20

Kiki masih menjalin obrolan dengan Fang Yan dan dua temannya, sesama anggota tim pemuda pendidikan. Setelah makan di restoran negara, mereka akhirnya berpisah. Awalnya, Fang Yan berpikir untuk mengajak Kiki kembali ke desa bersamanya, tetapi saat melihat gigi yang memiliki sepeda baru, Fang Yan memilih untuk diam.

Kedua mereka memilih jalur yang berbeda. Kiki kembali ke desa dengan sepeda barunya dan membawa paket besar. Warga desa memandang Kiki dengan pandangan takjub dan bingung.

"lihat ukuran paket, katanya dia tidak disenangi di rumah, tapi kok paket nya begitu besar?"

"Jangan terlalu fokus pada paketnya, perhatikan sepedanya! Begitu cantik, aku belum pernah melihat sepeda seindah ini. Warnanya seperti daun muda dan lihat keranjangnya yang lucu!"

"Faktanya, sepeda wanita memang biasanya seperti itu, ada keranjang dan desain yang lebih ringan. Beda dengan sepeda lain yang lebih kokoh. Tapi aku suka dengan keranjangnya, bisa buat bawa barang lumayan banyak."

Saat Kiki pulang, orang-orang di desa masih memandangnya dengan kagum, termasuk Kian. Semakin lama ia memandang, semakin jelas pikirannya. Kiki tahu apa yang dipikirkan warga desa saat melihatnya pulang dengan banyak barang dan sepeda yang menarik. Namun, Kiki tidak terlalu memedulikan pandangan mereka; yang penting baginya adalah memiliki alasan yang kuat.

Dia tahu suatu hari nanti mungkin akan ada situasi di mana dia harus menjelaskan barang-barang misterius itu. Dengan memiliki alasan seperti pria tua di rumah, dia merasa lebih aman. Kiki hanya menganggukkan kepala saat disapa oleh warga desa dan melanjutkan perjalanannya pulang tanpa keluhan.

Sementara itu, dalam hati Kian, melihat Kiki pulang dengan sejumlah barang berharga dan sepeda baru membuatnya memikirkan peluang di masa depan. Dia mulai merencanakan cara untuk memanfaatkan situasi ini. Meskipun saat ini Kian hanya memendam pemikiran itu sendiri, keinginannya untuk mendapatkan manfaat dari kekayaan Kiki semakin kuat.

Ketika Kiki sampai di rumah, masih menjelang tengah hari. Waktu itu merupakan saat istirahat bagi warga desa sebelum mereka kembali bekerja di ladang. Kiki masuk ke pekarangannya, diikuti oleh beberapa bibi dan anak-anak desa yang penasaran.

Meskipun merasa agak terganggu, Kiki tidak tega mengusir mereka. Ia paham betul dengan suasana pedesaan yang akrab, di mana meminta orang pergi dengan sopan tidak selalu mudah.

"Kiki, sepedamu cantik, ini cocok untuk wanita kan."

"Kiki jika bibibmemerlukan sesuatu, bisakah bibi meminjam sepeda mu?Kau tau ada waktunya gerobak sapi penuh kan "

"Hei, sepeda itu mahal, nggak boleh sembarang dipinjam. Mungkin kah ada orang yang sebodoh itu di desa ini?""

"Hehehe, Kakak, sepedanya keren banget!" Beberapa anak desa yang kotor berdiri sekitar sepeda dengan antusias, meskipun begitu mereka merasa enggan untuk menyentuhnya. Mereka menyadari nilai sepeda yang mahal dan takut merusaknya. Jadi anak-anak hanya bisa berdecak kagum sambil melihat.

Antusiasme warga desa kadang mengundang senyuman dan terkadang juga sedikit risih. Seorang bibi melihat peluang untuk meraih paket besar yang Kiki bawa.

"Wah, berat banget! Isinya apa, ya?" kata bibi pura-pura terkejut.

Kiki agak terkejut, namun beruntungnya ia telah meminta sistem , agar paket itu di isi barang kembali.Ketika paket di angkat oleh bibi yang iseng. Jadi paket tersebut tidak lagi kosong saat bibi itu mencoba mengangkatnya.

"Kiki, maaf ya. Jarang sekali kami warga desa mendapatkan paket begini. Tapi sekarang, kamu juga bagian dari kami. Bibi hanya ingin tahu apa isi yang dikirim oleh orangtuamu," ujar bibi tersebut sambil tertawa.

Meski demikian, tanpa izin, bibi itu langsung membuka bungkusan paketnya. Kiki merasa ingin marah karena bibi tersebut terlalu gegabah, namun pada saat itu, sebagai remaja berusia 14 tahun dan tanpa memiliki keluarga dekat di desa, ia merasa tidak bisa berbuat banyak.

Kiki hanya tersipu dan berkata, "bibi. mohon hati-hati, ya. Kita tidak ingin ada barang yang rusak di dalamnya."

Meskipun merasa canggung, Kiki akhirnya harus membiarkan warga desa berinteraksi dengan barang-barang barunya yang baru saja dia dapatkan, meskipun terkadang mereka terlalu antusias dan tidak memedulikan batas privasi.

"Sistem,jika ada satu hal yang keluar dari paket itu maka gantikan hal yang lain di bawah kotak"Kata Kiki.

bukannya Kiki ingin pamer tapi sebenarnya dia masih harus hidup normal di pedesaan ini. bagaimana dia bisa menjelaskan Kenapa hidupnya tidak sesulit pemuda pendidikan yang lain. jadi dia perlu mengatakan pada warga desa jika sebenarnya dia tidak miskin-miskin amat.

Melihat Kiki yang tidak marah barangnya dibuka, beberapa bibi dan anak-anak mengelilingi paket itu untuk melihat barang apa yang ada di dalam paket.

Yang mereka tidak tahu sebenarnya setiap kali satu barang di keluar sistem akan menambahkan barang lagi di bawahnya. Artinya paket itu cukup besar tapi ketika dibongkar isinya melebihi yang mereka perkirakan.

Satu kotak pakai besar bagaimana bisa mengisi hal yang bisa memuat dua paket lainnya.

Satu per satu, isi dalam paket mulai dibongkar oleh beberapa bibi dan anak-anak yang tertarik di sekitar. Setiap kali salah satu barang dikeluarkan, terdengar seruan terkejut dan heran dari mereka. Tampaknya mereka tidak menyangka bahwa paket ini akan berisi begitu banyak barang.

Bibi yang iseng membuka paket itu menarik sebuah bungkusan berisi bumbu dapur. "Astaga, lihat ini! Bumbu dapur lengkap!" seru bibi tersebut dengan mata terbelalak.

Bumbu lengkap maksudnya di sini adalah, minyak, garam ,gula putih ,gula merah dan cabai.Ada juga jinten dan kecap serta cuka.

Kau tau , berapa harga minyak dan berapa harga garam saat ini.Oh jangan lupa dengan gula merah yang hanya di berikan pada seseorang sebagai hadiah sangking langkanya.

Tapi bukan saja gula merah ,gula putih juga disertakan di sini.

Jangan tanya tentang gula tapi mari bicarakan tentang minyak, dua setengah ons minyak harus dihemat paling tidak dalam 3 atau 4 bulan. terkadang ketika memasak orang tidak akan menuangkan di panci tapi mencelupkan ujung sendok dan menggosoknya ke dalam wajan.

Ini adalah perilaku umum yang dilakukan oleh warga desa dan menghemat minyak.

Tapi gadis ini mendapatkan begitu banyak minyak dan mungkin dihitung sebagai satu kilo lebih.

Seberapa kaya sebenarnya keluarga Kiki.

Kemudian, ia mengeluarkan beberapa botol kosmetik. "Ada bedak padat ,bubuk pemerah bibir dan minyak kerang" teriaknya lagi sambil memegang botol-botol tersebut dengan takjub. Anak-anak melongo, tak pernah sebelumnya mereka melihat barang-barang semacam itu.

Pakaian-pakaian baru keluar selanjutnya. "Bajunya cantik-cantik! Dan ada banyak sekali!" ucap bibi lain sambil mengeluarkan gaun-gaun berwarna cerah. Anak-anak terkesima melihat pakaian-pakaian baru yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Namun, keterkejutan yang paling besar terjadi ketika seorang bibi menemukan dua kaleng susu bubuk Sari Gandum. "Wah, ini apa? Susu bubuk Sari Gandum? Luar biasa!" seru bibi tersebut dengan suara yang penuh kekaguman. "Ini barang yang mewah, sangat langka!" katanya lagi. Anak-anak dan bibi-bibi lain mengangguk setuju, mengagumi kehadiran barang yang jarang mereka temui.

Tak hanya itu, saat mereka menemukan dua kotak besar Khong Guan, bibi-bibi dan anak-anak masih dalam keadaan terperangah. "Khong Guan besar! Sungguh, ini luar biasa!" mereka hampir tak percaya dengan keberuntungan yang ada di depan mata. Terlebih lagi, beberapa bungkus permen kelinci putih yang juga ditemukan membuat mereka semakin tercengang. Bibi-bibi dan anak-anak terlihat meneteskan air liur, terutama anak-anak, saking takjubnya.

Bagi mereka, dua barang ini adalah sesuatu yang tak terjangkau sebelumnya. Keberadaan susu bubuk Sari Gandum, Khong Guan, dan permen kelinci putih membawa nuansa kemewahan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kekaguman dan kebahagiaan tampak jelas di wajah-wajah mereka, seolah-olah paket itu adalah milik mereka.

Bibi tadi, mengangkat barang terakhir yang disiapkan oleh sistem, ini adalah 5 kg beras dan dia kg tepung putih.

Kiki sengaja bilang stop dengan sistem karena tidak ingin hal lain dimasukkan ke dalam paket. Barang-barang ini mungkin sudah cukup untuk membuat dirinya pamer.

Melihat ada beras dan tepung di bagian terakhir bibi tadi ingin pingsan.

Oh apakah ini paket atau toko sih.

Mereka melihat gunungan barang yang sudah dikeluarkan dari paket tersebut. bisa dilihat tingginya melebihi paket tersebut. Jika mereka memasuknya kembali ke dalam kotak paket, mungkin itu sudah akan tidak muat lagi.

"oh Kiki betapa baiknya keluargamu Kau bilang kau tidak sukai di rumah tapi lihat paket apa yang diberikan oleh ayahmu?"

"ya Kiki mungkin ada kesalahpahaman yang tidak bisa kau mengerti. melihat dari kirimannya itu artinya dia masih menyayangimu sebagai seorang anak"hanya berdasarkan isi paket semua orang menganggap Kiki salah paham dengan ayahnya yang bau itu.

Tapi Kiki tidak akan membiarkan pria jahat itu memiliki reputasi baik di desa Qingyuan.

"Ya begitu bibi tapi, aku membaca surat jika ini adalah pertama tapi juga yang terakhir kali dia mengirim paket. mungkin akan ada lagi di masa depan tapi itu tidak lagi dijamin"kata kiki dengan menunjukkan wajah bersedih.

Mungkin Kiki nyaman mengatakannya hari ini .Tapi dia harus mencari beberapa alasan lagi untuk membuat alasan lain ketika dia mengeluarkan barang-barangnya.

Merasa pertunjukan sudah selesai Kiki bertepuk tangan dan berkata,"bibi aku ingin istirahat sebelum pergi ke ladang nantinya jadi..."

Saat ini tidak lazim untuk seseorang memberikan barang pribadi kepada orang lain. Para bibi meskipun lancang tapi mereka tidak akan pernah meminta barang milik Kiki.

Mereka semua mengerti hal itu dan kembali ke rumah masing-masing satu persatu.

Tapi ini hanya akan menjadi kisah gosip baru di desa Qingyuan sore ini. Kiki sendiri menyadari itu tapi tidak akan memperdulikannya sama sekali.

Tapi tidak begitu dengan anak-anak, mereka masih di sini dan rata-rata meneteskan air liur.

Jadi Kiki mengambil sebungkus permen kelinci putih dan memberikan satu permen untuk setiap anak. Hanya setelah itu anak-anak gembira dan berlari pergi setelah mengucapkan terima kasih.

Setelah semua orang pergi Kiki menutup pintu nya rapat-rapat dan membereskan barang-barang yang tadi dibongkar oleh para bibi.

Meskipun merasa tidak baik untuk pamer tapi setelah hari ini jika Kiki memasak sesuatu dengan bau yang harum. Maka semua orang mungkin memaklumi ini.

Terpopuler

Comments

Ririn Santi

Ririn Santi

lancang banget sih bibi yv buka paket xixi. saudara bukan, teman bukan

2025-01-25

0

Aster

Aster

sebenernya w kurang setuju thor sama sikap kiki yg ngebiarin bibi itu lancang ngebuka paketnya meskipun tujuannya untuk kedepannya

2023-08-27

9

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 2
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28.
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 Draft
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 87
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 178
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
187 187
188 188
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194
195 195
196 196
197 197
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206
207 207
208 208
209 209
210 210
211 211
212 212
213 the last episode
Episodes

Updated 213 Episodes

1
1
2
2
3
2
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28.
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
Draft
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
87
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
178
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186
187
187
188
188
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194
195
195
196
196
197
197
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206
207
207
208
208
209
209
210
210
211
211
212
212
213
the last episode

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!