Nayra akhirnya pulang ke masion Vandyke karena desakan dari Mareta. Mau tidak mau Nayra akan tinggal disini sementara sebelum kembali ke Jakarta
Bahkan di masion itu, Mareta dan Arka sudah menyiapkan kamar sendiri untuk Nayra dan berada disamping kamar Keysa yang berada di lantai 2. Dan di kamar itu juga sudah dilengkapi dengan barang-barang yang sama seperti seleranya. Bahkan Mareta juga menyiapkan pakaian yang sama seperti seleranya
Hari sudah gelap ketika Nayra selesai membersihkan dirinya, dia langsung menuju kursi dan meja yang berada di balkon sembari menikmati makanannya yang baru saja diantarkan pelayan
Saat dirinya sedang menikmati makanannya, ponselnya berdering. Dan ternyata panggilan vidio call dari Jonathan
Sebelum mengangkat panggilan itu, Nayra mengambil laptopnya dan panggilan itu disambungkan ke laptop
[Halo Nay, lo gak papa kan?]
"Gue gak papa bang, emang kenapa?" Tanyanya sembari melanjutkan acara makannya
Terdengar helaan nafas dari Jonathan [Syukur kalo lo gak papa. Abang khawatir sama lo, dari tadi dihubungi tapi nggak ada jawaban]
Mendengar itu Nayra langsung mengecek ke ponselnya dan benar saja banyak sekali panggilan tak terjawab. Tetapi bukan hanya dari Jonathan, beberapa panggilan berasal dari Nara
Semenjak sampai di Surabaya, memang dirinya tidak membuka ponselnya
Melihat banyaknya pesan dari Nara, Nayra langsung membukanya. Dan benar saja pesan itu menanyakan dimana keberadaannya saat ini. Nayra langsung membalas pesan itu
[Nay] panggil Jonathan
"Eh iya bang" Nayra langsung kembali fokus pada layar laptopnya, dia bisa melihat raut wajah khawatir dari Jonathan
[Sebenarnya ada apa sih, kok lo tadi nangis waktu telepon abang. Ada masalah?]
"Sorry bang kalo gue bikin lo khawatir. Sebenarnya sahabat gue yang ada di Surabaya kecelakaan. Karena itulah gue langsung kesini, jujur aja dia udah kayak saudara sendiri. Dan thanks karena tadi udah bantuin, gue bakal balikin uang yang udah keluar karena harus beliin tiket pesawat" papar Nayra
[Itu nggak perlu Nay, cukup lo kerja sama abang semua akan terbayar]
"Thanks sekali lagi bang, btw gue harus kembali lagi ke rumah sakit"
[Oh okey, kabarin abang kalo udah kembali ke Jakarta]
Setelah itu panggilan terputus, Nayra langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit
~Masion Malverick~
Semenjak ditinggal sendirian di kantin oleh Nayra, Nara kembali murung bahkan tatapan matanya kosong. Sedari tadi dia duduk di balkon kamar sembari menggenggam ponselnya, berharap pesannya dibalas
Ting
Nara langsung membuka ponselnya, dia tersenyum senang melihat pesannya dibalas. Setelah itu dia kembali masuk ke kamar untuk bersiap tidur
Sementara di ruangan lain, ruangan yang menyerupai ruang kontrol dimana diruangan itu adalah ruangan sistem keamanan Malverick. Hanya anggota keluarga saja yang bisa memasuki ruangan itu
Diana yang merupakan ibu dari Nara menangis di dekapan sang suami yaitu Andreas. Dirinya sedih karena semenjak pulang Nara kembali murung padahal sebulan ini ada kemajuan tetapi kenapa dia murung lagi. Semenjak tadi dia terus memantau Nara melalui cctv yang dipasang di kamarnya
Tidak hanya Diana dan sang suami, disana juga terdapat Elang, Reza, Nathan dan Kanaya yang ikut melihat keadaan sang adik
"Reza, apakah kamu tau kenapa Nara kembali murung? " tanya Andreas masih mendekap sang istri
"Selama satu bulan ini aku terus memantau Nara pah, dan hanya pada siswi baru dia bisa kembali tersenyum. Tapi pagi tadi siswi itu pergi meninggalkan Nara sendirian di kantin, karena itulah dia murung lagi" papar Reza
Meskipun dirinya dan Nathan terlihat tidak peduli pada Nara di sekolah, tetapi sebenarnya mereka selalu memantau Nara dari kejauhan. Tetapi mereka merasa gagal sebagai kakak karena tidak bisa melindungi sang adik saat dibully
Karena setiap mereka ataupun saudara yang lain mendekat, Nara selalu menjauh. Itu terjadi semenjak kepergian dari kembarannya Rayna
Namun mereka senang karena saat Nayra masuk ke sekolah, Nara kembali tersenyum. Senyuman yang hilang selama ini, entah apa yang membuat Nara begitu dekat Nayra. Mereka tidak tau
"Siapa gadis itu?" tanya Elang
"Dia siswi pindahan dari Surabaya satu bulan lalu, namanya Nayra Putri" jawab Nathan
"Kamu selidiki gadis itu Elang, mungkin dengan ada gadis itu Nara kembali seperti dulu lagi" titah Andreas
Elang pun dengan sigap langsung menyalakan komputer untuk meretas data dari Nayra. Sementara Kanaya dia menuntun sang mamah untuk kembali ke kamar karena waktu sudah larut malam
Sedangkan yang lain masih diruangan menunggu Elang yang sedang meretas data
Disisi Nayra, saat ini dirinya sedang duduk di sofa rumah sakit sembari memakan seblak yang baru saja dia beli
"Nay, minta seblak nya dong" rengek Keysa yang duduk di brankar nya. Dia tergiur melihat kuah merah seblak yang dimakan Nayra. Sebagai pecinta makanan pedas terutama seblak, itu membuatnya ingin memakan makanan itu
Nayra yang mendengar itu hanya tersenyum miring yang dimata Keysa terasa menjengkelkan
"Oh tidak semudah itu, meskipun mami tidak ada disini gue nggak bakal kasih lo seblak ini" tolak Nayra sembari melanjutkan makan seblak nya
Dia memang sengaja membeli seblak dan menggoda Keysa yang memang hanya boleh makan makanan rumah sakit. Bukankah menyenangkan jika mengerjai sahabat sendiri. Dan malam ini Nayra memang sendirian menjaga Keysa, karena dirinya memaksa Mareta dan Arka untuk beristirahat di rumah sementara dirinya akan berjaga di rumah sakit.
"Lo pelit banget sih, minta sedikitlah. Mumpung mami nggak ada, ya ya" bujuk Keysa
Namun Nayra tidak goyah sama sekali, bahkan sesekali dia bergumam jika kuah seblak memang pas dimakan saat malam hari
Dan hal itu membuat Keysa merasa kesal "Dasar tidak setia kawan" gerutu Keysa
Saat dirinya sedang asik menyantap makanannya, tiba-tiba ponsel nya berbunyi. Nayra terkejut mendengar suara notifikasi itu, karena memang sudah lama notifikasi itu tidak muncul. Dan hanya muncul saat genting saja, seperti pagi tadi
Langsung saja dia membuka membuka ponselnya, dan ternyata pemberitahuan jika ada orang yang meretas data tentang dirinya
Nayra langsung mengambil laptopnya, dan menggerakkan jarinya dengan cepat. Untung saja hanya sebagian yang berhasil diambil, itupun hanyalah data umum. Tapi Nayra tidak ingin siapapun mendapatkan data miliknya, akhirnya dengan cepat dia berusaha mengambil datanya lagi. Dibantu oleh sistem yang dia buat bernama 'Raphael'
Sistem itu juga lah yang membantu Nayra saat ada orang yang meretas datanya maupun keadaan darurat yang menimpa seseorang di bawah pengawasannya
Seperti kejadian pagi tadi, Nayra mendapatkan notifikasi jika ponsel Keysa rusak. Karena itulah dirinya langsung mencari tau apa yang terjadi. Nayra menanam sistem pendeteksi indikator berbahaya di ponsel Keysa dan kedua orangtuanya tanpa sepengetahuan mereka
Karena itulah ketika ponsel mereka rusak, maka sistem itu langsung mengirimkan sinyal yang langsung ditangkap oleh sistem Raphael. Dan akan dikirimkan langsung ke ponsel Nayra
Meskipun usianya saat ini masihlah 15 tahun, tetapi dirinya mampu menciptakan sistem seperti itu. Memang dirinya sudah belajar IT sejak berusia 8 tahun secara otodidak
Kembali ke sisi Nayra, akhirnya dia berhasil merebut kembali datanya. Bahkan selama pengambilan, mereka berperang saling mengirimkan virus. Untungnya Nayra dapat mengatasinya. Dengan senyum miringnya, dia langsung mengirimkan 'hadiah' untuk orang yang berani meretas datanya
Bahkan Keysa yang melihat senyum miring Nayra, bergedik ngeri. Menurutnya senyuman Nayra sangat menakutkan. Sudahlah biarkan saja, lebih baik dirinya tidur saja
Disisi Nayra, dia masih menghadap laptopnya. Dia akan memperkuat lagi sistemnya agar tidak ada yang dengan mudah meretas data miliknya. Dan untuk orang yang meretas datanya, dia belum bisa menemukan lokasinya karena si peretas juga pintar dengan selalu berpindah-pindah lokasi. Karena itulah, Nayra langsung memberikan serangan telak. Dan untuk si peretas, dia sudah terlalu malas untuk mencari identitas aslinya.
Sementara di masion Malverick, Elang terkejut karena seketika layar komputernya langsung bertuliskan eror
"Apa yang terjadi?" tanya Andreas
Elang mengguyar rambutnya kasar "Aku ketahuan pah, bahkan ternyata dia juga seorang hacker. Tidak hanya itu saja, data yang berhasil ku ambil berhasil direbut kembali. Dan dia mengirimkan banyak virus ke komputer ku" papar Elang
"Keahliannya di dunia IT lebih hebat daripada diriku" lanjutnya
Sontak hal itu membuat tiga lelaki itu terkejut. Elang yang memang ahli dalam dunia IT saja bisa kalah dari seorang gadis
"Apakah ketahuan?" tanya Reza
Elang menggelengkan kepalanya "Aku selalu mengubah lokasi ku dan juga namaku, jadi kemungkinan besar tidak akan ketahuan"
"Sepertinya tidak bisa jika mencari informasinya melalui peretasan. Aku yakin saat ini dia memperkuat keamanannya" celetuk Nathan
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Reza. Jika melalui peretasan tidak mendapatkan informasi itu sama saja dengan jalan buntu menurutnya
"Reza Nathan, kalian selidiki bagaimana gadis itu bisa masuk ke SMA Wijaya. Apakah memang ada yang membantunya. Mulai cari informasi dari situ, dan setelah itu pasti akan mendapatkan informasi yang lain juga" titah Andreas lalu pergi dari ruangan itu
Bersambung~
Hello para reader (≧▽≦) author menyapa kalian di malam Sabtu ini(◕ᴗ◕✿)
Jangan lupa tinggalkan like dan komen kalian 😉
Happy Reading (≧▽≦)
See You 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Shai'er
💪💪💪💪💪💪
2023-11-08
1
Shai'er
keren 👍👍👍
2023-11-08
1
Shai'er
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-11-08
1