16. Mahluk Dunia Lain

"Mahluk Dunia Lain!" Ucap Bell

"Karena orang-orang dari dunia ini terlalu lemah, para Dewa cahaya pun memutuskan untuk mengambil mahluk dari dunia lain, mereka sama seperti kita merupakan seorang manusia. Namun tentunya dengan pikiran dan kekuatan yang besar."

Diego seketika mengerti, karena itulah sebelumnya mereka tiba-tiba muncul di sebuah tempat aneh, yang merupakan panggilan dari Dewa Dewi cahaya.

Namun untuk turun ke bumi, orang-orang tersebut memerlukan perantara, yaitu melalui pemanggilan yang di lakukan oleh beberapa pihak kerajaan.

Jadi bisa dibilang para Dewa Dewi merupakan seorang yang memfilter para manusia, dimana mereka akan memilih seberapa layak manusia itu untuk turun menerima pemanggilan dari para raja dunia.

Karena itulah sebelumnya Diego dan yang lain di buang, tentu saja karena mereka merupakan orang-orang gagal yang tak layak untuk datang.

"Dan orang-orang itu yang kita kenal sekarang, dengan sebutan pahlawan." Ucap Bell menunjuk gambar buku di hadapannya

Diego mengangguk paham mendengar penjelasan yang Bell berikan, meski rasanya Diego cukup kesal mengingat ia dulu telah dibuang oleh Dewi sialan.

Di tengah perbincangan mendadak sang asisten tiba-tiba masuk, ia berlari cepat untuk memberikan kabar kedatangan seorang pahlawan kedesa mereka.

"Nyonya Bell, pahlawan Willy telah tiba!" Ucapnya

"Baik, Ellen aku harus pergi dulu menemui sebuah pertemuan." Ucap Bell

"Baik, terimakasih telah memberikan Diego izin, Nyonya Bell!" Ucap Ellen menundukkan kepalanya

Bell mengangguk pelan sembari tersenyum, dan setelah itu ia segera pergi meninggalkan ruangan untuk bertemu dengan tamu pentingnya hari ini

***

"Selamat datang, Tuan Pahlawan!" Sambut Bell menyapa Willy dan Jack

Willy hanya mengangguk sembari tersenyum di atas sofa yang empuk, ia menaikan kakinya satu lagi sembari melipat kedua tangannya. Sementara itu Jack hanya duduk menyilangkan tangannya dengan eskpresi tersenyum.

"Jadi Nyonya Bell, aku yakin kau tau mengenai kedatangan kami kemari?" Ucap Willy

"Saya tau Tuan, tidak mungkin kalian datang kemari jika bukan perintah Raja." Ucap Bell

"Hm, jadi bisa anda jelaskan permasalahan yang sedang terjadi sekarang?" Tanya Willy

"Baik, mengenai serangan yang terjadi, hal itu nampaknya dilakukan oleh orang-orang utusan. Hal itu dapat kami ketahui dikarenakan pada saat itu seorang bawahan melaporkan jika orang yang menyerang mereka, mengaku sebagai pengikut Dewa Kegelapan." Jelas Bell

"Dewa kegelapan?" Tanya Willy penasaran

"Ya, Dewa yang mendominasi kehancuran dan keserakahan, musuh dari Dewa Cahaya"

Di tengah penjelasan tiba-tiba seorang prajurit masuk dengan nafas tersengal-sengal, dan dengan raut yang begitu panik sambari memberi tau tentang penyerangan yang terjadi.

"Apa! Bagaimana dengan para penjaga?"

"Semuanya telah di musnahkan, Nyonya!" Sahut penjaga itu

Bell yang mendengarnya nampak pucat, padahal pasukan yang ia taruh merupakan pasukan elite dari kerajaan, bahkan jumlahnya pun ada banyak yang berjaga.

Mendengar itu Willy segera berdiri, ia tak menyangka jika penyerangan itu akan terjadi secepat ini, bahkan ia sendir baru saja tiba.

"Tenanglah, Nyonya Bell, serakah ini pada kami, biar kan kami yang mengurus sisanya"

Willy segera berjalan keluar disusul dengan Jack, keduanya berencana untuk langsung datang menuju lokasi penyerangan.

***

"Sepertinya mereka adalah utusan, yang dimaksud oleh Dewi?"

"Benar, itu berarti mereka adalah orang-orang yang sama seperti kita." Jelas Will

Sementara itu Diego yang hendak berjalan keluar dengan Willy mendadak berpapasan di sebuah tangga yang membuat keduanya saling bertatapan

Diego diam sejenak sementara itu Ellen memberikan salam menundukkan kepalanya, Willy hanya diam lekat menatap pria di hadapannya saat ini.

"Diego!" Panggil Ellen

Dengan terpaksa Diego segera menundukkan pandangannya dan memberikan salam, hal itu langsung di sambut hangat oleh Willy dengan senyuman.

"Salam Tuan Pahlawan." Sapa Diego

Willy hanya mengangguk setelah itu ia dan Jack segera turun tangga, sementara itu Ellen nampak kesal pada Diego yang terlambat menyapa pahlawan di hadapannya.

"Kenapa kau malah melamun! Apa kau tidak tau siapa mereka?"

"Ah, maaf aku tadi melamun haha..." Ucap Diego tersenyum

Terpopuler

Comments

kanm

kanm

ceritanya seru thor lanjut

2023-08-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!