Argo meraung dengan sangat kuat dan keras, bahkan sampai membuat seluruh neraka menggema. Hal itu bahkan sampai membuat beberapa monster yang mendengarkan ketakutan.
"Menarik! Seorang manusia yang hendak membunuh para dewa?" Ucap Argo dengan semangat membara
Diego segera memasang kuda-kuda miliknya, pedang di tangannya ia cengkram dengan sangat kuat dan amat keras. Bahkan tanah yang Diego pijak sampai ikut hancur.
Diego merapatkan giginya, ia bersiap dengan seluruh kekuatannya kali ini. Dengan tangan yang mulai mengeluarkan beberapa urat akibat tekanan yang Diego paksakan.
"Perlihatkan pada ku tekat mu!" Tantang Argo dengan membentangkan tangannya
Dengan sangat cepat Diego kembali melesat, bahkan saking cepatnya hal itu sampai membuat tanah yang Diego pijak retak.
WOSHH!!
Argo juga ikut bersiap untuk menggunakan kekuatan miliknya, ia membaca sebuah mantra yang membuat simbol aneh muncul di udara.
"Death Fire!"
Bola api yang begitu besar tiba-tiba muncul, begitu panas rasanya hingga membuat area sekitarnya seketika terbakar hebat.
Diego melesat ke udara, ia mengangkat pedangnya hingga keatas kepalanya, dan dengan seluruh kemampuannya ia menebas bola api di hadapannya.
Argo melemparkan bola api itu kearah Diego, dan Diego segera menebasnya dengan seluruh kekuatannya.
DUARR!!!!
Hal itu seketika membuat ledakan besar terjadi, beberapa area hancur dan dipenuhi dengan api yang berkobar begitu besar.
Beberapa mahluk nampak menjauhi area tersebut, sementara itu lubang besar tercipta bahkan sampai membuat dinding dimensi sedikit terbuka.
"Sungguh menarik..." Lirih Argo yang kehilangan separuh tubuhnya
Sementara itu Diego nampak terkapar di atas tanah, seluruh tubuhnya terselimuti api yang setiap detik membakar seluruh sel tubuhnya sedikit demi sedikit.
Argo yang kehilangan separuh tubuhnya seketika terduduk lesu, ia tak percaya akan ada manusia yang mampu membuatnya berakhir seperti ini.
Perlahan tapi pasti, tubuh Argo mulai memudar menjadi partikel kecil berwarna kuning terang.
"Aku lupa menanyakan nama mu ..." Lirih Argo yang semakin memudar menatap tubuh Diego yang terbakar.
Dengan satu tangannya tersisa, Argo mengulurkan tangannya kearah Diego. Wajah tengkorak miliknya nampak seperti sedang tersenyum puas menatap Diego di hadapannya.
***
Seluruh ruangan terlihat begitu putih terang, Diego seperti bangun dari tidurnya yang terasa sangat panjang itu. Ia melihat dari kejauhan seseorang nampak tengah menempa sesuatu.
"Chen!" Panggil Diego
Chen tak menjawab, ia hanya diam sembari terus menempa tanpa menjawab panggilan Diego. Sementara itu Diego segera berlari kearah Chen.
Hampir beberapa menit Diego berlari, ia masih tidak bisa mendekat kearah Chen. Padahal jarak keduanya sangatlah dekat, hanya berada beberapa meter saja.
"Hei Chen!" Panggil Diego
Chen menoleh kearah Diego di belakangnya, ia menghentikan aktivitas menempanya dan tersenyum menatap Diego.
"Kenapa kau kemari?" Tanya Chen
"Hei apa yang kau katakan, karena aku sudah mati!" Tawa Diego
Berbeda dengan Chen yang nampak sama sekali tidak tersenyum, ia justru nampak kecewa dengan kedatangan Diego di hadapannya saat ini.
"Hei ada apa?" Tanya Diego
"Kau mengecewakan Diego!" Ucap Chen
Diego mengkerut kan alisnya mendengar perkataan Chen, ia tak mengerti mengapa Chen nampak begitu kecewa.
"Apa maksud mu?" Tanya Diego
Chen tak menjawab ia berjalan pergi meninggalkan Diego seorang diri, sementara itu Diego berusaha mengejar namun langkahnya terasa begitu berat.
"Chen! Kamu mau kemana!"
Diego hampir tak bisa berjalan, sementara Chen nampak sudah sangat jauh meninggalkannya.
Hingga akhirnya ada Diego seorang diri di ruangan putih itu, semuanya nampak kosong tanpa ada apapun di dalamnya sama sekali.
Diego hanya terdiam merenung, ia memikirkan maksud perkataan Chen padanya. Diego juga tidak mengerti mengapa Chen kecewa, apakah ia selama ini melakukan kesalahan-kesalahan?
"Salah ku ap-"
Tiba-tiba cahaya putih terang membuat Diego silau, bahkan cahaya tersebut semakin terang dan membuat Diego hampir tak bisa melihat apa yang terjadi.
***
Diego terbangun dari pingsannya, ia merasa tubuhnya terasa aneh. Dan saat duduk Diego nampak terkejut ketika melihat sekitarnya yang terbakar api besar.
"Ah ... Sebelumnya aku bertarung melawan raja buangan!"
Diego segera bangkit berdiri, ia melihat sekelilingnya yang hancur lebur tak tersisa sama sekali.
KREK!
Sebuah artifak terjatuh yang membuat Diego terkejut melihatnya, sebuah coin artifak yang terdapat ukiran tengkorak mengerikan.
"Wah! Apakah ini item setelah membunuh boss!" Kejut Diego yang merasa seperti dalam sebuah game RPG.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Razali Azli
suka sih watak chen. sayangnya dia mati duluan
2023-08-28
0
kanm
lanjut thor
2023-08-16
1