...Untuk Keluarga...
Setelah kejadian pemanggilan itu, Felix pun terima rapot yang tentu saja dia mendapatkan peringkat juara umum kelas 10 dan disusul oleh Michelle dibawah nya.
Michelle yang melihat ada dia pun semakin tidak suka dengan Felix terlebih lagi orang yang tidak disukai nya itu merupakan tetangga baru di rumah nya.
Maka dari itu, Michelle selalu membuang muka dan tidak mau bicara apapun saat berpapasan dengan Felix. Felix memahami itu dan memaklumi nya.
Liburan akhir semester pun tiba, Felix bertekad untuk merubah dirinya menjadi lebih baik lagi dan berbakti kepada orangtuanya.
...# 1 July 2008 (Pagi)...
Felix mengajak seluruh keluarga ke sebuah ruko cukup besar yang sudah memiliki beberapa perabotan seperti meja estalase, meja makan dan kebutuhan lainnya yang sudah tertata rapih.
Seluruh keluarga Felix terheran-heran terutama Sarah, ibunya. Yang dimana dia melihat sekeliling dengan senyuman kecil.
Lalu, Nova mempertanyakan tujuan adiknya.
"So, kenapa kamu membawa kita kesini?"
Felix tersenyum, "Ibu, tempat makan ini sekarang milik ibu. Aku sudah membelikan nya untuk ibu dan segala kebutuhan nya, aku yang tanggung."
Sarah terkejut saat mendengar ucapan putranya itu, "Tunggu. Bukan kah itu membutuhkan biaya yang mahal? Kamu kan masih banyak kebutuhan Felix. Sebenarnya, ibu tidak masalah untuk tetap bekerja di tempat makan kecil."
"Ibu tidak perlu khawatir. Aku sudah ada tabungan dan aku tidak ingin ibu bekerja terlalu keras. Ibu bisa memperkejakan beberapa orang dan ..." Felix mengeluarkan kartu ATM berserta buku tabungan nya. "Ini ada modal untuk ibu. Terima lah. Selagi aku bisa berbakti kepada ibu," ucap Felix yang diakhiri dengan menitihkan air mata.
Sarah yang melihat itu, dia pun tersenyum. "Terimakasih, Felix," ucap Sarah yang juga menitihkan air mata dan dia pun memeluk Felix.
Andika menghela nafas panjang dan menyambung pembicaraan.
"Ibu, ayah akan bantu bekerja disini!"
Mendengar itu, Felix dan Sarah sontak melepaskan pelukannya.
"Apa maksudnya, ayah?" tanya Sarah.
"Ayah, sudah mengundurkan diri dari kantor. Ayah tidak lagi mau bekerja ditempat orang yang telah memfitnah putra ayah. Daripada menjadi karyawan orang seperti itu lebih baik menjadi karyawan di rumah makan Istri ku sendiri."
"Ayah..."
Andika dan Sarah pun saling bertukar senyum lalu, berpelukan.
Renaldy dan Nova yang melihat itu juga ikut tersenyum namun, Renaldy yang tahu Adik nya sudah kaya. Dia menghampiri nya.
"Rendy, jangan lupa hadiah buat kakak apa?"
"Kakak ingin apa?"
Renaldy dengan senyuman lebar, "Belikan kakak motor CBR!"
"Iya, tidak masalah."
Lalu, Felix pun memberikan motor CBR dan Motor Matic untuk Nova.
Kling!
[S-Banking: 1.000.000.000 telah dikeluarkan untuk kebutuhan keluarga. Saldo: 23.000.000.000]
...# 3 July 2008 (Pagi)...
Pada pagi itu, Felix berjalan menuju rumah Bu Rani dengan sekotak kue yang dibawa nya seraya mengembalikan rantang.
Saat tiba disana, pintu tertutup rapat dan Felix pun menekan bell yang tidak lama kemudian, Michelle keluar dengan pakaian tank top dan rambutnya dibiarkan terurai.
“Siapa ya?” ucap Michelle yang melirik ke pagar.
“Aku.”
“Oh, kamu. Ngapain kamu kesini?!” ucap jutek Michelle dan menghampiri Felix.
“Aku ingin mengembalikan rantang dan memberikan ini,” ucap Felix sambil menunjukan rantang dan kue tart.
Michelle yang sudah berjarak dekat, dia membuka pagar dan mengambil rantang serta kuenya. Namun, saat melihat kuenya Michelle bersikap lain.
Sekotak kue dengan merk J.Co dengan rasa strawberry.
“Selera mu bagus juga. Terima kasih, ya.”
“Eh, iya. Sama-sama.”
Felix tersenyum kecil dan terheran lantaran Michelle memiliki sifat yang berbeda antara di rumah dan di sekolah. Tidak hanya sifat, sosok Michelle yang selalu mengutamakan penampilan di sekolah kini di rumah terlihat tidak peduli.
Lamunan Felix tersadar saat Michelle mengambil kue dan rantang yang Felix bawa yang mana sepertinya dia suka rasa strawberry. Padahal itu hanya kebetulan ada rasa itu saja di toko Bakery. Mungkin ini bisa menjadi catatan tersendiri untuk nya.
“Lalu, ada perlu apa lagi?” tanya judes Michelle.
“Tidak ada sih,” jawab Felix seraya senyum kepadanya.
Ditengah obrolan nya dengan Michelle, Ibu Rani keluar dan melihat kami, “Ada siapa, Michelle?”
“Ini tetangga baru,” jawab ketus Michelle.
Ibu Rani pun melihat kearah Felix, “Oh, ternyata Nak Felix. Kenapa diluar saja? Ayo masuk!” seru Bu Rani.
“Tidak usah, Bu. Saya hanya mengantarkan rantang dan kue saja.”
“Oh, Kue! Terima kasih ya nak Felix. Oiya, asal kamu tahu saja. Michelle itu sangat menyukai kue lho,” ucap Ibu Rani yang diakhiri dengan meledek Michelle.
“Apa sih? Udah ah!” ucap ngambek Michelle dan dia langsung melangkah masuk ke rumahnya.
Felix dan Ibu Rani tersenyum melihat sikapnya.
Setelah itu, Felix pun berpamitan dengan Ibu Rani dan meninggalkan rumahnya.
Lalu, Felix pun berencana untuk memiliki laptop untuk kebutuhan nya sehari-hari dalam belajar dan sebagainya dan hanya di mall lah tempat penjualan laptop.
Setibanya di Mall, Felix beranjak masuk dan menelusuri pertokoan didalamnya. Tibalah disalah satu toko komputer yang terlihat lengkap dan penjaga toko menyapa Felix
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya penjaga toko.
“Aku ingin membeli laptop yang paling terbaru dan canggih ada.”
“Merk apa?” sambung tanya penjaga.
“Apa saja yang terbaik?”
“Bagaimana jika Alienware Pro? Spek nya canggih namun harganya luar biasa,” ucap penjaga Toko sambil menggelengkan kepalanya.
“Berapa memang?”
“Harga sekarang, 27 juta. Bagaimana Mas, mau?” tanya Penjaga Toko.
“Boleh aku lihat?”
“Maaf, ini terkemas rapat dan rapih. Jadi tidak bisa dilihat! Tapi, tenang saja. Kami ada garansi setahun jadi kalau ada apa-apa datang saja ke sini,” ucap penjaga toko.
“Ya sudah, saya beli. Bisa pake kartu?”
“Tentu saja bisa!” jawab penjaga toko.
Lalu, Felix memberikan kartu ATM kepada penjaga toko dan tanpa ada masalah transaksi pun berhasil.
Kling!
[S-Banking: 30.000.000 telah dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari. Saldo: 22.970.000.000]
Setelah membeli laptop, Felix juga membeli makanan dan sesudah itu pulang ke rumah. Beristirahat untuk ujian tes masuk murid pindahan Boarding Internasional School Utopia.
...****************...
Ditempat yang berbeda, Hassan yang sedang mabuk-mabukan didatangi oleh ayahnya, Agung bersama beberapa pengawalnya yang langsung menerobos masuk ruang VIP dan menampar keras Hassan hingga terjatuh dari kursi.
"Sungguh anak yang tidak berguna!"
Hassan yang melihat ayahnya, dia sontak menyadarkan diri dan bangkit berdiri dengan kepala yang tertunduk.
"Maaf, ayah! Aku tidak akan mempermalukan ayah lagi."
Agung membelakangi Hassan dengan kedua tangan dibelakang.
"Ayah akan kirim kan kamu ke United Amerika untuk kuliah disana!"
Hassan sontak membuka lebar kedua mata nya. "Ayah, aku tidak ingin pergi sebelum membalas rasa malu ini kepada Felix."
Agung mengerutkan keningnya dan berbalik badan dengan menuding putra nya itu. "Kamu masih menyebutkan nama nya. Itu bukan urusan mu lagi dan ayah dengar dia ingin masuk ke Utopia."
"Iya, ayah."
"Jika begitu, serahkan saja masalah bocah ingusan itu kepada adikmu, Robert."
Hassan mengepal tangan nya saat menyebut nama adik nya. Robert merupakan adik dari Hassan yang berbeda umur dua tahun dari nya dan seumuran dengan Felix. Namun, Robert jauh lebih pintar dibandingkan dengan dirinya dan selalu mendapatkan pujian dari kedua orang tua nya.
Namun, apa daya? Hassan hanya bisa menurutinya perintah ayahnya.
"Baik, ayah. Aku akan menurut."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Taufik Hidayat
masih ada 2.7 Juta Dollar kalau gk salah🤣
2023-08-20
2
louise
bjir alienware
2023-08-19
2
Jimmy Avolution
Terus...
2023-07-29
2