Hari sudah hampir sore saat Nayra sampai di apartemennya. Sungguh saat ini dirinya lelah dan ingin segera bertemu kasur
"Aku pulang" dirinya selalu mengucapkan hal itu ketika masuk ke apartemen meskipun tidak akan ada yang menyambutnya atau sekedar ada yang mengucapkan 'Selamat datang'
"Selamat datang"
Nayra membulatkan matanya, dengan tergesa-gesa dia masuk ke apartemen mencari sumber suara
Air matanya luruh melihat keluarga barunya yang berada di dapur. Dia langsung menghampiri Mareta dan memeluknya "Mami kenapa tidak memberi kabar jika disini?" tanyanya masih dalam pelukan Mareta
Senyum manis terbit di bibir Mareta lalu membalas pelukan dari putri keduanya itu "Kejutan untuk mu sayang"
"Kapan kalian selesai berpelukan, papi juga ingin memeluk putri papi ini" ucap Arka
Nayra melepaskan pelukannya lalu menghampiri sang papi dan memeluknya
"Sahabat sendiri malah dilupain" celetuk Keysa memutar bola matanya malas
Nayra terkekeh lalu menghampiri sang sahabat yang sudah menjadi saudara "Iya-iya, sini" Nayra merentangkan kedua tangannya
Langsung saja Keysa memeluk Nayra, sungguh dia merasa rindu dengan sahabat yang sudah menjadi saudaranya ini
Arka dan Mareta tersenyum senang melihat kedua putrinya
"Sudah-sudah, sudah waktunya makan" lerai Mareta sembari menata hidangan di meja makan
Tentu saja perut Nayra keroncongan mencium harum masakan sang mami dan langsung duduk tanpa mengganti seragamnya
"Kamu tidak mandi dulu sayang?" tanya Mareta
Nayra langsung menggelengkan kepalanya "Tidak mi, aku sudah terlalu lapar"
Keluarga kecil itu pun makan bersama dengan diselingi obrolan ringan dan canda
Malam ini Nayra tidur di masion Vandyke yang berada di Jakarta bersama dengan keluarga barunya
Sungguh malam ini adalah malam paling indah bagi Nayra karena bisa berkumpul dengan keluarga
Keesokan paginya, Nayra pergi sekolah diantar kan oleh Arka. Karena motornya di apartemen, jadi dia diantar kan Arka yang ingin pergi ke perusahaan cabang
Sebenarnya Nayra menolak tapi dengan paksaan dari keluarganya akhirnya dia menyetujuinya
Sepanjang jalan senyum nya tidak luntur dari bibirnya, dia sangat senang karena impiannya terwujud. Salah satu impiannya adalah diantar sekolah oleh orang tua. Meskipun terdengar sepele tapi bagi Nayra itu sangat berarti
Akhirnya mobil Arka sampai di depan gerbang sekolah SMA Wijaya
"Semangat belajarnya sayang" ucap Arka mengecup kening Nayra
Tentu saja Nayra sangat senang, dia langsung memberi kecupan di pipi sang papi "Tentu pi"
Lalu dia keluar dari mobil dengan senyum lebarnya. Sepanjang jalan menuju kelas senyumannya tidak pernah luntur
Tentu saja hal tersebut membuat siswa yang selalu melihat Nayra dengan wajah datarnya terkejut
"Astaga, senyumannya manis banget" komen Ryan terus memandangi Nayra sampai dia sudah masuk area sekolah
"Lo bener, baru pertama kali gue liat tuh anak senyum. Biasanya juga selalu datar wajahnya, ditambah penampilannya yang badas. Tapi liat dia sekarang kayak cewek lagi kasmaran" papar Azka
"Tapi yang nganter dia tadi siapa ya? Apa cowoknya?"
Obrolan mereka berdua sungguh membuat Alvaro menahan amarahnya. Dia langsung pergi dari sana meninggalkan teman-temannya
"Alvaro kenapa kayak gitu?" tanya Reza yang baru saja datang dengan Nathan dan Nara
Semenjak hubungan kakak adik itu membaik, Nara selalu berangkat sekolah bersama kedua kakaknya. Dan itu tentu saja membuat keduanya merasa sangat senang
"Kagak tau, dia pergi gitu aja" sahut Ryan
"Kalian nggak lupa kan kalau besok malam akan ada pesta. Tapi yang lebih mengejutkan, keluarga yang sudah lama nggak ikut ke perkumpulan besok akan hadir" papar Azka
"Itu beneran?" tanya Ryan memastikan, dia terkejut dengan berita ini begitupun yang lain. Karena sudah cukup lama keluarga itu tidak hadir dalam pesta. Kalau tidak salah terakhir keluarga itu hadir saat dirinya masihlah berusia 6 tahun
"Jadi akhirnya 5 keluarga terpandang di Indonesia akan berkumpul" sahut Nathan
Diantara banyaknya keluarga terpandang ada 5 keluarga yang memiliki hubungan dekat. 5 keluarga itu terdiri dari keluarga Smith, keluarga Malverick, keluarga Wijaya, keluarga Alister dan satu keluarga yang sudah lama hilang dari perkumpulan 5 keluarga
***
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Nayra langsung membereskan buku dan alat tulisnya. Saat dirinya sedang berberes, pesan masuk ke ponselnya. Dia langsung membuka pesan itu, senyum tipis terbit setelah membacanya
Dengan cepat dia langsung membereskan buku-bukunya "Aku duluan Ra" pamitnya pada Nara yang masih membereskan buku-bukunya
Namun saat akan melangkahkan kakinya, tangannya ditahan oleh Nara. Nayra mengangkat salah satu alisnya seolah bertanya, ada apa?
Nara mengetikkan kata di ponselnya dan memberikannya pada Nayra. Akhirnya Nayra mengerti, Nara hanya ingin ikut dirinya untuk pergi ke gerbang sekolah dan menyuruhnya menunggu sebentar
Tak berselang lama kedua gadis itu pergi dari kelas. Suasana sekolah sudah sepi, hanya ada beberapa siswa yang masih berada di sekolah
"Aku duluan Ra" pamitnya ketika melihat seorang gadis yang bersandar di mobil sport
Gadis itu adalah Keysa, dia menjemput Nayra karena ada suatu hal harus dia lakukan bersamanya
"Sorry lama key" ucap Nayra saat sudah berada didepan Keysa
"No problem Nay, ayok masuk" ajaknya
Kedua gadis itu langsung masuk ke dalam mobil sport dengan Keysa sendiri yang menyetir. Mobil sport itu pun melaju membelah jalan ibu kota Jakarta
"Kita mau kemana?" tanya Nayra, dia heran kenapa arah mobil ini tidak menuju ke masion ataupun apartemennya
"Lo bakal tau kok" jawab Keysa dengan senyum misteriusnya
Tak berselang lama akhirnya mobil itu berhenti di sebuah butik
"Ayo" ajak Keysa
Kedua gadis itu langsung memasuki butik dan disambut ramah oleh pelayan butik itu
"Sayang kesini" Keysa langsung menoleh pada sang mami. Langsung saja dia menarik tangan Nayra untuk menghampiri Mareta
"Kalian pilihlah gaun" titah Mareta
Nayra semakin bingung, sebenarnya apa yang terjadi? Dan gaun? Untuk apa? Pikirnya
"Untuk apa mi?" tanya Nayra
Mareta tersenyum "Pilihlah gaun yang cantik, karena besok malam kita akan mendatangi pesta"
"Pesta?" beo Nayra
"Benar apa kata mami, besok kita akan pergi ke pesta. Karena itulah kita harus memilih gaun" ungkap Keysa
Tanpa menunggu, Keysa langsung menarik Nayra ke jejeran gaun
"Lo ingin gaun yang mana Nay?" tanya Keysa masih sibuk melihat-lihat jejeran gaun
"Terserah, lo aja yang memilihkannya. Lo sendiri tau kan gue nggak bisa kalau yang namanya memilih fashion" ucap Nayra yang fokus pada layar ponselnya
Kesya menepuk dahinya, dia lupa jika Nayra tipikal gadis yang tidak terlalu memikirkan fashion. Tidak hanya itu saja, Nayra juga tidak mengerti apa itu make up dan skincare. Terkadang Keysa sendiri bingung bagaimana bisa kulit wajah Nayra terlihat terawat padahal tidak pernah menggunakan produk skincare. Entah bisa dikatakan sebagai seorang gadis atau tidak. Bahkan Nayra sendiri tidak pernah berpenampilan layaknya seorang gadis kecuali saat memakai seragam sekolah
Bisa dikatakan Nayra adalah gadis tomboy. Nayra sendiri selalu berpakaian layaknya seorang lelaki, bahkan sebagian besar pakaian sehari-harinya adalah kaos polos dan celana panjang juga hoodie
Akhirnya dia sendiri yang memilihkan gaun untuk Nayra
Tak terasa membutuhkan waktu lama untuk memilih gaun. Bahkan Nayra sendiri sudah bosan, dia lebih memilih untuk bersandar di sofa yang sudah disediakan
"Mi, tempat pestanya dimana?" tanya Nayra, dia penasaran. Tapi ada perasaan was-was, kenapa dirinya merasa jika pesta itu sama dengan pesta yang akan dihadirinya sebagai Rei
"Pesta itu diselenggarakan di hotel Cendana" jawab Mareta
Nayra terkejut mendengarnya "Jam?" sungguh dia berharap ini semua hanyalah kebetulan
"Jam 7 malam"
Kini semua pemikiran yang berusaha dia tepis hilang. Sungguh dia tidak menyangka jika pesta ini adalah pesta yang sama. Dia berfikir keras mencari solusi, apakah dia harus melanggar janjinya yang akan datang ke pesta sebagai Rei? Atau menolak ajakan keluarganya
Tapi tidak mungkin dirinya menolak ajakan ini, pasti nantinya mereka merasa kecewa
Akhirnya Nayra mendapatkan solusinya "Maafkan Nayra mi, tapi besok aku ada urusan yang sangat penting. Dan baru selesai saat jam 8 malam"
"Apakah tidak bisa diundur sayang?"
Nayra menggelengkan kepalanya, tidak mungkin karena dirinya sudah terlanjur berjanji "Sungguh maafkan Nayra" sesalnya
Mareta menghela nafasnya "Tidak apa-apa sayang, tapi apakah kamu masih mau hadir nak?"
"Tapi apa tidak apa-apa jika aku terlambat?"
"Tentu saja tak masalah sayang, pesta itu juga tidak akan berakhir cepat"
"Mami dan papi duluan saja, aku akan berangkat dengan Nayra saja" sahut Keysa
"Baiklah" Dengan begini Nayra bisa memenuhi undangan pesta itu, sebagai Rei dan Nayra sendiri
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Shai'er
tuh kan
2023-11-08
1
Shai'er
Jangan-jangan, pesta yang dibilang, Jonathan 🤔🤔🤔
2023-11-08
1
Shai'er
keluarga siapa yang satu lagi 🤔🤔🤔
2023-11-08
1