Setelah 2 hari dan 1 malam yang panjang di dalam kereta api, akhirnya kereta tersebut tiba di Provinsi Sichuan. Sebuah pengumuman dari kereta api memberi tahu penumpang tentang kedatangan mereka ke peron kereta api di Provinsi Sichuan. Suasana dalam gerbong berubah menjadi semangat dan antusiasme saat penumpang bersiap untuk turun dari kereta.
Dalam agenda awal, setelah turun dari kereta, semua orang diarahkan sesuai dengan area tujuan masing-masing. Beberapa orang di antara mereka akan dijemput oleh penduduk setempat. Semua orang bersiap untuk turun dan menunggu giliran mereka untuk keluar dari gerbong.
"Kiki ayo cepat lah,aku sumpek di sini"kata beberapa gadis yang akrab dengan Kiki di kereta api.
"Ohh baik"kata Kiki yang langsung menarik bagasinya yang sebenarnya kosong itu
Saat pintu gerbong terbuka, suasana menjadi sedikit kacau karena semua orang ingin segera keluar. Penumpang berebutan untuk turun dari kereta, sambil berusaha membawa barang bawaan mereka. Beberapa peralatan yang terselip di lorong kereta membuat pergerakan terhambat, tetapi semangat untuk keluar dari kereta sangat besar.
"Cepat..hei minggirlah"
"Tas ku,ohh sial, minggirlah...
Bukan saja orang orang akan turun, orang yang akan naik juga berburu buru , mereka takut tidak menemukan kursi.Karena Itulah kenapa keributan ini terjadi.
Selama perjalanan di dalam kereta, panas yang terasa dan beberapa bau yang menjengkelkan akhirnya berakhir. Semua orang merasa lega dan tidak sabar untuk keluar ke udara segar di peron. Kiki, yang juga ikut turun dari kereta dengan tasnya, merasakan kelegaan yang sama.
Dengan susah payah, Kiki dan yang lain berhasil keluar dari kereta api.Jika tidak malu, Kiki ingin pergi untuk mencium tanah sekarang.
Ah senangnya bisa memijak tanah lagi setelah sekian lama.
Dia mengangkat tasnya dengan hati-hati, berusaha menghindari kerumunan penumpang yang bergegas keluar dari gerbong.
Di tengah kekacauan dan kerumunan, Kiki akhirnya berhasil keluar dari gerbong kereta. Dia menghirup udara segar Provinsi Sichuan dengan lega, merasa senang bahwa perjalanan panjang di dalam kereta telah berakhir.
Beberapa tim penjemputan telah berkumpul di peron, membawa spanduk-spanduk yang berhubungan dengan lokasi penempatan. Mata Kiki tertuju pada sebuah spanduk yang menunjukkan kabupaten Leshan dan desa Qingyuan.
Suasana di peron begitu ramai dan penuh dengan penumpang yang turun dari kereta. Tim penjemputan sibuk bergerak ke sana-sini, mencari orang-orang yang mereka harapkan untuk dijemput. Dalam kekacauan ini, Kiki dan Ling Jin bergegas mendekati tim penjemput yang bertuliskan "Kabupaten Leshan, Desa Qingyuan."
"kami dari tim penjemputan Kabupaten Leshan, Desa Qingyuan. Boleh tahu nama kamerad?"
"Saya Xi Ximei dan teman saya Ling Jin."
Petugas Penjemput membaca daftar dan mengangukan kepala "Baik, Xi Ximei dan Ling Jin. Selamat datang di Kabupaten Leshan"
"Terima kasih banyak kamerad."
Tim penjemputan membimbing Kiki, Ling Jin, Fang Yan, dan tiga orang lainnya menuju gerbong kereta sapi yang akan membawa mereka ke kabupaten leshan .Begitu terbuka, bau yang tidak enak langsung menyergap hidung mereka, Kiki merasa mual yang tidak menyenangkan.
"Bau nya"agar tidak memalukan, Kiki hanya bisa menahan nya saja.
Udara di dalam gerbong terasa kental dengan campuran bau dan panas, membuat suasana di dalamnya sangat tidak nyaman.
Dengan sabar, mereka naik ke kereta sapi dan mencari tempat duduk mereka sendiri.Kiki merasa sedikit tidak nyaman karena harus menunggu beberapa waktu lagi sebelum perjalanan mereka benar-benar dimulai.
Beberapa saat kemudian, petugas penjemput datang kembali untuk memberi informasi kepada mereka.
"Maaf atas keterlambatan, kami sedang menunggu perizinan untuk berangkat. Tapi jangan khawatir, perjalanan ke kabupaten leshan akan dimulai segera."
" Perjalanan ini memakan waktu, sekitar dua jam lagi baru kita bisa berangkat ke kabupaten baru. Setelah itu, baru bisa melanjutkan perjalanan ke Desa Qingyuan."
"Silakan beristirahat sejenak dan bersiap-siap untuk perjalanan yang akan datang."
Butuh 2 jam dari provinsi menuju kabupaten leshan,belum lagi perjalanan menuju ke desa Qingyuan.Ini artinya keberadaan Kiki di provinsi Sichuan ini, akan sangat jarang terjadi.
"Oh mari cek apakah ada situasi di sini, siapa tahu ada tambahan"pikir Kiki.
"Permisi, kamerad. Saya ingin minta izin sebentar untuk melihat situasi provinsi sekitar. Tidak akan lama, hanya beberapa menit."
Ling Jin mendengar itu,dia dengan cepat menambahkan, "Saya juga ingin ikut, Rasanya penting untuk kami mengerti kondisi sekitar."
Petugas itu menimbang sejenak, kemudian berkata, "Baiklah, kalian berdua boleh melihat situasi sebentar. Namun, harap diingat , kalian tidak bisa pergi terlalu jauh dari area ini."
Kiki dan Ling Jin merasa lega mendapatkan izin tersebut.
Kiki memiringkan kepala sedikit, berbicara dalam hati,. "Sistem, apakah ada lokasi untuk check-in di sekitar area?"
(" mendeteksi 5 buah lokasi sekaligus Koperasi Pemasukan dan Pengadaan, Departemen Biji-Bijian, Bank Daerah, Kantor Pos, dan Restoran Negara. Namun, yang paling dekat adalah Departemen Biji-Bijian.")
Kiki merasa lega dengan informasi tersebut. Ia berpikir untuk mengunjungi Departemen Biji-Bijian terlebih dahulu, mengingat lokasinya yang dekat.
Dengan langkah cepat, Kiki menuju Departemen Biji-Bijian yang hanya berjarak lima puluh meter dari tempatnya berdiri. Ia merasa beruntung lokasinya begitu dekat.
Ling Jin mengikuti langkah Kiki dengan rasa penasaran. Dia tak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi mengikuti saja.
Ketika mendekati lokasi, Kiki melihat simbol check-in yang jelas terlihat di depan Departemen Biji-Bijian.
("mendeteksi lokasi check in, 5 poin diperlukan, apakah tuan rumah ingin check in")
Dengan tegas, dia melangkah melewati simbol tersebut sambil berbisik, "Check in."
("selamat karena sudah berhasil check in, tuan rumah berhasil mendapatkan 2 kilo beras, dua kilo ubi jalar ,dua kilo jagung,dua kilo gandum ")
Saat melihat hadiah check-in yang kurang memuaskan, Kiki mengerutkan kening dan merasa sedikit kecewa. Namun tiba-tiba dia teringat bahwa tahun ini barang-barang seperti itu bisa dianggap langka. Pikiran ini membuatnya tersenyum kembali, merasa lebih positif, dan dia melanjutkan perjalanan menuju Bank Daerah.
Ling Jin melihat perubahan ekspresi wajah Kiki dari cemberut menjadi tersenyum, dan dia penasaran apa yang membuatnya berubah pikiran.
"Ling jin,mari kita jalan lagi Hem,kau tau, setelah kita pergi ke pedesaan, kemungkinan besar kita jarang bisa pergi ke provinsi kan" kata Kiki .
"Oh kau benar, walaupun kita tidak membeli apa-apa tapi mari hitung ini sebagai cuci mata hahaha"kata Ling jin yang merasa alasan ini adalah alasannya masuk akal.
Untuk bisa bepergian ke provinsi seseorang memerlukan surat pengantar dari kepala desa.
Dan orang membutuhkan alasan yang tepat untuk itu. Mereka adalah pemuda pendidikan dan akan sulit menemukan alasan untuk pergi dari desa nanti.
Jadi mari melihat suasana kota di provinsi ini.
Dengan semangat baru, Kiki bersama dengan Ling Jin melanjutkan perjalanannya menuju Bank Daerah.
"Oh bank nya sedikit lebih besar dari bank kabupaten ya, hei apa kau ingin masuk?"kata Ling jin.
Kiki menghilangkan kepalanya. dia sebenarnya memang ingin masuk tetapi bukan masuk ke bank daerah.
Untuk bisa check in dia hanya perlu melewati logo check in yang terlihat jelas di matanya. aKebetulan sekali logo check in itu berada tepat di pintu masuk.
Jadi Kiki hanya perlu melewatinya tanpa perlu masuk ke bank tersebut.
"Oh aku hanya ingin melihat dari pintu? Kau ikut?" tanyanya pada ling jin
Ling jin menggelengkan kepalanya, apa bagusnya untuk mengintip orang dari pintu. Kiki tidak peduli dengan anggapan dari teman barunya ini.
Dia langsung saja melangkah ke sana.
("mendeteksi lokasi masuk, perlu 5 poin untuk itu apakah tuan rumah bersedia?")
"Oke check in!"
("selamat tuan rumah karena berhasil masuk, Anda mendapatkan uang tunai rp600")
Mendengar hadiah itu Kiki sepertinya harus meloncat dan berteriak sangking bahagianya.
Ah sebelumnya dia memiliki 500 sebagai perkenalan dan sekarang 600-an lagi sebagai hadiah.oh artinya dia sudah memiliki 1.100 hanya dengan check in.
Hahaha, siapa yang tidak ingin tertawa mendapatkan uang dadakan secara gratis hahaha.
Jika Kiki menghitungnya dengan benar poinnya saat ini hanya tinggal 48 poin saja. Selama 2 hari di kereta api poinnya menambah 10 .Namun dia menghabiskan keseluruhannya hari ini.
Tapi tidak apa-apa dia akan menabung lagi beberapa hari dan pergi menghabiskan poin jika ada waktu.
Merasa dengan alasan mereka sudah pergi terlalu lama Kiki menarik ling jin untuk kembali ke lokasi pertemuan.
Kebetulan ketika mereka tiba, semua orang sudah hadir dan perjalanan akan segera dilanjutkan.
Kali ini Fang Yan masih menatap Kiki dengan pandangan yang tidak suka dan penuh jijik.
Ah siapa peduli dengan pandangan seperti itu sementara hari ini dia sudah menghasilkan ratusan rupiah hanya dengan chek in.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 213 Episodes
Comments
Ida Dasiah
yuan kk
2024-10-08
0
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
walaupun ini di buat di Indonesia....tapi mata uang yang baik lebih baik di ganti Yuan , karena latar belakang tema cerita ada di Shicuan China dan sama sekali tidak cocok klo mata uangnya rupiah
2024-05-11
3
samsuryati
terima kasih udah memberi aku tips,, jangan bosan-bosan ya.
2023-08-20
4