...Kebohongan...
Waktu dua minggu merupakan waktu yang sangat berharga bagi Felix. Bagi bagaimana tidak?
Didalam waktu itu Felix memiliki banyak perubahan diantara...
Berkat permainan catur, IQ Felix terus bertambah hingga 110 dan itu sudah batas maksimum kenaikan IQ dalam permainan Catur. Maka dari itu, saat Felix melihat keberhasilan misi mendapatkan IQ+3. Felix sangat senang karena IQ nya saat ini 113.
Selain catur, Felix juga bermain Candy crush yang dimana dirinya menghasilkan uang sekitar 25 juta rupiah maka saat ini, Felix memiliki tabungan 27, 5 juta rupiah.
Lepas dari itu semua, Felix juga sudah menyelesaikan misi harian menjadi sehat selama satu Minggu dengan hasil.
Kekuatan fisik +15;
Daya tahan +30;
Stamina +40;
Kecepatan +10
Dan, passive Card: Body Muscle Lv. 4
Passive skill Body Muscle sendiri merupakan skill pasif yang mana pengguna skill akan bisa membentuk tubuh dengan otot yang sempurna.
Dan, hasil ini merupakan puncak dari misi harian menjadi sehat.
Meski begitu, Felix masih tetap menjalankan misi harian lantaran sistem masih memberikan hadiah nya meski tidak sewajibnya sebelumnya.
Dengan hasil itu lah, Felix dengan percaya diri menantang Michelle dan sekolah nya.
# 18 Juni 2020 (Malam)
Sepulang sekolah, Felix pun memasuki rumahnya dengan membawa kotak yang cukup besar.
"Aku pulang."
Sarah yang sedang nonton bersama suaminya, dia sontak menoleh kearah pintu dan beranjak diri menghampiri Felix.
"Felix, kamu sudah pulang. Bagaimana hasil ujian nya?"
Felix pun tersenyum lebar. Lalu, dia memberikan raport kepada ibu beserta kotak besar.
"Ini raport nya dan ini untuk ibu. Maaf, hadiah ulang tahun nya telat jauh."
"Apa ini?" tanya Sarah seraya menerima bingkisan dan raport dari Felix.
"Buka nya setelah melihat raport ku, Bu!"
Sarah yang mendengar itu, dia sontak menaruh bingkisan di lantai dan membuka raport yang dimana dia pun terkejut dengan senyuman lebar.
"Ini beneran?! Kamu juara umum?!"
Felix pun tersenyum kecil seraya mengangguk kepalanya.
Melihat respon itu, sang ibu sontak memeluk Felix dan mencium kening nya.
"Selamat ya, nak! Ibu tahu, kamu bukan lah orang bodoh dan malas."
"Ini juga berkat doa ibu dan ayah."
Felix dan ibunya saling bertukar senyum.
Lalu, sang ibu yang merasa bangga. Dia sontak berbalik badan dan berlari menghampiri Andika, suaminya yang saat itu beliau sedang berada di ruang keluarga.
Felix yang ada dibelakang nya, dia pun mengikuti nya.
"Yah, lihat! Anak kita juara umum!"
Andika yang awalnya sedang bersantai membaca koran, dia sontak terkejut. "Oh, benarkah?!"
"Iya, lihatlah!" jawab sang Ibu yang langsung duduk disamping sang ayah dan memamerkan rapot Felix.
"Wow, anak ayah memang hebat!" seru senang Andika seraya melihat Felix.
Lalu, Andika sontak berdiri dan memeluk Felix.
"Anak ayah memang hebat," ucap Andika didalam pelukan Felix.
"Terimakasih, ayah."
Setelah itu, Felix kembali memberikan bingkisan kepada ibu nya.
"Ini hadiah untuk ibu."
"Apa sih ini? Ibu jadi penasaran."
Sarah pun membuka bingkisan dan dia pun terkejut saat melihat alat pijat kaki yang memiliki harga sekitar 1 juta.
"Alat pijat ini bukan kah mahal?" tanya heran Sarah.
Sarah berpikir Felix tidak mungkin membelinya dengan uang sakunya sendiri terlebih lagi uang sakunya Felix memang tidak lah besar dan jauh dibawah rata-rata murid lainnya.
"Iya, ayah juga penasaran. Tidak mungkin ini dari uang saku mu. Darimana kamu mendapatkan nya."
Mendengar itu, Felix pun sudah menduga nya dan dia pun membohongi kedua orang nya dengan menjawab ...
"Sebenarnya, aku mencoba-coba untuk bermain saham dan berhasil. Aku mendapatkan beberapa juta rupiah."
Mendengar itu, sang Ibu semakin bangga dengan Felix tapi tidak dengan ayahnya.
"Felix, kamu hebat. Masih seusia ini sudah bisa menghasilkan jutaan rupiah."
Andika melipatkan tangan nya dan mengintrogasi Felix. "Lalu, uang modal mu dari mana?"
Felix pun berakting dengan menundukkan kepalanya. "Modal nya dari aku bekerja paruh waktu di warnet."
Mendengar itu, Sarah dan Andika sontak percaya lantaran dia baru paham bahwasanya Felix menginap di warnet bukanlah bermain melainkan bekerja disana. Namun, kebenarannya. Semua itu hanya karangan dari Felix.
Sarah yang mendengar itu, dia pun membela putranya.
"Ayah, jangan begitu keras terhadap Felix. Dia sudah berusaha untuk mengurangi beban orang tuanya dan mendapatkan uang nya sendiri. Terlebih lagi, itu bukan uang yang buruk. Seharusnya, ayah bangga." Sarah melihat kearah Felix, "Bukan kah begitu, Felix?"
Felix pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Andika yang memahami itu, dia pun menghela nafas panjang. "Baiklah, ayah mengerti. Tapi, jangan gunakan uang itu untuk hal-hal yang buruk!"
"Iya, Baik, Ayah."
Setelah itu, Felix dan kedua orang tuanya makan malam bersama dengan wajah yang penuh suka cita begitu juga saat memberitahu Nova yang mana dia terlihat bangga dan senang melihat adiknya menghasilkan uang sendiri.
Namun, berbeda dengan kakak pertama nya, Renaldy. Dia bersikap biasa bahkan tidak begitu mempedulikan Felix.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
HELLOO
main saham apa judi nih si MC sukanya main slot terus hahah
2025-02-10
0
Nurul
Habis nyembah kakek petir kali 🤣🤣🤣
2023-08-16
2
Radilithiaaa
saham apaan wkwk
2023-08-05
3