Diego terduduk lesu setelah melakukan aksi brutalnya tadi, ia masih tak percaya jika ia telah membunuh seorang manusia.
"Hah! Tenanglah! Yang kau bunuh adalah monster!" Ucap Diego berusaha menenangkan dirinya
Melihat tubuh Chen yang berserakan Diego segera mengumpulkannya, ia segera menguburnya di dalam goa tersebut, berdoa semoga saja Chen tenang di alam sana.
"Maaf Chen, dan terimakasih atas segalanya..." Lirih Diego berdoa di depan makan Chen
Sementara itu Diego nampak pasrah dengan apa yang terjadi nantinya, ia juga tak berniat hidup lebih lama lagi, karena setelah ini ia akan menantang kematian.
"Sebentar lagi aku akan menyusul mu, Chen," ucap Diego sembari membawa pedang yang Chen buat
Diego berjalan keluar sembari membawa pedang itu di punggungnya, ia akan mati dengan cara yang epik kali ini, yaitu dengan cara melawan monster yang ia temui.
"Setidaknya aku mati dengan perlawanan!" Tegas Diego dengan mata menyala
Diego berjalan santai di setiap jalan, ia memang berniat memancing musuh agar mendatanginya. Lagi pula Diego sendiri sudah berniat mati kali ini.
"DATANG LAH KALIAN SEMUA PADA KU!!" Teriak Diego dengan lantang menantang semua penghuni neraka
GRRRRR!
Sebuah mahluk mirip manusia namun berkepala serigala datang, tatapannya begitu tajam dengan niat membunuh begitu kuat.
Begitu juga dengan Diego yang nampak sudah siap melakukan aksinya, ia akan mati dengan cara yang hebat kali ini.
TAP TAP TAP!!
Diego berlari sembari menyeret pedang besar miliknya, dengan tatapan tajam serta niat yang begitu besar dalam dirinya.
***
Disebuah gurun yang luas, seorang wanita dengan jubah nampak berjalan dengan santainya, matanya memandang serius kearah peta di tangannya.
Beberapa kali ia melihat isi peta itu, berusaha menggunakan setiap petunjuk yang ada, dengan berbekalkan sebuah panah di punggungnya.
WOSHH!
Tiupan angin nampak menerpa wajahnya, ia terus berjalan lurus tanpa maksud yang diketahui kemana tujuannya.
Hingga beberapa saat kemudian ia tiba di sebuah kota kecil, yang mana semuanya terlihat ramai oleh orang-orang.
Kota yang cukup unik karena berada di tengah gurun. Ia segera berjalan menuju sebuah bar, beberapa orang nampak memperhatikan langkah masuknya
Wanita tersebut berhenti di meja seorang pria, yang nampak santai duduknya dan tersenyum ramah pada wanita yang tengah berdiri di hadapannya.
"Ada yang ku bantu, Nona?" Tanya pria tersebut ramah
Wanita tersebut tak menjawab pertanyaan pria di hadapannya, ia hanya menatap tajam sembari bersiap hendak mengambil sesuatu di kantongnya.
"Hmm? Sudah dua tahun sejak kemunculan kalian. Apa para bajingan itu masih mengirim anjing-anjingnya pada ku?" Ucap pria itu dengan tenang sembari meminum sebuah bir
WOSHH!
Dengan cepat wanita itu menarik belati tajam di pinggangnya, dan dengan cepat ia menusuk belati tersebut kek wajah pria di hadapannya.
Namun wanita tersebut dibuat terkejut saat pria di hadapannya menahan belati itu dengan giginya saja.
TAP TAP!
Dengan cepat wanita tersebut mundur dan mengeluarkan panah miliknya, sebuah panah sihir yang sangat kuat berwarna perak.
Semua orang yang melihat ada pertarungan banyak yang berlari keluar, mereka tak ingin terlibat dengan hal itu. Berbeda dengan pemilik bar yang nampak khawatir.
Tanpa aba-aba pria itu segera melemparkan gelas bir miliknya, dan saat sang wanita terkecoh ia segera berlari dengan cepat menuju keluar.
Namun dengan cepat juga wanita berjubah berlari mengejar si pria, dan dengan panahnya ia melesatkan sebuah serangan yang membuat beberapa area hancur.
"Misi Selesai," ucap wanita itu berniat pergi
DUAR!!
Sebuah ledakan terjadi dari arah pria tadi, yang mana ia sama sekali tidak terluka hingga membuat wanita berjubah terkejut melihatnya.
"Bagaimana mungkin!" Pekiknya tak percaya
"Sialan, kenapa kalian selalu mengganggu ku!" Kesal pria itu sembari memegang lehernya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
????
lanjut..
2023-08-13
0
????
dikit amat Thor
2023-08-13
0