahasia

***

Sudah satu minggu semenjak perjanjian itu. Dan selama satu minggu ini Nayra selalu pergi ke perusahaan farmasi untuk menemui Jonathan. Mereka berdua bekerjasama membuat penawar racun. Meskipun Nayra bukanlah ilmuwan tapi dia memiliki otak cerdas untuk mempelajari alat-alat penelitian

Bahkan saat ini keduanya sudah seperti kakak adik padahal baru satu minggu kenal. Dan selama satu minggu ini Nayra tidak menggunakan identitas Rei melainkan sebagai dirinya sendiri dengan dalih sepupu jauh Jonathan

"Hah akhirnya bisa rebahan" Nayra langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Sudah seharian ini dirinya berada di laboratorium bersama Jonathan untuk membuat penawar racun tapi sampai sekarang masih belum ada yang berhasil

Tiba-tiba ponsel Nayra berbunyi. Dengan malas Nayra melihat siapa yang meneleponnya yang ternyata dari Arka

"Halo pi" sapa Nayra dengan masih posisi rebahan

[Halo Nay, bagaimana kabarmu?] tanya Arka di seberang sana

"Baik pi"

[Apa kamu sudah mendapatkan sekolah nak? Jika belum akan papi daftarkan]

Mendengar hal itu Nayra langsung bangkit dari rebahan nya "Anu itu u-udah pi, ini aku baru aja pulang sekolah" ucapnya dengan gugup 'Maafin Nayra bohong, jujur Nayra lupa buat cari sekolah karena terlalu fokus pada penelitian' lanjutnya dalam hati

[Baiklah, jangan lupa jaga dirimu. Jika ada waktu papi mami dan Keysa akan menjenguk mu]

Setelah berpamitan, Nayra memutuskan sambungan telepon. Dia hanya bisa menghela nafas, di SMA mana dia harus mendaftar karena jujur saja dia masih asing dengan kota Jakarta

"Kenapa kau terlihat gelisah?" tanya Jonathan yang baru keluar dari ruang penelitian

"Gue lupa buat cari sekolah bang, coba kalau tadi papi nggak nelepon mungkin gue bakal lupa" Nayra memang sudah menganggap Jonathan sebagai kakaknya

"Hah sekolah? Emang umur mu berapa?" tanya Jonathan sembari duduk di kursi kerjanya

"15"

Jonathan langsung menyemburkan kopi yang baru diminum itu karena terkejut "I-itu beneran? abang kira kamu udah mahasiswa" tanyanya dengan nada tidak percaya

"Ck emang tampang gue kayak udah tua gitu?" Kesal Nayra dengan nada datar dan dinginnya

Jonathan langsung gelagapan melihat jika Nayra merasa kesal. Jujur saja dia sedikit takut karena sudah membuat Nayra kesal. Meskipun dirinya adalah pria dingin tapi Nayra lebih dingin dan datar se datar tembok cina

"Gimana kalo abang bantu? Sebenarnya ada SMA yang berada di bawah naungan keluarga Wijaya. Ya meskipun abang bukan pemiliknya tapi abang direktur di SMA itu. Gimana?" tawar Jonathan

Nayra tampak berfikir sejenak. Tapi setelah dipikirkan itu lebih baik daripada dia harus kerepotan mencari SMA "Ya gue terima"

Langsung saja Jonathan menelepon kepala sekolah SMA itu

"Besok kamh bisa langsung sekolah" ucapnya setelah mengakhiri panggilannya dengan kepala sekolah

"Cepet banget bang, tapi gue belum punya seragamnya"

Mendengar hal itu Jonathan langsung menelepon asisten pribadinya

"Tunggu 1 jam lagi, asisten abang sedang mengambilkan seragam mu" ujarnya setelah mengakhiri panggilannya dengan asisten

"Thanks bang udah bantuin" ucap Nayra dengan senyum tipisnya

Bersambung~

Jangan lupa tinggalkan like dan komennya bestie (◕ᴗ◕✿)

Happy Reading (≧▽≦)

See You 😘

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

gampang banget 🤧🤧🤧

2023-11-08

1

Shai'er

Shai'er

uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk

2023-11-08

1

Shai'er

Shai'er

waduh😱😱😱

2023-11-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!