...Ujian dan teman baru....
Utopia High School adalah sekolah kelas elit internasional dan sekolah nomor satu di Metropolis Jakarta, New Indonesia dan Asia Tenggara.
Peringkat itu bukanlah omong kosong. Hal ini lantara lulusan Utopia High School 90 persen nya bisa bekerja di lembaga pemerintah, mudah masuk ke perusahaan dan mudah masuk ke universitas yang diinginkan.
Selain itu, Utopia High School memiliki fasilitas terlengkap dan terbesar maka dari itu lah banyak murid dari penjuru belahan dunia berbondong-bondong untuk masuk ke sekolah tersebut.
Felix saat ini bertujuan untuk sekolah disana demi memperbaiki kehidupan keluarga yang kekurangan.
Setelah berlatih dan mengembangkan diri, Felix juga berhasil meningkatkan kemampuan nya dengan drastis sehingga menghasilkan.
Kling!
[Status.
Nama: Felix Megantara.
Gender: Pria.
Tempat tanggal lahir: Semarang, 11 Oktober 1993.
Pekerjaan:
• Pelajar Sekolah menengah atas kelas 10.
Gelar: tidak ada.
Tinggi: 174cm.
Kemampuan:
IQ (Intelligence Quotients): 131 // EQ(Emotional Quotients): 110 // Charisma: 90
Kekuatan fisik: 78 // Daya tahan: 100
Stamina: 84 // Kekuatan mental: 50
Kecepatan: 40 km/jam // Refleks: 1,5 detik/Action.]
Dengan status itu, Felix percaya diri untuk tampil didepan umum dan Felix juga ingin membuat dirinya terkenal agar restoran milik ibunya banyak di datangi pembeli.
Sampai hari ujian perpindahan murid baru tiba ...
# 4 July 2008 (Pagi)
Pada hari itu, Felix pergi ke MJCC (Metropolis Jakarta Convention Center) untuk melakukan tes masuk murid pindahan Utopia High school. Disana Felix harus bersaing dengan ribuan murid untuk masuk ke kelas khusus.
Ujian pun diadakan 4 hari dengan 12 pelajaran yang di tes yaitu Matematika, fisika, akuntasi ekonomi, Pengetahuan umum, IQ, Kimia, Biologi, TOEFL, hukum, politik Internasional dan seni.
Felix harus berjuang untuk mendapatkan nilai yang tinggi di 12 pelajaran tersebut.
Pada hari pertama, Felix yang baru saja menyelesaikan ujiannya. Dirinya hendak pulang. Namun, seseorang ada yang meneriakinya.
"Felix!" suara gadis menyapa.
Felix pun menoleh kearah sumber suara dan ternyata itu berasal dari seorang gadis yang ditemui nya sewaktu lari pagi, Karina. Dia sedang berjalan menghampiri Felix
"Hei," jawab Felix.
Tidak lama, Karina pun berdiri di dekat Felix dengan senyuman nya.
"Felix, kamu ikut tes juga?"
"Seperti yang kamu lihat," jawab santai Felix.
"Kalau begitu, kita berjuang dan semoga kita lulus dan sekelas. Hehehe ..." ucap semangat Karina.
Felix menganggukkan kepala dan menjawab, "Iya."
"Kalau begitu, kita bersama-sama berjuang!" seru Karina yang memberikan tangannya.
Felix menerima tangan itu dan mereka pun berjabat tangan, "Iya, kita bersama-sama berjuang!"
Karina dan Felix pun saling bertukar senyum.
Dan, selama empat hari itu Felix dan Karina bersama-sama ikut ujian.
# 12 July 2008 (Pagi)
Akhir pekan pun tiba, Felix tidak ingin melewatkan masa liburannya dengan sia-sia maka dari itu, dia pun membuat schedule untuk perbaikan rumah.
Namun, sebelum itu. Felix melakukan lari pagi dengan mengunakan jaket, sepatu lari dan celana pendek serta earphone bluetooth dipasang di kedua telinganya. Sedangkan untuk ponselnya ditaruh di kantong sisi bahunya.
Setelah persiapan usai, Felix memulai berlari. Lajur awal, Felix mengelilingi komplek sambil mengenal wilayah tempat dirinya tinggal.
Ditengah perjalanan, Felix bertemu Boim dan Joko yang juga sedang lari pagi tapi, mereka terlihat sedang istirahat.
"Oi, Felix!" suara Joko memanggil.
Langkah Felix pun terhenti dan melihat kearah Joko.
"Ayo kesini!" ajak Joko.
Felix pun menerima panggilan nya dan menghampirinya.
"Hei, kalian lari pagi juga."
"Tentu saja, ini sudah jadi kegiatan pagi kita diakhir pekan. Oiya, bagaimana lu bareng kita aja lari? kita ke taman olahraga gimana?" ajak Joko.
"Yoi, selain kita bugar. Disana, kita juga bisa lihat yang bening-bening, ya gak Jack," sambung Boim.
Joko menganggukkan kepala keatas dan tersenyum.
"Okelah, Ayo!" jawab Felix.
Sesudah itu, Felix dan Joko menarik Boim yang sedang duduk untuk berdiri. Badan Boim yang gendut membuatnya sedikit malas dan sering merasa lelah, Joko dan Felix pun memaklumi nya. Lalu, mereka pun lari bersama.
"Felix, nanti di taman. Lu traktir kita beli minum ya disana," ucap Boim ditengah berlari.
"Beres," jawab Felix disertai senyuman dan dia pun juga sambil berlari.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di taman kota. Yang dimana, taman itu ramai dikunjungi, ada yang berlatih sepak bola, lari di sisi lapangan.
Boim yang belum berlari, dia sudah kelelahan dan duduk sedangkan, Felix dan Joko berlari mengelilingi lapangan.
Ditengah berlari, Felix dan Joko melihat Michelle yang juga sedang berlari didepan mereka.
"Felix, lihat! Ada Michelle dan Ayu," ucap Joko mengarahkan pandangannya ke depan.
Felix pun mengikuti pandangan Joko, dia pun melihat Michelle disana dan seorang gadis yang belum dikenalnya.
"Oh, iya."
"Ayo, kita hampiri mereka!" seru Joko.
Tidak lama, Michelle dan Ayu menghentikan larinya dan beralih ke sisi samping yang dimana terdapat kursi disana. Lalu, mereka pun duduk dan mengambil minuman nya.
"Gila, Yu. Gua gak tau lagi harus gimana?!" ucap Michelle yang mengeluh tentang kesehariannya.
"Sabar, pasti nanti lu dapet pengganti nya," jawab Ayu sambil mengelus-elus punggung Michelle.
Ditengah itu, pandangan Ayu teralih kepada Joko dan Felix yang menghampiri mereka. Tidak lama juga Felix dan Joko menghentikan langkahnya tepat di dekat Ayu dan Michelle.
"Hei, Yu," sapa Joko.
"Hei," jawab Ayu sambil tersenyum lalu, dia melihat Felix dan juga tersenyum kepada Felix.
Melihat Ayu yang teralih pandangannya, Michelle juga mengikuti arah pandang Ayu dan terkejut melihat Felix disana.
"Lo, lari disini juga!" ucap Michelle.
"Iya, nya. Gua kan sering lari disini," jawab santai Joko.
"Yee, bukan loe.Nyet. Dia yang nyewa di rumah angker," ucap Michelle yang pura-pura tidak kenal.
"Iya," jawab Felix.
Ayu dan Joko melihat kearah Felix dan Michelle.
"Kalian saling kenal?" Michelle Ayu.
"Wuaa, curiga gua," ucap Joko.
"Apa sih, Loe?!" sindir Michelle ke Joko. "Dia anak dari temen nyokap gue. Ya jadi otomatis, nyokap kenalin ke gue," jawab Michelle.
Felix pun memperkenalkan diri kepada Ayu dengan memberikan tangannya.
"Saya Felix."
Ayu pun juga tersenyum dan menerima tangan Felix.
"Ayu."
Ayu dan Felix pun saling bertukar senyum. Joko yang melihat itu sontak langsung melepaskan jabat tangan mereka.
"Udah-uda. Cukup perkenalan nya."
Felix dan Ayu pun melepaskan tangan mereka dan tidak marah dengan perlakuan Joko.
Beberapa saat kemudian, Boim datang dengan membawa sekantung gorengan.
"Hei, kalian semua sedang membicarakan gua ya," ucap santai Boim.
"Yeee, siapa yang ngomongin Lu. Tem," sindir Michelle.
Tem yang dimaksud nya hitam. Felix pun mengerti tentang hal itu. Melihat teman-teman serumahnya berkumpul. Felix pun mengajukan sesuatu kepada mereka.
"Hei, kalian hari ini ada acara, tidak?"
Semua mata tertuju pada Felix.
"Kenapa memang?" Michelle Joko.
"Aku ingin memperbaiki rumah. Apa kalian bisa membantu?" tanya Felix.
"Ada bayarannya gak nih?" ucap Michelle.
"Tenang soal itu, Felix holang kaya, guys. Liat tuh ponsel nya Blackberry edisi baru," ucap Boim.
"Begitu, apapun yang ada bayarannya. Gue ikut," ucap Michelle.
Ayu hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kalo gua pasti, bro," jawab Boim.
Joko yang berada di samping Felix, dia memang bahu kanan Felix, "Pasti. Gua rela tutup toko buat lu."
Felix pun tersenyum, "Terima kasih semua."
Sesudah lari pagi mereka pun memutuskan untuk perbaiki rumahnya Felix.
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
kwon dae
formal amat lixx🗿
2025-02-09
0
kwon dae
senyum kontoll
2025-02-09
0
pembaca gratisan
can aya mang
2024-01-17
0