Kiki masih menjalin obrolan dengan Fang Yan dan dua temannya, sesama anggota tim pemuda pendidikan. Setelah makan di restoran negara, mereka akhirnya berpisah. Awalnya, Fang Yan berpikir untuk mengajak Kiki kembali ke desa bersamanya, tetapi saat melihat gigi yang memiliki sepeda baru, Fang Yan memilih untuk diam.
Kedua mereka memilih jalur yang berbeda. Kiki kembali ke desa dengan sepeda barunya dan membawa paket besar. Warga desa memandang Kiki dengan pandangan takjub dan bingung.
"lihat ukuran paket, katanya dia tidak disenangi di rumah, tapi kok paket nya begitu besar?"
"Jangan terlalu fokus pada paketnya, perhatikan sepedanya! Begitu cantik, aku belum pernah melihat sepeda seindah ini. Warnanya seperti daun muda dan lihat keranjangnya yang lucu!"
"Faktanya, sepeda wanita memang biasanya seperti itu, ada keranjang dan desain yang lebih ringan. Beda dengan sepeda lain yang lebih kokoh. Tapi aku suka dengan keranjangnya, bisa buat bawa barang lumayan banyak."
Saat Kiki pulang, orang-orang di desa masih memandangnya dengan kagum, termasuk Kian. Semakin lama ia memandang, semakin jelas pikirannya. Kiki tahu apa yang dipikirkan warga desa saat melihatnya pulang dengan banyak barang dan sepeda yang menarik. Namun, Kiki tidak terlalu memedulikan pandangan mereka; yang penting baginya adalah memiliki alasan yang kuat.
Dia tahu suatu hari nanti mungkin akan ada situasi di mana dia harus menjelaskan barang-barang misterius itu. Dengan memiliki alasan seperti pria tua di rumah, dia merasa lebih aman. Kiki hanya menganggukkan kepala saat disapa oleh warga desa dan melanjutkan perjalanannya pulang tanpa keluhan.
Sementara itu, dalam hati Kian, melihat Kiki pulang dengan sejumlah barang berharga dan sepeda baru membuatnya memikirkan peluang di masa depan. Dia mulai merencanakan cara untuk memanfaatkan situasi ini. Meskipun saat ini Kian hanya memendam pemikiran itu sendiri, keinginannya untuk mendapatkan manfaat dari kekayaan Kiki semakin kuat.
Ketika Kiki sampai di rumah, masih menjelang tengah hari. Waktu itu merupakan saat istirahat bagi warga desa sebelum mereka kembali bekerja di ladang. Kiki masuk ke pekarangannya, diikuti oleh beberapa bibi dan anak-anak desa yang penasaran.
Meskipun merasa agak terganggu, Kiki tidak tega mengusir mereka. Ia paham betul dengan suasana pedesaan yang akrab, di mana meminta orang pergi dengan sopan tidak selalu mudah.
"Kiki, sepedamu cantik, ini cocok untuk wanita kan."
"Kiki jika bibibmemerlukan sesuatu, bisakah bibi meminjam sepeda mu?Kau tau ada waktunya gerobak sapi penuh kan "
"Hei, sepeda itu mahal, nggak boleh sembarang dipinjam. Mungkin kah ada orang yang sebodoh itu di desa ini?""
"Hehehe, Kakak, sepedanya keren banget!" Beberapa anak desa yang kotor berdiri sekitar sepeda dengan antusias, meskipun begitu mereka merasa enggan untuk menyentuhnya. Mereka menyadari nilai sepeda yang mahal dan takut merusaknya. Jadi anak-anak hanya bisa berdecak kagum sambil melihat.
Antusiasme warga desa kadang mengundang senyuman dan terkadang juga sedikit risih. Seorang bibi melihat peluang untuk meraih paket besar yang Kiki bawa.
"Wah, berat banget! Isinya apa, ya?" kata bibi pura-pura terkejut.
Kiki agak terkejut, namun beruntungnya ia telah meminta sistem , agar paket itu di isi barang kembali.Ketika paket di angkat oleh bibi yang iseng. Jadi paket tersebut tidak lagi kosong saat bibi itu mencoba mengangkatnya.
"Kiki, maaf ya. Jarang sekali kami warga desa mendapatkan paket begini. Tapi sekarang, kamu juga bagian dari kami. Bibi hanya ingin tahu apa isi yang dikirim oleh orangtuamu," ujar bibi tersebut sambil tertawa.
Meski demikian, tanpa izin, bibi itu langsung membuka bungkusan paketnya. Kiki merasa ingin marah karena bibi tersebut terlalu gegabah, namun pada saat itu, sebagai remaja berusia 14 tahun dan tanpa memiliki keluarga dekat di desa, ia merasa tidak bisa berbuat banyak.
Kiki hanya tersipu dan berkata, "bibi. mohon hati-hati, ya. Kita tidak ingin ada barang yang rusak di dalamnya."
Meskipun merasa canggung, Kiki akhirnya harus membiarkan warga desa berinteraksi dengan barang-barang barunya yang baru saja dia dapatkan, meskipun terkadang mereka terlalu antusias dan tidak memedulikan batas privasi.
"Sistem,jika ada satu hal yang keluar dari paket itu maka gantikan hal yang lain di bawah kotak"Kata Kiki.
bukannya Kiki ingin pamer tapi sebenarnya dia masih harus hidup normal di pedesaan ini. bagaimana dia bisa menjelaskan Kenapa hidupnya tidak sesulit pemuda pendidikan yang lain. jadi dia perlu mengatakan pada warga desa jika sebenarnya dia tidak miskin-miskin amat.
Melihat Kiki yang tidak marah barangnya dibuka, beberapa bibi dan anak-anak mengelilingi paket itu untuk melihat barang apa yang ada di dalam paket.
Yang mereka tidak tahu sebenarnya setiap kali satu barang di keluar sistem akan menambahkan barang lagi di bawahnya. Artinya paket itu cukup besar tapi ketika dibongkar isinya melebihi yang mereka perkirakan.
Satu kotak pakai besar bagaimana bisa mengisi hal yang bisa memuat dua paket lainnya.
Satu per satu, isi dalam paket mulai dibongkar oleh beberapa bibi dan anak-anak yang tertarik di sekitar. Setiap kali salah satu barang dikeluarkan, terdengar seruan terkejut dan heran dari mereka. Tampaknya mereka tidak menyangka bahwa paket ini akan berisi begitu banyak barang.
Bibi yang iseng membuka paket itu menarik sebuah bungkusan berisi bumbu dapur. "Astaga, lihat ini! Bumbu dapur lengkap!" seru bibi tersebut dengan mata terbelalak.
Bumbu lengkap maksudnya di sini adalah, minyak, garam ,gula putih ,gula merah dan cabai.Ada juga jinten dan kecap serta cuka.
Kau tau , berapa harga minyak dan berapa harga garam saat ini.Oh jangan lupa dengan gula merah yang hanya di berikan pada seseorang sebagai hadiah sangking langkanya.
Tapi bukan saja gula merah ,gula putih juga disertakan di sini.
Jangan tanya tentang gula tapi mari bicarakan tentang minyak, dua setengah ons minyak harus dihemat paling tidak dalam 3 atau 4 bulan. terkadang ketika memasak orang tidak akan menuangkan di panci tapi mencelupkan ujung sendok dan menggosoknya ke dalam wajan.
Ini adalah perilaku umum yang dilakukan oleh warga desa dan menghemat minyak.
Tapi gadis ini mendapatkan begitu banyak minyak dan mungkin dihitung sebagai satu kilo lebih.
Seberapa kaya sebenarnya keluarga Kiki.
Kemudian, ia mengeluarkan beberapa botol kosmetik. "Ada bedak padat ,bubuk pemerah bibir dan minyak kerang" teriaknya lagi sambil memegang botol-botol tersebut dengan takjub. Anak-anak melongo, tak pernah sebelumnya mereka melihat barang-barang semacam itu.
Pakaian-pakaian baru keluar selanjutnya. "Bajunya cantik-cantik! Dan ada banyak sekali!" ucap bibi lain sambil mengeluarkan gaun-gaun berwarna cerah. Anak-anak terkesima melihat pakaian-pakaian baru yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Namun, keterkejutan yang paling besar terjadi ketika seorang bibi menemukan dua kaleng susu bubuk Sari Gandum. "Wah, ini apa? Susu bubuk Sari Gandum? Luar biasa!" seru bibi tersebut dengan suara yang penuh kekaguman. "Ini barang yang mewah, sangat langka!" katanya lagi. Anak-anak dan bibi-bibi lain mengangguk setuju, mengagumi kehadiran barang yang jarang mereka temui.
Tak hanya itu, saat mereka menemukan dua kotak besar Khong Guan, bibi-bibi dan anak-anak masih dalam keadaan terperangah. "Khong Guan besar! Sungguh, ini luar biasa!" mereka hampir tak percaya dengan keberuntungan yang ada di depan mata. Terlebih lagi, beberapa bungkus permen kelinci putih yang juga ditemukan membuat mereka semakin tercengang. Bibi-bibi dan anak-anak terlihat meneteskan air liur, terutama anak-anak, saking takjubnya.
Bagi mereka, dua barang ini adalah sesuatu yang tak terjangkau sebelumnya. Keberadaan susu bubuk Sari Gandum, Khong Guan, dan permen kelinci putih membawa nuansa kemewahan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Kekaguman dan kebahagiaan tampak jelas di wajah-wajah mereka, seolah-olah paket itu adalah milik mereka.
Bibi tadi, mengangkat barang terakhir yang disiapkan oleh sistem, ini adalah 5 kg beras dan dia kg tepung putih.
Kiki sengaja bilang stop dengan sistem karena tidak ingin hal lain dimasukkan ke dalam paket. Barang-barang ini mungkin sudah cukup untuk membuat dirinya pamer.
Melihat ada beras dan tepung di bagian terakhir bibi tadi ingin pingsan.
Oh apakah ini paket atau toko sih.
Mereka melihat gunungan barang yang sudah dikeluarkan dari paket tersebut. bisa dilihat tingginya melebihi paket tersebut. Jika mereka memasuknya kembali ke dalam kotak paket, mungkin itu sudah akan tidak muat lagi.
"oh Kiki betapa baiknya keluargamu Kau bilang kau tidak sukai di rumah tapi lihat paket apa yang diberikan oleh ayahmu?"
"ya Kiki mungkin ada kesalahpahaman yang tidak bisa kau mengerti. melihat dari kirimannya itu artinya dia masih menyayangimu sebagai seorang anak"hanya berdasarkan isi paket semua orang menganggap Kiki salah paham dengan ayahnya yang bau itu.
Tapi Kiki tidak akan membiarkan pria jahat itu memiliki reputasi baik di desa Qingyuan.
"Ya begitu bibi tapi, aku membaca surat jika ini adalah pertama tapi juga yang terakhir kali dia mengirim paket. mungkin akan ada lagi di masa depan tapi itu tidak lagi dijamin"kata kiki dengan menunjukkan wajah bersedih.
Mungkin Kiki nyaman mengatakannya hari ini .Tapi dia harus mencari beberapa alasan lagi untuk membuat alasan lain ketika dia mengeluarkan barang-barangnya.
Merasa pertunjukan sudah selesai Kiki bertepuk tangan dan berkata,"bibi aku ingin istirahat sebelum pergi ke ladang nantinya jadi..."
Saat ini tidak lazim untuk seseorang memberikan barang pribadi kepada orang lain. Para bibi meskipun lancang tapi mereka tidak akan pernah meminta barang milik Kiki.
Mereka semua mengerti hal itu dan kembali ke rumah masing-masing satu persatu.
Tapi ini hanya akan menjadi kisah gosip baru di desa Qingyuan sore ini. Kiki sendiri menyadari itu tapi tidak akan memperdulikannya sama sekali.
Tapi tidak begitu dengan anak-anak, mereka masih di sini dan rata-rata meneteskan air liur.
Jadi Kiki mengambil sebungkus permen kelinci putih dan memberikan satu permen untuk setiap anak. Hanya setelah itu anak-anak gembira dan berlari pergi setelah mengucapkan terima kasih.
Setelah semua orang pergi Kiki menutup pintu nya rapat-rapat dan membereskan barang-barang yang tadi dibongkar oleh para bibi.
Meskipun merasa tidak baik untuk pamer tapi setelah hari ini jika Kiki memasak sesuatu dengan bau yang harum. Maka semua orang mungkin memaklumi ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 213 Episodes
Comments
Ririn Santi
lancang banget sih bibi yv buka paket xixi. saudara bukan, teman bukan
2025-01-25
0
Aster
sebenernya w kurang setuju thor sama sikap kiki yg ngebiarin bibi itu lancang ngebuka paketnya meskipun tujuannya untuk kedepannya
2023-08-27
9