6. Pahlawan

Di kerajaan Loni terdapat dua pahlawan wanita, keduanya hadir dari pemanggilan oleh sang ratu bernama Silvia, yang dimana maksud sang ratu memanggil tentunya untuk membantu melawan para monster dan iblis.

Dua pahlawan wanita itu di beri julukan sebagai, Dewi pedang. Kekuatan pedang yang lihai serta dengan sihir yang mereka miliki, tentu saja melawan monster bukan lah hal yang sulit.

Bahkan saat di kota timur terjadi pengepungan, hanya dua orang pahlawan saja yang diperlukan untuk membersihkan para monster, dan hanya memakan waktu dua hari.

"Hidup Dewi Pedang!!" Sorak semua orang yang menyaksikan kepulangan dua pahlawan wanita itu.

Keduanya berjalan dengan bangga menuju arah ratu berdiri, sesampainya di hadapan ratu keduanya segera menunduk memberi hormat.

"Kami memberi hormat pada ratu Silvia," ucap keduanya bersamaan.

"Selamat datang kembali pahlawan! Semoga dewa-dewi cahaya memberikan kalian berkat." Ucapnya menyambut dua pahlawan itu

Beberapa orang nampak terus meneriakkan nama dua pahlawan wanita tersebut, bahkan beberapa orang juga mengidolakan kecantikan sang pahlawan.

***

Di sebuah mansion besar, tempat dimana Gina dan Rose tinggal. Keduanya nampak bersantai sejenak dengan segelas teh hangat di tangan.

"Ada apa?" Tanya Gina melihat Rose yang tengah melamun

"Ah tidak, hanya sedikit memikirkan sesuatu?"

Gina tersenyum sejenak, pikirannya sudah bisa menebak apa itu

"Memikirkan tentang dia? Apa sebaiknya kita mengunjungi nya, hm?" Tanya Gina dengan eskpresi mengejek

"Apa yang kau katakan, aku tak mengatakan tentang nya!" Rose memalingkan wajahnya

"Yah kau ini cukup tertutup ya? Apa tak sebaiknya kau katakan saja?"

Gina segera duduk sembari menuangkan teh dalam secangkir gelas.

"Aku tak perduli, jika dia mengerti biar dia saja yang mengatakannya!" Tegas Rose menghela nafas

"Ya sudahlah. Lagipula kau sendiri yang akan kesal karena waktu, hehe..."

Rose menggelengkan kepalanya, ia tak ingin terlalu jauh memikirkan hal tersebut. Terlebih baginya ada masalah yang lebih serius yang harus di pikirkan.

***

"Aku tidak sanggup lagi..." Keluh Chen yang hampir mata merasakan buruknya daging itu

"Hah, mau bagaimana lagi? Kita di neraka bukan surga, jadi berhenti mengeluh." Ucap Diego yang sebenarnya juga tidak tahan

Di tengah keluhan, pandangan Diego tiba-tiba tertuju pada pedang batu yang sebelumnya Chen buat, dan hal itu cukup membuat Diego tertarik.

"Hei, boleh aku memiliki pedang batu ini?"

"Hm? Ambillah, lagipula aku hanya iseng membuatnya." Ucap Chen

Dengan senang hati Diego mengambilnya, dan rasanya cukup berat. Apalagi dengan tubuh Diego yang kurus, hal itu sedikit membuatnya kesusahan mengangkatnya.

"Haha! Besar kan dulu tubuh mu! Kau akan mati sebelum bisa mengayunkannya!" Ejek Chen tertawa

Mendengarnya Diego hanya mendengus kesal, ia berusaha mengangkatnya meski tangannya sedikit gemetar.

Sementara itu Chen nampak kembali melanjutkan pekerjaannya, yaitu membuat sebuah senjata dan beliung dari batu, yang mana hal itu dilakukan untuk mengisi waktu luang tentunya.

Beberapa hari keduanya sudah tinggal di neraka itu, dan untuk mencari makan tentu saja keduanya memanfaatkan pertarungan dari monster yang terjadi, dengan cara mengambil daging dari jasad para monster.

Dalam beberapa hari itu Chen sudah membuat berbagai alat, di antaranya beliung cangkul dan juga kapak, meski tidak tau apakah hal itu akan berguna nantinya atau tidak.

"Diego!" Chen melemparkan sebuah beliung

"Untuk apa?" Tanya Diego menangkapnya

"Ikutlah, kita akan menggali goa ini, dan berharap terdapat bijih langka di dalamnya!" Ucap Chen semangat

"Hei, kita ini ditengah kematian, untuk apa hal seperti itu?" Tanya Diego bingung

"Hah ... Diego, sebelum kita mati sebaiknya kita manfaatkan waktu sebaik mungkin. Aku tidak tau sampai kapan kita akan bertahan disini." Ucap Chen

Diego menghela nafasnya ia segera ikut Chen, dan mulai menggali dan menambang area sekitar. Keduanya melakukan seharian, hanya berhenti saat lelah dan tidur.

Dan besoknya keduanya kembali melanjutkan aktivitas tersebut, meski aneh Diego nampak senang melakukannya, lagi pula nanti jika mati ia tidak akan bisa melakukan hal seperti ini lagi.

Setelah melakukan aktivitas itu beberapa hari, Chen berteriak histeris membuat Diego berlari kearahnya melihat apa yang terjadi.

"Ada apa!"

"Diego! Aku menemukan sebuah bijih besi!" Teriak Chen senang

"Hah! Kau mengejutkan ku saja!" Kesal Diego yang mengira ada apa-apa.

"Haha. Maaf aku hanya senang menemukan bijih, setelah kita berhari-hari menambang!"

Chen nampak senang dengan apa yang ia dapat, ia segera meminta bantuan Diego untuk mengambilnya, dan nanti akan digunakan untuk persenjataan.

Terpopuler

Comments

Razali Azli

Razali Azli

bagiku kedua orang ini orang hebat sih. semangat thor. ceritanya lain dari yqng lain

2023-08-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!