Diego terdiam membisu saat melihat pemandangan di hadapannya, ia tak bisa berpikir jernih selain terkejut setengah mati.
Matanya membeku melihat tubuh Chen yang nampak sudah terpisah dengan tubuh yang lainnya, dengan keadaan yang begitu mengenaskan dan mengerikan.
"Chen..." Lirih Diego sembari mendekat
Chen terbujur kaku dengan mata masih terbuka, di tangannya terdapat sebuah kapak yang menandakan terjadinya perlawanan.
Dengan tubuh gemetar Diego mengusap wajah Chen untuk menutup matanya. Wajah Diego nampak pucat lesu melihat kematian seseorang yang menemaninya.
Perlahan tapi pasti, air mata Diego kembali menetes, ia tak percaya jika ia akan sendiri lagi. Rasa bersalah dapat Diego rasakan saat ini, seandainya dia tak pergi mungkinkah Chen akan selamat pikir Diego.
Diego hanya terduduk diam tak bisa berkata apa-apa, matanya begitu basah dengan air mata yang terus keluar sedari tadi.
Bruk!
Suara benda jatuh terdengar dari arah tambang yang Diego dan Chen gali dulu, Diego dengan waspada menyimak suara tersebut yang nampak sedang memakan sesuatu.
Secara perlahan Diego berjalan menuju pintu tambang, dimana dari sana ia melihat siluet mahluk yang nampak tengah menyantap sesuatu.
Tak begitu jelas bentuknya, namun yang pasti mahluk tersebut terlihat seperti manusia, dan yang pasti hal itu membuat Diego bergidik ngeri melihatnya.
"Grrr!" Suara erangan terdengar mahluk tersebut menatap tajam kearah Diego
Diego yang sadar dirinya terlihat seketika terkejut, ia tersungkur dan dengan cepat segera melangkah mundur.
Krang!!
Diego tak sengaja menyenggol pedang yang dibuat Chen sebelumnya, dan hal itu pastinya akan memancing mahluk tersebut untuk mendekat.
Dan benar saja dari pintu tambang, semakin jelas terlihat bentuk mahluk tersebut, dimana ia terlihat merangkak sembari membawa sebuah tangan di mulutnya.
"Kau!" Kejut Diego yang merasa tidak asing
Dan benar saja Diego pernah melihatnya, dimana pria tersebut ada pria yang sebelumnya berlari kearah berlawanan, pria yang hendak melecehkan seorang wanita sebelumnya.
"Apa yang telah kau lakukan sialan!" Teriak Diego kesal
Apalagi saat Diego melihat tangan Chen berada di mulut pria di hadapannya, sudah jelas pria tersebut telah kehilangan kewarasannya.
Bahkan tubuhnya pun sudah terlihat berbeda dengan manusia, dimana kondisi kulitnya yang begitu putih pucat, serta mata yang melotot seperti hendak keluar.
GRRRRR!!
Suara geraman terdengar begitu keras, hal itu tidak membuat Diego takut melainkan semakin emosi, apalagi saat melihat tangan sahabatnya di mulut pria itu.
"Sialan!" Teriak Diego berlari hendak memukul
Namun dengan cepat mahluk di hadapan Diego melompat dan menonjolkan kepalanya, di perut Diego.
DUAR!!
Diego seketika terpental menerima hantaman itu, bahkan hal itu sampai membuat Diego memuntahkan darah dari mulutnya.
"Apa-apaan kekuatannya!"
Rupanya tak hanya tubuhnya saja yang mulai berubah, kekuatan serta gerakannya pun juga berubah. Dimana sudah pasti kekuatan seperti itu sudah bukanlah manusia biasa lagi namanya.
"Sialan! Dia terlalu kuat!"
Diego menoleh kearah samping, ia melihat pedang besar yang dibuat oleh Chen. Dengan cepat Diego mengambilnya dan menghunuskan kearah Monster di hadapannya.
"Lihat aku punya senjata! Jika kau maju kau akan mati!" Ancam Diego
Namun percuma, mahluk di hadapan Diego sekarang bukanlah lagi manusia, melainkan seorang monster yang telah kehilangan akalnya.
Bahkan saat ini mahluk tersebut melangkah maju dan mulai mendekat, dan sama sekali tidak menghiraukan ancaman yang Diego berikan.
GRRR!
WOSHH!
Mahluk tersebut melesat dengan cepat, Diego segera menunduk menghindari tubrukan yang dilakukan mahluk aneh tersebut, dan benar saja kekuatannya mengerikan.
Bahkan dinding batu yang ia tabrak saja sampai hancur, dan tubuhnya pun terlihat baik-baik saja tanpa ada luka sama sekali.
"Aghh!"
Diego juga tak mau kalah, ia juga tersulut emosi hingga menyerang brutal musuh di hadapannya. Beberapa tebasan yang dihasilkan oleh Diego bahkan membuat beberapa area hancur.
DUAR!!
Sebuah dinding goa hancur oleh pukulan Diego, dan hal itu cukup membuat Diego terkejut melihatnya. Bagaimana mungkin kekuatannya dapat menghancurkan batu keras yang seharusnya hal itu membutuhkan sebuah beliung untuk menghancurkannya.
GRRRR!!
AGHH!!!
Keduanya saling menyerang satu sama lain, beberapa kali mahluk tersebut terpental oleh pukulan Diego. Bukannya menggunakan pedangnya Diego justru menggunakan tangannya untuk menyerang.
Hal itu tentunya dilakukan karena Diego masih belum terlalu mampu menggunakan pedang, apalagi tebasan yang ia berikan banyak melesat.
BRAK!!
Diego terbaring dengan mahluk di hadapan menduduki tubuh Diego, dengan mulut lebar mahluk tersebut nampak hendak memakan Diego hidup-hidup.
Dengan kekuatannya Diego menahan mulut mahluk itu, apalagi dengan kondisi mahkluk tersebut yang nampak meneteskan air liurnya.
"Aghhh! Mati kau!!"
Dengan seluruh kemampuannya Diego berusaha merobek dan membelah dua mulut mahluk di hadapannya saat ini, begitu juga dengan mahluk itu yang berusaha menahan tangan Diego.
"SIALAN!!"
KRAK!!
Darah seketika membasahi wajah Diego, mahluk di hadapannya pun tergeletak tak berdaya setelah kedua mulutnya dibelah dua oleh Diego.
Bahkan setelah melakukan itu Diego langsung muntah, apalagi saat beberapa cairan darah yang masuk kedalam tenggorokannya.
"HOEKK!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
the GFoxM
whyy!!? kenapa Chen dimatiin. padahal gw ngarep mereka jadi the best duo huwaaaaaa😭😭😭
2023-09-26
0
Razali Azli
aduh thor.. kenapa watak chen dimatiin..?
2023-08-28
0
????
lanjut Thor semangat✨
2023-08-12
0