"Sudah lama tak bertemu Mareta" sapa Angel Wijaya istri dari Marvelino Wijaya. Lalu mereka berdua saling berpelukan
"Bagaimana kabarmu?" tanya Mareta
Angel tersenyum simpul "Seperti yang kau lihat, semuanya baik"
"Ya ampun Mareta, aku tidak menyangka kamu datang" Shafa Alister langsung menghampiri Mareta dan memeluknya
Disusul oleh Diana Malverick dan Arleta Smith. Kini sudah lengkap ibu dari 5 keluarga itu. Mereka langsung duduk dan berkumpul bersama karena sudah lama tidak berkumpul karena ketidakhadiran Mareta
"Kenapa rasanya sepi? Apa ada yang tidak hadir?" tanya Mareta melihat keadaan sekitar
Terlihat raut wajah masing-masing wanita disana yang menghela nafas
"Kamu memang benar ta, aku kesini saja dengan suami dan putraku saja. Sementara putriku pergi ke luar kota karena urusan pekerjaan" keluh Shafa. Dia memiliki seorang putri yang saat ini sudah bekerja dengan merintis usahanya di bidang fashion
"Memang anak-anak jika sudah dewasa memiliki kesibukan tersendiri. Hari ini saja hanya dua putra ku Reza dan Nathan yang ikut sementara yang lain sibuk dengan pekerjaan" imbuh Diana
"Kalau tidak salah bukankah kamu memiliki putri kembar?" tanya Mareta
Langsung saja raut semua wanita disana berubah menjadi sendu. Memang Mareta pindah dari Jakarta sebelum kejadian si kembar terjadi
"Semuanya berubah ta, salah satu putri kembar ku meninggal karena suatu kejadian sementara kembarannya" Diana tidak sanggup lagi melanjutkan ceritanya, air matanya lolos begitu saja
Mareta yang mendengarnya menjadi bersalah karena bertanya, karena memang sudah lama dirinya tidak bertemu dengan mereka. Dia langsung menggenggam tangan Diana yang duduk disampingnya "Maafkan aku karena membuat mu sedih, sungguh aku benar-benar tidak tau" sesalnya lalu menghapus air mata Diana. Sebenarnya dia penasaran dengan kelanjutannya tapi tidak mungkin dirinya menanyakan hal itu. Dia tidak setega itu untuk membuat Diana menangis karena mengingat hal yang membuatnya sedih
"Tidak apa-apa ta, karena memang dirimu tidak mengetahuinya" ujar Diana mencoba tersenyum
"Bukankah kamu memiliki seorang Putri? Dimana dia?" tanya Arleta mengalihkan suasana yang canggung
Mareta tersenyum simpul "Bukan satu putri tapi aku memiliki dua putri sekarang. Putri keduaku sedang ada urusan jadi Putri pertama ku menunggunya barulah nanti kesini"
Sontak para ibu disana terkejut "Bukankah kamu hanya memiliki seorang putri ta? Aku tidak mendengar kamu hamil lagi" tanya Diana
"Memang aku tidak mengandung lagi setelah melahirkan putri pertama ku, tapi aku mengangkat seorang gadis sebagai putriku karena permintaan dari putri pertama ku. Tidak itu saja, karena ini juga keinginan ku dan mas Arka"
"Apa putri pertama mu tidak merasa tersisihkan ta?" tanya Angel yang semakin penasaran begitupun yang lain
Mareta menggelengkan kepalanya "Justru itu adalah keinginan putriku. Jujur saja sangat susah untuk mendapatkan kepercayaan putri kedua ku. Bahkan dia selalu menolak saat aku dan mas Arka ingin mengadopsinya. Kami berdua dan putri pertama ku membutuhkan waktu untuk mendapatkan kepercayaannya. Dia gadis yang sangat susah untuk didekati"
"Aku menjadi semakin penasaran seperti apa putri kedua mu itu" ungkap Diana yang disetujui yang lain
"Mamah" perhatian para wanita disana teralihkan pada seorang gadis kecil dengan gaun selutut nya yang nampak manis ditambah wajahnya yang chubby. Gadis itu langsung menghampiri Arleta dan duduk dipangkuan sang mamah
"Mareta dia putri ku Karenina Cantika Smith" ucap Arleta "Nina ayo sapa tante Mareta"
Karenina atau biasa dipanggil Nina itu langsung berdiri dari pangkuan "Perkenalkan namaku Karenina, bisa dipanggil Nina" ucapnya dengan senyum lebarnya
Sungguh Karenina sangat imut dimata Mareta dan yang lain. Mareta langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Karenina "Salam kenal Nina, nama tante Mareta bisa dipanggil tante Reta. Kalau boleh tau umurmu sekarang berapa?" tanyanya dengan senyum manisnya
Tampak Karenina menghitung dengan jari-jari kecilnya "Umurku 7 tahun tante" tunjuknya dengan mengangkat kedua tangannya menunjuk angka 7
Mareta tersenyum gemas ditambah dengan pipi chubby Karenina, lalu dia mengusap rambut panjang Karenina
"Apa jaraknya dengan putra pertama mu cukup jauh Ar?" tanya Mareta kembali duduk di kursinya sementara Karenina kembali duduk di pangkuan sang mamah. Meskipun usia Karenina sudah 7 tahun tapi tubuhnya masihlah mungil, bisa dibilang seperti masih usia 5 tahun
"Kau benar ta, aku bahkan tidak menyangka akan mendapatkan seorang putri. Padahal melihat usia Alvaro pada saat itu sudah menginjak remaja" dulu Arleta berfikir jika dia tidak mungkin hamil lagi mengingat Alvaro sudah menginjak usia remaja dan mungkin hanya Alvaro yang akan menjadi putra tunggal, tapi yang namanya takdir dari Tuhan tidak ada yang tau
"Ngomong-ngomong aku tidak melihat putra kalian?" tanya Mareta
"Mungkin mereka sedang berkumpul bersama" jawab Shafa
Lalu kumpulan para wanita disana mengobrol bersama, bernostalgia kembali dengan masa-masa dimana mereka berkumpul
Bersambung~
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😉
Masukkan novel ini ke novel favorit kalian agar tidak ketinggalan update author ( ╹▽╹ )
Happy Reading (≧▽≦)
See you 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Shai'er
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2023-11-09
1
Shai'er
ouhhhh🥺🥺🥺
2023-11-09
1