17

Sekitar jam 11.00, semua orang pulang ke rumah masing-masing, terutama para wanita yang ditugaskan untuk memasak di rumah. Namun, masih ada beberapa orang yang tetap bekerja untuk mencapai target yang mereka inginkan.

Xuni melirik sejenak dan melihat Kiki juga akan pulang ke rumahnya untuk istirahat dan makan siang. Dia melihat Kiki masih tetap putih meskipun sudah hampir seminggu bekerja di ladang. Sementara itu, beberapa pemuda pendidikan mulai memiliki kulit coklat akibat sinar matahari.

Lin Xuni juga sebenarnya sama. Kalau saja dia tidak memiliki akses ke mall masa depan, tentu dia juga akan memiliki kulit yang lebih gelap. Dia membeli beberapa produk kecantikan khusus untuk dirinya sendiri, menjaga kulitnya tetap putih.

Namun Xuni masih merasa tidak nyaman ketika melihat Kiki masih tetap putih seperti sebelumnya. Hanya dengan memikirkannya, rasa kebenciannya terhadap Kiki semakin bertambah.

"Hah, aku ingin melihat sampai kapan kau bisa merawat wajah cantikmu itu," gumam Xuni dengan ekspresi sinis.

"Xuni, apakah kau pulang bersama ku ?" Ling Jin menyapa Xuni untuk mengingatkannya bahwa hari ini gilirannya untuk memasak. Meskipun mereka tinggal di rumah penduduk, mereka tetap makan bersama.

Bukan bermaksud mengejek, tetapi tingkat kebersihan di rumah penduduk cukup rendah. Mereka bahkan tidak mencuci tangan sebelum makan.

"Ah, apa ini giliranku sekarang?"

"Hmm, kamu memang pandai memasak, tidak seperti aku yang hanya bisa masak tapi tidak ada rasanya hahaaa ," kata Ling Jin.

"Jangan mengatakan begitu, aku tidak sehebat Kiki yang bisa memasak dengan baik dan dipuji seluruh desa," ujar Xuni sambil tersenyum.

Sebenarnya, Xuni tidak begitu pandai memasak dibandingkan dengan yang lain.Tapi dia rajin menambahkan berbagai bumbu yang membuat masakannya memiliki cita rasa yang khas.

Lin xuni ingin mengambil hati para pemuda pendidikan, terutama Fang Yan. Jadi dia berusaha menambahkan bumbu secara rahasia di dalam masakannya. kata orang untuk mengambil hati laki-laki itu perlu dimulai dari perut.

  "Hei, biarkan Kiki dengan kehidupannya. Toh, Kiki sudah menjadi warga desa sekarang".kata Ling jin

Awalnya, Ling Jin memiliki pandangan positif terhadap Kiki, tapi semakin lama dia merasa ada yang aneh. Mengapa Kiki bisa begitu cepat beradaptasi dengan penduduk desa, namun menjauhi pemuda pendidikan?

Dia melihat beberapa kali bagaimana Kiki menjadi sorotan di desa dan itu membuatnya merasa canggung. Padahal dulu dia menyukai Kiki sebagai teman.

Yang tidak diketahui oleh Ling Jin adalah, Lin Xuni selalu membicarakan hal ini ketika mereka berkumpul bersama para pemuda pendidikan. Xuni secara halus membandingkan Kiki dengan para pemuda, menimbulkan keraguan dan perasaan aneh dalam pikiran para pemuda.

Kiki berusaha menghindari pemuda pendidikan, tetapi Xuni terus menyebarkan gambaran negatif tentang Kiki di antara mereka.

Dengan cara ini, pandangan pemuda pendidikan terhadap Kiki semakin tidak stabil dan Xuni terus memperkuat pikiran bahwa Kiki memiliki masalah dengan pola pikirnya.

"Baiklah, pulanglah lebih awal. Aku akan menyusulmu karena masih ada beberapa poin yang harus diambil. Jangan khawatir, siang ini aku akan menyajikan makanan istimewa. Meskipun hanya jagung manis rebus ya hehehe" sebuah jawaban sederhana yang membuat orang berpikir betapa sederhananya sosok Xuni.

Ling jin juga tidak bisa tinggal lama di ladang jadi dia juga kembali ke rumah untuk istirahat.Ohh mereka juga harus mencangkul kebun pribadi bersama-sama seperti yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.

Begitu melihat Ling Jin pergi, Juni pun memutuskan untuk bergerak. Namun, ia sengaja mengambil jalan yang berbeda dengan Ling Jin. Dia memilih untuk mengambil jalan memutar, sebuah jalur yang jarang dilalui oleh orang lain.

Di desa ini, "kelas 2" bukanlah istilah dari pendidikan formal, melainkan label yang diberikan pada warga yang dianggap pemalas dan rendah oleh masyarakat. Mereka dianggap sebagai "sampah" masyarakat.

Mungkin dalam istilah modern mereka lebih cocok disebut dengan preman pasar.Dengan begitu,banyak yang enggan untuk berurusan dengan kelompok ini.

Namun, Xuni justru berjalan menuju area ini, karena ia memiliki rencana tersendiri.

" hei cantik, mau pulang?" ucap seorang pemuda dengan baju lusuh dan gigi yang tidak terawat. Penampilannya sangat mengganggu dan menjijikkan bagi Xuni.

Namun, mereka adalah bagian dari rencana Xuni.

Xuni berpura-pura terkejut dan takut, tampak sangat cemas. Tapi semua itu adalah akting yang ia lakukan. "Pergi, jangan ganggu aku. Aku ingin pulang!" ucap Xuni dengan suara yang gemetar.

"Hahaha, boleh-boleh saja pulang. Tapi, hehehe..."

"Kakak kian ,dia cantik . Cocok jadi kakak ipar kita. Tapi kalau kakak kian nggak suka, bisa jadi istriku juga, kok."

"Yah, lumayanlah..."

Pandangan mereka menerawang pada Xuni yang memiliki kulit putih yang kontras dengan kulit mereka. Beberapa pemikiran liar mulai terjalin dalam benak pemuda-pemuda kelas 2 ini.

Meski mereka dikategorikan pemuda kelas 2 atau preman di era modern. Tapi sebenarnya mereka juga memiliki tingkat kesopanan yang tinggi.

 Tidak seorang pun dalam kelompok ini berani menyentuh wanita karena hukuman yang mengerikan yang menanti mereka jika melanggar peraturan ini.

 Undang-undang begitu ketat tahun ini. Tindakan sederhana seperti menyentuh seorang wanita dapat mengubah seseorang menjadi penjahat Hooligan, dengan hukuman mulai dari kerja paksa hingga hukuman mati.

Jadi siapa yang ingin dihukum mati hanya karena menyentuh wanita yang tidak penting.

"Pergilah, aku akan membayar kalian. Tapi maaf, aku tidak punya uang sekarang. Aku akan pergi mencari Kiki untuk meminjamnya, oke?" ucap Xuni dengan suara gemetar.

"Pemuda pendidikan Kiki? Hahaha, ibuku juga suka padanya sebagai calon menantu. Bisakah kau memperkenalkan kami?" kata Kian, yang tampaknya menjadi bos dalam kelompok ini.

Xuni memberi jarak antara dirinya dan pemuda-pemuda itu, tetapi dalam hatinya ia merasa gembira. Ini bukan pertemuan pertamanya dia berinteraksi dengan mereka. Dalam setiap pertemuan itu, adalah kesempatan xuni untuk mengubah pandangan mereka tentang Kiki.

Tanpa "disengaja" Xuni telah memberikan beberapa saran bagaimana membuat Kiki tertarik pada mereka. Secara halus, ia telah menyinggung tentang usaha yang diperlukan untuk menaklukan Kiki.

"Apakah kau..kau.. berencana mendorongnya ke danau dan melakukan kontak kulit ke kulit untuk memaksa dia menikahimu? Ohh, jangan pernah berpikir untuk melakukan itu. Reputasinya akan hancur dan kamu hanya akan membuatnya takut. Dia adalah gadis yang baik dan bahkan memiliki rumahnya sendiri. Jadi, jangan pernah memikirkan hal seperti itu," kata Xuni berteriak dengan keras, seolah-olah ia takut akan rencana jahat dalam benak pemuda-pemuda itu.

Dia juga berani menarik tangan kian dengan mata yang memerah. gerakan ini benar-benar menunjukkan jika dirinya tidak terima jika sesama pemuda pendidikan akan diberlakukan tidak adil oleh pemuda desa seperti kian.

Tapi tidak ada yang tahu, sebenarnya dia sedang mencuri usia kian dan dia juga tidak peduli satu dengan 10 detik. Bahkan dia rela menghabiskan waktu 10 menit hanya untuk memotong 60 hari usianya.

Sadar jika 60 hari usia kian sudah dicuri, Xuni mundur lagi dan melirik ke arah pemuda lain yang juga memiliki gigi kuning yang menjijikan.

Walaupun itu menjijikkan tapi, usianya sangat menggoda bagi Xuni.

Dengan cepat dia menarik jarinya ke arah pria muda itu dan ikut memohon seperti sebelumnya.

"Tolong jangan lakukan perkara yang tidak baik seperti itu, jangan pernah pikirkan oke"

Cukup 1 menit menyentuhnya dan itu menghabiskan usia pemuda tadi sebanyak 6 hari.

Xuni ingin tertawa dan berteriak betapa kayanya dia sekarang. hanya dalam satu hari saja dia sudah menyimpan begitu banyak poin.

Jadi sebenarnya mencari poin dengan cara ini masih lebih bagus jika anda mencari pahala dan menyebarkan kebaikan.

Xuni yang polos memohon dengan cara itu berpindah dari pemuda 1 ke pemuda yang lainnya. cara dia memohon seperti seseorang yang benar-benar tulus.

Tapi kian merasa hal itu sedikit aneh.

 Segera mata Kian, yang memiliki bibir yang hitam menjijikkan, menatap Xuni dengan tatapan tak terbaca.

"Kau punya rencana ini atau kau ingin kami melakukannya dengan sengaja Hem?" tanya Kian, suaranya meresap ke dalam hati Xuni.

"Apa maksudmu? Aku.. aku hanya memberikan nasihat. Kalian tidak boleh melakukannya. Jika tidak, aku akan melaporkan kalian kepada kepala desa," ujar Xuni.

Tanpa menunggu jawaban, Xuni melarikan diri dengan cepat, meninggalkan kelompok pemuda itu. Hanya tawa mereka yang terdengar di kejauhan, seakan merasakan kemenangan mereka.

Namun, setelah jauh dari tempat itu, Xuni melangkah dengan mantap dan tersenyum puas. Dia telah mengirimkan pesan yang dia inginkan.

Selain itu dia sudah mengantongi, hampir ratusan poin hanya untuk hari ini saja.

Mereka semua adalah sampah, jadi tidak apa-apa mati lebih awal. Itu bahkan akan membersihkan negara dengan membiarkan mereka mati lebih cepat.

Tapi pelan pelan, dia pasti akan menarik minat pemuda kelas 2 itu untuk melakukan hal yang bodoh terlebih dahulu.

Yang dipikirkan oleh Xuni benar-benar terjadi .Dia sudah menjebak mereka dalam pemikiran-pemikiran seperti itu sejak dia datang ke desa.

Artinya sudah lebih dari 3 metode yang diluncurkan pada mereka.

Hari ini, bos kian berpikir jika lebih baik memanfaatkan kekayaan gadis kecil itu dibandingkan dengan mengambil resiko menjadi penjahat Hooligan.

Seorang gadis berusia empat belas tahun, hidup sendiri tanpa penjagaan keluarga di desa.

Akan bodoh jika dia tidak memanfaatkan ini .

Terpopuler

Comments

Ida Dasiah

Ida Dasiah

xuni kenapa puny ruang jg sih kk

2024-10-08

1

矢kaguyume冬

矢kaguyume冬

semangat terus thor

2023-11-26

1

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 2
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28.
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 Draft
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 87
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 168
169 169
170 170
171 171
172 172
173 178
174 174
175 175
176 176
177 177
178 178
179 179
180 180
181 181
182 182
183 183
184 184
185 185
186 186
187 187
188 188
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194
195 195
196 196
197 197
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206
207 207
208 208
209 209
210 210
211 211
212 212
213 the last episode
Episodes

Updated 213 Episodes

1
1
2
2
3
2
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28.
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
Draft
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
87
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
168
169
169
170
170
171
171
172
172
173
178
174
174
175
175
176
176
177
177
178
178
179
179
180
180
181
181
182
182
183
183
184
184
185
185
186
186
187
187
188
188
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194
195
195
196
196
197
197
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206
207
207
208
208
209
209
210
210
211
211
212
212
213
the last episode

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!