...Model Mobil Sport....
...# 14 July 2008 (Malam)...
Atas saran dari Sales, malam nya Felix pergi ke Hypermall yang dimana event showroom mobil diadakan. Berbagai mobil di tampilkan dengan para modelnya, ada jenis mobil sport seperti Lamborghini, Ferrari, BMW dan lainnya. Ada juga jenis sedan dan Jeep.
Felix tidak begitu tertarik dengan mobil - mobil mewah seperti itu. Saat melangkah, Felix di hampiri oleh para model mobil yang terpesona dengan Felix.
"Mas tampan, disini ada mobil sport terbaru. Boleh dilihat?" rayu model seraya memeluk tangan kanan Felix.
Lalu, ada model yang lain yang juga memeluk tangan kiri Felix.
"Lihat juga, Kak. Mobil yang ini lebih baik dibandingkan dengan mobil sport lainnya."
Ada juga model yang lain dibelakang Felix yang juga menawarkan mobilnya. Meski begitu, Felix hanya memberikan senyuman kecil dan melepaskan tangan mereka lalu, berusaha meninggalkan mereka dengan baik-baik.
Lalu, Felix melanjutkan langkah untuk mencari mobil yang pas untuk nya. Namun, Felix yang sama sekali tidak mengerti mobil. Dia hanya terjebak dalam kebingungan. Maka dari itu, dia bertanya kepada sistem nya.
"Viki, apa kamu ada saran? Mobil apa yang cocok dengan ku?"
Kling!
[Tuan. Lihat jam 3 dari arah anda. Menurut saya, mobil itu cocok untuk anda. Tidak terlihat mewah namun, memiliki kemampuan tinggi.]
Mendengar saran itu, Felix sontak menghadap ke arah jam 3 atau ke sisi kanan nya yang dimana dia melihat mobil sport tidak begitu mewah namun, terkesan gagah.
Mobil Sport Mazda RX-8.
"Oh, pendapat mu luar biasa. Terimakasih, Viki."
Kling!
[5G telah terpotong untuk biaya konsultasi. Saldo: 8.545 G.]
Melihat itu, Felix menghela nafas panjang.
"Sungguh sistem yang kikir. Meminta pendapat saja harus bayar. Tapi, sepadan juga sih. Terimakasih," gumam Felix.
Lalu, Felix menghampiri stand mobil nya yang mana model nya sedang istirahat makan dan hanya ada dia seorang.
"Permisi, maaf menganggu. Bisakah aku bertanya tentang mobil ini?"
Mendengar suara Felix, model itu sontak menoleh kearah nya dengan mulut yang masih blepotan juga model itu tidak asing bagi Felix.
"Michelle?! Kenapa kamu ada disini?"
Tidak hanya Felix yang terkejut, Michelle yang melihat Felix juga terkejut dan sontak mengambil tisu lalu, minum terburu-buru hingga membuat nya tersedak dan batuk. Felix yang melihat itu, dia tertawa kecil.
Michelle pun kesal dan menghampiri Felix dengan tatapan tajam.
"Ngapain Lu disini?! Kalo mau nanya-nanya doang mending pulang aja deh lho. Anak miskin kaya lu mana mungkin bisa membeli mobil seperti ini," ucap Michelle dengan melipatkan tangan nya.
Felix tersenyum kecil dan menjawab, "Lalu, bagaimana jika aku bisa membeli nya?"
"Cihh ... Kalau Lu bisa beli mobil ini. Gua akan menuruti semua perintah Lu," ucap bangga Michelle dengan tangan menuding Felix.
Pembicaraan mereka berdua tentu membuat perhatian banyak orang terutama rekan kerja Michelle sendiri.
Felix menurunkan tangan Michelle dan mendekatkan wajahnya ke wajah Michelle.
Michelle sontak tersipu malu dan memalingkan wajahnya kesamping nya. "Apa sih?"
"Aku mau beli mobil itu dengan tunai."
Michelle yang mengembalikan posisi kepala dan melihat Felix dengan jarak yang sangat dekat.
"Eh? Beli? Tunai?" gumam kaget Michelle.
Tidak lama kemudian, pria paruh baya yang mengenakan jas mendatangi Felix.
"Tuan, saya minta maaf atas kekurangan ajaran karyawati kami!" ucap pria berjas seraya membungkukkan badannya.
Model yang di stand sama juga menundukkan kepalanya.
Felix mengembalikan posisi badannya.
"Tidak apa-apa. Aku teman dari Michelle dan ..." Felix mengeluarkan kartu ATM dan memberikan nya kepada Michelle. "Aku beli secara tunai. Tolong diproses!"
Michelle yang masih kesal dengan Felix, dia pun dipelototi oleh pria jas hingga membuat nya langsung berbalik badan dan bergumam. "Tunggu! Aku akan proses!' ucap pelan Michelle dengan jutek.
Michelle kembali ke meja Administrasi dan mengurus nya dengan mengambil alat debit. Sesaat melihat alat debit, Michelle tersenyum sendiri.
"Gua yakin, ATM ini tidak ada isi nya dan aku akan mempermalukan dia."
Michelle pun menginput data harga sebesar 1,2 milliar rupiah sesuai harga mobil yang diinginkan Felix dan memasukkan ATM. Lalu, kembali ke Felix.
"Silahkan input pin nya!"
Felix menginput pin nya dan transaksi berhasil.
Kling!
[S-Banking: 1.200.000.000 rupiah telah dikeluarkan untuk membeli mobil. Saldo: 22.299.300.000 rupiah.]
Dan, transaksi pun berhasil tanpa masalah.
Keberhasilan transaksi itu membuat Michelle terkejut.
"Eh? Berhasil. Bagaimana bisa?" gumam Michelle yang tertegun-tegun seraya memandangi alat debit.
Melihat itu, Felix mendekati telinga kanan Michelle dan berbisik.
"Michelle, jangan lupa janji mu!"
Michelle yang mendengar itu, wajahnya sontak memerahkan lantaran malu dengan ucapan nya sendiri.
Pria berjas batuk sengaja, "Hugh. Michelle lanjutkan pengurusan nya."
"Hah. Iya. Baik!" jawab kaget Michelle yang langsung berbalik badan dan mengurusi administrasi nya.
Felix yang melihat itu, dia tersenyum kecil.
Beberapa jam kemudian, administrasi selesai dan mobil sport Mazda RX 8 resmi menjadi milik Felix yang dimana Felix mendapatkan bonus kelengkapan surat, plat dan beberapa bonus lain nya. Hingga mobil bisa langsung digunakan.
Sebelum beli mobil, Felix juga belajar menyetir mobil dan motor dari game System nya yakni;
Driver Simulator.
Dengan game ini, Felix bisa mendapatkan ketrampilan Drive tingkat A. Maka dari itu, Felix percaya diri mengendarai mobil meski hal itu pertama kali dilakukan.
"Terimakasih, Pelanggan. Anda telah membeli mobil kami. Kami harap kedatangan anda kembali," ucap Michelle yang memberikan kunci beserta tas kecil.
Namun, sebelum Felix pergi. Dia mempertanyakan Michelle.
"Michelle, apakah ibu mu tahu kalau kamu bekerja disini?"
Ekpresi Michelle sontak berubah menjadi panik. "Ge!"
"Seperti belum. Aku tidak tahu apa reaksi Bu Rani jika tahu putri nya bekerja paruh waktu disini."
Michele menghela nafas dan langsung melipatkan kedua tangan nya.
"Jadi, katakan saja. Apa maksudnya kamu berkata seperti itu."
"Bagaimana kalau pulang bersama? Aku antarkan dengan mobil baru ini, tentu nya."
Michelle tersenyum kecil, "Jadi, Lu ingin menyombongkan diri dihadapan Gua dengan mengendarai mobil mahal."
"Tidak. Aku hanya ingin mengemudikan mobil mahal ini untuk pertama kali dengan gadis cantik seperti mu."
Wajah Michelle sontak memerah dan tersipu malu. "Ta-Tapi, Gua masih kerja." jawab malu Michelle yang memalingkan wajahnya kesamping seraya memainkan rambut panjang nya.
Felix sontak melihat kearah pria berjas, "Bapak, bolehkah Michelle pulang duluan?"
Pria berjas tersenyum lebar seraya menjawab, "Tentu saja boleh." Pria berjas melihat Michelle, "Michelle, kamu boleh pulang."
"Eh? Benarkah? Terimakasih."
Michelle pun bergegas ganti baju dan dia pun pulang bersama Felix dengan mobil baru nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Zoelf 212 🛡⚡🔱
ngapain ama tu cewk
2023-08-02
3
Nino Ndut
rx 8??..1.2 M??
2023-08-01
2
the Amay one
next thor 👍🏿👍🏿👍🏿
2023-07-31
2