...Rumah Sewa...
# 25 Juni 2008.
Dalam waktu lima hari itu, Felix berhasil memenuhi Bucket list nya seperti membuat KTP, membuat rekening dan permintaan izin.
Selain itu, Felix juga mendapatkan beberapa peningkatan yakni;
Kekuatan fisik +5
Daya tahan +5
Dan, Body Muscle lv. 5
Peningkatan body muscle itu membuat tubuh Felix semakin berisi, otot semakin keras dan tinggi nya bertambah dari 160 kini naik 168 cm.
Sedangkan, permainan Candy crush mencapai batas nya dimana Felix mendapatkan 7,5 juta dan total saldo saat ini berjumlah 32,5 juta rupiah.
Tidak hanya itu saja, Felix juga menjalani misi Fate yakni ...
[Quest. Menjadi tampan.
- Keseharian memakai parfum dan deodorant.
- Rambut rapih.
- Memakai pakaian yang rapih.
- Memakai aksesoris yang rapih.
Hadiah: 9x Kartu Charisma.]
Misi itu pun dilaksanakan oleh Felix hingga karisma nya bertambah 41 poin menjadi 50 dan poin segitu membuat beberapa siswi di sekolah nya melirik dan mencuri pandang kearah.
Felix yang tidak begitu mengerti cinta, dia pun hanya membalas nya dengan senyuman kecil kepada mereka.
Dan, pada akhir pekan ini. Felix menemui pemilik rumah yang akan disewakan nya.
“Permisi!” ucap Felix sambil menekan tombol bel disisi pagar pemilik rumah sewa.
Beberapa saat kemudian, seorang wanita dewasa keluar dari pintu dan melihat kearahnya.
“Siapa ya?” tanya wanita dewasa tersebut.
Felix melihat Ibu itu dan menjawabnya, “Saya Felix, aku yang ingin melihat dan menyewa rumah.”
“Ohhh, jadi kamu!” ucap Ibu itu sambil tersenyum dan menghampiri Felix.
Felix pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Iya, Bu. Maaf, menganggu."
"Tidak masalah. Jadi, kamu mau mampir dulu atau langsung ke rumah tempat yang ingin kamu tinggal?”
“Saya tidak ingin merepotkan. Jadi, langsung saja kesana. Bu!” jawab Felix.
“Begitu, baiklah. Tunggu sebentar! Ibu akan ambilkan kuncinya,” ucap ibu pemilik rumah.
“Baik, Bu.”
Beberapa saat kemudian, si ibu pemilik keluar lagi dengan mengenakan jaket, “Ayo, nak Felix! Rumahnya tidak jauh dari sini!”
“Iya, Bu!”
Felix dan ibu pemilik pun berjalan ke rumah yang ditunjukan oleh nya. Selama perjalanan, ibu itu disapa oleh banyak orang sepertinya dia orang yang terpandang di perumahan ini.
Perjalanan mereka pun terhenti disalah satu rumah putih yang memiliki halaman yang luas tapi, rumput dan ilalang sudah tinggi, cat sudah memutar serta lantai garasi sudah banyak yang bolong. Itu benar-benar rumah lama dan sudah lama juga tidak berpenghuni.
“Disinilah, rumahnya! Ya, maaf. Seperti yang kamu lihat begini lah lokasi nya," ucap sang ibu pemilik rumah.
“Tidak apa-apa. Jika dibereskan juga nanti terlihat seperti rumah pada umumnya.”
“Jika begitu baiklah. Ibu akan membebaskan uang sewa selama satu tahun asalkan kamu mau merawat rumah ini!” ucap penawaran Ibu pemilik.
“Benarkah, terima kasih. Bu. Tapi, kenapa kondisi nya sangat berantakan?"
“Sebenarnya, rumah ini bukan milik ibu. Tiga tahun yang lalu, pemilik nya menghilang. Semua warga enggan untuk mengurus rumah ini maka dari itu, Ibu lah yang mengajukan diri untuk mengurus rumah ini namun tetap saja semua warga masih enggan bahkan tukang rumput dan sampah tidak ada yang mau mengurusnya. Iya menurut mereka sih sering terdengar suara aneh dan dikenal angker. Jadi, bagaimana kamu mau, Felix?”
“Iya, Bu. Tidak masalah. Aku juga tidak begitu percaya dengan hal-hal seperti itu.”
“Oh, begitu. Ibu senang mendengarnya. Ayo kita masuk!” seru ibu penanggung jawab rumah.
Mereka pun masuk kedalam rumah itu bahkan beberapa warga ada yang melihat Felix dan si ibu. Namun, mereka tidak mempedulikannya. Mereka pun masuk kedalam rumah dan disana masih ada beberapa perabot yang ditutup oleh kain putih.
“Jadi, inilah rumah barumu! Dan, sudah lengkap dengan perabotnya. Jadi, kamu bebas mengunakan perabot semua ini dan semua ruangan tapi ingat! Harus tetap kamu jaga!” ucap Bu penanggung jawab.
“Baik, Bu!”
“Ya sudah, kuserahkan rumah ini kepada mu dan Maaf, ibu harus tinggal dahulu karena masih banyak pekerjaan rumah. Biasalah ibu-ibu! Jadi, kalau kamu butuh apa-apa datang saja ke rumah dan Nama ibu, Rani."
“Iya, Bu Rani. Terima kasih banyak.”
Setelah itu, Bu Rani meninggalkan Felix di rumah kosong putih.
“Baiklah, sekarang waktunya bersih-bersih."
Beberapa saat Ibu Rani meninggalkan rumah, Felix pun langsung bergegas membersihkan rumah dan secara kebetulan, peralatan tukang di rumah ini masih layak pakai seperti parit, cangkul, alat pel, sapu dan lain-lain. Maka dari itu, dia memutuskan untuk mengerjakan pembersihan rumah dan halaman.
Pertama yang Felix lakukan melepaskan semua kain putih, menyapu serta membersihkan sarang laba-laba setelah itu, dia mengepel lantai.
Selanjutnya, Felix mengambil arit dan memangkas semua rumput dan ilalang. Ada beberapa orang yang lewat, mereka hanya memberikan senyuman dan anggukan kepala kepada Felix. Meski, ini di perumahan namun para tetangga seperti ramah. Felix bersyukur akan hal itu.
Pekerjaan pemangkasan dibutuhkan waktu dua jam sampai benar-benar rapi. Langit pun tanpa terasa akan menjadi gelap dan awan sudah berubah orange.
"Syukurlah, aku menyelesaikan semuanya sebelum malam," ucap Felix seraya mengusap keringat pada dahinya.
Disaat Felix tengah membakar sampah, Ibu Rani datang mengunjungi Felix dengan membawa rantang dan air mineral yang besar.
“Kerja mu cepat juga, Nak Felix!” puji Ibu Rani.
“Tidak juga, Bu. Saya terbiasa mengerjakan nya di rumah."
“Yasudah istirahat dahulu. Ibu bawa makanan dan minum untuk mu!” ucap Ibu Rani.
“Iya, terima kasih, Bu."
Seusai itu Ibu Rani masuk ke rumah dan Felix pun juga masuk kedalam. Ibu Rani melihat sekeliling rumah dengan wajah yang tersenyum dan menaruh rantang yang dibawanya keatas meja makan.
“Kamu memang anak yang rajin, Nak Felix,” ucap Ibu Rani yang memuji Felix.
Felix pun hanya tersenyum meresponnya.
“Nak Felix, Ibu sudah memberitahu beberapa tetangga disini. Jadi, kalau ada apa-apa kamu bisa meminta bantuan juga ada warung didekat sini!” ucap Ibu Rani.
“Baik, Bu.”
Tidak lama kemudian, seorang gadis cantik berambut panjang coklat berdiri ditempat pintu masuk dengan tangan yang dilipat nya dan sosok itu tidak asing bagi Felix.
“Ma, ada tamu tuh di rumah!” ucap gadis tersebut.
Felix dan Bu Rani yang mendengar suara itu menoleh kearah pintu masuk yang dimana gadis itu terkejut saat melihat Felix begitu juga sosok gadis itu.
"Felix? Ngapain lu disini?"
Felix pun tersenyum kecil dan menyapa nya.
"Hei, Michelle."
Michelle pun sontak memalingkan wajahnya kesamping dan ngedumel. "Cih ... Apes Gua ketemu Lu disini!"
Ibu Rani sontak melihat kearah Felix dan Michelle.
"Kalian sudah saling kenal?"
Felix dan Michelle menjawab dengan serempak dengan jawaban yang berbeda.
"Gak, kenal!" jawab jutek Michelle.
"Iya, kami teman sekolah," jawab Felix.
Mendengar kejujuran Felix membuat Michelle kesal. "Aishh ..."
Bu Rani pun sontak melihat kearah Michelle.
"Michelle yang sopan dong sama tamu apalagi nak Felix teman kamu sendiri."
"Udahlah. Ayo, Ma! Kasihan dia sudah nunggu lama!” seru Michelle.
Bu Rani pun menoleh kearah Felix.
“Maaf ya, Nak Felix. Ibu pergi dahulu!” ucap Ibu Rani.
“Iya, Bu!”
“Bye!” ucap jutek Michelle.
“Iya.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Gu Changge
tar juga tuh cewek jatuh cinta wkwk
2023-08-07
2
Jimmy Avolution
Sippp...
2023-07-29
2