11. Terjebak

Di antara tumpukan mayat para monster, seorang pria dengan tubuh kekar dan tinggi tengah duduk santai. Matanya nampak kosong menikmati daging mentah yang saat ini tengah ia makan.

Entah sudah berapa kali Diego menantang pada sang maut, namun ia tak kunjung juga untuk mati, dan malah berakhir pada pertarungan yang selalu ia menangkan.

Raut dingin di wajahnya menunjukkan rasa bosan akan semua yang terjadi, apalagi ia sudah tidak tau sudah berapa lama ia telah berada di tempat ini.

Diego yakin jika ia sudah bertahun-tahun terjebak di dalam neraka ini, apalagi dengan kondisi tubuhnya yang telah banyak mengalami perubahan.

Mulai dari janggut yang sudah mulai tumbuh, dan rambutnya yang begitu panjang hingga hampir menutupi seluruh wajahnya.

"Hah ... Apa aku hanya akan hidup di sini selamanya?" Tanya Diego dengan raut putus asa

Di tengah renungan, Diego merasakan perasaan aneh dari kejauhan. Perasaan jika di ujung sana terdapat sebuah mahluk yang begitu kuat keberadaan nya.

Aura yang begitu kuat di ujung sana, bahkan terasa begitu mengintimidasi bagi siapapun yang merasakannya. Berbeda dengan Diego yang terlihat tersenyum bahagia merasakannya.

"Inilah kematian ku!" Senang Diego

Dengan cepat Diego melesat menuju arah yang mengerikan itu, debar jantung Diego semakin cepat berdetak. Ia tak sabar ingin melihat seperti apa monster yang akan menghabisinya.

"Hoo ... Menarik! Seorang semut berani mendekat?" Ucap mahluk berjubah itu

Dengan santainya Diego berjalan mendekat, sembari membawa pedang besar di punggungnya. Raut Diego memperlihatkan senyuman di bandingkan rasa takut.

"Haha! Aku sudah menunggu ini!" Seru Diego

"Hm? Seorang manusia tanpa berkat? Haha, kau pasti adalah orang buangan!" Tawa mahluk tersebut

"Benar! Apa kau juga mahluk buangan?" Tanya Diego balik

"Kurang ajar! Mana mungkin Argo yang agung ini bisa dibandingkan dengan sampah seperti mu!" Kesal Argo

Diego hanya diam dengan eskpresi datarnya, ia sama sekali tidak mengerti perkataan tengkorak berjubah di hadapannya ini.

"Bukankah ini tempat buangan? Lantas jika kau berada di sini, bukankah artinya kau juga orang buangan?" Jelas Diego tak perduli

"Hm! Jangan samakan aku dengan sampah seperti kalian. Aku adalah penguasa tempat ini!"

"Wow! Jadi kau raja buangan!"

Diego segera membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat, namun berbeda dengan Argo yang nampak kesal dan naik pitam di buatnya.

"KURANG AJAR!!"

Seluruh tempat seketika bergetar, hingga membuat tanah ikut naik melayang di udara, bahkan sampai membuat Diego juga ikut terangkat.

"Akan ku perlihatkan pada mu rasa sakit!"

KREREK!!

Argo melambaikan tangannya keatas membuat langit menjadi hitam pekat dengan petir yang menyambar.

Diego yang melihatnya nampak terkejut sekaligus bersemangat, ia segera mengambil pedang dari punggungnya bersiap untuk bertarung.

"Percuma seorang tanpa berk-"

BUKK!

Diego melesat menggunakan bebatuan sebagai pijakan, dan dengan cepat pedangnya menghantam wajah Argo begitu keras hingga membuat mahluk mengerikan itu terpental.

"Banyak bicara, seperti ibu-ibu saja!" Kesal Diego

"Ba- bagaimana mungkin kau!" Kejut Argo

"Apa? Cepatlah kemari brengsek! Aku sudah muak dengan sihir-sihir seperti ini!" Ucap Diego menunjuk kearah tanah.

Argo seketika kesal mendengarnya, ia sang penguasa bisa dibuat terpental oleh mahluk yang bahkan, tidak memiliki berkat dewa.

"KAU!!!"

Argo mengangkat kedua tangannya keatas yang membuat seketika seluruh area menjadi Medan gravitasi yang kuat, bahkan hal itu sampai membuat Diego hampir tak bisa berdiri

"Agh!"

Diego menghantamkan pedangnya ketanah hingga membuat area sekitarnya hancur, melihat itu Argo seketika langsung menjaga jarak yang membuat kekuatannya terhenti.

WOSHH!

Dengan sangat cepat Diego melesat kearah Argo, dan dengan cepat Argo melancarkan serangan kearah Diego. Yang beruntung hal itu dengan cepat Diego hindari.

DUAR!!

Akibat serangan itu, ledakan besar seketika terjadi sangat kuat. Bahkan sampai membuat awan melingkar di atas ledakan itu

"Penyihir menyebalkan!" Kesal Diego

Argo kembali melancarkan beberapa serangannya, dan dengan cepat pula Diego menghindari serangan itu. Meskipun beberapa serangan ada yang melukai Diego.

WOSHH!

DUAR!!

Diego dengan cepat kembali melesat, ia menembus kepulan debu yang menghalangi, dan langsung menghantamkan pedangnya kembali ke wajah Argo.

Argo yang menerima serangan itu seketika terpental jauh, dan serangan itu bahkan mampu membuat sang Argo terluka akibatnya.

"Bagaimana mungkin! Bagaimana mungkin seorang tanpa berkat dapat melukai dewa!" Kejut Argo

"Tenang saja, kali ini kau tidak akan terluka lagi! Karena aku akan langsung membunuh mu! Beserta Dewa-dewi yang lain!"

Diego melangkah dengan aura membunuh yang begitu kuat, di matanya terdapat cahaya tekat yang begitu hebat. Rasa ingin membalas semua ini, apalagi dengan para dewa yang telah mengirimkannya kemari.

"Membunuh Dewa! Tidak akan mungkin kau bisa! Kau bukanlah apa-apa di hadapan Dewa tanpa adanya berkat!"

Diego hanya tersenyum lebar dengan mata menyala penuh semangat yang membara, ia membentangkan tangannya menyimbolkan rasa angkuh dan kekuatan yang besar.

"Kalau begitu biar aku coba dulu membunuh mu!" Jawab Diego dengan tertawa lebar

Melihatnya seketika membuat Argo beberapa saat merasa tidak enak, perasaan takut tiba-tiba Argo rasakan dari seorang penguasa neraka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!