2. Sampah

"Ada apa?" Tanya wanita bersayap

"Aku ingin mengajukan pertanyaan,"

Seorang pria rambut pirang maju, ia bertanya dengan ekspresi tanpa rasa takut akan seseorang di hadapannya.

Wanita bersayap nampak kagum pada pria di hadapannya, di saat semua orang hanya diam membisu dengan rasa takut. Seorang pria malah berani mengajukan sebuah pertanyaan.

"Tanyakan!"

"Terimakasih, aku ingin bertanya mengapa harus kami yang melawan para iblis dan dewa kegelapan? Kenapa tidak kalian saja yang melakukannya? Bukankah kalian terlihat kuat, terutama kau?" Tanya pria itu

"Hmm, pertanyaan yang menarik! Tentu saja kami tidak bisa melakukannya, dikarenakan kekuatan yang dimiliki oleh dewa kegelapan dan para iblis cukup kuat. Dan alasan kami menggunakan kalian dalam perang tentu saja memiliki alasan lain."

"Alasan?" Tanya pria itu memiringkan kepalanya

"Begini, anggaplah kami ini adalah sebuah kekuatan, dan kalian adalah penggunanya. Jika penggunanya mati maka kekuatan kami masih bisa digunakan oleh manusia lain, dan jika kami yang mati makan penggunaan tidak akan bisa menggunakan kekuatan dari kami lagi."

"Itu artinya kalian adalah sumber kekuatan itu sendiri? Dan alasan kalian memilih kami untuk bertarung, agar jika salah satu dari kami mati maka akan bisa diganti oleh pahlawan lain?"

"Benar sekali!" Ucapnya tersenyum senang

"Itu berarti kalian ingin menggunakan kami sebagai pion?"

Wanita itu tersenyum lebar sembari mengangguk cepat, yang mana hal itu cukup membuat semua orang merinding mendengarnya.

"Dasar biadab! Bukankah kalian tidak lebih dari iblis yang kalian lawan!" Ucap seorang pria berteriak keras

"Memang ini biadab, namun ini adalah jalan terakhir. Lagipula selama kalian memiliki berkat dari para dewa cahaya seperti kami, kalian akan bisa menggunakannya sesuka kalian!"

"Dan juga kami tak hanya memberikan kekuatan pada kalian. Kekuasaan, kekayaan dan ketenaran! Semuanya akan menjadi milik kalian!" Ucapnya Dewi bersayap itu dengan lantang dan ekspresi bahagia

Semua orang nampak berpikir dengan tawaran sang Dewi, mengingat orang-orang yang di panggil kebanyakan dari kalangan bawah dan miskin.

Tentu saja mereka akan tergiur dengan tawaran itu, namun meski begitu masih banyak yang menolak dan tidak ingin menerima tawaran tersebut.

Yang malangnya mereka langsung dilempar dalam sebuah portal mengerikan, yang entah ada apa di dalamnya.

Sementara Diego masih diam dengan keputusannya, ia tak ingin menjadi budak seorang Dewi yang akan berakhir dengan kematian.

Prok prok prok

Sang Dewi menepuk tangannya membuat semua orang mengalihkan pandanganya, mereka segera menatap kearah Dewi yang tersenyum lebar penuh arti.

"Akan tetapi ... Kalian akan melalui seleksi terlebih dahulu! Jika kalian pantas, maka kalian akan mendapatkan apa yang aku sebutkan tadi. Namun jika tidak! Maka berakhirlah kalian di neraka!" Tawanya yang membuat wajah manisnya menghilang

Beberapa orang menelan ludahnya ketakutan dan terintimidasi, sang Dewi segera membentangkan tangannya membaca sebuah kata-kata aneh.

Setelah itu cahaya muncul dari tubuh semua orang, yang sebagai di dominasi oleh berwarna coklat, dan warna kuning.

Sementara itu Diego malah mendapat cahaya berwarna hitam dengan beberapa yang lain, yang membuat pandangan Dewi terhadapnya menjadi jijik.

"Aku tidak percaya, ada sampah di antara para sampah!" Ucapnya tanpa senyuman menatap Diego.

Sementara itu terdapat lima orang saja yang mendapatkan cahaya kuning, di antaranya pria yang mengajukan pertanyaan dan seorang pria besar, dan tiga wanita.

"Wah! Nampaknya kau pria yang beruntung!" Senyum sang Dewi pada pria yang mengajukan pertanyaan.

"Apa artinya ini?" Tanya pria itu

"Kuning berarti kau terpilih menjadi pahlawan kuat, coklat kau merupakan pahlawan tingkat rendah, dan hitam kau adalah yang terburuk!" Ucapnya sembari menatap sinis kearah Diego dan beberapa orang yang berwarna hitam.

"Baiklah karena aku sudah tau akan meletakkan kalian dimana, sekarang yang perlu kalian lakukan ada menjalankan tugas yang kuberikan!"

"Dan untuk orang-orang sampah! Nikmati waktu kalian!" Ucapnya dengan senyuman lebar

Seketika semua orang mulai menghilang dari ruangan itu, dimana beberapa di antaranya teleportasi di sebuah ruangan mewah. Yang tidak lain merupakan sebuah kerajaan, yang sedang melakukan pemanggilan pahlawan.

Sementara itu kelompok cahaya coklat teleportasi di sebuah pemukiman acak, Yang mana sebagian berada di desa terpencil yang amat jauh dan miskin.

Sementara itu Diego dan kelompoknya teleportasi di sebuah tempat tandus nan mengerikan. Yang dimana langitnya berwarna merah serta air yang berwarna kuning kotor.

"Kita dimana?" Tanya seorang pria

Semuanya nampak bingung, ada tujuh orang yang teleportasi di tempat ini. Empat wanita dan tiga pria termasuk Diego. Semuanya nampak bingung dengan pemandangan di hadapan mereka.

"Kita benar-benar berada di neraka!" Tangis seorang wanita yang nampak ketakutan

"Sial! Dewi itu benar-benar mengirim kita ke neraka!" Teriak seorang pria panik

Diego hanya diam tak ikut berbicara, lagi pula ia sudah tau pada awalnya orang sepertinya akan berakhir di tempat yang buruk, porsi yang cocok untuk orang yang buruk juga.

"Sebaiknya kita mencari tempat berlindung!" Ucap seorang pria lagi yang nampak tegas

Semuanya setuju dan segera bergerak ikut berjalan, tatapan mereka begitu jelas penuh akan rasa takut. Ditambah suara lolongan yang mengerikan terus terdengar dari tadi.

***

- Kerajaan Anika

Di sebuah podium besar, beberapa orang nampak berdoa di sekelilingnya. Upacara tengah dilakukan, upacara untuk memanggil para pahlawan ke dunia ini.

Di sekitar podium, beberapa orang berjubah mulai berdoa, melantunkan puji-pujian untuk sang Dewi, berharap apa yang mereka inginkan segera tiba.

"Wahai Dewi yang menguasai jiwa kami. Berikanlah kami petunjuk untuk melawan musuh-musuh kami!"

Semua orang mengikuti apa yang orang-orang berjubah katakan, semuanya nampak serius saat melakukan upacara tersebut.

*WOSHH!!

Angin berhembus kencang, orang-orang nampak tersenyum dan penuh harap saat melihat hal tersebut.

"Dewi, berikanlah ... Berikanlah kami cahaya mu!"

*Swing!!

Sebuah cahaya terang melesat dengan cepat kearah podium, membuat hembusan angin semakin cepat dan kuat.

Dan secara perlahan, dua sosok mulai terlihat tengah berdiri. Orang-orang yang melihatnya seketika tersenyum bahagia dan mengatakan.

"Pahlawan! Akhirnya Pahlawan kita tiba!" Semua orang bersorak bahagia

Sementara orang-orang tengah bahagia, kedua pahlawan yang baru tiba masih sedikit bingung harus bertindak apa hingga seorang pendeta berjalan menghampiri.

"Kemuliaan untuk sang Dewi. Terimakasih telah mendengarkan panggilan kami, Pahlawan..."

Terpopuler

Comments

HELLOO

HELLOO

artinya juga ada maksud lain coba baca ulang kan katanya dewa adalah kekuatan dan manusia adalah pengguna dan jika pengguna mati maka kekuatan masih bisa hidup itu sama aja para dewa gak mau mati dan juga sama aja manusia bagaikan budak yang di gunakan para dewa untuk kepentingan mereka

2025-01-19

1

Razali Azli

Razali Azli

tak semua yang bersumber cahaya itu baik. ada juga yang lebih buruk dari kegelapan sifatnya. dan tak semua yang gelap itu tak baik. tergantung penggunanya. tapi yang pasti, jengkel kali aku sama dewi cahaya

2023-08-28

0

WiraBP

WiraBP

menarik! 👀
aku mampir ya Thor😁 semangat 🔥💪

2023-08-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!