5. Monster

Chen dan Diego segera berlari menuju arah suara tersebut, dari sebuah batu keduanya nampak melihat pertarungan antara kedua monster yang begitu mengerikan.

Satu monster berbentuk kera dan satu lagi berbentuk ular, keduanya saling menyerang satu sama lain. Sang ular menyemburkan racun yang membuat area sekitarnya meleleh.

Bahkan sampai tangan kera raksasa pun ikut putus sebelah, dan dengan raungan yang keras area sekitar menjadi hancur lebur.

Hal itu sampai membuat sang ular terkena beberapa bebatuan, dan dengan satu tangannya sang kera menyeret ular tersebut sembari mengigit kepala ular hingga hancur.

Namun sebelum benar-benar mati sang ular melepaskan racunnya yang seketika, membuat tenggorokan dari sang kera raksasa bolong dan membuat dirinya ikut tewas.

Bruk!

Keduanya tumbang dengan kondisi sang ular yang menempel di mulut kera, Diego dan Chen hanya melihat ngeri dengan apa yang terjadi tadi.

Tanpa membuang waktu, keduanya segera berjalan menghampiri jasad kedua mahluk itu. Chen segera mengambil beberapa daging ular untuk di jadikan makanan nantinya.

"Diego, bantu aku mengambil beberapa dagingnya." Pintanya sembari mengiris daging ular tersebut.

Diego mengangguk, ia segera membantu Chen dalam memotong sedikit daging ular tersebut, hanya bisa setengah yang bisa mereka ambil. Mengingat tubuh ular tersebut yang terlalu besar untuk di bawa.

"Ini sudah cukup, sebaiknya kita kembali!" Ucap Chen yang di susul anggukan kepala Diego

***

Chen dan Diego duduk pinggir sungai kuning, keduanya duduk sembari memegang daging ular di tusukan kayu, memanfaatkan panasnya air untuk memanggang.

Hampir setengah jam keduanya lama memanggang, setelah matang Diego nampak diam sejenak menatap Chen.

Diego mengangguk, keduanya segera memakan daging ular tersebut bersama-sama, dan benar saja rasanya begitu buruk seperti memakan bangkai.

Chen yang merasakannya bahkan sampai muntah, berbeda dengan Diego yang tidak masalah dengan rasanya.

"Cih! Rasanya benar-benar buruk!" Keluh Chen

"Sebaiknya kau harus mulai terbiasa, ini lebih baik dari pada kita mati." Jelas Diego

Dengan terpaksa Chen memakannya, meski ia beberapa kali mau muntah dikarenakan rasa daging yang begitu buruk, dan benar-benar tidak layak makan.

***

Kerajaan Anika seorang pria bernama Willy tengah duduk di sebuah meja makan, dengan begitu banyaknya hidangan lezat di atas mejanya.

Beberapa pelayan nampak melayaninya, beserta dengan pahlawan yang lain, dimana Willy dan temannya teleportasi di tempat yang saat ini.

"Ini benar-benar surga!" Senang Jack sembari memegang sebuah daging

Willy hanya tersenyum mendengarnya, ia makan dengan elegan menggunakan garpu dan sendok, tidak seperti Jack yang terlihat tidak sopan.

"Kau benar, aku merasa kasihan pada yang lainnya!" Jawab Willy

Tiba-tiba di tengah acara makan, seorang kepala pelayan masuk dengan terburu-buru. Rautnya nampak begitu khawatir yang membuat Willy bingung.

"Tuan Pahlawan!" Panggilannya dengan buru-buru

"Ada apa?" Tanya Willy

"Di ujung Utara kerajaan Anika, ada serangan dari beberapa monster Tuan!"

Mendengarnya seketika membuat Jack bersemangat, ia segera berdiri dengan raut senang mendengar ada monster.

"Monster! Haha! Willy, ayo cepat kita pergi!" Senang Jack

"Baiklah, sepertinya kita perlu sedikit olahraga." Ucap Willy bergegas

Kepala pelayan nampak kagum melihatnya, begitu juga dengan beberapa pelayan yang lain. Ditambah dengan profesi keduanya yang merupakan seorang pahlawan.

Willy dan Jack segera pergi menuju tempat yang di maksud, beberapa pengawal nampak hadir mengikuti dari belakang.

Orang-orang yang melihatnya bersorak senang menyambut kedatangan para pahlawan, ditambah mereka menjadi punya harapan untuk tetap hidup.

"Tenanglah semuanya! Serahkan semuanya pada kami!" Teriak Willy membuat gemuruh semangat dari orang-orang

Jack segera melompat kearah kerumunan monster, ia segera mengambil kapak di punggungnya dan memukul kearah tanah, yang seketika membuat area sekitarnya hancur.

DUAR!

"Mati!" Jack dengan brutal mengarahkan serangannya membuat beberapa monster tumbang.

Willy tersenyum ia juga tak mau kalah, dengan sihirnya Willy terbang dan atas angkasa sembari memperlihatkan sikap angkuhnya bak seorang raja.

"Mari mulai pestanya!" Willy menepuk kedua tangannya

Tiba-tiba dari langit turun sebuah tombak emas yang mengarah ke para monster, hal itu sekejap membuat seluruh monster tewas tanpa perlawanan sama sekali.

Orang-orang yang melihatnya seketika bersorak senang, bahkan sampai mengagung-agungkan nama Willy dan Jack bak seorang dewa.

"Hah! Ini terlalu mudah!" Ucap Jack sembari mengusap hidungnya

Terpopuler

Comments

the GFoxM

the GFoxM

Willy Ama Jack orang transferan kh kalo iya ini terlalu cepat sih alur mereka, logic nya mereka di bab ini masih pengenalan/adaptasi.


aku masih blm liat bab yang ke-6 jadi aku hanya ikut meramaikan komentar disini saja😁🙏

2023-09-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!