Fang Yang, seorang pemuda berusia 19 tahun, memancarkan karakter dingin dan sikap acuh tak acuh yang menjadi ciri khasnya. Meskipun memiliki fitur wajah pemuda Cina standar, namun kulit putih bersih yang dimilikinya memberikan pesona yang khas di pedesaan. Fang Yang tak pernah banyak bicara, tetapi ada sesuatu dalam aura misterius yang menarik perhatian.
Di masa depan, Fang tumbuh menjadi seorang yang sukses di bidang farmasi. Penemuannya mengguncang dunia medis di kancah internasional. Latar belakang keluarga medis yang kuat memberinya pondasi yang kokoh, dan keberhasilannya juga tak lepas dari bantuan sang istri di masa depan, Kiki.
Tapi sebagai kelahiran kembali, pahlawan wanita mengetahui tentang Fang Yan ini.
Berdasarkan pengetahuannya tentang masa lalu dan masa depan, pahlawan wanita dengan tekad besar ingin mencuri hati Fang Yan dan menjadi istri masa depannya.
Karena kebingungannya dan rasa takutnya, pahlawan wanita merancang rencana untuk menjebak Kiki dan menghancurkannya lebih awal.
Karena itu, Kiki di kehidupan ini tidak memiliki interaksi sosial dengan Fang Yan .
"Hem di bilang tampan sih, lumayanlah. lagian masih 19 tahun dan tubuhnya mungkin masih bisa berkembang.Tapi jelas bukan tipe aku"pikir Kiki di dalam hati.
Kiki masih muda ketika mati , tapi dia tidak kurang melihat pria tampan yang berjalan dengan ****** ***** di pantai atau gambar iklan ****** ***** pria.
Jadi Fang Yan tampan hanya saja dia bukan tipe Kiki sama sekali.Hanya saja Kiki merasa matanya buta dalam buku takdir itu kan.
Kapan dia bisa jatuh cinta dengan Fang Yan.
"Tapi jika karena dia,aku jadi target maka lebih baik menghindar saja"tambah nya lagi.
Keuntungan Kiki adalah dia tau beberapa kejadian penting di mana Kiki akan di jebak dan mati bunuh diri pada akhirnya.
Tapi Kiki yang.sekarang, tidak akan masuk hitungan dan bunuh diri akan lebih dari tidak mungkin.
Tiba tiba saja, Ling jin berkata dengan suara pelan"Kiki, bagaimana situasi di rumah?"
Kiki tidak berencana untuk menyembunyikan masalah di rumahnya. Tapi dia perlu sesuatu sebagai alasan jika dia mendatangkan beberapa hal dari sistem check in.
karenanya Kiki harus membentuk opini publik terlebih dahulu dan itu dimulai dari saat ini.
"Situasinya agak rumit. Ayahku sudah menikah lagi dan lebih condong ke arah ibu tiriku. Hubunganku dengan mereka berdua agak sulit, sejak saat itu. sebenarnya ini bukan giliranku, ibu tiri tidak mengizinkan anak perempuannya pergi ke pedesaan jadi di sinilah aku sekarang hahaha"
"Oh begitu "
"Tapi tidak apa-apa ayah sudah berjanji untuk mengirimkan aku sejumlah barang dan tiket lebih sering dari yang seharusnya sebagai kompensasi. Jadi menurutku tidak apa-apa pergi dari rumah toh di rumah juga tidak nyaman kan "
Ling Jin terlihat merasa kasihan "Itu pasti sulit, Kiki."
"Ya, memang sulit. Tapi bagaimana denganmu, Ling? Bagaimana situasi keluargamu?"
Ling Jin tiba-tiba menghela nafas panjang ."Sama-sama rumit. Orangtuaku sering bertengkar dan beban hidup terasa semakin berat. Ada tiga saudara perempuan di bawah ku dan dua adik laki laki.Keluarga ku patriekal jadi kau mengerti kan "
"Aku menyesal mendengarnya, Ling."
Ling Jin dan Kiki saling pandang sejenak, merasakan kedekatan dalam pengalaman sulit mereka.
"Tapi paling tidak kita punya kesempatan untuk pergi dari rumah badan mandiri kan Hahaha "
Kedua tertawa tapi Ling jin bilang dia harus mengandalkan diri sendiri untuk hidup di desa tidak seperti Kiki yang akan mendapatkan beberapa hal baik dari ayah jelek nya itu.
Tapi Kiki membujuk nya dengan beberapa patah kata lagi dan Ling jin kembali ceria lagi.
Dalam suasana percakapan yang serius ini, Fang Yan terdiam dan memandangi mereka berdua. Wajahnya mengekspresikan rasa jijik dan ketidaknyamanan ketika mendengar mereka membicarakan topik keluarga. Dia tidak mengeluarkan kata-kata, tetapi hanya melirik sebentar sebelum berpaling dengan ekspresi jijik.
Apakah Kiki peduli, jawab nya adalah tidak,dia malah suka jika Fang Yan membencinya.
Saat waktu makan siang tiba, suasana di dalam gerbong kereta api menjadi riuh rendah. Kebanyakan penumpang membuka bekal masing-masing, mengeluarkan wangi makanan yang bercampur dalam udara. Di antara mereka, hanya beberapa yang memutuskan untuk pergi ke kantin kereta api untuk membeli makanan.
Ling Jin membuka bekalnya dengan perlahan, mengeluarkan roti kukus yang hampir dingin. Beberapa belahan roti telah diberi isian sayur kering dan dia memulai makan dengan penuh semangat.
sebagai pemberitahuan singkat, pada era ini orang sangat mementingkan makanan.Tidak ada kewajiban untuk menawari orang lain makanan memberi atau membuang makanan.
Jadi perilaku ling jin ,yang makan sendiri tanpa menawari dengan Kiki ,ini adalah hal yang biasa dan lumrah.
Sementara itu Ling jin , sudah pergi meminta sebotol air panas . Air panas disediakan oleh kereta api sebagai fasilitas gratis. Uap tipis masih keluar dari termos tersebut, menandakan bahwa air panasnya masih cukup hangat untuk diminum.
Sementara itu, Kiki mencoba memanfaatkan situasi. Dia meminta sistem agar memindahkan termos air panas yang ada di dalam tasnya. Dengan sedikit antisipasi dan rasa penasaran, dia membuka tasnya dengan santai.
Tas Kiki memiliki bentuk yang unik, dengan dua buah kompartemen yang terpisah. Salah satu kompartemen adalah tas yang bisa dibuka di dalam kereta, sedangkan kompartemen lainnya lebih cocok untuk dibuka setelah tiba di lokasi tujuan.
Ketika Kiki membuka tasnya, dia merasakan perasaan deg-degan yang bersemu di dalam hatinya. Meski berusaha mempertahankan penampilan santainya, namun rasa penasaran yang mendalam membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
Dia tidak sabar untuk melihat apa yang ada di dalam tas yang dibawanya. Apakah akan ada kejutan yang menyenangkan atau sekedar hal-hal yang biasa?
Kiki mengeluarkan sebuah kotak makan dari dalam tasnya. Kotak itu terbuat dari aluminium keras, tampaknya kuat dan kokoh.
Sementara itu, dia juga menemukan toples keramik yang berisi roti kukus putih yang masih melepaskan uap, menandakan bahwa roti itu masih panas berkat toples keramik tadi.
"Ohhh lebih baik aku membuka kotak makan siang dan membiarkan roti kukus ini untuk makanan nanti hehehe"pikir Kiki.
Saat Kiki membuka kotak makan, pandangan mata semua penumpang di sekitarnya berpindah padanya.
Ketika kotak makan itu terbuka, segarnya aroma makanan yang di dalamnya membuat suasana di sekitar berubah. Di dalam kotak makan tersebut terdapat nasi putih yang tampak lezat, disertai dengan sepotong daging yang terlihat menggugah selera. Sayur rebus melengkapi komposisi makanan yang disajikan.
Mata-mata yang tadinya asyik dengan bekal mereka sekarang melirik ke arahnya. Terlihat juga Ling Jin yang memandang dengan rasa penasaran, terutama ketika melihat roti kukus yang masih di tangannya.
Perrbedaan antara makanan yang sedang diakunyah dan makanan yang ada pada Kiki seperti perbedaan antara bumi dan langit.
Perbedaan yang jauh banget.
Dalam suasana di tahun 70-an yang penuh keterbatasan, sepotong daging menjadi sesuatu yang langka dan sulit ditemukan bagi penduduk biasa.
Bahkan nasi putih saja sudah menjadi makanan yang istimewa, terutama di kereta api. Para penumpang tidak bisa mengalihkan pandangan dari hidangan Kiki yang menonjol di tengah-tengah situasi.
Beberapa orang bahkan menelan ludah karena nya.
Kiki melihat pandangan penasaran dari para penumpang di sekitarnya. Dalam hati, dia merasa sedikit gugup dengan perhatian yang tiba-tiba mengarah padanya. Dia berkata pelan pada ling jin , "Ini makanan yang di dapatkan dari ayah ku. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam tas ini sebelum membukanya. Sepertinya ini kompensasi untuk pergi ke pedesaan."
Kata-kata Kiki membuat beberapa penumpang mengangguk mengerti, sementara pandangan penuh iri terpancar dari beberapa wajah yang mengerti betapa istimewanya hidangan di hadapannya. Kehadiran makanan Kiki di tengah suasana sederhana di kereta api menghadirkan sensasi istimewa dan perhatian yang tidak terduga.
Tapi lagi lagi Fang Yan melirik dengan jijik.
Dia pikir Kiki hanya gadis yang ingin pamer.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 213 Episodes
Comments
矢kaguyume冬
ya bagus kek gitu aja fang Yan lama lama gua tonjok lu ya kesel soal nya
sok kayak amat
2023-11-26
2