Dalam waktu singkat, hanya lima hari, Kiki telah menjadi sosok yang dikenal di seluruh desa. Keunikan dirinya tak hanya terletak pada kecantikannya yang mencolok, tapi juga pada latar belakang keluarganya yang berasal dari kota. Yang paling mencolok adalah tingkat kesopanannya yang jarang ditemukan pemuda pendidikan yang lainnya.
Tak hanya itu, Kiki juga memiliki kemampuan memasak yang luar biasa dan mudah berbaur dengan warga desa. Lima hari saja sudah cukup bagi Kiki untuk mewujudkan gambaran karakter model seperti itu dalam dirinya.
Selama lima hari itu, Kiki berusaha menghemat poin sistemnya. Dia tidak mengunjungi gunung untuk berbelanja ,cukup pergi ke sana untuk kayu bakar dan beberapa sayuramln liar lainnyam
Lima poin per hari sepertinya tidak akan cukup. Kiki berniat menabung untuk pergi berbelanja di kota, yakin bahwa di sana dia akan menemukan banyak hal yang berguna.
Menariknya, Kiki menyadari adanya simbol check-in di desa saat dia pergi meminjam daun bawang dari rumah kepala desa. Meskipun begitu, Kiki tidak terburu-buru melakukannya. Dia memiliki tekad untuk menabung sebanyak mungkin.
Mereka akan mendapat hari libur besok. Kesempatan Kiki untuk kembali ke kota akan datang lagi. Akan ada kelipatan points di hari libur juga.
Dengan poin yang di tabung, Kiki tidak sabar untuk menunggu hari esok.
Tapi kejadian yang berbeda terjadi dengan xuni, Lin xuni,seseorang yang di takdir kan untuk merubah buku takdir di pertama.
Dia marah ketika Kiki bahagia.
Tidak ada yang boleh bahagia selain daripada dia sendiri.
,Sejak Kiki tiba di desa Qingyuan, dia langsung memutuskan untuk membeli sebuah rumah. Namun, hal itu sangat berbeda dengan kehidupannya sebelumnya. Ada perbedaan mencolok yang Kiki perhatikan. Dalam beberapa percobaan untuk memahaminya, Kiki akhirnya menyimpulkan bahwa ini mungkin adalah efek dari kelahiran ulang Lin Xuni.
"Masuk," gumam Kiki dalam hatinya.
Dengan hanya satu kata, Lin Xuni segera berpindah ke dalam sebuah mal besar. Mal ini bisa dianggap sebagai yang terbesar dalam era ini, walaupun hal itu tidak berlaku jika Anda datang dari masa depan.
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita sejenak asumsikan mal ini mirip dengan mal di Dubai. Selain ukurannya yang besar, mal ini juga merupakan keajaiban yang tak semua orang bisa saksikan.
Perbedaan utama antara mal di Dubai dan mal tempat Lin Xuni berada sekarang adalah, tidak ada pengunjung lain selain Lin Xuni sendiri. Seakan-akan dia berada dalam dunia yang hanya miliknya.
Meskipun kagum dengan keajaiban dan keindahan mal tersebut, dalam hati Lin Xuni, ada kecemburuan yang mulai tumbuh terhadap Kiki.
"bukankah mall ini di artikan sebagai kompensasi dan ini untuk aku hidup lebih baik daripada dia?"
"Tapi bagaimana bisa dia lebih bahagia daripada aku sekarang?"
Lin xuni puas dengan mall ini awalnya.Tapi dia tidak puas jika Kiki bisa lebih baik dari pada dia.
Paling tidak dalam kehidupan ini, dia harus melampaui Kiki dan biarkan Kiki menatap nya seperti bintang di langit.
Ini indah dan tidak bisa di gapai oleh siapapun.
Terdapat sebuah tulisan merah yang dapat diakses oleh Xuni dengan bebasp di sana. Selain itu, ada loker-loker khusus yang menampung semua barang yang sudah Xuni beli selama seminggu terakhir.
Mall ini memang luar biasa besar dan lengkap dengan segala hal. Tidak hanya mencakup berbagai hal yang ada pada tahun 70-an, tetapi juga menghadirkan barang-barang modern.
Xuni adalah orang yang terlahir kembali, artinya dia hidup di tahun 70-an sampai kematiannya. Karena itu, dia merasa agak asing dengan mall yang sebegitu besar ini. Namun, sebagai seseorang yang mengalami kelahiran ulang, dia memahami bahwa perlu waktu untuk beradaptasi dan memahami cara berbelanja di sini.
Dalam tahap perkenalan, mall memperbolehkan Xuni berbelanja senilai Rp2.000 secara gratis dengan batasan waktu seminggu. Namun, setelah periode gratis tersebut berakhir, dia harus membayar untuk barang yang dibeli dan memilih metode pembayarannya.
Saat ini, periode satu minggu gratisnya akan berakhir besok. Xuni masih memiliki beberapa rupiah tersisa yang ingin dia habiskan secara bijak. "Aku tidak boleh kelaparan, tapi aku juga harus hemat dan makan secara hemat," gumam Xuni dalam hatinya.
Dengan semangat, dia memutuskan untuk membeli makanan siap saji terlebih dahulu dan menyimpannya di loker. Dia mengambil beberapa item dengan harga terjangkau, termasuk buah-buahan segar. Harga-harga di mall ini hanya setengah dari harga di luar dan tidak memerlukan tiket.
Sekarang Xuni hanya memiliki sedikit uang tersisa. Dia memutuskan untuk membeli jam tangan, beras, dan panci. Karena mall ini menyediakan layanan gratis untuk listrik dan air, dia bahkan bisa memasak di sini.
"Aku perlu menikmati semua ini sebelum periode gratis berakhir besok," kata Xuni sambil tersenyum.
Dengan sisa uang yang dimilikinya, xuni berbelanja sepuas-puasnya di mall ini. Dia baru merasa puas ketika melihat tulisan merah di atas yang menyatakan bahwa dana di tangannya telah habis terpakai.
Begitu uangnya habis, suara mekanik dari sistem mall tiba-tiba terdengar ("Terima kasih telah menikmati pengalaman di mall masa depan. Untuk besok,silakan datang lagi dan tentukan metode pembayaran Anda").
"Dapatkah saya memilih metode pembayaran lain? Saya ingin membuka toko di sini dan menggunakan uang dari penjualan toko untuk berbelanja," kata Lin Xuni.
dalam ingatannya dia mengetahui jika hal yang tidak berguna di tahun ini sebenarnya dihargai dengan cukup mahal di masa depan.
Jika dia bisa membuka toko ini dan membiarkan mall membelinya. Bukankah dia akan kaya mendadak dan bisa membeli beberapa barang di sini secara gratis setelah itu.
Tapi sayang jawaban dari pihak mall hanya berputar hal-hal yang sama setiap kali dia bertanya.
("Untuk berbelanja di mall kami, pilihlah metode pembayaran,penjualan usia dan berkah pahala.")
"Hei, bukan itu yang ingin saya tanyakan. Saya ingin membuka toko di sini dan... ahh..." Xuni merasa frustrasi karena pertanyaannya tidak dijawab dengan jelas. Suara mekanik itu hanya memberikan jawaban berdasarkan database yang dimilikinya.
Artinya, Xuni tidak bisa membuka toko dan menjual peralatan jadul di era modern. Dia kurang antusias dengan dua metode pembayaran yang ditawarkan.
Metode pertama adalah "penjualan usia". Dalam metode ini, Xuni bisa membeli produk dengan "memotong" usianya sendiri atau mencuri usia orang lain dengan bantuan mall. Meskipun kedengarannya menakutkan, produk yang dibeli dengan metode ini akan mendapatkan potongan harga 50% atau bahkan diskon 70%.
Metode kedua adalah "berkah pahala". Xuni harus berbuat baik dan mendapatkan pujian dari orang lain. Meskipun kedengarannya bagus, mall tidak memberikan diskon dalam metode ini, kecuali pada acara-acara besar seperti tahun baru.
Xuni juga mengetahui bahwa satu pujian hanya bernilai 10 poin, yang diakumulasi dari waktu ke waktu. Namun, beberapa orang memiliki poin lebih tinggi berdasarkan status mereka. Tapi Xuni bukanlah tipe wanita yang suka mencari pujian dan melakukan perbuatan baik.
Setiap kali keluar dari mall, Xuni merasa semakin bingung dengan metode pembayaran yang ada dan belum menemukan jawaban yang memuaskan.
"Bisakah metode pembayaran ini diubah setiap kali?" tanyanya pada sistem.
("Bisa, dengan imbalan 200 poin setiap kali pengubahan dan pengubahan hanya bisa dilakukan sekali sebulan.")
Dalam kebingungannya, Xuni merasa sulit untuk memilih metode pembayaran yang tepat untuknya.
Tidak mampu membuat pilihan, Xuni akhirnya keluar dari mall dengan perasaan bingung. Begitu dia keluar, dia menyadari bahwa dia berada di bawah pohon besar. Hanya 3 menit di dunia nyata telah berlalu selama 3 jam yang dia habiskan berbelanja di mall masa depan.
Ketika dia berada di bawah pohon, seorang wanita tua mendekatinya dengan wajah cemberut. "Hei, bisakah kau beristirahat lagi setelah hanya bekerja beberapa menit? Ckckck. Lihatlah Kiki, dia juga pemuda pendidikan sepertimu tapi dia bekerja tanpa henti. Mengapa kau begitu malas?"
Xuni mendengar kata-kata wanita tua tersebut, tetapi dia juga merasakan adanya pujian yang diselipkan untuk Kiki. "Ya, perbedaan antara kalian sangat jelas. Sepertinya Kiki adalah calon menantu yang baik, hahaha."
Wanita tua tersebut terus merendahkan Xuni dan memuji Kiki dengan bahasa yang tajam. Perasaan kebencian Xuni terhadap Kiki semakin menguat. Dia merasa seperti dia dianggap rendah dan tidak dihargai oleh banyak orang.
Saat itulah Xuni ingin menyaksikan siapa yang akan memuji Kiki setelah tindakannya nanti. Dengan rasa kebencian yang semakin mendalam, dia siap untuk mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuannya.
"Mal masa depan, aku sudah memutuskan untuk memilih metode pembayaran penjualan usia. Katakan padaku, bagaimana cara mencuri usia seseorang dan menyimpannya ke akunku?"
Meskipun beberapa bibi masih terus menceramahinya, mereka tidak menyadari bahwa Xuni sedang mengganti metode pembayarannya dalam waktu sekitar 2 detik.
("Metode pembayaran telah diubah menjadi penjualan usia. Pegang seseorang yang usianya ingin kamu curi selama 10 detik, maka usia mereka akan terpotong satu hari, dan itu akan menjadi 10 poin di mal masa depan.")
Sambil melihat bibi yang tengah menceramahinya, Xuni tersenyum sinis. Namun, dalam sekejap mata, ekspresinya berubah menjadi penuh kesedihan saat dia berbicara dengan mata berkaca-kaca, "Bibi Hong, bisakah kamu membantuku bangun? Sepertinya pinggangku patah."
Lin Xuni memainkan aktingnya dengan mahir, memelas dan menitikkan air mata, mengecoh perasaan belas kasihan bibi Hong. Dia tahu cara ini akan membuatnya lebih mudah untuk mencuri kasih sayang bibi Hong.
"Biar aku bantu kamu bangun dan cepat pergi bekerja," kata bibi Hong sambil merasa kesal, namun dia meraih tangan Xuni untuk membantunya bangkit.
Saat itulah Lin Xuni berpikir dalam hati, "Ambil usianya."
Dia berusaha meyakinkan bibi Hong bahwa dia kesulitan bangun, memanfaatkan pegangan tangan mereka selama sekitar 20 detik. Akibatnya, usia bibi Hong terpotong dua hari hanya karena kontak fisik sederhana itu.
Manusia seringkali didorong oleh keserakahan dan keinginan untuk mendapatkan lebih banyak. Xuni juga merasa cara ini adalah cara mudah untuk mengumpulkan poin.
Dia tidak hanya berusaha untuk mendapatkan simpati bibi Hong, tapi juga mencoba jatuh beberapa kali untuk menyentuh beberapa bibi lainnya. Dalam waktu yang singkat, beberapa bibi terdekat mengalami pemotongan usia, yang kemudian akan diubah menjadi poin di mall masa depan.
Sebelum siang hari tiba, para bibi merasa aneh dan merasa pinggang mereka lebih sakit dari biasanya. Mereka mengajukan izin untuk tidak masuk kerja setelah siang, mengeluhkan rasa lelah yang tak wajar hari itu.
Hanya Xuni yang tahu mengapa mereka merasa seperti itu, dan senyum sinis terukir di bibirnya saat dia memandang para bibi yang terpengaruh oleh aksinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 213 Episodes
Comments
Ririn Santi
apa apaan sistem xuni ini. menjual usia? klu usia xuni sendiri sih terserah tp ini usia orang lain? wah sistem penjahat mah ini cocok buat xuni si pendengki
2025-01-25
1
Ririn Santi
wih iblis wanita si xuni nih.ngeri
2025-01-25
0
Ida Dasiah
jahat bener xuni
2024-10-08
0