Setelah beberapa waktu, akhirnya gerobak sapi sampai di pintu masuk kota kabupaten. Semua orang turun dari gerobak dan berjalan ke arah tujuan masing-masing, termasuk Kiki.
Kiki sebenarnya tidak memiliki rencana untuk pergi ke kantor pos, tetapi tiba-tiba dia dipanggil oleh Fang Yan. "Kiki, aku mendengar kamu akan pergi ke kantor pos untuk memeriksa kiriman. Aku juga akan ke sana, mungkin kita bisa pergi bersama?" Kiki merasa terkejut karena Fang Yan tiba-tiba mengajaknya. Meskipun dia mencoba menghindar, Fang Yan justru semakin mendekat.
"Sebenarnya, aku masih memiliki beberapa urusan sebelum pergi ke kantor pos. Jadi, tidak perlu kalian tunggu aku. Hehehe," canda Kiki.
"Oke, kalau begitu. Jam berapa kamu perkirakan pulang?" tanya Fang Yan lagi.
"Ah, ini... aku sebenarnya belum tahu. Ini pertama kalinya aku ke sana, dan mungkin tidak akan sering, jadi sulit untuk memprediksi kapan aku akan pulang," jawab Kiki dengan alasan bahwa dia ingin menghindari diikuti oleh Fang Yan. Selain itu, dia juga memiliki rencana lain di kota yang tidak ingin diketahui orang lain.
Kiki telah mengumpulkan 5 poin dalam 5 hari terakhir. Hari ini dia mendapatkan double point karena libur, jadi jika dihitung ulang, Kiki masih memiliki sisa 45 poin. Dengan begitu, dia berencana untuk berbelanja dengan leluasa hari ini. Namun, semua rencana itu bisa berantakan jika Fang Yan tetap bersamanya.
Fang Yan adalah seorang pria yang agak sombong dan tidak terlalu sopan, tetapi dia tidak memaksa Kiki untuk bersamanya pergi ke kantor pos.
Setelah akhirnya mereka berpisah dan Fang Yan bersama teman-temannya menjauh, Kiki bisa akhirnya merasa lega dan dia bisa membuka matanya lebar-lebar untuk melihat simbol check in yang ada di kota kabupaten ini.
("dideteksi peta akumulasi, untuk membuka peta diperlukan 30 poin, apakah tuan rumah bersedia")
"Hah ada peta lagi, tapi aku hanya memiliki 45 poin, jika ini dikurangi 30 artinya aku hanya memiliki 15 poin untuk dibelanjakan.Ah bagaimana ini?"
Peta akumulasi artinya jika anda mengontrak peta, anda bisa melakukannya lagi ,lagi dan lagi. Tapi jika tidak itu artinya anda tidak akan menemukan titik check in lagi di masa depan di kota kabupaten ini.
Jika dihitung dengan cara itu kerugian jelas akan lebih dibanding dengan keuntungan.
Meskipun sedikit enggan Kiki masih menyebutkan" aku akan mengontrak peta"
("selamat telah mengontrak peta akumulasi di kota kabupaten, sebagai hadiah kontrak pilih satu lokasi check in yang bersifat gratis sepuluh kali")
"Eh be....benarkah...?"
Wow , sebuah hadiah pembukaan peta yang begitu menyegarkan telingamu. mendapilih satu lokasi check in yang bersifat gratis dan itu berlaku untuk 10 kali untuk satu kali jalan.
Wow , Kiki mimisan hehehe.
"Oke setelah peta dibuka laporkan 5 lokasi check in terdekat"
("dideteksi 5 lokasi cek yang terdekat, departemen biji-bijian, koperasi pemasukan dan pengadaan, restoran negara, bank daerah dan kantor pos ")
"Oh begitu kah "
Kiki begitu bersemangat menerima lokasi terdekat yang memiliki simbol check in. hanya saja dia tidak memiliki begitu banyak poin sekarang.
Dengan pengalaman yang telah lalu Kiki berpikir semua tempat check in itu memiliki poin yang berbeda-beda tapi semakin tinggi poin maka keuntungannya akan semakin tinggi.
Jadi dia hanya akan memilih tempat cek ini memiliki poin tertinggi, yaitu 5 poin.
"Oke sekarang, katakan padaku diantara 5 tempat tadi yang manakah memiliki biaya masuk sebanyak 5 poin?"
("Koperasi pemasukan dan pengadaan, kantor pos,bank negara dan restoran negara ")
"Oh artinya departemen biji-bijian tidak memerlukan 5 poin, kan. selain dari tempat-tempat di atas masih adakah tempat untuk aku check in?"
("Tentu, dideteksi ada 34 simbol check in di kota kabupaten. peta akumulasi sudah dibuka dan ini akan terbuka untuk check in dalam dua puluh empat jam ")
Artinya setiap kali Kiki mampir untuk check in ,itu akan ditutup dan disegarkan lagi setelah 24 jam.
"Oke kalau gitu aku lihat tempat lain dulu yang murah"kata nya.
setelah memutuskan hal yang seperti itu Kiki langsung pergi ke sebuah lorong dan keluar lagi dengan sepeda baru di tangannya.
Sekarang dia sudah memiliki alasan untuk mengeluarkan sepeda dan mengatakan itu dikirim oleh keluarganya.
Hei senangnya bisa pergi dengan sepeda alih-alih jalan kaki.
Tapi Kiki tidak memiliki waktu untuk tertawa dan jalan-jalan dia langsung berkeliling kota dan melihat ada begitu banyak simbol check in.
Ada pabrik sepatu, pabrik pengalengan, oh apa ini, simbol check in juga ada di rumah gadai?di rumah pemotongan babi?
Rumah pemotongan babi hanya memerlukan 2 poin tapi rumah gadai memiliki tiga poin. Artinya hasil yang ada di sana kemungkinan besar tidak begitu bagus.
Karena Kiki belum memutuskan ingin check in di mana Jadi dia hanya berjalan-jalan di sekitar kota dengan sepedanya yang baru.
"Oh bank daerah? seperti nya itu uang bukan ya?"
Kiki jadi ingat ketika dia pergi ke kota provinsi di mana dia mendapatkan sejumlah uang di bank daerah. Jadi kemungkinan besar dia masih akan mendapatkan uang di sini.
"Hem aku ingin hadiah akumulasi di bank daerah, Ok check in"kata Kiki ketika dia malah melewati simbol check in.
("selamat Anda telah check in dan mendapat hadiah peta akumulasi. terima hadiah rp1.000 dikalikan 10 sama dengan 10.000")
Kiki sangat senang mendengar hadiah yang dia dapatkan kali ini dan hadiah akumulasi juga sangat mencengangkan. dia tidak mendapatkan itu ketika membuka peta di gunung kemarin.
Jadi kepergiannya ke kota kabupaten sebenarnya dihargai dengan 10.000.Wow aku kaya ,aku kaya..
Namun dia harus kehilangan 5 poin karena rp10.000 itu.
Sekarang dia hanya memiliki 10 poin tersisa setelah itu dia bokek beneran.
setelah memikirkan beberapa hal pada akhirnya Kiki bergegas pergi ke koperasi pemasukan dan pengadaan.
Simbol yang ada di kota kabupaten ini rata-rata berada di pinggir jalan, bukan di pintu gerbangnya .jadi dia hanya berjalan dengan sepedanya dan...
"check in"
("selamat tuan rumah sebagai hadiah Anda mendapatkan, seperangkat bumbu dapur lengkap")
Kiki tidak melihat hadiah itu tapi mendengar seperangkat bumbu dapur dia juga sudah senang. Sulit memasak akhir-akhir ini jika anda tidak memiliki bumbu ,terutama minyak dan garam. Tapi sistem sekarang memberikan dia seperangkat bumbu dapur yang lengkap.
Betapa senangnya Kiki dengan hal itu jadi hal 5 poin terakhir di arahkan ke kantor pos.
Tapi Kiki tidak nyaman pergi ke sana Jadi dia harus mengintip terlebih dahulu takutnya ada Fang Yan.
Tapi ini cepat berlalu karena simbol juga masih ada di pinggir jalan dan dia melewatinya dengan berseru dalam hati.
"check in"
("selamat Anda mendapatkan kiriman paket dari kantor pos")
Sebuah kotak yang lebih besar dari pelukan ,tiba-tiba jatuh ke dalam lacinya. Karena ini dibuat persis dengan paket dari kantor pos jadi alasan untuk dia pergi ke kota ,juga sudah menjadi hal yang masuk akal.
Kiki tertawa gembira karenanya tapi dia juga bersedih karena poinnya sudah habis. Artinya berbelanja di kota sudah tidak diperlukan lagi.
"sistem, kosongkan kotak paket dulu"kata Kiki.
Sama seperti tas yang dia bawa di kereta api kemarin kotak ini juga sekarang kosong. Dengan begitu dia mengikatnya di kursi belakang. Nanti tidak akan ada orang yang curiga jika kotak itu sebenarnya kosong.
Karena hari sudah siang, ditambah dia sedikit enggan untuk memasak. jadi Kiki memutuskan untuk pergi ke restoran negara.
Poin sudah habis meski begitu Kiki ngiler melihat simbol check in yang berada di restoran negara.
Sayang sekali, tapi tidak apa-apa dia pasti akan mendapatkannya suatu hari karena kabupaten adalah peta akumulasi yang mulai saat ini.
Karena ini sudah waktunya makan siang jadi, sudah ada orang yang antre.
Restoran negara memiliki situasi yang sama dengan kantin di era modern.
Ada sebuah lubang di dinding, untuk anda memesan makanan sekaligus membayarnya.
Tapi ada daftar menu di dinding yang lain sehingga Kiki bisa baca dan menentukan pilihan makanannya hari ini.
"Sup ayam dengan jamur dan roti kukus juga sepiring acar timun"Kata Kiki pelan.
Kiki juga minta dibungkus kan, sepuluh roti daging dan dua piring kubis dengan paprika.
Mata penjual menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kepala. setelah melihat Kiki datang dengan sepeda barulah dia memiliki senyum di bibirnya.
"pemuda pendidikan ,pantas saja" gumam nya pelan, meskipun pelan Kiki masih dapat mendengarnya, tapi dia tidak peduli sama sekali yang penting dia masih lapar.
"Oke pesanan yang dibungkus akan datang tapi harap pembayarannya lebih dulu, ini semua adalah bla..bla...bla...
Melihat total yang harus dibayar beberapa orang melirik Kiki tapi segera menunduk lagi. Makanan adalah sesuatu yang mahal dan lebih mahal lagi jika anda memakannya di restoran negara.
Tapi jika anda memiliki kemampuan maka tidak ada yang akan mencegahmu untuk makan di restoran negara.
Setelah membayar sejumlah uang dan memberikan tiket sebagai tambahan, Kiki mengambil kursi kosong menunggu makanan datang.
Hanya setelah itu dia menyadari ada Fang Yan dan dia teman nya di sini.
"Oh Kiki, apa kau sudah mendapatkan sepedamu?"
"Ya dan ada paket juga, aku tidak tahu apa isinya tapi mari lihat jika sudah sampai di rumah hehehe" Kiki langsung mengaku agar kebohongannya bisa dipertanggungjawabkan nanti.
"Oh bagus, kami juga mendapatkan paket kami tapi kenapa tidak bertemu di kantor pos tadi?"
"aku tidak tahu tapi mungkinkah kita selisih jalan?" kata Kiki berdebar.
"Mungkin saja"
Pada akhirnya ketika makanan datang semua orang tidak berbicara lagi tapi berusaha menghabiskan makanan mereka sampai tidak ada sisa.
Kalian harus mengerti jika sebenarnya menyisakan makanan di tahun ini adalah sebuah dosa.
Orang akan membencimu jika kau menyisakan sesendok sumpah di dalam mangkuk. Dengan begitu pihak restoran negara juga menyediakan layanan untuk membungkus sisa makananmu jika kau tidak bisa menghabiskannya di tempat.
Tadi tetap saja orang masih akan mencibirmu .Jika tidak bisa menghabiskan, kenapa masih memesan makanan sebanyak itu.
Kiki tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang melihat Jika dia tidak mampu menghabiskan satu mangkuk sup ayam dengan jamur.
Jangan pikir mangkuknya kecil itu adalah mangkuk yang tiga kali lebih besar dari mangkuk ayam yang populer di era modern.
Pantas harganya mahal dan juga memerlukan tiket.
Tidak lama kemudian pelayan datang lagi dan menyerahkan pesanan yang dibungkus. Tapi Kiki meminta dia membungkus lagi makanan yang tidak dihabiskan tadi.
Jelas ini tidak mudah masalah untuk pelayan itu karena itu sudah biasa.
Fang Yan hanya meliriknya sebentar tapi berbeda dengan hari lain dia tidak menyalahkan Kiki karena ini.
Tapi dia segera menyimpulkan jika Kiki makan nya tidak banyak dan ini cocok dengan situasi sekarang.
Memikirkan sekali lagi, Fang Yan benar-benar merasa Kiki adalah kandidat yang bagus
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 213 Episodes
Comments
Ida Dasiah
feng yan mau apa
2024-10-08
0
矢kaguyume冬
semangat terus thor updatenya
2023-11-26
1
samsuryati
kan di baru nyampe cerita nya di kampung orang.Jadi kesan pertama itu harus sopan gitu sayang.
2023-08-27
2