...Emas dan Rencana...
# 25 Juni 2008 (malam)
Sesaat Bu Rani dan Michelle pergi meninggalkan rumah, perut Felix pun berbunyi maka, Felix sontak mengambil rantang yang dibawa oleh Bu Rani dan menyantap nya.
Malam pun tiba yang dimana banyak nyamuk berkeliaran dan mengigit seluruh badannya.
Sesaat kemudian, Felix memeriksa gudang penyimpanan dan lemari namun tidak ada satupun obat nyamuk disana. Lalu, Felix pun pergi ke warung yang tidak jauh dari rumah kontrakan nya.
“Permisi, beli!” sapa Felix.
Tidak lama, keluarkan ibu penjaga warung. “Ya, mau beli apa?” tanya ibu warung.
“Saya ingin membeli sekotak obat nyamuk bakar!”
“Tunggu, sebentar!” ucap Ibu warung sambil mengambil sekotak obat nyamuk bakar.
Sesudah itu, Ibu warung melihat Felix dan sedikit terkejut.
“Kamu anak muda yang baru pindahan itu ya?” tanya Ibu Warung.
“Iya, Bu.”
“Ibu hanya memperingatkan! Rumah itu angker suka ada suara aneh kalau malam,” ucap pelan Ibu warung yang sepertinya dia memang sedikit takut dengan rumah yang Felix tinggali.
“Iya, Bu. Saya mengerti.”
Sesudah membayar obat nyamuk, Felix pun kembali pulang dan melakukan aktifitas seperti biasa. Tidak lupa juga Felix mengabari ibu nya tentang Ibu Rani dan tempat tinggal nya. Sesudah itu, dia pun beristirahat.
Ditengah malam, Felix pun memulai melaksanakan tujuan nya menyewa rumah terbengkalai itu yakni mencari emas.
Sesaat ingin mencari, suara aneh pun muncul.
Buk! Buk! Buk!
Mendengar itu, Felix sontak mencari sumber suara dan dia pun mendapatkan analisa bahwa suara itulah yang membuat rumah ini menjadi seram.
Felix yang sama sekali percaya hantu, dia pun terus mencari lokasi sumber suara dan berakhir di gudang penyimpanan yang dimana suara semakin keras.
Felix pun terus memeriksa ruangan itu dan tidak ada satu pun barang yang menjadi sumber suara sampai dia sadar bahwa suara itu berasal dari lantai.
Meski sudah mengetahui itu, Felix tidak tahu bagaimana cara membukanya?
Maka dari itu, Felix mengambil lingis dan membongkar lantai gudang penyimpanan yang dimana setelah lantai terbongkar sebuah pintu besi yang berbentuk seperti berangkas dengan tuas memutar. Selain itu, ada alat pendeteksi sidik jari. Lalu, dia pun berusaha menarik tuas namun tidak membuahkan hasil.
"Mungkin satu-satunya cara harus mengunakan sidik jari. Tidak ada salahnya mencoba."
Lalu, Felix menempelkan ibu jari tangan kanan nya kedalam alat deteksi. Lalu, tiba-tiba sebuah laser hijau memeriksa jari nya dan tidak lama, ada suara wanita yang memberitahu.
[Akses. Diterima!]
Sesaat suara itu muncul, tuas bulat itu pun bergerak dengan sendirinya dan pintu besi berbentuk kotak juga terbuka.
“Ini tanda, aku beruntung atau sial!” gumam Felix.
Seusai mengatakan itu, Felix pun juga terpikir ada kemungkinan pemilik sebelumnya menaruh harta disini. Maka tanpa pikir panjang lagi, dia masuk kedalam dan menuruni tangga yang menempel di dinding.
Setibanya dibawah, Felix hanya melihat ruangan kecil yang tidak berisikan apapun hanya ada pintu lagi. Lampu diruangan itu pun hanya mengunakan lampu sorong.
Felix yang sudah terlanjur ingin tahu ruangan rahasia ini maka, dia pun membuka pintu namun sebelum terbuka sebuah laser hijau lagi-lagi muncul dan kali ini memeriksa kornea nya
[Akses. Diterima!]
Kreng!
Pintu pun terbuka sendiri.
Felix yang melihat itu masuk kedalamnya yang dimana tidak ada ruangan dibalik pintu sangat gelap. Namun, saat melangkah lebih dalam dia pun melihat tumpukan emas yang mengkilat seperti kolam emas.
Hal itu membuat Felix tersenyum lebar.
"Jackpot. Welcome to paradise!"
Selain emas, Felix juga melihat banyak tikus yang berbondong-bondong keluar pintu dan tikus itu lah yang menjadi sumber suara di rumah nya.
"Sudah kuduga, penyebabnya bukan lah hantu melainkan hanya tikus," gumam Felix dengan senyuman lebar.
Felix yang begitu bersemangat, dia memeriksa satu emas nya yang mana dia memperkirakan emas itu satu kilo dan Antam.
"Syukurlah seperti ini emas Antam."
Lalu, Felix pun menjalankan rencana berikut nya.
"Waktu nya menguji coba kemampuan sistem ku."
Felix memasukan satu persatu emas itu kedalam menu Inventori yang dimana emas itu berubah menjadi ikon gambar kecil dengan jumlah nya serta menempati hanya satu kotak.
Kling!
[Anda berhasil memasukkan Emas 1kg Antam 24 karat x1. Jumlah: 1.]
[Anda berhasil memasukkan Emas 1kg Antam 24 karat x1. Jumlah: 2.]
[Anda berhasil memasukkan Emas 1kg Antam 24 karat x1. Jumlah: 3.]
.....
[Anda berhasil memasukkan Emas Antam 24 karat x1. Jumlah: 999.]
[Anda sudah mencapai batas maksimum kapasitas per barang.]
Felix menghela nafas panjang, "Ahufuu ... Lelah nya." Felix mengambil ponsel dan melihat layar ponsel yang dimana waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. "Aku tidak menyangka menaruh emas saja butuh waktu berjam-jam. Dan ..." Felix melihat emas yang masih tersisa. "Belum selesai."
Karena kotak sudah memiliki kapasitas maksimum, Felix menempatkan emas ke kotak kedua sejumlah 24 item.
Dengan ini, Felix mendapatkan 1,024 ton emas 1kg antam 24 karat dan simpan tersembunyi di Kartu menu Penyimpanan System.
****************
Ditempat berbeda, Luna sedang berjalan di koridor tempat karaoke dan dia masuk ke salah satu ruangan yang besar yang mana setibanya didalam, Hassan sedang bersama beberapa gadis yang berpakaian seksi dan dandanan yang tebal nyanyi bersama.
Luna yang melihat itu, dia menghela nafas.
"Kalian semua pergi. Aku ingin bicara dengan nya!"
Semua gadis berbaju seksi melihat kearah Hassan yang mana Hassan memberikan kode untuk mereka pergi.
Lalu, semua gadis seksi itu pergi meninggalkan ruangan karaoke.
"Sayang. Kenapa kamu kesini? Apakah kangen dengan ku?" tanya Hassan dengan nada genit.
"Aishh ... Sama sekali tidak." Luna berjalan dengan melipatkan kedua tangan nya dan duduk disebelah Hassan.
Hassan merangkul Luna dan mendekat wajah ke wajah Luna dari samping namun, Luna masih melihat kedepan.
"Hassan, kamu masih diam saja dan tidak mau membalas dendam ke Felix."
Hassan sontak beranjak diri dengan ekpresi kesal serta mengusap wajah nya dengan tangan untuk menahan amarah nya. Namun, kemarahan itu tidak terbendung hingga dia mengambil gelas dan melempar nya ke dinding.
Crak!
Suara pecahan itu membuat Luna dan rekan nya terkejut.
"Aaaa ... Bjingan! Jika, Gua bisa bunuh tuh orang. Udah gua bunuh! Aaaa!"
Luna yang menenangkan diri dan memegang tangan kanan Hassan.
"Sayang, kamu tidak perlu marah. Aku ada rencana."
Mendengar itu, Hassan duduk kembali dan melihat kearah Luna. "Rencana apa?"
Luna mengambil ponsel Blackberry nya dan menyetel sebuah video dari sana.
"Sayang, lihat! Salah satu teman kita ada yang merekam kejadian perkelahian kamu dengan Felix."
Awalnya, Hassan salah paham dengan maksud Luna yang menyetel video itu.
"Sayang, apa maksudmu dengan Video ini? Apakah kamu ingin mempermalukan pacarny ini?!"
"Bukan, kita edit video ini dan laporkan kepada ayahmu bahwa kamu dianiaya secara sepihak dan pasti dengan koneksi ayahmu, Felix pasti akan masuk penjara."
Hassan tersenyum lebar dengan ucapan Luna itu, "Begitu. Aku mengerti. Sayang, kamu memang pintar."
Hassan sontak memeluk Luna dengan erat disertai senyuman lebar dan Luna juga tersenyum kecil didalam pelukan Hassan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Aster
emg minta dipukul tuh luna
2023-08-19
2
Zoelf 212 🛡⚡🔱
perlu dipermak tu 2 demit
2023-08-02
2
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-07-29
2