"aku berencana ingin menulis dua bab setiap hari tapi kemarin ada yang memberikan aku tips jadi hari ini adalah bonus untuk pembaca"
****
Hari di mana seharusnya para pemuda pendidikan ini diberi ke tempat pemukiman. Tiba-tiba menjadi berubah serius dengan teriakan dan permohonan untuk tiket.
Jika anda mencermatinya dengan tepat itu seperti kerumunan berisik di pasar pagi.
Kepala desa dan sekretaris yang awalnya berwajah murah sekarang memasang wajah ceria dan berbicara manis dengan Kiki hanya demi tiket sepeda dan 3 jam tangan.
pada akhirnya tidak akan tidak ada yang akan percaya jika hari ini sebuah rumah kosong dialokasikan atas nama Kiki dalam durasi 2 jam tetapi bayarannya diubah menjadi tiket.
Siapapun yang ingin memiliki tiket tersebut perlu membayarnya ke desa. dan desa akan mengubah uang ini menjadi bayaran untuk umum di akhir tahun.
"Jadi tiket jam dan tiket sepeda ,ohh lain kali pasti ada tiket mesin jahit.Jadi jangan khawatir, jika ada aku pasti akan mengganti nya dengan mu"
"Oh begitu, tapi hanya ada beberapa hal yang tidak berharga di rumah menggantinya.Apakah bisa?"tanya seseorang yang pada waktu itu bacanya mengenai tiket mesin jahit.
putranya akan menikah tapi pihak perempuan menginginkan mesin jahit sebagai mahar.
Tidak umum dan harganya di kisaran yang hampir mirip dengan sepeda.
Tapi masih mau menukarnya dengan imbalan beberapa hal yang tidak berguna di rumah. walaupun tidak sekarang tapi gigi berjanji jika tiket itu ada maka dia akan menawarinya terlebih dahulu kepada bibi Hong.
Saat ini, Kiki dibawa oleh Kepala desa untuk melihat ada dua rumah yang dikatakan tadi tapi kemudian Kiki memilih rumah yang lokasinya lebih dekat dengan rumah kepala desa.
Alasan Kiki itu karena dia adalah gadis kecil dan berharap dengan dekat di rumah kepala desa maka keselamatannya akan lebih terjamin.
Jadi pada hari dia tiba di desa, sebenarnya Kiki sudah memiliki rumahnya sendiri namun sayang rumah itu begitu kotor dan juga banyak debu karena sudah lama tidak ditinggalin.
Bukan itu saja ada banyak hal yang perlu diperbaiki seperti atapnya yang kemungkinan bocor
Tidak apa-apa karena sekarang masih semi tapi jika sudah waktunya hujan maka akan aneh jika kikii tidak basah.
"Oh nak, kamu masih begitu muda tapi sudah pintar sekarang malah sudah memiliki rumah sendiri.hehehe ini lumayan. tapi jika ada sesuatu yang kurang maka katakan saja"kata wanita tua itu dengan tersenyum.
"Ohh bibi, kata-kata yang tadi kami hanya libur hari ini tapi besok sudah bekerja lagi.. tapi aku baru saja tiba dan begitu lelah untuk membersihkan rumah.Oh bibi bisakah aku menemukan seseorang untuk membantu membersihkan rumah.ohh aku akan membayar 25 sen kan.Kau tau bibi, meskipun aku tidak disukai di rumah tapi sebenarnya aku tidak pernah bekerja. Jadi harap bantuannya bibi"
setelah mempopulerkan tiket di tangannya beberapa warga merasa itu adalah tontonan yang bagus jadi mereka mengikuti Kiki sampai ke rumah yang dia pilih.
Ketika dia mengatakan hal itu beberapa wanita desa mendengarnya dan tiba-tiba mengajukan diri sendiri untuk ikut membantu
25 sen kedengarannya sangat murah tapi dengan itu anda bisa membeli sebatang sabun.
tapi sekarang gadis bodoh yang baru tiba benar-benar membayar orang hanya untuk membantunya membersihkan rumah.
Kiki sekarang tidak kekurangan uang sama sekali dan dia yakin akan ada uang lain yang akan tiba begitu dia pergi untuk check in.
"Gadis, atap bocor apa perlu beri aku untuk memperbaiki nya?"
"Ya juga ada lubang di dinding semuanya perlu diperbaiki oh ranjang kang juga sepertinya rusak"
Beberapa wanita desa yang berlidah panjang sebenarnya merasa jika Kiki adalah gadis bodoh yang bisa diperas.
tapi Kiki menyukai karakter yang didesain oleh warga desa ini untuk nya.
"Oh benarkah bibi benarkah itu bocor? aku tidak tahu bagaimana memperbaikinya. Bibi semua adalah orang yang pintar dan berpengalaman Tolong bantu untuk memperhatikan apa yang kurang di rumah ini. aku akan membayarnya jika tidak aku akan memberikan tiket kan"
"Oh begitu"
Dengan cepat beberapa wanita tua masuk ke dalam rumah itu dan memeriksa beberapa hal yang dikatakannya kekurangan.
Mereka melaporkan hal itu dan mengatakan pria mereka bisa melakukannya dengan cepat.
Bahkan ada yang mengatakan jika mereka kasihan melihat tubuh Kiki yang kecil. Jadi mereka akan menarik Putra mereka untuk membantu mencangkul dan Kiki.
Semuanya ramah dan ada juga yang tidak menuntut apapun. di sini Kiki masih merasakan hubungan sosial diantara warga desa itu begitu ketat dan hangat.
Mereka berpikir Kiki tidak tahu apa-apa karena Kiki menggangguk dan mengiyakannya saja.
Jadi lah gadis yang patuh.
Hehehe mana mereka tahu jika Kiki sengaja melakukan itu. Karena dia benar-benar kelelahan hari ini dan tidak ingin menghabiskan waktu untuk bersih-bersih.
" kiki, kau akan memasak tapi apa kau punya panci? jika di rumah pemuda pendidikan mungkin kau bisa masak bersama tapi sekarang kau tinggal sendiri harus memiliki panci sendiri. Apakah punya itu?"
"Oh Astaga aku lupa jadi gimana nih bibi, apa kau punya ide aku tidak ingin kelaparan hanya gara-gara tidak memiliki panci "
"Oh jangan khawatir, aku punya panci lama di rumah tapi sedikit bolong di atasnya. Tapi tidak apa-apa jika kamu menyukainya karena kau hanya sendiri"kata seorang bibi yang tiba-tiba saja menjadi sales panci.
Kiki masih tidak menolak dan dia mengganti sekotak biskuit Khong Guan untuk panci tersebut.
Seorang anak ketika diberikan sekeping biskuit Khong Guan pasti akan merasa dunianya indah seperti di surga. tapi Kiki sekaligus memberikannya satu kotak.
Betapa senangnya bibi itu ketika mengetahui jika dia bisa mengganti panci yang sudah tidak terpakai lagi di rumah dengan satu kotak besar Khong Guan.
Eh kaleng Khong Guan juga cukup bagus untuk menyimpan beras dan gandum.
Bukan saja panci seseorang juga menawarkan membuat tungku untuk gigi dan semuanya didasari dengan tiket dan sedikit uang.
Sebelum tengah hari Sebenarnya rumah yang dialokasikan untuk gigi ini sudah pun diselesaikan oleh ibu-ibu yang kebetulan istirahat setengah hari dari ladang.
Begitu juga dengan para pria yang diminta oleh ibu-ibu ini memperbaiki atap dan dinding yang berlubang.
Jadi Kiki tidak perlu khawatir tidak bisa tidur di malam hari.
"Oh bibi, aku berencana untuk membangun tembok sekeliling rumah ini. Kata Kepala desa aku juga akan dialokasikan sebuah lahan untuk menanam sayur-sayuran. Di manakah aku bisa menemukan orang yang bisa membantu tembok dan berapa harganya per meter?"
ketika Kiki menanyakan itu lagi-lagi mata ibu-ibu ini segera berbinar dan menganggap itu adalah uang.
"Oh Kenapa harus perlu membayar hanya untuk membangun tembok. priaku bisa melakukannya sendiri"
"Ohh semakin banyak orang maka akan semakin baik.berapa orang rencanamu untuk membangun tembok dan berapa bayarannya?"
"Hem bisakah ini 30 sen hari. Tidak ,ini 40 sen karena aku tidak bisa membuat makanan"kata Kiki.
"Ohh bagus, tapi sayang kita masih sibuk di ladang. Jadi bagaimana kalau memulainya di malam hari satu atau dua jam per malam juga agak cepat selesai lagi pula di malam hari itu tidak panas"
"Oh Oke bibi" Kata Kiki lagi dengan senyum yang manis.
Tapi , untuk memasak dia memerlukan kayu jadi dia harus mencari kayu sendiri mulai sekarang.
Ini masih dipikirkan untuk besok.
Sementara Kiki disibukkan melihat ibu-ibu yang membersihkan halamannya.
Pemuda pendidikan yang datang bersama Kiki masih disibukkan dengan nomor undian .
Kiki tidak terlalu masuk campur dalam urusan ini dan dia sekarang sudah bisa jauh dari pahlawan pria dan teh hijau itu.
Fang Yan tidak semenarik yang dipikirkan orang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 213 Episodes
Comments
Ririn Santi
gula sedang dikerumuni semut wkwkw
2025-01-25
0
Ida Dasiah
kiki parah bikin iri/Facepalm/
2024-10-08
0
amanda
betol wak, carik yang lebih tampan asal jangan sama upik abu itu😏
2023-12-06
2